*H+1 dan H+2 Idul Adha 1441 H, Jasa Marga Catat Sekitar 331 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

H+1 dan H+2 Idul Adha 1441 H, Jasa Marga Catat Sekitar 331 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA:
(03/08) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 331.216 kendaraan menuju Jakarta pada H+1 atau Sabtu (01/08) dan H+2 Idul Adha 1441 H atau Minggu (02/08). Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta dari beberapa Gerbang Tol (GT) _barrier_ /utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama serta GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Total volume lalin yang menuju Jakarta ini naik 18,8% dibandingkan dengan lalin normal," kata

Dwimawan Heru,
Corporate Communication & Community Development Group Head
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Rincian distribusi lalin sebagai berikut:
*ARAH TIMUR*
Lalin menuju Jakarta dari arah Timur adalah:
– GT Cikampek Utama 2, dengan jumlah 92.013 kendaraan menuju Jakarta, naik sebesar 36,0% dari lalin normal.
– GT Kalihurip Utama 2, dengan jumlah 89.666 kendaraan menuju Jakarta, naik sebesar 30,6% dari lalin normal.

Total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur adalah sebanyak 181.679 kendaraan, naik sebesar 33,3% dari lalin normal.

*ARAH BARAT*
Lalin menuju Jakarta dari arah Barat adalah sebesar 69.665 kendaraan, turun sebesar 8,8% dari lalin normal.

*ARAH SELATAN*
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta dari arah Selatan/lokal sebanyak 79.872 kendaraan, naik sebesar 20,7% dari lalin normal.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol yang belum kembali ke Jakarta agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) atau _rest_ area, mengisi saldo uang elektronik yang cukup, mengisi BBM kendaraan, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas, beristirahat di _rest_ area jika lelah berkendara serta menggunakan _rest_ area berikutnya bila _rest_ area yang dituju padat. Informasi lalu lintas di seputar jalan tol dapat diakses melalui Call Center 24 Jam di nomor 14080. (Agus)

*Memasuki Awal Bulan Agustus 2020 Jasa Marga Lanjutkan Pekerjaan Pemeliharaan dan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi

Memasuki Awal Bulan Agustus 2020 Jasa Marga Lanjutkan Pekerjaan Pemeliharaan dan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: (03/08) – Memasuki Minggu pertama Bulan Agustus 2020, Jasamarga Metropolitan Tollroad sebagai pengelola Jalan Tol Jagorawi, bersama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) sebagai service provider pemeliharaan jalan tol kembali melanjutkan pekerjaan pemeliharaan dan rekonstruksi Ruas Tol Jagorawi.

"Progres penyelesaian pekerjaan pemeliharaan dan rekonstruksi sampai saat ini adalah sepanjang 2.831,77 meter. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol Jagorawi," kata Irra Susiyanti, Marketing and Communication Department Head
Jasamarga Metropolitan Tollroad.

Minggu ini pekerjaan dilakukan pada Km 14+475 s.d Km 14+345 Bahu Luar jalur B sepanjang 130 m dan Km 14+044 s.d Km 13+919 Bahu Luar jalur B sepanjang 125 m arah Jakarta, mulai hari Senin tanggal 3 Agustus 2020 pukul 10.00 WIB sampai dengan hari Minggu tanggal 9 Agustus 2020 pukul 07.00 WIB. Total pekerjaan minggu ini sepanjang 255 m.

Semua lajur (selain lajur 1) dapat digunakan sebagai jalur lalulintas selama pekerjaan berlangsung, kecuali pada pukul 21.00-06.00 WIB, bahu luar, lajur 1 dan sebagian lajur 2 pada lokasi pemeliharaan dan rekonstruksi jalan akan digunakan sementara untuk akses alat berat dan kegiatan pengecoran beton.

Guna mengantisipasi kepadatan yang mungkin timbul akibat pekerjaan pemeliharaan dan rekonstruksi minggu ini dengan total panjang 255 m, Jasa Marga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, akan berlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional berupa contra flow dari Km 17+000 s.d Km 13+000 arah Jakarta, hari Senin s.d Jumat pada pukul 06.00 s.d 10.00 WIB, hingga seluruh pekerjaan pemeliharaan dan rekonstruksi jalan tol ini selesai.

Jasamarga Metropolitan Tollroad juga menyiapkan rambu-rambu untuk pengamanan, melakukan rekayasa lalu lintas dengan _contra_ _flow_ dan menyiagakan petugas pengaturan lalulintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Jasamarga Metropolitan Tollroad memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas, serta mengatur waktu perjalanannya.

Lakukan pembaharuan informasi lalulintas dengan mengakses kanal informasi resmi milik Jasa Marga, yaitu:
– Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080
– Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @OFFICIAL_JSMR (untuk informasi umum lainnya).
– Instagram @official.jasamarga dan @jasamargametropolitan
– Aplikasi Mobile JMCARe
– Website http://www.jasamarga.com. (Agus)

*Kementerian PUPR Tata Kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan Sebagai Cagar Budaya

Kementerian PUPR Tata Kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan Sebagai Cagar Budaya

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) yang merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Perbaikan rumah gadang yang merupakan rumah adat khas Minang tersebut merupakan tindak lanjut pencanangan oleh Presiden Joko Widodo saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Padang pada Februari tahun 2018 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan pusaka SRG intinya adalah pemugaran rumah gadang dengan melibatkan tukang-tukang tuo yang memiliki keahlian dalam membangun serta membuat ornamen bangunan, seperti ukir-ukiran. Keahlian ini perlu terus dipelihara, sehingga kegiatan pemugaran ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat setempat dalam memelihara tradisi dan keahlian yang unik ini.

Kementerian PUPR sendiri melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya sudah memprogramkan revitalisasi kawasan tersebut. Dalam masterplan Kawasan SRG akan dilakukan pemugaran 33 rumah gadang, penataan lansekap kawasan, dan pembangunan Menara Songket sebagai landmark dan pembanngunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan.

Kawasan SRG dengan luas 26,3 hektare memiliki aset budaya luar biasa, terdiri dari ratusan benda cagar budaya yakni Rumah Gadang, Masjid, Surau dan Makam posisinya berkelompok dimana sebagian diantaranya sudah berumur ratusan tahun.

Dari total rencana 33 Rumah Gadang yang akan dipugar, sejak 2019 hingga saat ini, 28 Rumah Gadang tengah dikerjakan. Pekerjaan revitalisasi ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 dengan anggaran APBN TA 2019-2020 sebesar Rp 69,7 miliar.

Revitalisasi Kawasan SRG ini dimulai dari proses Identifikasi dan Inventarisasi Kerusakan Rumah Gadang hingga proses Perencanaan Rumah Gadang melibatkan tim dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) dan Dr. Ir. Johny Wongso dan Tim dari Universitas Bung Hatta yang merupakan Arsitek Rumah Gadang, sedangkan untuk Perencanaan Penataan Kawasan melibatkan Ir. Yori Antar, IAI, dengan kontraktor pelaksana PT. Wisana Matra Karya dan konsultan perencana PT. Jakarta Konsultindo

Revitalisasi Kawasan SRG ini meliputi pemugaran rumah gadang, pembangunan menara songket, bangunan pusat informasi dan kios souvenir, panggung dan ruang terbuka hijau serta pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP) kawasan.

Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan tidak berkerumun sesuai Instruksi Menteri PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Lokasi Kawasan Saribu Rumah Gadang berjarak 147 km dari pusat Kota Padang dengan waktu tempuh sekitar 3,5-4 jam menggunakan kendaraan roda empat. Diharapkan dengan revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas destinasi, prasarana dan sarana wisata sehingga lebih nyaman dan menjadi tambahan daya tarik bagi para wisatawan yang akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Solok Selatan.

Selain atraksi budaya, Solok Selatan juga memiliki keindahan alam dengan adanya Gunung Kerinci. Gunung api aktif tertinggi di Asia Tenggara ini bisa didaki dari Solok Selatan. Dari Kawasan Saribu Rumah Gadang, layer-layer lansekap gunung menjadi latar belakang yang mengagumkan. (*)

*Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata, Kementerian PUPR Siapkan Rest Area di Kawasan Puncak Bogor

Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata, Kementerian PUPR Siapkan Rest Area di Kawasan Puncak Bogor

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan pembangunan rest area untuk mendukung jalur pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Pembangunan rest area ini merupakan bagian dari program penataan kawasan Puncak bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yang diikuti dengan pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penataan kawasan puncak juga merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi.

Konstruksi rest area akan dimulai tahun 2020 dan selesai 2021 dengan memanfaatkan lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII yang berada di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Bogor. Rest area ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara seperti 3 lokasi area parkir dengan total luas 1,774 m2 untuk menampung sekitar 500 mobil, masjid seluas 576 m2, plaza pandang seluas 572,27 m2, meeting point, taman atau ruang terbuka hijau, dan amphitheater.

Untuk mengakomodir para pedagang kaki lima yang direlokasi dibangun 516 kios seluas 11 m2 yang terbagi menjadi 100 kios basah dan 416 kios kering. Selain itu juga dibangun kolam retensi seluas 2,041 m2, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), dan toilet modern dengan jumlah 28 unit toilet perempuan, 22 unit toilet pria, 19 unit urinoir, dan 26 unit wastafel untuk mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi. Total anggaran pembangunan rest area sebesar Rp 61,7 miliar.

Selain membangun rest area, dukungan penataan kawasan Bogor juga dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga berupa Pelebaran Jalur Puncak Bogor sepanjang 6 kilometer. Pengerjaannya terbagi menjadi 5 segmen mulai dari Gadong (Ciawi) hingga Cisarua (Puncak). Penanganan ruas jalan Puncak Bogor dilakukan secara bertahap sejak akhir 2018 dengan biaya sebesar Rp 73,1 miliar melalui skema tahun jamak APBN 2018-2019.

Penanganan ruas jalur Puncak Bogor juga dilakukan melalui pekerjaan preservasi jalan Ciawi – Benda – Batas Kota Cianjur yang telah mulai dikerjakan pada 2019 dengan biaya sebesar Rp 30,5 miliar. Ruang lingkup pekerjaan diantaranya pemeliharaan jalan rutin sepanjang 37,84 km, rekonstruksi jalan sepanjang 1,38 km, penanganan longsor sepanjang 80 meter, pembangunan drainase dan bangunan pelengkap sepanjang 1,6 km, pemeliharan rutin jembatan 295 meter, dan rehabilitasi jembatan (46 meter).

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Gadog sepanjang 52 meter di Kecamatan Ciawi. Jembatan tersebut telah berfungsi meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi beban lalu lintas jembatan lama yang tetap dipakai. Dengan adanya jembatan baru selebar 9 meter menambah lebar keseluruhan jembatan menjadi 16 meter, sehingga mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar pusat oleh-oleh sebelum tikungan jembatan dari arah Ciawi hingga sebelum Tanjakan Selarong.

Peningkatan kualitas layanan infrastruktur jalan dan jembatan pada jalur Ciawi-Puncak tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya yang kerap terjadi saat akhir pekan atau libur panjang. Sejumlah lokasi wisata di kawasan Puncak sudah mulai dibuka pada masa new normal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. (*)

*Jasa Marga Perpanjang Contraflow Mulai dari Km 69 s.d Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta

Jasa Marga Perpanjang Contraflow Mulai dari Km 69 s.d Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA: (02/08) – Dikarenakan volume lalu lintas yang terus meningkat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju arah Jakarta saat ini, rekayasa lalu lintas _contraflow_ yang semula diberlakukan di Km 65 s.d. Km 47, saat ini diperpanjang mulai dari Km 69 s.d. Km 47 sejak pukul 18.38 WIB.

"Dengan diberlakukannya _contraflow_ ini, diharapkan dapat mencairkan kepadatan di titik simpang susun Dawuan (Km 66) akibat pertemuan lalu lintas kendaraan dari Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju Jakarta,’ kata Widiyatmiko Nursejati, General Manager
Representative Office 1
Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division.

Tidak hanya itu, diharapkan _contraflow_ juga dapat mengurangi kepadatan jelang titik-titik rest area seperti rest area Km 62 dan Km 52.

Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi Kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu.

Jasa Marga memantau antrean kendaraan jelang Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Jakarta cenderung normal, saat ini terpantau antrean 3-5 kendaraan dengan kapasitas gardu tol beroperasi maksimal untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas arus balik Idul Adha 1441 H.

Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar memastikan kendaraan dalam keadaan prima, selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080.
(Agus)

*H+1 Idul Adha 1441 H, Jasa Marga Catat Sekitar 134 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

H+1 Idul Adha 1441 H, Jasa Marga Catat Sekitar 134 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA: (02/08) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 134.136 kendaraan menuju Jakarta pada Sabtu (01/08). Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta dari beberapa Gerbang Tol (GT) _barrier_ /utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama serta GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Total volume lalin yang menuju Jakarta ini naik 14.6% dibandingkan dengan lalin normal," kata Dwimawan Heru,
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Rincian distribusi lalin sebagai berikut:
*ARAH TIMUR*
Lalin menuju Jakarta dari arah Timur adalah:
– GT Cikampek Utama 2, dengan jumlah 33.539 kendaraan menuju Jakarta, naik sebesar 21,6%.
– GT Kalihurip Utama 2, dengan jumlah 31.939 kendaraan menuju Jakarta, naik sebesar 19,9% dari lalin normal.

Total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur adalah sebanyak 65.478 kendaraan, naik sebesar 20,7% dari lalin normal.

*ARAH BARAT*
Lalin menuju Jakarta dari arah Barat adalah sebesar 35.893 kendaraan, naik sebesar 0,4% dari lalin normal.

*ARAH SELATAN*
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta dari arah Selatan/lokal sebanyak 32.765 kendaraan, naik sebesar 21,0% dari lalin normal.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) atau _rest_ area, mengisi saldo uang elektronik yang cukup, mengisi BBM kendaraan, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas, beristirahat di _rest_ area jika lelah berkendara serta menggunakan rest area berikutnya bila _rest_ area yang dituju padat.

Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta. Salah satunya dengan menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada hari Minggu (02/08) agar terhindar dari kepadatan. Informasi lalu lintas di seputar jalan tol dapat diakses melalui Call Center 24 Jam di nomor 14080. (Agus)

Naik 33,6% dari Lalin Normal, Jasa Marga Siapkan Sejumlah Strategi Penanganan Kepadatan Arus Balik Idul Adha 1441 H

Naik 33,6% dari Lalin Normal, Jasa Marga Siapkan Sejumlah Strategi Penanganan Kepadatan Arus Balik Idul Adha 1441 H

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: (01/08) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik menuju Jakarta dalam rangka libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 H terjadi besok, Minggu (02/08). Prediksi untuk jumlah kendaraan yang menuju Jakarta selama dua hari, atau pada H+1 s.d H+2 Idul Adha 1441 H (1-2 Agustus 2020) adalah sebanyak 372.692 kendaraan, naik 33,6% jika dibandingkan dengan lalu lintas (lalin) normal.

Operation Management & Maintenance Group Head Jasa Marga Pratomo Bimawan Putra mengatakan bahwa angka tersebut merupakan angka kumulatif lalu lintas yang meninggalkan Jakarta di beberapa Gerbang Tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) serta GT Cikampek Utama & GT Kalihurip Utama (arah Timur).

“Kami memprediksi dari seluruh gerbang tol tersebut, distribusi lalu lintas mayoritas dari arah Timur mencapai 56,3%. Sementara itu untuk dari arah Barat sebesar 21,7% dan dari arah Selatan sebesar 22,0%,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi, sejumlah strategi disiapkan bersama dengan Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan serta pihak Kepolisian.

Bima menjelaskan setidaknya ada dua catatan khusus sebagai tindak lanjut dari evaluasi puncak arus mudik Idul Adha 1441 H yang jatuh pada hari Kamis (30/07) lalu.

“Yang pertama adalah Jasa Marga mendukung penuh Kementerian Perhubungan dan pihak Kepolisian untuk mengalihkan kendaraan sumbu tiga ke atas agar tidak masuk jalan tol untuk menghindari banyaknya gangguan lalu lintas sebagaimana terjadi Kamis lalu. Sedangkan untuk yang kedua, menindaklanjuti arahan dari Bina Marga dan BPJT, Jasa Marga memastikan proyek pekerjaan di jalan tol yang berpotensi mengganggu lajur dihentikan sementara, termasuk pekerjaan mobilisasi peralatan,” jelas Bima.

Tidak hanya itu, Jasa Marga juga mempersiapkan petugas dan prasarana untuk mendukung upaya mencairkan lalu lintas di lokasi-lokasi rawan kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, termasuk untuk memberlakukan rekayasa lalu lintas.

“Beberapa titik rawan kepadatan lalu lintas menuju Jakarta yang harus diantisipasi pengguna jalan adalah KM 66 yang merupakan pertemuan lalu lintas Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, beberapa titik jelang rest area terutama di rest area KM 62, KM 52 dan KM 42. Serta pada GT Cikunir 2 yang akan melayani lalu lintas dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek Bawah dan GT Cikunir 4 dan 6 dari Tol Jakarta Cikampek II Elevated menuju Jakarta,” tambahnya.

Jasa Marga juga akan mendukung perambuan dan personil untuk rencana pelaksanaan rekayasa lalu lintas atas diskresi Kepolisian seperti pengalihan kendaraan angkutan barang 3 sumbu lebih menuju Jakarta dan _contraflow_ di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk dapat memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan angkutan barang 3 sumbu lebih melintas di jalan tol dan _contraflow_ serta penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan. Kami mohon kerjasama pengguna jalan untuk tidak kembali ke Jakarta dalam waktu yang bersamaan di hari Minggu, hindari puncak arus balik,” tutup Bima.

Jasa Marga mengimbau agar pengguna jalan memastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat, isi saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara. Informasi lalu lintas di seputar jalan tol dapat diakses melalui Call Center 24 Jam di nomor 14080. (Agus)

*Puncak Arus Balik Idul Adha Diprediksi Malam Ini, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Tol Maksimalkan Persiapan Perjalanan

Puncak Arus Balik Idul Adha Diprediksi Malam Ini, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Tol Maksimalkan Persiapan Perjalanan

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA: (02/08) – PT Jasa Marga (persero) Tbk memprediksi puncak arus balik libur Idul Adha 1441 H terjadi pada Minggu (02/08) malam hingga Senin (03/08) dini hari.

"Untuk menghindari potensi kepadatan, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memaksimalkan persiapan sebelum memulai perjalanan.

Lonjakan arus balik libur Idul Adha 1441 H berpotensi terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Hal ini karena jalan tol tersebut merupakan akses utama pengguna jalan dari arah Timur, yaitu dari Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan yang saat ini masih berada di luar Jakarta, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, untuk dapat memulai perjalanan kembali ke Jakarta lebih awal atau setelah hari Minggu. Dikhawatirkan bila bepergian secara bersamaan dan menunda-nunda perjalanan di hari ini, maka Minggu (02/08) malam akan terjadi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bisa mengakibatkan antrean sangat panjang,” ujar General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati.

Demi tercapainya arus lalu lintas (lalin) dan layanan optimal, lanjut Widiyatmiko, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan agar memaksimalkan persiapan sebelum bepergian kembali ke Jakarta. Persiapan yang dimaksud mencakup memastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima dan kecukupan BBM kendaraan.

“Mengingat ada potensi kepadatan di SPBU di _rest_ area pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kami mengimbau pengguna jalan untuk mengisi BBM kendaraannya terlebih dahulu sebelum memasuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” Widiyatmiko menekankan.

Sebelum memasuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pengguna jalan dari arah Jalan Tol Trans Jawa menuju Jakarta dapat mengisi BBM di Rest Area Km 208B Jalan Tol Palikanci. Sementara itu, pengguna jalan dari arah Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi menuju Jakarta bisa mengisi BBM di Rest Area Km 88 atau Km 72B Jalan Tol Cipularang.

Jasa Marga bersama pihak-pihak terkait telah menyiapkan sejumlah skenario dalam mengatasi potensi kepadatan lalin di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat arus balik Idul Adha 1441 H yang diprediksi memasuki puncaknya pada Minggu (02/08) malam.

“Pertama adalah kami menjaga layanan dalam kondisi prima dan optimal sesuai kebutuhan gerbang tol. Untuk transaksi, kami akan membuka seluruh gardu di GT Cikampek Utama. Kedua, untuk mengatasi gangguan arus lalin, seperti kendaraan mogok atau pecah ban, kami menyiagakan kendaraan layanan _mobile customer service_ dan derek untuk _stand by_ di titik-titik rawan. Ketiga, kami akan mengatur buka-tutup _rest_ area bila diperlukan akibat membludaknya kendaraan yang ingin memasuki _rest_ area sehingga mengganggu arus lalin di jalan tol,” tambah Widyatmiko.

Jasa Marga juga senantiasa berkoordinasi dengan Kepolisian sebelum melakukan rekayasa lalin, misalnya _contraflow_.

“ _Contraflow_ yang kami siapkan dimulai dari Km 65 atau menjelang Dawuan sampai dengan Km 47 pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta. Bagi pengguna jalan yang menuju Jakarta dan memilih menggunakan lajur _contraflow_ , maka mereka tidak bisa melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek II ( _Elevated_) yang akses masuknya di Km 48,” jelasnya.

Sebelum memasuki titik awal _contraflow_, Widiyatmiko kembali mengimbau kepada pengguna jalan untuk memastikan kecukupan BBM kendaraannya sampai Jakarta.

“Bila kehabisan BBM di lajur _contraflow_, maka akan menghambat kendaraan-kendaraan di belakangnya. Kondisi ini juga akan mempersulit evakuasi oleh petugas,” kata Widiyatmiko.

Widiyatmiko mengungkapkan, persiapan lainnya yang perlu mendapat perhatian oleh pengguna jalan adalah membawa bekal selama perjalanan dan mematuhi protokol kesehatan di _rest area_ maupun fasilitas-fasilitas lainnya. Ia juga mengimbau pengguna jalan agar mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta dengan memperhatikan potensi-potensi kepadatan dan mengatur jam keberangkatan.

Untuk memantau kondisi lalin jalan tol dan sekitarnya, pengguna jalan tol dapat mengakses Call Center 24 Jam di nomor 14080.(Agus)