Antisipasi Jalan Rusak dan Longsor Saat Lebaran, Kementerian PUPR Pantau Melalui PPKJN

Antisipasi Jalan Rusak dan Longsor Saat Lebaran, Kementerian PUPR Pantau Melalui PPKJN

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan mudik Lebaran 2017 dan peningkatan kualitas pengawasan pemeliharaan jalan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi. Salah satu inovasi Kementerian PUPR adalah memanfaatkan Situation Room Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, yang difungsikan menjadi Pusat Pemantauan Kondisi Jalan Nasional (PPKJN). Pemantauan dilakukan terutama di ruas yang menjadi jalur mudik untuk antisipasi terjadinya kerusakan dan daerah rawan bencana seperti longsor dan ambles.

PPKJN dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara _real time_ dan secara berkala dikordinasikan dengan petugas di 340 Posko Siaga Sapta Taruna Bina Marga yang ada di beberapa titik ruas jalan nasional. Informasi arus lalu lintas dan kondisi jalan yang didapat PPKJN berasal dari CCTV milik Kepolisian yang tersebar di sekitar 300 titik Pos Polisi yang dilewati ruas jalan nasional.

Posko siaga tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas Polri, Basarnas, Kementerian Kesehatan dan Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

"Posko dilengkapi alat berat, material dan operator sehingga apabila terjadi sesuatu, bisa cepat ditangani. Mudah-mudahan dengan koordinasi lebih baik kondisi mudik pun lebih baik daripada tahun lalu," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra mengatakan sesuai arahan Menteri PUPR, PPJKN tersebut tidak hanya memantau jalan nasional, namun juga diterapkan di jalan tol, terutama yang fungsional.

“PPJKN ini digunakan untuk memantau kondisi kepadatan lalu lintas yang ada di jalur-jalur mudik. Untuk di Pulau Jawa, PPJKN terkoneksi dengan Nasional Traffic Management Center Kepolisian di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Bali,” ujar Arief di Jakarta, baru-baru ini.

Ruangan PPKJN berada di kantor Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, yang sebelumnya merupakan ruang rapat yang juga difungsikan untuk _video conference_ dengan para Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di seluruh Indonesia. PPKJN dilengkapi dengan beberapa layar monitor yang menunjukan kondisi _real time_ lalu lintas di sejumlah titik jalan nasional dan juga memantau informasi dari aplikasi teknologi pemantau jalan yang dikembangkan Kementerian PUPR seperti Jalan Kita dan SINDILA’ (Sistem Informasi Dini Lalu Lintas) hasil pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

*Aplikasi Jalan Kita Dan SINDILA*

Aplikasi Jalan Kita merupakan aplikasi yang dapat menerima laporan masyarakat secara real time mengenai kondisi jalan bila terjadi kerusakan. Arief mengungkapkan, saat ini sudah sekitar 500 kali aplikasi tersebut diunduh oleh pengguna dan sudah terdapat laporan sebanyak 1.998 buah dari hasil pantauan terakhir. Arief menjelaskan, Kementerian PUPR telah mengajak 17 politeknik di seluruh Indonesia untuk membantu memantau melalui aplikasi Jalan Kita.

Apabila pengguna jalan menemukan kondisi jalan dan jembatan yang rusak dapat melaporkan melalui aplikasi *Jalan Kita* yang bisa diunduh di Appstore dan Playstore atau melaporkan ke Call Center Bina Marga 081283835757.

Arief menegaskan, “Paling lambat tiga (3) hari dari sejak laporan diterima, maka sudah harus ada penanganan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Lebih dari 3 hari, Balai atau Satuan Kerja (Satker) yang bersangkutan akan ditegur oleh pimpinan.”

Arief juga menambahkan, Kementerian PUPR juga terus mengembangkan penggunaan aplikasi SINDILA yang terdiri dari sensor alat penghitung volume lalu lintas, software penganalisa kinerja lalu lintas dan Variable Message Sign (VMS). Sensor pada SINDILA tersebut berfungsi menghitung volume lalu lintas melalui kamera, lalu data dari sensor tersebut dihitung melalui software, sehingga didapat kinerja lalu lintas.

Selanjutnya, informasi kinerja lalu lintas tersebut disampaikan melalui VMS, sehingga pengguna jalan dapat memutuskan apakah akan tetap melalui jalan yang semula atau mencari jalan alternatif. Sampai saat ini, SINDILA sudah diaplikasikan di Jembatan Sedayu Lawas (Lamongan), Jembatan Comal A dan B (Pemalang), Jembatan Cindaga (Banyumas), Jembatan Tanggulangin (Kudus), Flyover Pasupati (Bandung) dan Jembatan Air Tebih Suluh (Palembang) untuk mendeteksi volume kendaraan yang melintasi jembatan, sekaligus menjadi _backup_ dari sensor Simbagas (detektor keamanan jembatan). (***)

Info Siaga Sapta Taruna Ditjen. Bina Marga 24 Juni 12.28

Info Siaga Sapta Taruna Ditjen. Bina Marga 24 Juni 12.28

1. Hampir seluruh ruas jalan lancar kecuali Nagreg-Malangbong. Ruas ini masih terpantau padat merayap.
2. Tim Siaga Sapta Taruna Ditjen. Bina Marga sekarang sedang melakukan pengecekan ulang kondisi jalan dan jembatan di seluruh jalan nasional yang termasuk jalur mudik untuk kenyamanan dan keamanan arus balik.
3. Apabila pengguna jalan menemukan kondisi jalan dan jembatan yang rusak dapat melaporkan melalui Aplikasi Jalan Kita yang bisa diunduh di Appstore dan Playstore atau melaporkan ke Call Center Bina Marga 081283835757. (***)

Jalan Tol Fungsional Brebes Timur-Weleri Dibuka Pada H-10 Mudik Lebaran 2017

Jalan Tol Fungsional Brebes Timur-Weleri Dibuka Pada H-10 Mudik Lebaran 2017

BATANG, JURNAL IBUKOTA. COM: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka ruas jalan tol fungsional untuk dilalui pemudik dari Brebes Timur hingga Weleri sepanjang 110 Km pada H-10. Untuk memastikan kesiapan jalan tol tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama wartawan meninjau kesiapan ruas tersebut yang terbagi menjadi tiga ruas tol yakni ruas tol Pejagan-Pemalang mulai dari Brebes Timur-Pemalang sepanjang 37,3 km dan ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km.

Peninjauan oleh Menteri Basuki juga dilakukan hingga malam hari, karena Menteri Basuki bertujuan untuk mencoba kelayakan jalan apabila dilalui pemudik pada malam hari.

"Jalan Tol fungsional Brebes Timur – Weleri akan dibuka pada H-10 Lebaran dan dapat dilewati 24 jam satu arah dari Jakarta menuju Semarang (Mudik) dan satu arah ke Jakarta (arus balik) mulai H+4," ujar Menteri Basuki, Sabtu (10/6).

Kondisi jalan tol sepanjang ruas tersebut sudah cukup baik walaupun masih dalam tahap perkerasan beton tipis (lean concrete).

Menteri Basuki mengimbau pemudik untuk memacu kendaraannya dengan aman pada kecepatan rata-rata 40 km/jam.

"Saya sudah sampaikan kebutuhan untuk menambah lampu penerangan jalan di waktu malam dan reflektor lampu mobil agar lebih aman. Selain itu penanda arah keluar/masuk tol. Untuk jalanan yang masih berdebu akan segera dibersihkan dan seluruh pekerjaan konstruksi akan dihentikan pada H-10 Lebaran," ujarnya.

Perjalanan peninjauan jalan tol fungsional dilanjutkan pada Minggu (11/6) yakni jalan tol Batang-Semarang dengan panjang total 36,83 km yang juga fungsional pada masa mudik Lebaran. Pada ruas ini tengah diselesaikan pembangunan Jembatan Kali Sambung yang menjadi titik kritis yang kini dalam tahap penyelesaian lantai jembatan. Ditargetkan pada Selasa (13/6) sudah selesai dilakukan pengecoran dengan metode _fasttrack_ dengan aditif yang akan membuat beton lebih cepat kering dalam waktu tiga hari dibanding biasanya dua minggu. Ditargetkan bisa dilewati pada H-10 Lebaran atau tanggal 16 Juni 2017 mulai pukul 00.00 WIB.

Selain jembatan tersebut, Salah satu titik kritis yang telah diselesaikan yakni jalan layang Kandeman di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang membelah jalur Pantura. Pada ruas tol Batang – Semarang terdapat pintu keluar Gringsing yang berjarak 34 Km dari Semarang.

Untuk di ruas Tol Batang-Semarang yang fungsional disiapkan empat tempat istirahat sementara (TIS) di antaranya, TIS Juragan, Gondang, Ketanggan dan Plelen.

Secara keseluruhan pada ruas tol fungsional Pejagan (Kaligangsa) hingga Gringsing (Weleri) berjarak 110 KM akan disediakan 11 TIS, artinya akan tersedia setiap 10 KM yang dilengkapi dengan musholla, toilet, parkir dan warung kecil untuk makan minum.

Dalam kunjungan ini turut mendampingi Menteri PUPR, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (***)

Kementerian PUPR Siagakan Posko Sapta Taruna Bina Marga Pada Jalur Mudik

PEKALONGAN, JURNAL​ IBUKOTA. COM: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuat Posko Siaga Sapta Taruna Bina Marga di beberapa titik di ruas jalan nasional, terutama di ruas yang menjadi jalur mudik dan rawan bencana.

Beberapa di antaranya terdapat pada jalur selatan Jawa dari Nagrek sampai perbatasan Jawa Tengah telah disiagakan sebanyak 4 posko yaitu di Nagrek, Lingkar Gentong, Ciung Wanara dan Banjar.

"Jalur selatan itu rawan longsor dan banjir menurut BMKG kita akan masuk kemarau namun tetap masih ada hujan seperti beberapa hari lalu. Posko yg dilengkapi alat berat, material dan operator sehingga apabila terjadi sesuatu, bisa cepat ditangani," tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Posko tersebut nantinya berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan, bersama dengan Korlantas Polri, Basarnas, Kementerian Kesehatan, BMKG. "Mudah-mudahan dengan koordinasi lebih baik kondisi mudik pun lebih baik daripada tahun lalu," tambah Menteri Basuki.

Berdasarkan pemantauan jalan nasional dari Nagrek di Jawa Barat hingga Batas Provinsi Jawa Tengah terbilang mulus, dan seterusnya hingga Purwokerto juga demikian. Namun di salah satu titik di Banyumas terdapat jalan yang bergelombang. Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan perbaikan sedang dilakukan dan pada H-5 jalan tersebut sudah mulus kembali.

Selain itu juga terdapat 5 titik jalan yang mengalami longsor di ruas Wangon-Karang Pucung. Sejak Februari hingga saat ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII telah menyelesaikan 3 titik dan 2 titik lainnya ditargetkan selesai 15 Juni 2017. "Selain memperkuat tebing jalan, juga dilapisi aspal di atasnya serta marka jalan. Longsor terjadi karena memang kondisi geologi di daerah ini rawan longsor. Beberapa kita perbaiki dan kita jaga terus," tutur Arie. (***)

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Minta agar BUJT Bangun Parking Bay

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA.COM: Kementerian PUPR menyiapkan sejumlah Parking Bay untuk menampung arus lalu lintas mudik Lebaran 2017.

“Kami menyiapkan sejumlah parking bay yang terletak di antara dua rest area di jalan tol guna menampung kepadatan lalu lintas pada saat puncak arus mudik,” kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto dalam kunjungan persiapan arus mudik Lebaran 2017 di Km 41 ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (10/6/ 2017).

Menurut dia, parking bay tersebut disiapkan guna memenuhi kebutuhan pemudik akan tempat istirahat sementara.

“Kami imbau kepada pemudik yang memanfaatkan parking bay tersebut untuk beristirahat di sana tidak lebih daripada setengah jam,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan meminta kepada semua badan usaha jalan tol (BUJT) untuk selain menyiapkan rest area, juga menyiapkan parking bay yang bersifat sementara.

“Kami telah minta kepada BUJT untuk menyiapkan parking bay tersebut pada jarak di antara dua rest area,” ujarnya.

Gallery

Menteri LHK: Indonesia Tetap Berkomitmen terhadap Perjanjian Paris Soal Perubahan Iklim

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA.COM: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk melakukan pengendalian terhadap perubahan iklim sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Paris. “Pemerintah Indonesia tidak goyah setelah Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mundur dari Perjanjian … Continue reading

Kesiapan ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak Menghadapi Mudik 2017

Kesiapan ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak Menghadapi Mudik 2017
TANGERANG, JURNAL IBUKOTA.COM: Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2017, PT Marga Mandalasakti yang saat ini memiliki brand name ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak menggelar sosialisasi program layanan Lebaran bersama dengan Kepolisian Daerah Banten, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Banten, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Dalam acara jumpa pers yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Lippo Village Karawaci Tangerang ini dipaparkan materi kesiapan dari masing-masing instansi terkait yang bersinergi dengan program layanan arus mudik dan balik Lebaran di Tol Tangerang-Merak tahun ini. ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak memprediksi akan terjadi peningkatan volume lalu lintas sebesar 6,1% daripada tahun lalu, dengan puncak arus mudik terjadi pada tahun ini pada H-3 s.d H-2 dan puncak arus balik H+2 s.d H+6 serta puncak arus wisata pada H+2 s.d H+6.
Pada arus mudik tahun ini, berbagai peningkatan layanan bagi pengguna jalan Tol Tangerang-Merak telah dilakukan, baik dari segi layanan transaksi, lalu lintas, informasi dan perambuan serta jalan. Guna meningkatkan kelancaran saat melakukan transaksi tol, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak mengoperasikan seluruh gardu tolnya sebanyak 89 unit. Dari jumlah tersebut 21 di antaranya merupakan Gardu Tol Otomatis (GTO).

“Dengan pengoperasian seluruh gardu tol tersebut diharapkan tidak akan terjadi antrean yang begitu panjang dan tentunya akan memperlancar arus lalu lintas saat mudik,” jelas Direktur Teknik dan Operasi ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak Sunarto Sastrowiyoto.
Selain itu untuk memastikan tidak ada hambatan saat arus mudik, Sunarto menyatakan pada H-10 hingga H+10 Lebaran, jalan Tol Tangerang-Merak bebas dari pekerjaan konstruksi. “Saat ini kami sedang melakukan peningkatan kualitas jalan dan pelebaran Ruas Bitung-Cikupa. Namun, menjelang Lebaran nanti dipastikan pekerjaan tersebut dihentikan sementara,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Sunarto menyampaikan pernyataan bahwa ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak selaku badan usaha jalan tol mendukung program pemerintah terkait elektronifikasi di jalan tol yang mulai diberlakukan bulan Oktober 2017. Lebih lanjut Sunarto menambahkan untuk menambah kenyamanan dalam bertransaksi di tol, pengguna jalan dianjurkan untuk menggunakan Uang Elektronik. Dengan sistem cashless selain menghemat waktu transaksi juga mencegah risiko adanya fraud, kesalahan dalam pengembalian uang tol, mencegah peredaran uang palsu, keamanan waktu pengumpulan uang tunai dan cash handling pada saat hari libur atau hari raya serta sebagai bentuk dukungan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diinisiai oleh Bank Indonesia.
Melengkapi layanan lalu lintas, 14 unit mobil derek, 4 ambulans, 2 mobil rescue, dan 1 truk rescue disiagakan. Tidak hanya itu, 7 kendaraan armada pelayanan lalu lintas jalan tol dan 3 unit armada petugas keamanan dan ketertiban terus berpatroli di sepanjang jalan Tol Tangerang-Merak setiap harinya selama 24 jam.
Untuk antisipasi dan meningkatkan kesiagaan pengendara, disediakan juga 77 unit warning light atau lampu peringatan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 1.666 unit. Sedikitnya 45 unit Kamera pantau atau CCTV juga stand-by selama 24 jam untuk memonitor kondisi lalu lintas di sepanjang ruas tol Tangerang-Merak. Tentunya fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah rasa aman bagi pengguna jalan.
Bagi pengguna jalan tol yang memerlukan informasi dan bantuan atau mengalami hambatan di sepanjang ruas tol Tangerang-Merak, dapat menghubungi call center MMS di (0254) 20-78-78 atau 0-800-1-77-78-79. Peningkatan layanan informasi dan perambuan diharapkan dapat membantu pengguna jalan untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini, disediakan sebanyak 13 unit Variable Message Sign (VMS) atau papan display elektronik yang berisi imbauan keselamatan dan informasi lalu lintas Tol Tangerang-Merak. Pengguna jalan juga dapat mengakses informasi Tol Tangerang-Merak melalui website http://www.margamandala.co.id dan akun media sosial Twitter @tol_mms.
Melengkapi perjalanan mudik, Twitter ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak juga bisa diakses melalui aplikasi Anavigo yang merupakan aplikasi navigasi perjalanan terbaru yang dikembangkan oleh AstraWorld untuk memberi kemudahan bagi pengguna ketika melakukan perjalanan. Salah satu fitur unggulannya adalah Traffic Report, fitur ini akan memberikan informasi lalu lintas terkini di sepanjang rute perjalanan yang telah dipilih. Informasi lalu lintas yang diberikan di Anavigo dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya dan Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak. Dalam fitur ini, pengguna juga dapat saling berbagi informasi lalu lintas.
Pengguna jalan tol pun dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah tersedia di 4 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di sepanjang ruas tol Tangerang-Merak, baik di KM 43 dan KM 68 arah Merak dan KM 45 dan KM 68 arah Jakarta. Sejak H-3 s.d H+2 tersedia Bengkel Siaga AstraWorld dan Honda di TIP KM 68 arah Jakarta serta Bengkel Siaga Nissan di TIP KM 43 arah Merak. Sejak H-7 s.d H+7 tersedia Pos Kesehatan di TIP KM 68 arah Jakarta dan arah Merak. Selain itu tersedia penjualan tiket ASDP Merak di TIP KM 43 dan KM 68 arah Merak.
Sebagai antisipasi peningkatan volume lalu lintas, MMS pun sudah siap dengan skema pengaturan lalu lintas, antara lain:
· Antrian Merak: penumpukankendaraan di jalan Cikuasa, imbauan bagi pengguna jalan untuk beristirahat di TIP KM 43 dan KM 68 arah Merak, atau pengalihan kendaraan ke Gerbang Tol Cilegon Barat.

· Antrian Serang Timur : pengalihan kendaraan ke GerbangTol Serang Barat.

· Antrian Cilegon Timur : pengalihan kendaraan ke Gerbang Tol Cilegon Barat.

Diharapkan dengan rangkaian program layanan Lebaran 1438 H di Jalan Tol Tangerang-Merak ini, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Tol Tangerang-Merak lancar, aman dan nyaman sehingga para pemudik dapat menikmati momentum hari raya dan libur bersama keluarga tercinta dan kembali ke rumah dengan selamat serta hati bahagia. Dengan memeriksa secara teliti kondisi kendaraan, menjaga kondisi fisik pengemudi dan mematuhi tata tertib berlalu lintas berarti ikut menjaga keselamatan diri sendiri juga keselamatan pengguna jalan lainnya. (Agus)