Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan agar Labuan Bajo Menjadi Destinasi Wisata Premium

Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan agar Labuan Bajo Menjadi Destinasi Wisata Premium

LABUAN BAJO, JURNAL IBUKOTA: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya pembangunan infrastukrur untuk penataan kawasan wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dengan kawasan wisata yang semakin tertata dengan baik, diharapkan Labuan Bajo dapat menjadi destinasi wisata premium yang menarik minat turis mancanegara.

"Segmentasi yang ditarget di Labuan Bajo berbeda dengan di Manado, sebab di sini segmentasinya premium. Untuk itu penataan kawasan di Labuan Bajo ini penting sekali," kata Presiden Jokowi usai meninjau lokasi rencana penataan kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (10/7/2019).

Turut mendampingi Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur NTT Victor B. Laiskodat, dan Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula.

Menurut Presiden Jokowi, upaya meningkatkan target kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap, dengan pembenahan infrastruktur yang akan menjadi prioritas. Sebagai contoh, Presiden mengatakan mulai tahun ini Kementerian PUPR akan melakukan pekerjaan peningkatan trotoar & Jalan Soekarno Hatta. "Sehingga turis dapat berjalan di sini sambil menikmati pemandangan," ujar Presiden.

Presiden juga menyambut baik rencana penataan kawasan Puncak Waringin yang akan menjadi salah satu pilihan lokasi wisata baru di Labuan Bajo. "Lokasi yang saya lihat di atas tadi akan dikerjakan, dirapikan untuk menjadi pusat handicraft (cinderamata) di Labuan Bajo," kata Presiden Jokowi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR terus melanjutkan dukungan penyediaan infrastruktur bagi KSPN Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pasalnya, Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores itu, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Pembangunan lanjutan untuk penataan kawasan wisata Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2019-2021. "Kawasan wisata harus ditata betul, selanjutnya diperlukan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan, agar menjadi kota yang betul-betul dirawat," kata Menteri Basuki.

Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan yakni penataan Puncak Waringin, penataan kawasan Kampung Baru, penataan integrasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung, peningkatan trotoar & Jalan Soekarno Hatta, pengembangan kawasan wisata Goa Batu Cermin, serta pengembangan sektor air minum & sanitasi Labuan Bajo.

Untuk penataan kawasan Puncak Waringin, Kabupaten Manggarai Barat, akan dikerjakan secara bertahap pada tahun 2019-2020. Pembangunan Tahap I pada 2019 akan diselesaikan pembangunan Gedung Utama seluas 350 m2 setinggi 2 lantai untuk lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.
Selanjutnya pada tahun 2020 akan dibangun bangunan komersial seluas 525 m2 setinggi 2 lantai, untuk kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun. Selain itu juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik sekitar 1.700 m2 yang dilengkapi dengan ampiteater seluas 267 m2 dan area parkir seluas 235 m2.

Penataan lanjutan juga akan dilakukan di salah satu daerah penyangga Labuan Bajo yaitu Kampung Baru dengan pekerjaan pembangunan ruang terbuka publik, toilet wisata, dermaga nelayan, dan Jalan Gertak Bukit Pramuka (460 m). Sebelumnya pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di 4 lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono, Staf Khusus Menteri Taufik Widjojono, Direktur Penataan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Didit Achdiyat, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo, Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang Muktar Napitupulu, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II NTT Agus Sosiawan, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, dan Arsitektur Nusantara Yori Antar.(*)

Jasa Marga Raih Penghargaan Service Quality Award (SQA) 2019

Jasa Marga Raih Penghargaan Service Quality Award (SQA) 2019

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menambah deretan pencapaian di tahun 2019. Kali ini, Jasa Marga meraih penghargaan Service Quality Award (SQA) 2019 peringkat Golden untuk kategori “Toll Road-Digital”.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menerima langsung penghargaan tersebut dalam malam penganugerahan SQA 2019 di Hotel Mulia, Jakarta yang berlangsung pada hari Selasa (9/7).

Traffic Management Department Head Jasa Marga Atika Dara Prahita yang turut hadir pada malam penganugerahan SQA 2019 menyampaikan, selain meningkatkan proses bisnis di bidang jalan tol diantaranya adalah layanan transaksi, lalu lintas, konstruksi serta rest area, Jasa Marga juga fokus meningkatkan pelayanan pelanggan dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang ada.

“Hal ini tampak dari bagaimana berbagai informasi didapatkan pengguna jalan tol bisa maksimal. Jasa Marga sendiri telah memiliki sejumlah channel komunikasi yang bisa diakses oleh pengguna jalan, diantaranya Call Center 14080 (24 jam), media sosial yang diperbaharui secara real time seperti Instagram dan Twitter serta dua aplikasi yang dikembangkan oleh Jasa Marga sendiri seperti JMCARe dan Travoy,” jelas Atika.

Penghargaan Service Quality Award merupakan sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah _Service Excellent_ (SE) bersama konsultan mitra Carre – _Service Quality Monitoring_ (SQM). SQA 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-13 kalinya. Penghargaan ini diberikan kepada _service provider_ dari berbagai industri yang khusus di bidang _service center_ atau _walk in center_ sebagai _critical contact service_ antara pelanggan dengan perusahaan.

Hubungan pelanggan dengan perusahaan memang dapat ditingkatkan melalui bantuan teknologi di era serba digital ini. Meski begitu, peranan service center sebagai _physical contact point_ tentunya masih memegang peranan penting dan tidak bisa diabaikan.

Dalam menentukan pemenang SQA 2019 ini, Carre SQM melakukan riset nasional Service Quality Index (SQI) di empat kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang dalam kurun waktu Januari-Maret 2019. Total jumlah sampel yang diambil dalam riset nasional kepuasan pelanggan (SQI) tersebut lebih dari 3.500 responden.

Tahun ini, SQA dibedakan berdasarkan dua platform, yakni pelayanan konvensional dan digital. Untuk pelayanan digital, indikator yang diukur adalah atribut-atribut pelayanan dari channel-channel yang disediakan oleh perusahaan. Biasanya, pelayanan digital ini merupakan pelayanan yang tidak tatap muka secara langsung, melainkan melalui aplikasi atau saluran berbasis teknologi dan internet. (Agus)

Kementerian PUPR Siapkan Kajian Pembangunan Jembatan Babin Kepulauan Riau

Kementerian PUPR Siapkan Kajian Pembangunan Jembatan Babin Kepulauan Riau

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan kajian pembangunan Jembatan Batam – Bintan (Babin) di Kepulauan Riau (Kepri). Pembangunan jembatan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi biaya logistik di Kepri serta mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, kawasan industri serta pariwisata di Pulau Galang dan Bintan yang berdekatan dengan Negara Singapura.

“Pembangunan Jembatan Babin, direncanakan untuk mulai dibangun pada tahun 2020, tentunya didasarkan kelayakan teknis dan ekonomisnya. Saya sempat bertanya Duta Besar Indonesia di Singapura saat datang ke sini, Singapura sedang membuat Terminal 5 Changi (Bandara International Changi) yang intermoda sampai ke Bintan, sehingga jembatan itu sangat mendukung sekali,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri Basuki mengatakan Presiden Joko Widodo telah memutuskan jembatan Batam-Bintan untuk dibangun dimana lama konstruksinya sekitar 3-4 tahun. Saat ini Kementerian PUPR tengah menyusun Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) yang diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2019.

Biaya pembangunan jembatan Babin diperkirakan mencapai Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun dengan skema tahun jamak (multiyears contrac). Namun Menteri Basuki menekankan hitungan tersebut tergantung pada hasil DED yang tengah disusun Kementerian PUPR. Pemerintah juga membuka peluang partisipasi Badan Usaha dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembiayaan Jembatan Babin.

Atas rencana pembangunan Jembatan Babin, Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) telah menindaklanjuti dengan melakukan survei lapangan dan kajian terkait keterpaduan dengan pengembangan wilayah/kawasan serta daya dukung. Survei dilakukan secara bertahap dengan meninjau landing point rencana kaki Jembatan Babin di sisi Bintan (Tanjung Uban) untuk rencana trase lama/awal. Dilanjutkan dengan susur landing point di sisi Kabil, yakni di Pulau Tanjung Sauh, Pulau Ngenang dan di Tanjung Uban.

Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan pembangunan Jembatan Babin membutuhkan perhatian semua pihak karena telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Sumatera.

Pembahasan pembangunan Jembatan Babin akan dilakukan BPIW bersama seluruh stake holder (pemangku kepentingan) untuk membahas aspek-aspek teknis terkait informasi dari aspek geologi, design teknis jembatan karena melalui palung yang dalam serta aspek nilai tambah dan manfaat pembangunan jembatan.

“Diharapkan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini semakin membuka peluang pengembangan kegiatan wisata yang bertumpu pada keindahan alam, sehingga dimensi daya dukung lingkungan termasuk penataan kawasan permukiman nelayan seyogyanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” tutur Hadi Sucahyono.

Survei dan kajian yang komprehensif mengenai rencana pembangunan jembatan Babin terus dilakukan mengingat karakteristik wilayah yang berbentuk kepulauan. Jembatan Babin memiliki empat tapak (pilar) utama yang memanjang dari barat ke timur mulai Tanjung Talok Pulau Batam, Pulau Ngenang, Pulau Tanjung Sauh, dan di Kecamatan Seri Kuala Lobam di Pulau Bintan.

Panjang jembatan 7.035 meter yang pembangunannya dibagi menjadi 3 trase, yakni trase pertama menghubungkan Pulau Batam ke Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2.124 meter, trase kedua Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Buau sepanjang 4.056 meter dan trase ketiga Pulau Buau ke Pulau Bintan sepanjang 855 meter.(*)

Lokasi Jalan Raya Yasmin-Parung Depan Perumahan Taman Sari Persada Sudah Dibersihkan dari Tumpahan Cor Beton, Lalu Lintas Arah Parung Kembali Normal

Lokasi Jalan Raya Yasmin-Parung Depan Perumahan Taman Sari Persada Sudah Dibersihkan dari Tumpahan Cor Beton, Lalu Lintas Arah Parung Kembali Normal

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi akibat tumpahnya cor beton di Pilar 109 Proyek Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi 3A (Simpang Yasmin- Simpang Semplak), atau tepatnya di depan Perumahan Taman Sari Persada Kota Bogor, PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku operator Jalan Tol BORR bersama pihak Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas sejak kejadian terjadi pada 10 Juli pukul 05.15 WIB pagi tadi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Saat ini material beton sudah bersih dari lokasi kejadian, sehingga sejak pukul 17.35 WIB PT MSJ telah membuka lalu lintas dari arah Bogor menuju Parung dengan penjagaan oleh Satlantas Polresta Bogor. Sementara untuk arah sebaliknya, dari arah Parung menuju Bogor, masih dialihkan melalui Simpang Yasmin lalu ke Simpang Semplak/Atang Sanjaya," kata Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jasa Marga dan PT MSJ memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kejadian ini. (Agus)

Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol Tertibkan 27 Lapak Liar di Exit GT Banyu Urip

Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol Tertibkan 27 Lapak Liar di Exit GT Banyu Urip

SURABAYA, JURNAL IBUKOTA: Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, serta pengamanan aset tanah milik negara, Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol (Surgem) bersama Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polsek Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya menertibkan sebanyak 27 bangunan lapak liar di akses keluar Gerbang Tol (GT) Banyu Urip Jalan Tol Surabaya-Gempol pada Km 5+600.

Operasi penertiban lapak liar yang berlangsung hari ini (10/07) dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukomanunggal Kompol Mulyono. Penertiban yang juga dihadiri oleh Camat Sukomanunggal La Koli, dilakukan untuk mencegah potensi lapak liar yang berjarak 8 meter dari Off Ramp GT Banyu Urip ini menjadi bangunan permanen.

“Jadi harus dibongkar sekarang. Jika terus dibiarkan, maka nantinya akan menjadi permanen dan semakin mengganggu kenyamanan masyarakat dan juga kemungkinan membahayakan pengendara,” ujar Kapolsek Sukomanunggal Mulyono dalam proses penertiban.

Selaras dengan Mulyono, Operation Department Head Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Amat Basuni mengatakan bahwa sebelumnya di awal tahun 2018, lapak liar ini telah dibongkar.

“Di awal tahun 2018 lalu sudah dibongkar. Namun sekitar bulan September 2018 mulai dibangun lagi sehingga di akhir tahun kemarin kami langsung mitigasi pembangunan lapak liar permanen dengan melakukan koordinasi kepada pihak terkait, termasuk pada pemilik lapak,” ujar Amat.

Amat juga menjelaskan bahwa pembongkaran juga dilaksanakan berdasarkan beberapa peraturan Pemerintah, salah satunya adalah Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. Fungsi Pemerintah adalah menegakkan hukum serta peraturan perundang-undangan dan Jasa Marga turut mendukung pelaksanaan kegiatan penertiban.

“Jasa Marga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pemkot Surabaya dan jajaran Kepolisian sejak akhir tahun 2018. Kami juga intens melakukan komunikasi persuasif kepada para pemilik lapak, yaitu sebanyak dua kali pertemuan tatap muka dan peringatan secara tertulis sebanyak tiga kali, serta sosialisasi dalam bentuk lainnya,” tambah Amat.

Setelah melakukan pembongkaran, Jasa Marga Cabang Surgem dan instansi terkait akan melakukan pemagaran dan penghijauan serta terus memonitor perkembangan lapak liar di GT Banyu Urip. (Agus)

Pasca Jatuhnya Bekisting Pier Head pada Pembangunan Jalan Tol BORR Seksi III A, Telah Dilakukan Penanganan dan Pembersihan Material di Sekitar Lokasi

Pasca Jatuhnya Bekisting Pier Head pada Pembangunan Jalan Tol BORR Seksi III A, Telah Dilakukan Penanganan dan Pembersihan Material di Sekitar Lokasi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pada hari Selasa, 10 Juli 2019 pukul 05.15 WIB pagi telah terjadi insiden terjatuhnya bekisting (Formwork) pada saat dilakukan pengecoran pekerjaan Pier Head di proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) III A ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak jalur A di titik P109. Berdasarkan hasil informasi yang diberikan dari tim di lapangan pada saat kejadian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Saat ini, pihak PT. Marga Sarana Jabar (MSJ) telah mengintruksikan tim dilapangan untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Selanjutnya setelah dilakukan pengecekan, dilakukan pembersihan material yang terjatuh yang menghalangi di sekitar badan jalan sebagai langkah awal penanganan dan ditargetkan pada pukul 13.00 WIB kendaraan dapat melintas kembali secara normal.

Saat ini, tengah dilakukan penutupan pada jalan Soleh Iskandar pada kedua arahnya, dan mengantisipasi kepadatan pergerakan lalu lintas untuk sementara kendaraan dialihkan melalui jalan Atang Sanjaya.

Pihak PT. Marga Sarana Jabar selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mengganggu pengguna jalan, dan diharapkan bagi para pengguna jalan agar terus berhati-hati dalam berkendara agar selamat sampai tujuan.

Pihaknya juga akan menghentikan pekerjaan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh kepada Kontraktor PT. PP (Persero) Tbk dan konsultan pelaksana PT. Indec KSO perihal perbaikan pelaksanaan kerja guna menghindari terjadinya insiden terjadi kedepannya agar lebih berhati-hati sesuai Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.

Kementerian PUPR telah meminta BUJT dan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan penyusunan langkah-langkah pengendalian dan terus berupaya dalam meningkatkan pengawasan pelaksanaan metode kerja dan prosedur K3 yang ada. Sehingga selanjutnya akan diterjunkan tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk meninjau secara langsung ke lokasi proyek Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin- Simpang Semplak).

BPJT memerintahkan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan kontraktor pelaksana untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. BPJT akan lebih mengaktifkan konsultan PMI (Pengendali Mutu Independen) untuk memastikan kepatuhan badan usaha dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Pengawasan internal dari BUJT pada kontraktor pelaksana juga harus terus dilakukan secara lebih ketat dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi jalan tol guna menghindari berulangnya kejadian yang serupa.(*)

Cor Beton Proyek Jalan Tol BORR Tumpah, Arus Lalu Lintas Menuju Parung Dialihkan

Cor Beton Proyek Jalan Tol BORR Tumpah, Arus Lalu Lintas Menuju Parung Dialihkan

*BOGOR, JURNAL IBUKOTA: ,* Hari ini (10/7) sekitar pukul 05.15 WIB dilakukan pengecoran beton di lokasi Proyek Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin- Simpang Semplak) arah menuju Parung tepatnya di Pier 109 di depan Perumahan Taman Sari Persada Kota Bogor.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengoperasikan Jalan Tol BORR Hendro Atmodjo menjelaskan saat proses pengecoran beton berjalan, balok penyangga (formwork/cetakan _Pier Head)_ tidak kuat sehingga melengkung dan mengakibatkan beton tumpah ke jalan arteri di bawahnya.

“Kejadian tersebut terjadi saat pengecoran pada _Truck Mixer_ yang ke 22 dari total rencana 25 _Truck Mixer._ Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sebanyak dua orang pekerja mengalami luka ringan akibat material dan saat ini sudah dalam perawatan,” jelas Hendro.

Demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, pihak PT MSJ telah menghentikan pekerjaan sementara untuk mengevaluasi metode pelaksanaan proyek secara menyeluruh bersama Kontraktor PT PP (Persero) Tbk dan Konsultan PT Indec KSO agar kejadian yang sama tidak terjadi di waktu mendatang.

“Saat ini kami juga bekerja sama dengan Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan yang menuju arah Parung dialihkan ke Simpang Yasmin lalu ke Simpang Semplak/Atang Sanjaya, begitupun sebaliknya. Kami menargetkan siang hari ini arus lalu lintas diupayakan dapat berfungsi normal kembali,” ucap Hendro.

Untuk mengidentifikasi lebih lanjut penyebab terjadinya insiden ini, tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) akan melakukan peninjauan ke lokasi proyek Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin- Simpang Semplak).

KKJTJ akan melakukan penelitian dan mengevaluasi penyebab kejadian ini. Nantinya hasil evaluasi tersebut akan diaplikasikan dalam metoda kerja agar kejadian yang sama tidak akan terulang lagi.

Jasa Marga dan PT MSJ memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kejadian ini. Jasa Marga dan PT MSJ juga akan terus melakukan tindakan preventif dan korektif dengan tetap mengedepankan unsur-unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta evaluasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.(Agus)