Kementerian PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Banjir dan Longsor di Bengkulu

Kementerian PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Banjir dan Longsor di Bengkulu

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penanganan tanggap darurat pascabencana banjir dan longsor yang menimpa 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu pada Sabtu (27/4/2019). Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tengah dipersiapkan agar kondisi sosial ekonomi dapat berangsur normal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi dan Direktur Preservasi Jalan, Ditjen Bina Marga Atyanto Busono pada Senin (29/4/2019), tiba Bengkulu dan langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah membahas penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor serta perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan yang rusak di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.

Salah satu penanganan darurat yang diprioritaskan adalah pembersihan jalan yang tertimbun lumpur dan perbaikan infrastruktur jembatan rusak. Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi pengungsi, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah melakukan mobilisasi mobil tangki air, hidran umum, dan MCK portable.

Turut hadir dalam tinjauan lapangan yakni Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang-Bengkulu Aidil Fikri, Kepala Balai Wilayah Sungai VII Abustian dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani.

Sejumlah infrastruktur yang rusak ditinjau untuk mempersiapkan penanganan selanjutnya, diantaranya dua lokasi longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah. Lokasi pertama yakni jalan Desa Taba Terujam KM 19, yang mengalami longsor sedalam 17 meter panjang 35 meter. Lokasi kedua yakni tanah longsor di Desa Taba Penanjung KM 28 dengan ketinggian sekitar 50 meter dan panjang satu kilometer. Di atas lokasi longsor tersebut terdapat satu rumah yang hampir tergerus longsor.

Rombongan kemudian meninjau sejumlah jembatan yang rusak akibat diterjang banjir, diantaranya jembatan air Sungai Musi di Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang dan dua jembatan di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni jembatan sungai Lias di KM 47 dan jembatan putus yang berada KM 74 tepatnya di PTPN-7 Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PUPR melalui BPJN III Padang-Bengkulu Ditjen Bina Marga memobilisasi alat berat dan dump truck untuk melakukan pembersihan jalan yang tertimbun lumpur. Bencana banjir dan longsor telah merusak akses jalan dan jembatan di beberapa titik lokasi di Provinsi Bengkulu, sehingga mengakibatkan terisolirnya beberapa daerah sehingga menyulitkan tim evakuasi dan bantuan menuju lokasi terdampak. (*)

Menteri Basuki : Jembatan Holtekamp Jayapura Siap Diresmikan Juli 2019

Menteri Basuki : Jembatan Holtekamp Jayapura Siap Diresmikan Juli 2019

JAYAPURA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian pembangunan Jembatan Holtekamp yang berada di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Keberadaan jembatan dengan tipe Pelengkung Baja ini memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dari semula 2,5 jam menjadi 1 jam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan Jembatan Holtekamp di samping meningkatkan konektivitas dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw, juga menjadi solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Sebelum adanya jembatan, penyebaran penduduk Kota Jayapura tidak merata.

“Keberadaan jembatan juga akan berperan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura ke arah bagian Barat yang berupa pegunungan dan sangat berisiko merusak hutan sebagai wilayah tangkapan air Kota Jayapura,” kata Menteri Basuki baru-baru ini.

Pembangunan Jembatan Holtekamp merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter dan konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter. Saat ini Kementerian PUPR tengah dilakukan penyelesaian pembangunan jalan pendekat Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950 meter dengan progres 74,5 %.

Sementara Pemerintah Provinsi Papua juga sudah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sepanjang 30 meter dan jembatan pendekat sepanjang 270 meter di sisi Holtekamp. Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter.

“Total biaya pembangunan Jembatan Holtekamp sebesar Rp 1,3 triliun. Untuk konstruksi jembatan sudah selesai, saat ini tengah menyelesaikan jalan pendekat jembatan ke Skouw, masih ada 7 km lagi yang belum diaspal, kini sedang dalam pengerjaan dan akan selesai bulan Juli 2019 dan siap diresmikan,” kata Menteri Basuki.

Ini juga kali pertama pelaksanaan pembangunan jembatan dimana pelengkung baja sepanjang 112,5 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton dibuat utuh oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya kemudian dibawa ke lokasi menggunakan kapal menempuh jarak 3.200 Km. Pembangunan dikerjakan konsorsium kontraktor konstruksi PT. Pembangunan Perumahan, PT. Hutama Karya dan PT. Nindya Karya.

Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan 2 rekor pada proyek pembangunan Jembatan Holtekamp yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Direktur Jembatan Iwan Zakarsi, Direktur PT.PP M.Toha Fauzi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Yulianus M. Mambrasar, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Kementerian PUPR Berikan Hibah Jembatan Rangka Baja dan Perbaiki Jalan Amblas Terkena Abrasi di Bengkulu Utara

Kementerian PUPR Berikan Hibah Jembatan Rangka Baja dan Perbaiki Jalan Amblas Terkena Abrasi di Bengkulu Utara

BENGKULU, JURNAL IBUKOTA: Peningkatan konektivitas di Provinsi Bengkulu tidak hanya dilakukan melalui pembangunan Jalan Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memberikan perhatian pada akses jalan non tol dengan memberikan hibah 2 jembatan rangka baja dan perbaikan jalan yang terkena Abrasi di Kabupaten Bengkulu Utara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Menteri Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo pada Sabtu (16/3) meninjau salah satu lokasi pembangunan Jembatan di Desa Wono Harjo Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasi jembatan lainnya yang akan diperbaiki berada di Desa Kota Lekat Kecamatan Hulu Palik.

Pergantian jembatan diperlukan karena kondisi jembatan yang ada sudah sudah menurun kemampuannya karena berusia tua. Tahun 2019 perbaikan kedua jembatan ditargetkan dapat selesai karena sangat vital bagi mobilitas antar desa.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah membebaskan lahan dan tengah menyelesaikan pembangunan abutmen jembatan. Sementara dua jembatan rangka baja dengan nilai Rp 15 miliar per unit akan dikirim Kementerian PUPR dari Cileungsi, Bogor dalam waktu dekat.

“Perbaikan jembatan dan penanganan jalan yang terkena Abrasi merupakan perintah Presiden Joko Widodo yang sebelumnya melakukan ke Bengkulu tanggal 15 Februari 2019 lalu untuk mendukung peningkatan infrastruktur dasar di Provinsi Bengkulu sehingga bisa terlepas dari keterisolasian wilayah,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki kemudian meninjau ruas jalan Pantai Barat Sumatera yang menghubungkan Bengkulu dengan Kecamatan Ketahun yang terkena Abrasi. Abrasi mengakibatkan jalan amblas sepanjang 15 meter setinggi sekitar 10 meter.

“Diruas jalan ini terdapat sekitar 5 titik jalan yang berada dekat laut yang rawan longsor terkena Abrasi. Kami akan perbaiki karena menjadi akses lalu lintas bagi 9 Desa yang ada disini tidak perlu direlokasi karena tidak gampang bagi orang untuk meninggalkan tanah kelahirannya, karena saya pernah merasakan itu, saya tidak punya kampung halaman,” ujar Basuki Hadimuljono.

Penanganan Abrasi akan dilakukan dengan membuat semacam rabat dengan batu besar yang susun untuk menahan Abrasi terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan perbaikan jalan.

Diharapkan dengan adanya bantuan pembangunan jembatan, akses keluar masuk desa maupun membawa keluar komoditas pertanian menjadi lebih mudah. Sehingga ekonomi desa menjadi tumbuh lebih cepat. “Program pembangunan desa tidak optimal apabila produk-produk yang dihasilkan tidak bisa dibawa keluar akibat ketiadaan akses jalan,” pungkasnya.

Bupati Bengkulu Utara Mian mengaku, sangat mengapresiasi atas perhatian dari Kementrian PUPR dalam penanganan infrastruktur dasar di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aidil Fikri, Kepala Balai Wilayah Sungai Abustian, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu Daniel Kurdi dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Gallery

Program Padat Karya Tunai Irigasi Rawa Pasang Surut Diluncurkan di Kabupaten Banyuasin

This gallery contains 1 photo.

Program Padat Karya Tunai Irigasi Rawa Pasang Surut Diluncurkan di Kabupaten Banyuasin Jurnal Ibukota| Banyuasin | Pemerintah meluncurkan program Padat Karya Tunai (PKT) irigasi, di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) … Continue reading

Gallery

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan di Jabar, Kontinuitas Suplai Air Irigasi Terjaga

This gallery contains 1 photo.

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan di Jabar, Kontinuitas Suplai Air Irigasi Terjaga JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menargetkan pembangunan 65 bendungan di Indonesia dalam periode 2015-2019. Dari jumlah tersebut … Continue reading

Gallery

Kementerian PUPR Percepat Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Jepang

This gallery contains 1 photo.

Kementerian PUPR Percepat Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Jepang JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Mantan Perdana Menteri Jepang Mr. Yusuo Fukuda periode 2007-2008 selaku Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia di Kantor Kementerian PUPR, … Continue reading