Menkop Puspayoga Resmikan Aplikasi Kebangsaan dan Ekonomi Pancasila

Menkop Puspayoga Resmikan Aplikasi Kebangsaan dan Ekonomi Pancasila

TANGSEL, JURNAL IBUKOTA: Menkop dan UKM Puspayoga, meresmikan H G Smart (Hi Go Smart) yang merupakan aplikasi dengan konten nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila, di Cluster Melia Garden Serpong Utara Tangerang Selatan, Kamis (17/8).

Ikut hadir dalam acara itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring dan Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.

"Ekonomi Pancasila tidak lain adalah koperasi, dan itu yang harus kita tanamkan pada generasi muda, yang sekarang lepas dari gadget," kata Puspayoga.

Menurut Menkop, HG Smart – yang dibuat Hary Gagarin yang juga dikenal sebagai wartawan- itu merupakan aplikasi yang cerdas dan smart, mengingat saat ini nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila tengah
diuji ketahanannya.

Karena itu Menkop mengingatkan, tugas para founder aplikasi selanjutnya adalah mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama melalui gadget, dengan data yang otentik dan menarik.

"Kalau tidak begitu maka akan mati sendiri aplikasi ini," tegasnya.

Terobosan

Founder HG Smart, Hary Gagarin mengatakan aplikasi ini bisa dibilang terobosan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila, terutama di kalangan generasi muda.

"Tinggal di download saja di playstore, maka kita bisa mengetahui seberapa jauh pengetahuan kita tentang nilai kebangsaan maupun ekonomi Pancasila atau koperasi," katanya.

Menurut dia, sambutan masyarakat membuatnya surprise, karena hanya dalam tiga minggu masa uji coba, HG Smart sudah mendapatkan penilaian bintang lima di playstore, yang artinya sangat diminati.

Hary menjelaskan HG Smart berisi pertanyaan-pertanyaan terkait nilai-nilai kebangsaan dan ekononi Pancasila, di mana koperasi adalah lembaga yang paling pas dalam implementasinya atau menerapkannya.

Kota Seribu Koperasi

Sebelumnya Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, meski baru sembilan tahun berdiri, namun perkembangan Tangsel cukup pesat, dengan pertumbuhan ekonomi 7,3 persen atau di atas rata-rata nasional.

Hal itu antara lain karena Tangsel berbatasan dengan pusat-pusat pertumbuhan yaitu
Jaksel, Depok, Bogor, Kab Tangerang

Ke depan, Pemda Tangsel mencanangkan kota 1.000 koperasi, di mana diharapkan koperasi bisa menjadi soko guru perekonomian di Tangsel.

"Saat ini jumlah koperasi di Tangsel sudah mencapai 616 unit dengan tenaga kerja yang terserap seribu orang di koperasi, sementara jumlah UMKM nya 16.400," kata Benyamin.

Guna mencapai target 1.000 koperasi itu Pemerintah Tangsel meluncurkan sejumlah program di antaranya fasilitas permodalan pemberdayaan dan dana bergulir, pelatihan pedagang kreatif, dan revitalisasi Serbuk (satu koperasi seribu UMKM) , mendirikan gedung inovasi UMKM dan memanfaatkan medsos bekerjasama dg PT Telkom memasarkan produk UMKM tangsel.

Menkop dan UKM, Puspayoga memberikan apresiasi tinggi atas gagasan kota seribu koperasi ini.

"Ini akan saya bawa menjadi percontohan di kota- kota lain dalam mengembangkan koperasi sebagai wujud dari ekonomi Pancasila," pungkas Menkop. (Agus)

Mendikbud: Reformasi Pendidikan Difokuskan pada Penguatan Pendidikan Karakter dan Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Mendikbud: Reformasi Pendidikan Difokuskan pada Penguatan Pendidikan Karakter dan Pemerataan Pendidikan Berkualitas

JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Memperingati hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan reformasi pendidikan harus dipusatkan pada penguatan pendidikan karakter dan pemerataan pendidikan yang berkualitas yang menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hal tersebut sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menyebutkan bahwa salah satu tugas pendidikan adalah membangun pendidikan karakter sejak usia dini. Selain itu, pendidikan harus mengedepankan aspek-aspek kebinekaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia dan menghadirkan negara dalam menangani pendidikan sampai ke seluruh pelosok Tanah Air. “Ini juga menjadi bagian dari tugas revolusi mental,” kata Mendikbud pada upacara peringatan hari Kemerdekaan, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (17/08/2017).

Dalam reformasi pendidikan, kata Mendikbud, pemerintah juga memperkuat peran sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sebagai rumah inovatif tempat anak-anak membangun pikiran, mematangkan jiwa, dan mewujudkan kreativitasnya. “Melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN) marilah kita percepat pembangunan reformasi pendidikan yang merata dan berkualitas,” pesan Mendikbud.

Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

Tantangan perubahan zaman ke depan adalah penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan kompeten. Dalam menyiapkan SDM yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan kompeten, Kemendikbud melakukan revitalisasi pendidikan kejuruan. “Kami terus menerus membaca peluang dan melakukan inovasi pada penyesuaian kurikulum yang dinamis, serta bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha,” tutur Mendikbud.

Selain itu, kata Mendikbud, dalam menyiapkan SDM, pemerintah mendorong pengembangan keunggulan bangsa Indonesia, yakni kemaritiman, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif. “Keunggulan yang kita miliki ini memiliki keunggulan komparatif yang diyakini akan memenangkan persaingan global jika kita benar-benar memiliki tenaga terampil dan handal, terutama dalam menghadapi bonus demografi pada lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun mendatang,” ujar Mendikbud.

Pada peringatan hari kemerdekaan ini, Mendikbud mengajak kepada seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan untuk menjadikannya sebagai momentum dalam melakukan percepatan pendidikan dan kebudayaan yang merata dan berkualitas. “Sekali lagi mari kita hayati konsep Trihayu Ki Hadjar Dewantara yaitu Memayu Hayuning Sarira, Memayu Hayuning Bangsa, Memayu Hayuning Bawana, yang artinya apapun yang diperbuat oleh seseorang, hendaknya bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, dan bermanfaat bagi manusia pada umumnya. Hari ini kita ingatkan kembali bahwa kepada kitalah Ki Hadjar Dewantara menitipkan semangat itu,” pesan Mendikbud.

Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Pada peringatan hari kemerdekaan tahun ini, melalui Keputusan Presiden Nomor 73/TK/TAHUN 2017, tanggal 8 Agustus 2017, Mendikbud memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 1.109 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud. Tanda kehormatan untuk pegawai yang telah mengabdi selama 10 tahun diberikan kepada 567 orang. Sedangkan pegawai yang telah mengabdi selama 20 tahun diberikan kepada 305 orang, dan yang telah mengabdi selama 30 tahun diberikan kepada 237 orang.

Selain itu, Delegasi Teladan Tingkat Nasional dari Kemendikbud yang menghadiri Pidato Kenegaraan di Gedung DPR RI pada tanggal 16 Agustus 2017 sebanyak 317 orang, terdiri dari 290 orang pendidik dan tenaga kependidikan, dan peraih medali emas olimpiade sains sebanyak 27 orang. Adapun delegasi yang mengikuti upacara bendera tanggal 17 Agustus 2017 dan acara silaturahmi dengan Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 2017 di Istana Negara ditetapkan masing-masing sebanyak sebanyak 15 orang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan dan peraih medali olimpiade. (Agus)

Atasi Laju Penurunan Permukaan Tanah DKI Jakarta, Kementerian PUPR Siapkan Langkah Quick Wins Komprehensif

Atasi Laju Penurunan Permukaan Tanah DKI Jakarta, Kementerian PUPR Siapkan Langkah Quick Wins Komprehensif

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi penurunan permukaan tanah (_land subsidence_) di Utara Jakarta melalui program Quick Win Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Pelaksanaan program Quick Win yang ditargetkan selesai pada 2019 ini dilakukan secara komprehensif melalui berbagai upaya yakni pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 20 km, penyediaan air bersih sebesar 3 500 liter/detik sebagai kompensasi pengambilan air tanah dalam rangka pengendalian penurunan muka tanah, dan pengelolaan drainase dan pengolahan air limbah melalui program Sanimas dan Instalasi Pengolahan Air Limbah komunal, serta program Jakarta Sewerage System.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya permukaan tanah di Jakarta disebabkan oleh penggunaan air tanah yang berlebihan. Menurut Basuki, selama ini air baku untuk wilayah Jakarta dipasok dari Bendungan Jatiluhur dan air tanah. Untuk menjaga air tanah, maka pasokan air baku harus cukup.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya menambah pasokan kebutuhan air baku DKI Jakarta melalui jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Ia mengungkapkan untuk menambah pasokan air baku Jakarta akan dibangun SPAM Jatiluhur tahap I dengan kapasitas 4.000 liter per detik, SPAM Jatiluhur Tahap II sebesar 5.000 liter per detik, dan SPAM Waduk Karian sebesar 4.200 liter per detik.

“Untuk kebutuhan pembangunan SPAM Jatiluhur I diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 4 triliun, SPAM Jatiluhur 2 sekitar Rp 6 triliun, dan SPAM dari Waduk Karian sekitar Rp 6 triliun. Dengan dibangunnya 3 SPAM ini dapat menambah pasokan kebutuhan air baku Jakarta sebesar 13.200 liter per detik dari kebutuhan air baku total di Jakarta sebesar 20.000 liter per detik,” kata Sri Hartoyo kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan Tanggul Pengamanan Pantai Tahap II Paket 2 di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/8/2017).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis) T. Iskandar.

Nantinya setelah tercukupi kebutuhan air baku DKI Jakarta yang bersumber dari Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Karian, Pemerintah akan mengeluarkan aturan yang tegas untuk membatasi penggunaan air tanah di Jakarta. Waduk Karian sendiri saat ini dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada 2019.

Sri Hartoyo menambahkan, sebagai bagian dari Quick Win NCICD, Kementerian PUPR juga tengah membangun pengolahan air limbah melalui perpipaan di Jakarta. Kementerian PUPR bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) akan membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu atau Jakarta Sewerage System (JSS) yang tersebar di 15 zona. Dari 15 zona, pengelolaan limbah terpadu tersebut akan diawali pembangunannya di zona 1 yang berlokasi di Pluit dan zona 6 di Duri Kosambi.

"Zona 1 dan zona 6 adalah prioritas dan sudah ada lahan disiapkan untuk pembangunannya yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta," jelasnya. Pembangunan di Zona 1 dibangun di atas lahan seluas 4,901 hektar dengan kapasitas 198.000 m3 limbah per hari. Sedangkan zona 6 di daerah Duri Kosambi, dengan luas sekitar 5,875 Hektar dengan kapasitas 282.000 m3 per hari.

Ditargetkan selesainya IPAL terpadu di 15 zona tersebut pada tahun 2035, akan mampu melayani pengolahan air limbah Jakarta hingga 90 persen.

Kementerian PUPR juga akan bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk pembangunan IPAL komunal dan program Sanimas. Dengan demikian membantu mengurangi pencemaran air tanah dan sungai-sungai di Jakarta akibat pembuangan air limbah. “Saat ini untuk pembangunan zona 1 dan zona 6, dalam tahap pembuatan detil desainnya (detail engineering design). Biaya untuk pembangunan zona 1 dibutuhkan dana sebesar Rp 8,1 triliun dan zona 6 sebesar Rp 8,7 triliun yang berasal dari pinjaman Jepang,” ungkap Sri.

Penanganan jangka pendek yang bersifat mendesak dilakukan melalui pembangunan tanggul pesisir pantai melalui perkuatan dan peninggian tanggul pantai dan tanggul muara sungai sepanjang 20 kilometer (km). Pengamanan pantai untuk mencegah banjir rob tersebut totalnya mencapai 120 km, yang terdiri dari tanggul pantai dan tanggul muara dimana yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR adalah sepanjang 20 km dan saat ini tengah dikerjakan sepanjang 4,5 km.

“Pembangunan tanggul Jakarta ini mengacu pada updated Masterplan NCICD dari Bappenas yang mencakup tiga fase yaitu tahap D (darurat), tahap M (Menengah) dan tahap O (Optimal). Tiga fase ini direncanakan dengan menyesuaikan tingkat kekritisan dari penyelesaian tanggul laut sepanjang pantai utara Jakarta,” kata Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi.

Sementara itu Kepala BBWS Cilicis T. Iskandar mengungkapkan, pembangunan tanggul pantai yang saat ini tengah dikerjakan merupakan Proyek Pengamanan Pantai Tahap II yang yang terbagi menjadi 2 (dua) paket pekerjaan. Paket 1, berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,3 Km. Kontraktor yang mengerjakan adalah PT. Waskita Karya – PT. Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak Rp379 miliar. “Saat ini progres Paket 1 tersebut telah mencapai 57,97 persen dengan tanggul yang sudah terbangun sudah mencapai 1.317 meter,” ungkapnya.

Sementara Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,2 Km dan dilengkapi dengan bangunan rumah pompa. Kontraktor yang menangani adalah PT. Wijaya Karya – PT. SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 405 miliar. Saat ini progres Paket 2 telah mencapai 54,43 persen dengan tanggul yang sudah terbangun mencapai 1.372 meter. Sebelumnya pada tahun 2014, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tanggul pengaman pantai tahap 1 di Pluit sepanjang 75 meter. (***)

Hari: Mock-up Tanggul Pantai Kalibaru di Cilincing sebagai Alat Sosialisasi Pencegah Banjir Rob

Hari: Mock-up Tanggul Pantai Kalibaru di Cilincing sebagai Alat Sosialisasi Pencegah Banjir Rob

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Direktur Pantai dan Sungai Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan pembangunan mock-up tanggul Pantai Kalibaru di Cilincing, Jakarta Utara sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya adanya tanggul itu untuk mencegah banjir rob.

“Pada 26 November 2007 terjadi banjir akibat pasang air laut (rob). Banjir rob tersebut merupakan peristiwa pertama Jakarta Utara dilanda banjir akibat pasang air laut,” kata Direktur Pantai dan Sungai Kementerian PUPR Hari Suprayogi kepada media dalam kunjungan lokasi proyek Tanggul Pantai Kalibaru, Jakarta Utara, Selasa (15/8/2017).

Menurut dia, penyebab utama banjir tersebut adalah penurunan muka tanah di Jakarta Utara.

Pada 2008 tanggul laut diperkuat dan dipertinggi, namun akibat penurunan muka tanah tanggul tersebut kembali berada di level yang rendah dan rentan terhadap banjir.

“Untuk itu, limpasan air laut diperkirakan akan terjadi di tahun- tahun mendatang, khususnya pada saat gelombang pasang yang tinggi,” katanya.

Menurut dia, untuk menindaklanjuti hal tersebut perlu strategi pengaman pantai di Jakarta. “Oleh karena itu pada tahun 2012, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Belanda melakukan studi Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS),” ujarnya.

Pada 2014, katanya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian melanjutkan studi JCDS yang kemudian disebut masterplan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD/ Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN).

Menurut Hari, manfaat pembangunan pengaman Pantai di Jakarta utara tersebut selain menahan gelombang pasang air laut atau banjir rob, juga untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat banjir rob.

“Tanggul juga sebagai batas jelas pengembangan daratan di kawasan pesisir,” katanya.

Menurut dia, pada tahun 2015- 2018 Kementerian PUPR dalam hal ini Ditjen Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan pembangunan pengaman pantai di Jakarta Tahap 2 sepanjang 4.500 m yang berlokasi di Muara Baru, Kel Kec Penjaringan, Jakarta Utara (2.300 m) dan Kalibaru, Kec Cilincing, Jakarta Utara (2.200 m). (Agus)

Gallery

Mendikbud: Upacara Bendera Penting Untuk Tanamkan Nasionalisme

This gallery contains 1 photo.

Mendikbud: Upacara Bendera Penting Untuk Tanamkan Nasionalisme JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Memperingati hari Pramuka ke-56, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memimpin upacara bendera di Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurut Muhadjir, kebiasaan melaksanakan … Continue reading

Buka Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, Mendikbud: Bangun Rasa Kebersamaan dan Kebanggaan Profesi

Buka Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, Mendikbud: Bangun Rasa Kebersamaan dan Kebanggaan Profesi

JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka kegiatan pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi tingkat nasional tahun 2017, di Plaza Insan Beprestasi, kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin malam (14/8/2017).

Mendikbud berpesan agar melalui kegiatan ini dapat dibangun rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap profesi, serta hubungan yang harmonis antara guru dan tenaga kependidikan.

“Saya harap Bapak dan Ibu guru dapat terus menambah wawasan, dan mengasah pengetahuan untuk dapat meningkatkan profesionalisme. Yang terpenting adalah _inner motivation_ guru itu sendiri,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy malam ini (14/8).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Hamid Muhammad menyampaikan dalam laporannya bahwa ajang pemilihan ini diikuti sebanyak 798 GTK dari 34 provinsi. Sebanyak 315 Guru Berprestasi dan Berdedikasi, 5 orang Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), 233 orang Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi, 151 orang Pengawas Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi. Selain itu, terdapat 27 orang Tenaga Laboran/Laboratorium Sekolah, 38 orang Tenaga Perpustakaan, serta 29 orang Tenaga Administrasi Sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 20 Agustus 2017 ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan yang telah memberikan prestasi dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan. Terdapat 39 kategori penghargaan untuk Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Tenaga Administrasi, dan Tenaga Laboratorium/Laboran berprestasi serta berdedikasi dari 34 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

“Sebelum masuk pada tingkat nasional, seleksi GTK berprestasi dan berdedikasi dilaksanakan secara bertingkat. Mulai dari tingkat satuan pendidikan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, sampai pada tingkat nasional,” ujar Dirjen Hamid.

*Gita Bahana Nusantara Pukau Peserta Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi*

Seperti tahun sebelumnya, malam ini Gita Bahana Nusantara (GBN) melakukan gelar perdana di acara Penganugerahan Guru Berprestasi tingkat nasional tahun 2017. GBN tahun 2017 terdiri dari 136 remaja yang tergabung dalam tim paduan suara hasil audisi di 34 provinsi, serta tim orkestra yang beranggotakan 72 orang hasil audisi di Jakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Tahun ini GBN juga didukung oleh Aubade Pelajar yang terdiri dari 400 pelajar yang berasal dari SMP Santo Markus II Jakarta Timur, SMP Santo Paulus Jakarta Utara, SMP Santo Yakobus Jakarta Utara, SMP BPK Penabur 7 Jakarta Barat, SMP Al Azhar 28 Cibinong, SMPN 12 Tangerang Selatan, SMPN 1 Bekasi, dan SMPN 7 Bekasi.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan bahwa Gita Bahana Nusantara menjadi salah satu wadah paduan irama seni musik dan suara yang berakar dari keanekaragaman di Indonesia. Melalui GBN, diharapkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya dapat semakin meningkat.

Selain bertujuan untuk menumbuhkan nilai kebersamaan dan kebanggaan sebagai anak bangsa, kegiatan GBN yang didukung oleh Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan ini mampu menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan generasi muda.

“Mereka juga yang nantinya akan menjadi pandu pengajaran menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza ke semua sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia melalui perekaman di Lokananta,” ujar Hilmar Farid.

Setelah gelar perdana di kantor Kemendikbud, pada tanggal 16 Agustus mendatang, Gita Bahana Nusantara akan tampil di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, kemudian di Istana Merdeka pada hari kemerdekaan dengan Purwatjaraka sebagai konduktor, dan konduktor pendamping Sapta Ksvara. (Agus)

Mendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter Tidak Ubah Struktur Kurikulum

Mendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter Tidak Ubah Struktur Kurikulum

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menegaskan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak mengubah struktur kurikulum, dan menambah waktu belajar siswa di sekolah. Menteri Muhadjir mengimbau agar sekolah tidak melakukan penambahan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas (intrakurikuler) di luar ketentuan kurikulum 2013 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Tidak ada perubahan kurikulum yang dipakai, tetap Kurikulum 2013 atau K-13, bagi yang belum menerapkan K13 bisa menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,” ujarnya, di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Sehingga, implementasi Penguatan Pendidikan Karakter diberlakukan dengan masing-masing satuan pendidikan. “Kalau untuk kurikulum 2013 yang dilaksanakan lima hari, anak-anak SD selesai belajar pukul 12.10, sedangkan untuk SMP selesai pukul 13.20. Setelah itu mereka bisa pulang dan melanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Bisa di sekolah, bisa juga di luar sekolah seperti mengaji di madrasah diniyah,” ujarnya.

Penerapan lima hari sekolah pun, lanjut Mendikbud, bukan diberlakukan bagi siswa tapi jam kerja bagi guru. “Itu lima hari sekolah, dengan delapan jam dalam satu hari, bukan diperuntukkan bagi siswa,” tegas Mendikbud. Bagi guru, lima hari kerja merupakan pemenuhan beban kerja guru sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 yang merupakan perubahan dari PP Nomor 74 Tahun 2008.

Sehingga, pemenuhan beban kerja guru diperluas menjadi Lima M, yaitu merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan. Kemudian guru juga dapat membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas-tugas tambahan.

Kebijakan Lima Hari Sekolah merujuk kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Payung hukum ini mengatur Penguatan Pendidikan Karakter dengan optimalisasi peran sekolah. Hari sekolah dilaksanakan selama delapan jam dalam satu hari, atau 40 jam selama lima hari dalam seminggu. Ketentuan itu termasuk waktu istirahat selama 0,5 jam dalam satu hari atau 2,5 jam selama lima hari dalam satu minggu.

Mata pelajaran agama merupakan bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter. Sehingga, Kemendikbud pun turut bersinergi untuk menjalin kerja sama penerapan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Madrasah Diniyah. Beberapa waktu lalu (14/6/2017), upaya penjajakan sudah ditempuh dengan pertemuan antara Kemendikbud dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Agama.

Penguatan Pendidikan Karakter memiliki lima nilai utama meliputi religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas. Melalui lima hari sekolah, fokus pembinaan karakter berlangsung bukan semata pada Kegiatan Belajar Mengajar intrakurikuler, tapi juga mencakup kokurikuler dan ekstrakurikuler dengan suasana yang menyenangkan bagi siswa. (Agus)