Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

MAUMERE, JURNAL IBUKOTA:
Pada hari Senin, 12 Agustus 2019 di Hotel Lokarya Indah Beach, di Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT telah dilaksanakan kegiatan Seminar dan Rapat Anggota Khusus.

Peserta kegiatan diikuti oleh 257 orang yang merupakan perwakilan dari kelompok-kelompok anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas.

Kegiatan Rapat Anggota khusus ini diselenggarakan dalam rangka untuk membuat keputusan dalam rencana pengembangan kegiatan pemekaran ( spin off) usaha Kopdit Obor Mas ke sektor riel.

Sebelum dilaksanakan kegiatan Rapat Anggota sebelumnya diikuti dengan kegiatan Seminar Sehari yang mengundang narasumber Romanus Woga, Wakil Bupati Sikka yang juga merupakan tokoh koperasi dan Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES) yang dimoderatori oleh Frans Su dari Puskopdit Swadaya Utama.

Dalam sambutanya, Bupati Sikka Frensiskus Roberto Diogo mengatakan " sekarang ini adalah era perubahan dunia, maka koperasi juga harus melakukan perubahan. Dunia tidak lagi seperti sebelumnya yang berubah secara linier tapi berubah secara eksponensial. Kalau ingin menjadi negara maju harus lakukan perubahan".

Ditambahkan dalam sambutanya, spin off ini penting dan pemerintah akan selalu mendukung. Dukungan kongkritnya pemerintah memberikan kebijakan trade off, memberikan subsidi BBM untuk pengangkutan produk-produk eksportasi, dan juga dukungan pengembangan produk lokal terutama dari bahan baku kelapa dan coklat.

Andreas Mbete, selaku ketua Koperasi mengatakan. Kegiatan seminar dan rapat anggota ini adalah sebagai upaya pengembangan koperasi. Dikatakan bahwa Kopdit Obor Mas yang sudah beranggotakan 84 ribu orang dengan asset 700 milyard lebih ini sudah saatnya melakukan spin off untuk menjawab kebutuhan anggota.

Manajer Kopdit Leonardus Frediyanto Moat Lering menambahkan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk juga memberikan alternatif bagi anggota untuk berinvestasi dan memicu anggota untuk melakukan usaha-usaha produktif.

Suroto dalam pemaparan seminar yang diikuti secara antusias oleh peserta mengatakan bahwa trend koperasi dunia saat ini juga keberhasilannya didukung oleh rekayasa kelembagaan dalam bentuk pengembangan group atau holding dari bisnis-bisnis multisektor koperasi.

Dicontohkan oleh Suroto keberhasilan pengembangan Group koperasi yang integratif di Kalimantan Barat seperti Keling Kumang Group yang awalnya hanya koperasi kredit sekarang berkembang jadi berbagai koperasi di sektor ritel, jasa perhotelan, pertanian, dan bahkan selenggarakan pendidikan. " Bahkan tahun ini bukan hanya SMK, mereka juga telah berhasil mendirikan Institut Teknologi.

Romanus Woga dalam presentasinya memaparkan bagaimana salah satu koperasi Kredit di Canada berhasil mengembangkan group yang kuat.

Acara kegiatan ini diselenggarakan dengan sukses dan diikuti oleh peserta dengan antusias yang juga karena selalu diselingi joke dan pantun oleh Romanus Woga. (Agus)

Kemenkop dan UKM Harap Top Karir Festival 2019 Bisa Tingkatkan Kualitas SDM UMKM

Kemenkop dan UKM Harap Top Karir Festival 2019 Bisa Tingkatkan Kualitas SDM UMKM

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Top Karir Festival ke -2 yang digelar di Smesco Indonesia, Jakarta, 14-15 Agustus 2019.

"Saya berharap TopKarir Festival 2019 ini bisa menjadi media inspiratif, edukasi, pengembangan wawasan, jejaring usaha dan peluang kerja. Selain itu, acara ini juga bisa membantu para UMKM mendapatkan SDM yang tepat dan skillfull sehingga akhirnya berdampak positif pada perkembangan UMKM di Indonesia," ujar Prof Rully Indrawan, usai membuka Top Karir Festival di Jakarta, Rabu (14/8/19).

Prof Rully memaparkan, Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi jumlah penduduk usia produktif sebesar 68% dari total populasi 267 juta jiwa.

" Momentum ini diperkirakan bisa mendongkrak ekonomi Indonesia tumbuh lebih positif karena dominasi penduduk berusia produktif (berpendapatan dan memiliki daya beli) bisa banyak berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini juga bisa berdampak negatif jika aspek seperti pendidikan, kesehatan dan peluang lapangan pekerjaan tidak terencana dan terkelola dengan baik," kata Prof Rully.

Berbicara tentang jumlah usia produktif di Indonesia ada peluang lapangan pekerjaan yang ada, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, dalam hal penyerapan tenaga kerja nasional, UMKM berkontribusi sebesar 97%. Tumbuhnya usaha mikro menjadikannya sebagai sumber pertumbuhan kesempatan kerja dan pendapatan.

Dengan demikian kehadiran dan peningkatan UMKM juga memiliki peran strategis dalam upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

"Namun dengan segala pencapaian dan kontribusi yang begitu besar terhadap perekonomian Indonesia, kita sadar bahwa UMKM masih menghadapi tantangan yang tidak ringan yang salah satunya adalah masih terbatasnya keterampilan SDM. Karena itu saya harap Top Karir Festival 2019 ini bisa ikut menjawab dan memberikan solusi terhadap masalah ini " pungkas Prof Rully Indrawan.

*Klinik Konsultasi*

Sementara itu CEO dan Co-Founder Top Karir Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengatakan, penyelenggaraan TopKarir Festival 2019 ini memberikan fasilitas yang lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.

"Selain lowongan pekerjaan dari sekitar 70 perusahaan yang ikut dalam acara ini, kami juga menyediakan fasilitas Beasiswa dan klinik konsultasi terhadap pengunjung yang membutuhkan apapaun informasi soal lapangan pekerjaan, teknik menjawab wawancara dan sebagainya " katanya.

Dalam dua hari acara TopKarir Festival 2019 ini, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung mencapai 10 orang atau lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 6 ribu pengunjung.

Adapun jumlah perusahaan yang mengikuti ajang Top Karir Festival 2019 mencapai 70 perusahaan, atau lebih banyak dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai 50 perusahaan.(Agus)

KPBU Perumahan Menjadi Alternatif Pembiayaan Perumahan Layak dan Terjangkau

KPBU Perumahan Menjadi Alternatif Pembiayaan Perumahan Layak dan Terjangkau

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Di bidang perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penurunan backlog rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari 7,6 juta menjadi 5 juta unit dengan membangun 3,9 juta unit rumah dalam kurun waktu 2020-2024. Diperkirakan total investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target di atas sebesar Rp 780 triliun.

“Kemampuan anggaran Pemerintah hanya mampu memenuhi 30% dari total pembiayaan. Oleh karena itu, perlu adanya skema pembiayaan alternatif dalam penyediaan perumahan melalui keterlibatan sektor swasta,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PIPUP) Eko Djoeli Heripoerwanto dalam acara Workshop Public Private Partnership (PPP) for Affordable Housing di Jakarta, Rabu (14/8/2018).

Menteri Basuki menambahkan salah satu isu dan kendala utama dalam proses penyediaan perumahan yang terjangkau adalah tren urbanisasi yang memberi dampak pada tingginya permintaan akan kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan. Saat ini lebih dari 55 persen orang Indonesia tinggal di kota-kota dengan laju urbanisasi saat ini sebesar 2,3%, sehingga diperkirakan pada tahun 2030 mendatang, lebih dari 73% orang Indonesia akan tinggal di kawasan perkotaan.

Tingginya harga tanah di perkotaan merupakan salah satu tantangan utama dalam penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau. Biaya pengadaan tanah juga mengambil porsi besar dari investasi para pengembang perumahan. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui dukungan finansial maupun non-finansial serta melalui reformasi kebijakan terkait pembiayaan perumahan akan menjadi sangat penting.

Dirjen PIPUP Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan dukungan yang bisa diberikan antara lain dengan pemanfaatan tanah milik negara, milik pemerintah daerah, dan swasta untuk pembangunan hunian dengan skema KPBU. Pembangunan hunian dengan skema KPBU utamanya menyasar untuk pengembangan hunian vertikal di perkotaan yang lahannya terbatas. Skema KPBU dapat digunakan dalam pembangunan hunian berimbang untuk pengembangan area seperti konsep superblok.

"Konsep superblok bertujuan untuk memberikan solusi penyediaan rumah MBR agar tidak jauh ke pusat keramaian dan ekonomi. Di dalamnya harus dijamin bahwa ada sebagian hunian yang dibangun untuk MBR," jelas Eko.

Sementara itu, Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Ditjen PIPUP Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pelaksanaan KPBU bidang perumahan sudah dilaksanakan di banyak negara, sehingga diharapkan lewat workshop tersebut Pemerintah Indonesia dapat belajar untuk mengadaptasi konsep pelaksanaannya. "Kenya dan India sudah menerapkan KPBU bidang perumahan. Di Indonesia saat ini masih persiapan, nanti akan dilelang pekerjaannya pada tahun 2020," katanya.

Narasumber dalam workshop tersebut diantaranya adalah Kordinator Program Perkotaan Bank Dunia untuk Indonesia Marcus Lee, Tenaga Ahli Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Lana Winayanti, Direktur Pengembangan Wilayah Perkotaan Perumahan dan Permukiman BAPPENAS Tri Dewi Virgiyanti, dan Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun BAPPENAS Sri Bagus Guritno.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Peaksanaan Pembiayaan Infrastruktur SDA Arvi Argyantoro, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Reni Ahiantini, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Adang Sutara dan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Haryo Bekti Martoyoedo. (*)

Jasa Marga dan Kepolisian Perpanjang Waktu Pemberlakuan Uji Coba Relokasi Contraflow Jalan Tol Dalam Kota

Jasa Marga dan Kepolisian Perpanjang Waktu Pemberlakuan Uji Coba Relokasi Contraflow Jalan Tol Dalam Kota

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Uji coba pemindahan (relokasi) titik awal contraflow Jalan Tol Dalam Kota yang telah berlangsung selama lima hari (7-9 Agustus dan 12-13 Agustus) berjalan cukup efektif, terutama pada tiga hari terakhir ketika pengaturan titik awal contraflow dilakukan pada dua lokasi.

Berdasarkan evaluasi inilah, Jasa Marga Regional JabotabekJabar selaku pengelola Jalan Tol Dalam Kota bersama dengan Kepolisian akan memperpanjang waktu pemberlakuan uji coba contraflow tersebut dengan skema yang sama, yaitu:
a. Mulai pukul 06.00 – 08.00 WIB, titik awal contraflow adalah Km. 0+200 Halim, dengan titik akhir Km 8+100 Senayan;
b. Sedangkan pada pukul 08.00 – 10.00 WIB, titik awal contraflow adalah Km. 1+700 Cawang, dengan titik akhir yang sama, yaitu Km 8+100 Senayan.

Perpanjangan waktu pemberlakuan uji coba relokasi contraflow Jalan Tol Dalam Kota ini ditargetkan akan berlangsung hingga titik awal contraflow di Halim dapat dipermanenkan.

Jasa Marga Regional JabotabekJabar mencatat adanya peningkatan lalu lintas pada hari Selasa (13/8) dibandingkan hari sebelumya yang mengakses contraflow Jalan Tol Dalam Kota dari arah Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebanyak 42% dari total kendaraan yang mengarah barat, maupun dari arah Jalan Tol Jagorawi sebanyak 27% dari total kendaraan menuju ke arah barat.

Selain itu, Reza juga menggarisbawahi kepadatan lalu lintas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jagorawi yang mengarah ke Jalan Tol Dalam Kota juga dapat dicairkan lebih cepat dengan uji coba relokasi titik awal contraflow tersebut.

“Kami mencatat lalu lintas dari arah Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat contraflow Km 0+200 Halim diberlakukan itu cenderung lancar, antrian di GT Halim sekitar pukul 08.00 WIB sudah mulai mencair. Hal ini juga terjadi di Jalan Tol Jagorawi, bahkan dalam waktu yang lebih cepat, sekitar pukul 08.15 WIB antrean di GT Cililitan sudah terurai dan lalu lintas dari Jalan Tol Jagorawi menuju Jalan Tol Dalam Kota pun tampak lebih lancar,” ungkap Reza.

Dengan diperpanjangnya waktu pemberlakuan uji coba relokasi contraflow Jalan Tol Dalam Kota, Jasa Marga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin masih timbul di lapangan. Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan agar mengantisipasi dan patuhi rambu serta arahan petugas, terutama menjelang titik awal contraflow.

Untuk monitor kondisi lalin jalan tol terkini, dapat mengakses kanal informasi resmi milik Jasa Marga, yaitu:
– Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080
– Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @OFFICIAL_JSMR (untuk informasi umum lainnya).
– Instagram @official.jasamarga
– Aplikasi Mobile JMCARe
– Website http://www.jasamarga.com. (Agus)