Kementerian PUPR Bangun Lima Embung untuk Tambah Pasokan Air Baku di Samosir Toba

Kementerian PUPR Bangun Lima Embung untuk Tambah Pasokan Air Baku di Samosir Toba

SAMOSIR, JURNAL IBUKOTA: Untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Selain penataan kawasan dan pembangunan jalan, juga telah diselesaikan pembangunan lima buah embung di Pulau Samosir untuk menambah pasokan air baku.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penyediaan sarana dan prasarana air bertujuan untuk ketahanan air dan kedaulatan pangan. Salah satunya pembangunan embung dengan kapasitas tampung antara 1.000 hingga 500.000 m3 dan kedalaman dibawah 15 meter.

“Di beberapa daerah masih terdapat masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur salah satunya melalui pembangunan embung” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Tahun 2018 jumlah embung yang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 103 embung. Dengan tambahan jumlah embung tersebut, maka selama empat tahun (2015 – 2018), jumlah embung yang dibangun 949 buah. Tahun 2019 akan dibangun 104 embung, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga total terbangun hingga 2019 sejumlah 1.053 embung.

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, seiring dengan pertumbuhan pembangunan yang terjadi di kawasan Danau Toba guna mendukung percepatan pembentukan KSPN, tentunya kebutuhan akan air semakin tinggi. "Pembangunan embung untuk menampung air hujan yang turun sehingga tidak langsung mengalir ke saluran air seperti selokan. Air yang ditampung dapat digunakan untuk kebutuhan pada musim kemarau atau irigasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Roy Pardede mengatakan, kelima embung itu adalah Embung Aek Natonang, Pea Parsinagaan, Pea Rihit, Pea Roba, dan Hairi Gorat. "Kelima embung semuanya sudah selesai, ada yang tahun 2016, 2017, dan yang terakhir 2018 yaitu Embung Pea Parsinagaan," ujarnya.

Embung Pea Rihit yang selesai dibangun pada 2017 memiliki kapasitas tampung 35.000 meter kubik, dapat dimanfaatkan untuk mengairi daerah irigasi seluas 200 hektar. Embung Pea Roba memiliki kapasitas tampung 30.000 meter kubik. Embung yang selesai dibangun pada 2017 ini dapat dimanfaatkan untuk mengairi 150 hektar sawah irigasi.

Selanjutnya, Embung Aek Natonang yang selesai dibangun pada 2016. Embung berkapasitas 100.000 meter kubik ini dapat digunakan untuk mengairi 300 hektar sawah irigasi. Selanjutnya Embung Hairi Gorat yang berkapasitas 30.000 meter kubik. Embung yang selesai dibangun pada 2016 ini dapat mengairi sawah irigasi seluas 150 hektar.

Kemudian, Embung Pea Parsinagaan yang dengan kapasitas tampung 45.000 meter kubik dan debit volume tampungan air sebanyak 486,10 m3, dapat dimanfaatkan untuk mengairi 250 hektar lahan irigasi. dengan Pekerjaan pembangunan embung dilengkapi dengan saluran pengelak (intake) dan pembuatan bangunan pelimpah saluran.
Pembangunannya dilakukan sejak April 2018 dan telah selesai pada November 2018 bersumber dari APBN 2018 sebesar Rp. 7,97 miliar oleh kontraktor PT. Siman Eranesia Ardesplan.

Roy menambahkan, saat ini tengah melakukan kegiatan studi investigasi dan desain sebagai upaya untuk menambah embung baru di Samosir. Hal itu untuk terus mencukupi kebutuhan air baku perkampungan di daerah pedalaman Pulau Samosir yang juga sangat membutuhkan air.

“Semuanya ada di masterplan kita, rencana pengelolaan SDA Toba Samosir. Ini semua sedang disusun. Dari sana nanti kita tahu seberapa besar kebutuhannya, di mana lokasinya, dan nanti kita susun detail desainnya," kata Roy. (*)

Kementerian PUPR : Penataan Tano Ponggol Menjadi Kawasan Wisata Berkonsep Waterfront City

Kementerian PUPR : Penataan Tano Ponggol Menjadi Kawasan Wisata Berkonsep Waterfront City

PULAU SAMOSIR, JURNAL IBUKOTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) harus dilakukan secara simultan antara penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan infrastruktur pendukungnya.

Presiden berharap setelah sejumlah infrastruktur pendukung seperti jalan, penataan kawasan, pasar, dan dermaga selesai dibangun, juga diikuti dengan kesiapan SDM sehingga dapat dilakukan promosi secara masif ke seluruh dunia.

"Setelah semuanya selesai, insyaAllah tahun depan. Meski sekarang sudah mulai tapi promosi besarnya tahun depan setelah semua produk ini betul-betul selesai. Produknya itu tadi, seperti Desa Adat Kampung Tenun Ulos, pasar souvenir, semuanya akan direhab termasuk penataan di Tano Ponggol ini," kata Presiden Jokowi saat meninjau lokasi pelebaran alur Tano Ponggol serta rencana perubahan Jembatan Tano Ponggol, di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Toba, Rabu (31/7/2019).

Hadir mendampingi Presiden, Menko Kemaritiman RI Luhut Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Bupati Samosir Rapidin Simbolon.

Menurut Presiden Jokowi, pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung di Tano Ponggol yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR merupakan pekerjaan besar. Karena dengan dilebarkannya alur Tano Ponggol dari semula lebar rata-rata 25 meter dan dalam kondisi dangkal menjadi 80 meter serta ditambah kedalamannya, nantinya kawasan Tano Ponggol akan menjadi jalur perlintasan kapal pesiar yang mengelilingi Pulau Samosir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ini progres pelebaran alur Tano Ponggol progresnya sudah sekitar 74%. Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 m sepanjang 1,2 Km dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp 313 miliar.

Proyek pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur. Selain itu pada sisi kiri dan kanan alur Tano Ponggol nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul. Setelah dilakukan pelebaran, pada sisi kiri dan kanan juga akan dibangun jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus dukungan objek wisata di Danau Toba.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Hadi Sucahyono menyatakan pengembangan kawasan Tano Ponggol yang tengah dilakukan Kementerian PUPR yaitu menggunakan konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau yang dikenal dengan waterfront city untuk wisata air. "Pengembangan kawasan Tano Ponggol ini merupakan pekerjaan terpadu yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dengan membangun jembatan, SDA melebarkan alurnha, dan Cipta Karya penataan kawasannya," ujar Hadi.

Ditambahkan Hadi, selain tiga sektor tersebut, Ditjen Penyediaan Perumahan juga dapat memberikan dukungannya lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk meningkatkan kualitas rumah-rumah warga yang berada di kawasan Tano Ponggol. "Jadi harapannya yang menikmati hasilnya hingga masyarakat kecil yang ada di sekitar kawasan ini.Rumah-rumah warga yang sudah diperbaiki lewat BPSP bisa dikembangkan menjadi homestay oleh masyarakat," tuturnya.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Didiet A. Akhdiat mengatakan, penataan kawasan waterfront city tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 80 hektar dengan alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp 105 miliar. "Direncanakan pekerjaan konstruksinya akan dimulai pada tahun 2020, saat ini konsep desainnya telah selesai," ujarnya.

Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Ditjem Bina Marga Selamet Rasidi mengatakan, dengan adanya pelebaran alur ini, secara otomatis perlu dilakukan penyesuaian desain Jembatan Tano Ponggol agar kapal pesiar dapat lewat di bawah jembatan. Menurutnya desain jembatan tersebut juga akan mengadposi kearifan lokal adat Batak. "Perkiraan ketinggian ideal jembatan yang sudah kita hitung adalah sekitar 8-9 meter dengan panjang total jembatan mencapai 1 km, yang terdiri dari jembatan utama sepanjang 235 meter dan sisanya merupakan jembatan pendekat, dan oprit. Perkiraan biayanya sekitar Rp 287 miliar dan diharapkan konstruksinya dapat dilaksanakan pada tahun 2020-2021," ujarnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki Kepala BPIW Hadi Sucahyono, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Didiet A. Akhdiat, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Selamet Rasidi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Roy Pardede, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Kemenkop Ajak Masyarakat Perkuat kelembagaan UMKM melalui koperasi

Kemenkop Ajak Masyarakat Perkuat kelembagaan UMKM melalui koperasi

SELAYAR, JURNAL IBUKOTA: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengajak masyarakat UKM untuk bergabung dalam satu wadah usaha bernama koperasi. Karena, apa yang kita lakukan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Kita juga tidak bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Yang tak kalah penting, di negara-negara maju itu seperti di Skandinavia dan Selandia Baru, masyarakatnya saling membantu dan bergantung satu sama lain. "Itu semua merupakan filosofi dari berkoperasi", tegas Prof Rully pada acara Diklat Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Kota Benteng, Sulawesi Selatan, Selasa (30/07/19).

Di depan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal, Asisten Deputi Standardisasi dan Sertifikasi Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Siti Darmawasita, dan para pelaku koperasi dan UKM di Kabupaten Selayar, Prof Rully mengatakan bahwa luasnya wilayah Indonesia maka kita harus melakukan kerjasama untuk menyelesaikan masalah yang ada. "Tidak mungkin menyelesaikan sendiri. Itulah maka kita harus berkoperasi", ujar Prof Rully.

Prof Rully mencontohkan, UKM membuat produk (kue) yang akan dijualnya ke warung-warung. Namun, UKM tidak hanya menjual produk, melainkan juga harus mengurus masalah lain, seperti urus izin usaha, hak merek, beli bahan baku, urus desain, kemasan, dan sebagainya. Itu semua tidak mungkin dilakukan sendiri. "Solusinya, dengan berkoperasi maka akan ada orang yang memikirkan hal-hal tersebut", jelas Prof Rully.

Contoh lain, nelayan tugasnya mencari ikan, sementara pengurus koperasi melakukan tugas lainnya. Yakni, menjual hasil tangkapan nelayan, negosiasi dengan pemerintah atau pihak ketiga lainnya, mencari kapal dengan kapasitas lebih besar, menjual ikan dengan harga lebih menguntungkan, dan sebagainya. "Itu tugas pengurus koperasi", tandas Prof Rully.

Intinya, lanjut Prof Rully, menjadi manajer koperasi banyak yang harus dikerjakan. Misalnya, menciptakan kemasan produk agar lebih menarik, mendorong harga lebih kompetitif di pasar, dan sebagainya. "Termasuk mengadministrasikan seluruh kegiatan usaha para anggotanya", imbuh Prof Rully.

Oleh Karena itu, Prof Rully berharap agar laporan keuangan koperasi itu harus rapi, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan. "Kalau administrasi rapi maka pihak lain pun akan percaya untuk menjadikan koperasi sebagai mitra usaha", ungkap Prof Rully.

Menurut Prof Rully, agar dipercaya orang maka koperasi harus melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). "RAT itu sarana agar orang percaya. Juga sebagai bukti bahwa pengurus koperasi sudah bekerja dengan baik dan benar. RAT itu intinya sarana untuk mempertanggungjawabkan kinerja koperasi yang salah satunya adalah memaparkan Sisa Hasil Usaha atau SHU yang bisa dinikmati seluruh anggota", papar Prof Rully lagi.

Ke depan, Prof Rully menekankan hanya akan membantu melalui program dan fasilitas dari pemerintah bagi koperasi yang mau maju tapi tidak memiliki kemampuan untuk maju. "Koperasinya ada, hasil produksinya ada, maka kita akan bantu dengan aneka program dan fasilitas yang ada. Di antaranya, pemasaran, perijinan, kemasan, hingga pembiayaan. Kita memiliki dan bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga sangat murah", tukas Prof Rully.

Dalam konteks permasalahan yang dihadapi mayarakat Selayar, Prof Rully merasa prihatin dengan penurunan harga kopra yang berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat. Demikian pula permasalahan yang dihadapi para nelayan untuk mengoperasionalkan kapal tangkap yang telah mereka miliki. "Hal ini perlu dikoordinasikan dengan para pihak baik di pusat maupun di daerah. Semoga ada solusi mendasar dalam waktu dekat. Namun permasalahan itu memperkuat alasan mengapa kelembagaan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama", ujar Prof Rully.

Selain itu, lanjut Prof Rully, kehadiran PLUT yang saat ini baru dimulai pembangunan dan direncanakan November 2019 diresmikan, diharapkan menjadi bagian dari solusi atas masalah tersebut. (Agus)

Caption:

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal, dan Asisten Deputi Standardisasi dan Sertifikasi Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Siti Darmawasita meninjau pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Kepulauan Selayar. Rabu (31/07/2019).

BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Berikan Bantuan Renovasi Masjid

BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Berikan Bantuan Renovasi Masjid

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan ke Masjid Jamie Al Barokah Kelurahan Panunggangan Barat, Kota Tangerang.
Bantuan senilai Rp 8.500.000 tersebut diserahkan oleh Yala Maryam selaku Kepala Bidang Umum dan SDM mewakili Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang CImone Diding Ramdani, Rabu (30/07/2019).
Ditemui di kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang CImone Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang CImonne DIding Ramdani menjelaskan bantuan ini untuk keperluan renovasi/ pembangunan sarana tempat ibadah di Masjid Jamie Al-Barokah.

"Bantuan yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan sesuai proposal yang mereka ajukan kepada BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Dan bantuan ini merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaaan terhadap program Tanjung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk kepedulian dan empati kita terhadap masyarakat, khususnya terhadap sarana-sarana ibadah ini yang memang sedang memerlukan bantuan dana untuk renovasi.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan biaya dan membantu masyarakat dalam melaksanakan ibadah, terlebih lagi bila memasuki bulan puasa yang tentunya akan ramai dipenuhi jamaah untuk sholat tarawih,” lanjut Diding.
Ustadz Muhamad Ghazali selaku pembina yayasan mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone yang sudah memberikan bantuannya dan diharapkan ke depan dapat menyalurkan bantuan dananya kembali. (Agus)

BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Gelar Sosialisasi Tolak Gratifikasi

BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Gelar Sosialisasi Tolak Gratifikasi

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Guna menanamkan jiwa integritas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tangerang Cimone gelar sosialisasi kepada 150 Perusahaan untuk menjauhi segala tindakan yang mengarah kepada korupsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone "Penipuan, suap, maupun gratifikasi itu merupakan segala bentuk tindakan yang dapat mengarah kepada korupsi," kata dia.

Diding Ramadani selaku Kepala Kantor, sebagai badan hukum publik yang mengutamakan pengelolaan dana bersih dan akuntabel, BPJS Ketenagakerjaan, ingin agar seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan memiliki jiwa integritas baik karyawan maupun mitra yang sering berhubungan dengan kami.

Menurutnya, pengelolaan dana yang akuntabel oleh BPJS Ketenagakerjaan juga sudah dibuktikan dengan raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari kantor akuntan yang independen. Hal itu merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntasi keuangan yang berlaku.
"Kami harapkan agar peserta yang hadir dapat mendapatkan pengetahuan lebih mengenai tidakan tidak terpuji tersebut, dan ke depan dapat memunculkan generasi-generasi yang bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme," katanya.

Dalam sosialisasi ini, Diding Ramdani didampingi Kabid. Umum YAla Maryam dan Tunas Integritas BPJS Ketenagakerjaan Tangerang CImone Rici Andika dan Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatatn hingga akhir. Mereka menyatakan semakin paham dan akan peduli terhadap tindakan tindakan yang mengarah kepada korupsi dan gratifikasi. (Agus)

Kementerian PUPR Akan Revitalisasi Rumah Adat di Kampung Ulos Samosir

Kementerian PUPR Akan Revitalisasi Rumah Adat di Kampung Ulos Samosir

SAMOSIR, JURNAL IBUKOTA: Pulau Samosir Toba, Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan kain tenun Ulos khas Sumatera Utara yang dibuat secara tradisional. Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara. Salah satu Desa yang terkenal sebagai pusat tenun Ulos adalah di Kampung Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke Pulau Samosir baru-baru ini juga meninjau desa yang selama ini dikenal sebagai desa wisata yang kerap disambangi wisatawan. Selain sebagai pusat tenun, di kawasan Huta Raja juga masih terdapat Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga.

Dalam kunjungannya Menteri Basuki berbincang dengan warga Huta Raja untuk mengetahui harapan mereka terkait rencana pengembangan kampung tersebut sebagai salah satu destinasi wisata di Samosir. Menurut Menteri Basuki, ada sejumlah rumah gorga yang akan diperbaiki karena kondisinya yang sudah tua dan kurang layak.
Selain itu, ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern.

"Selain sebagai pusat tenun, dengan adanya beberapa Rumah Gorga yang sudah cukup tua menjadikannya kawasan wisata atau pusaka. Ada beberapa rumah, sekitar 40 unit akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun dan keahliannya terus berlanjut," kata Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, bila Kampung Tenun Ulos Huta Raja dapat ditata dengan lebih baik serta dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar seperti sanitasi, maka dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Danis H.Sumadilaga mengatakan, pemugaran Rumah Gorga yang merupakan cagar budaya akan melibatkan tukang-tukang lokal setempat sehingga sekaligus akan menjadi workshop/media latihan bagi masyarakat setempat untuk memelihara keberlanjutan tradisi dan keahlian yang unik ini.

"Ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern, sehingga nantinya akan direlokasi dan dibuat sepenuhnya menjadi rumah gorga. Kita akan melibatkan masyarakat setempat karena butuh keahlian khusus untuk membangunnya, sehingga menjadi kombinasi pekerjaan konstruksi modern dan kearifan lokal," ujar Danis.

Untuk mendukung pergerakan ekonomi di kawasan tersebut, Danis juga menyatakan bahwa setelah direvitalisasi, rumah-rumah gorga tersebut dapat menjadi homestay bagi para wisatawan. "Untuk biaya akan direncanakan dulu secara matang, perkiraannya mungkin sekitar Rp 15-20 miliar," ujarnya.

Salah seorang warga, Lasmauli Simarmata (67) mengatakan sangat bersyukur dengan rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, rumah gorga yang ada di wilayah tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Sehingga, keberadaan rumah-rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang bagi warga.

“Kami berharap rumah-rumah adat ini bisa diperbaiki. Selain itu kalau bisa ada tambahan toilet di luarnya, agar para turis tidak minta tolong ke rumah warga kalau mau buang air kecil. Harapannya tempat ini menjadi kawasan wisata internasional," tuturnya.(*)

Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir Permudah Konektivitas Antar Destinasi Wisata

Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir Permudah Konektivitas Antar Destinasi Wisata

SAMOSIR, JURNAL IBUKOTA: Pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, menjadi salah satu tujuan wisata utama bagi para turis domestik maupun mancanegara, dengan sejumlah obyek wisata yang ditawarkan seperti Museum Batak di Tomok, Tiga Danau, Tano Ponggol, dan Wisata Tele dan Geopark Sigulati. Untuk meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di pulau tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir sepanjang 145,9 Km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Samosir dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalan beraspal dan melebarkannya sesuai standar jalan nasional yaitu 7 meter ditambah 2 meter untuk masing-masing bahu jalan di sisi kanan dan kiri.

"Semua sudah disambungkan, dengan kondisi beraspal. Dari Tomok ke Pangururan, juga dari Tomok ke Nainggolan sudah oke, tinggal dari Nainggolan – Onan Runggu ke Pangururan masih ada 21 km yang perlu kita tingkatkan dan akan kita lanjutkan pada tahun 2020," kata Menteri Basuki saat meninjau Jalan Lingkar Samosir, Senin (29/7/2019).

Menteri Basuki bersama rombongan menyusuri Jalan Lingkar Samosir dari daerah Tomok hingga sekitar Jembatan Tano Ponggol lalu melanjutkan hingga ke Kawasan Wisata Tele, Geopark Kaldera Toba di Kecamatan Harian. Menurutnya pekerjaan preservasi dan pelebaran jalan tersebut sudah berjalan dengan baik dengan hasil kondisi jalan yang mulus.

"Pulau Samosir merupakan salah satu destinasi dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba yang diprioritaskan saat ini. Keinginan kuat dan program daerah untuk mensejahterakan rakyat melalui kegiatan pariwisata harus didukung penuh oleh Pemerintah Pusat karena ini untuk kepentingan masyarakat luas,” kata Menteri Basuki.

Selama ini, akses utama untuk menuju ke Danau Toba dan Pulau Samosir dari arah Medan adalah melalui Parapat dan menyeberang dengan menggunakan ferry. Dengan dibukanya Bandara Silangit sebagai bandara internasional, alternatif akses menuju Danau Toba dan Samosir semakin banyak tidak hanya melalui penyeberangan danau tapi bisa pula melalui darat via Dolok Sanggul – Tele – Pangururan. Untuk itu Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan melakukan preservasi dan pelebaran jalan termasuk penanganan tebing sehingga mengurangi risiko longsor baik pada jalan akses menuju ke Pulau Samosir dari Simpang Tele menuju ke Pangururan maupun jaringan jalan lingkar di dalam Pulau Samosir.

Peningkatan jaringan jalan berupa preservasi dan pelebaran jalan dibagi dalam dua paket pekerjaan dan dimulai sejak Desember 2016 dengan kontrak tahun jamak. Paket 1 adalah Preservasi dan Pelebaran Jalan Pangururan – Ambarita – Tomok – Onan Runggu sepanjang 75,9 Km berupa pekerjaan pelebaran jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp367,21 miliar dan akhir kontrak Desember 2019. Pelaksana pekerjaan ini adalah konsorsium antara PT. Pembangunan Perumahan dan PT. Seneca.

Sementara itu, Paket 2 adalah Preservasi dan Pelebaran Jalan Tele – Pangururan – Nainggolan – Onan Runggu sepanjang 68,43 Km yang terdiri dari kegiatan pelebaran sepanjang 47,1 Km dan pemeliharaan sepanjang 21,33 Km. Alokasi anggaran untuk Paket 2 ini adalah sebesar Rp159,24 miliar dan akan selesai di Desember 2019. Pekerjaan ini dilakukan secara KSO antara PT. Gunakarya, Tunas, dan Kurnia.

Untuk menyelesaikan preservasi dan pelebaran jalan dari Nainggolan ke Pangururan sepanjang 18 km dan dari Onanrunggu – Nainggolan sepanjang 3 km, Kementerian PUPR telah mengalokasikan angggaran sebesar Rp 164,99 miliar pada tahun 2020. Dengan ketersediaan infrastruktur jalan dalam kondisi mantap akan memudahkan wisatawan mencapai lokasi-lokasi wisata di Pulau Samosir.

Preservasi dan pelebaran Jalan Pulau Samosir tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh pengendara yang rutin melintas jalur tersebut. Jack (36 tahun) yang berprofesi sebagai supir mobil sewa mengatakan, dengan adanya jalan tersebut kini dirinya lebih cepat untuk membawa wisatawan dari hotel menuju tempat-tempat wisata di Pulau Samosir. "Misalnya dari Samosir Cottage menuju Wisata Tele, saat ini cukup satu jam dari sebelumnya sekitar 2 jam. Jalurnya juga saat ini menjadi lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya,"ujarnya. (*)