Jasa Marga Sosialisasikan Keamanan Berkendara Saat Mudik di Kelas Kreatif Halal Park

Jasa Marga Sosialisasikan Keamanan Berkendara Saat Mudik di Kelas Kreatif Halal Park

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam rangka untuk mensosialisasikan pentingnya faktor keselamatan dalam berkendara, khususnya saat menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Hijup menggelar Kelas Kreatif bertajuk “Safety Driving Saat Mudik” di Halal Park Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (27/05).

Kelas Kreatif ini menghadirkan dua orang pembicara, yakni Atika Dara Prahita selaku Traffic Management Department Head Jasa Marga dan Diandra Gautama selaku _Automotive Influencer_. Kedua pembicara ini memberikan pemaparan komperhensif kepada peserta, terdiri dari peserta yang terdaftar secara online dan komunitas Halal Park, terkait bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi perjalanan panjang terutama selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Kelas Kreatif ini merupakan upaya Jasa Marga untuk memberikan edukasi serta informasi kepada masyarakat agar kegiatan mudik bisa berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

“Kami berharap dengan pemaparan yang disampaikan oleh dua pembicara kita yang sangat kompeten ini, para hadirin dan masyarakat secara umum mendapat informasi yang dibutuhkan agar mudik tahun ini bisa berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

Selaku _influencer_, dalam kegiatan ini Diandra Gautama menyampaikan pentingnya persiapan fisik dan kendaraan saat menghadapi mudik. Menurutnya, jika kendaraan tidak disiapkan dengan baik untuk menghadapi perjalanan panjang, maka potensi terjadi kecelakaan akan meningkat.

“Keluarga saya pernah punya pengalaman berharga terkait pentingnya memeriksa kesiapan kendaraan. Jadi ketika balik mudik karena tidak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, kendaraan yang kami tumpangi sempat mengalami lepas ban belakang sebelah kiri,” ujarnya.

Beruntung, kejadian tersebut mendapatkan penanganan langsung dari pihak petugas Jasa Marga yang berada di ruas Jakarta-Cikampek.

“Waktu itu kita langsung dibantu oleh petugas Jasa Marga untuk evakuasi mobil dari ruas tol, jadi sejak itu keluarga kami sangat memperhatikan kesiapan kendaraan sebelum bepergian jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, Atika menyampaikan bahwa ada tiga perubahan utama di tahun ini yang akan dihadapi pemudik yang hendak memanfaatkan jalan tol sebagai sarana untuk mencapai kampung halamannya masing-masing.

“Pertama adalah tersambungnya Tol Transjawa, pemindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama, lalu yang terakhir adalah pemberlakuan _one way,”_ ujarnya.

Dirinya pun memaparkan bahwa dengan tiga kondisi tersebut, terutama yang berkendara jarak jauh seperti di Jalan Tol Trans Jawa, para pemudik harus memperhatikan tips berkendara aman dalam perjalanan panjang. Hal yang paling penting adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima, diantaranya adalah dengan mengecek kondisi ban dan mengisi penuh BBM sebelum memulai perjalanan. Selain kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga harus menjadi perhatian.

“Jadi, faktor keamanan kita perhatikan betul karena perjalanan yang jauh ini pasti akan menguras stamina pengemudi. Jadi, kami sarankan agar selalu istirahat setelah menempuh jarak maksimum 200 km serta menyiapkan perbekalan untuk menjaga stamina,” jelasnya.

Selain itu, Atika juga mengimbau agar pengguna jalan dapat selalu mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan, termasuk mematuhi batas maksimum kecepatan berkendara di jalan tol. Tidak kalah penting, Atika juga mengingatkan peserta yang menggunakan jalan tol untuk mudik, agar selalu memastikan saldo uang elektronik cukup sebelum melakukan perjalanan. Saat ini, uang elektronik dapat diisi ulang dengan maksimum nilai saldo hingga dua juta rupiah sehingga pengguna jalan dapat mengantisipasi kecukupan saldo hingga tujuan perjalanan.

Kegiatan Kelas Kreatif ini ditutup dengan kegiatan berbuka bersama sekaligus penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa. (Agus)

Advertisements

Koperasi Komunitas Film di Lima Daerah Segera Berdiri 

Koperasi Komunitas Film di Lima Daerah Segera Berdiri

DENPASAR, JURNAL IBUKOTA: Fasilitasi pelatihan perkoperasian bagi komunitas perfilman yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM membuahkan hasil. Lima daerah yang menjadi titik awal pelatihan tersebut mulai merintis berdirinya koperasi sebagai wadah usaha bersama bagi pekerja film.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto mengatakan pihaknya memfasilitasi pelatihan koperasi karena melihat ketertarikan pekerja film terkait koperasi. Pelatihan yang sudah dilaksanakan di Cilacap, Medan, Padang, Solo dan sedang berlangsung saat ini di Bali.

“Setelah pelatihan dilaksanakan ada ketertarikan dan semangat dari komunitas perfilman untuk mendirikan koperasi. Komunitas menilai bahwa koperasi sebagai wadah mereka untuk berkembang dan menjalankan usaha secara bersama-sama,” kata Rulli usai membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Aparatur Pembina Koperasi Daerah, Pendamping dan Pekerja Film di Denpasar, Bali, Senin (27/5).

Ia menegaskan pemerintah tidak membujuk-bujuk mereka mendirikan koperasi namun memberikan pemahaman bahwa koperasi menjadi tempat untuk tumbuh dan berkembang bersama dalam menjalankan berbagai usaha. Koperasi, tegasnya merupakan wadah yang mendorong kemandirian bagi para anggotanya dan memberikan keadilan karena ada prinsip one man one vote.

“Koperasi menempatkan manusia, dalam hal ini anggota, lebih tinggi dari modal. Ini kekuatan koperasi, ” tegas Rulli.

Pemahaman ini, disebutnya, baru diterima oleh pekerja film setelah pelatihan. Hal itu memicu semangat mereka membentuk koperasi. Komunitas film di Cilacap, Medan dan Padang saat ini sedang proses pembentukan badan hukum koperasi dan komunitas di Solo juga sedangkan mempersiapkan pendirian koperasi.

Rulli mengatakan pelatihan merupakan permintaan dari pekerja film itu sendiri.Jika ada komunitas pekerja film daerah lain yang meminta pelatihan, Deputi Bidang SDM akan menyelenggarakan.

“Saat ini yang sudah mengajukan permintaan pelatihan dari komunitas film di Bandung,” kata Rulli.

*Potensi Usaha*
Maria Ekaristi dari komunitas film di Bali mengatakan mereka sangat antusias untuk membentuk koperasi di Bali. Ia menyadari bahwa koperasi memiliki usaha yang dijalankan bersama oleh semua pekerja film.

“Para pekerja film yang tergabung dalam berbagai Production House (PH) akan kita ajak untuk menjadi anggota koperasi,” kata Maria.

Ia menjelaskan banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan bersama. Selama ini pekerja film menghadapi dilema dengan rendahnya penghargaan yang mereka terima untuk setiap pekerjaan. Sebab, semua PH akan berlomba bersaing memberikan penawaran yang lebih murah. Diharapkan dengan bergabungnya para pekerja film dalam koperasi, ada standar harga yang akan diterapkan.

“Kehadiran koperasi tidak akan mematikan PH. Untuk setiap pekerjaan, pengguna jasa akan berhubungan dengan koperasi. Istilahnya koperasi akan menjadi wadah atau distributor untuk setiap pekerjaan sehingga PH juga tetap hidup,” kata Maria.

Dia mengatakan keberadaan koperasi diaharapkan akan memberikan kepastian bagi para pekerja film, yang banyak diantaranya pekerja tidak tetap atau paruh waktu. Akan ada kesempatan yang sama bagi semua insan pekerja. “Ini akan menjadi kesempatan kita untuk kerja bareng dan berkembang bareng,” kata Maria. (Agus)

Cegah Koperasi Bodong,  Kemenkop dan UKM Gencarkan Pelatihan bagi Pembina dan Pendamping Koperasi

Cegah Koperasi Bodong, Kemenkop dan UKM Gencarkan Pelatihan bagi Pembina dan Pendamping Koperasi

DENPASAR, JURNAL IBUKOTA: Masih terjadinya praktik rentenir berkedok koperasi atau munculnya koperasi bodong dengan penawaran investasi ilegal mendorong Kementerian Koperasi dan UKM meningkatkan pelatihan bagi aparatur pembina dan pendamping koperasi. Pemahaman akan perkoperasian dari para aparatur yang bertugas di lapangan dapat mencegah praktik ilegal yang dilakukan oleh koperasi.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto mengatakan tindakan pencegahan melalui pelatihan sangat perlu, sebab para pembina dan pendamping adalah pihak yang langsung berhubungan dengan pelaku koperasi.

“Pelatihan ini sebagai tindakan preventif untuk memberi edukasi terkait pengelolaan koperasi yang benar. Jika pembina dan pendamping sudah paham, dapat membagikan ilmu yang diterimanya kepada koperasi di wilayah kerjanya,” kata Rulli saat membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Aparatur Pembina, Pendamping dan Pekerja Film di Denpasar, Bali.

Pemahaman yang baik terhadap perkoperasian dengan sendirinya memberi tanggung jawab bagi pengurus untuk mengelola koperasi secara benar dan sehat. Koperasi juga akan lebih hati-hati menjalankan usaha yang tidak sesuai dengan aturan koperasi. Di samping itu, ketika koperasi yang bertindak di luar aturan masyarakat dapat memproteksi diirnya.

“Misalnya ada penawaran investasi dengan imbal hasil yang tinggi, menawarkan pinjaman demgan syarat yang mudah meski tidak menjadi anggota, masyarakat tidak mudah tergiur,” kata Rulli.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra mengatakan kasus koperasi bodong di Bali yang sempat marak tahun lalu merupakan pelajaran untuk memperkuat pengetahuan akan perkoperasian. Kasus tersebut cukup merugikan citra koperasi di Bali dan masyarakat yang jadi korban. Diketahui terungkapnya kasus itu menggunakan modus penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi oleh lembaga yang tidak berbadan hukum koperasi, namun menggunakan nama koperasi.

“Pelatihan ini akan mendorong pembina dan pendamping cepat merespon jika terjadi ada masalah, ” kata Indra.

Ia mengharapkan hasil pelatihan ini akan memberi dampak nyata selain sebagai edukasi juga terjadi peningkatan kinerja koperasi.

Bali disebutnya sebagai provinsi yang perkembangan koperasinya cukup baik. Jumlah koperasi sebanyak 4992 dengan keanggotaan lebih dari 1 juta orang. Dia mengatakan lebih dari 50 persen penduduk dewasa Bali merupakan anggota koperasi. Dengan jumlah koperasi itu, volume usaha sebesar Rp 13,5 triliun. Volume usaha tersebut harus ditingkatkan dengan partisipasi anggota yang tinggi dan inovasi usaha. (Agus)

Cegah Koperasi Bodong,  Kemenkop dan UKM Gencarkan Pelatihan bagi Pembina dan Pendamping Koperasi

Cegah Koperasi Bodong, Kemenkop dan UKM Gencarkan Pelatihan bagi Pembina dan Pendamping Koperasi

DENPASAR, JURNAL IBUKOTA: Masih terjadinya praktik rentenir berkedok koperasi atau munculnya koperasi bodong dengan penawaran investasi ilegal mendorong Kementerian Koperasi dan UKM meningkatkan pelatihan bagi aparatur pembina dan pendamping koperasi. Pemahaman akan perkoperasian dari para aparatur yang bertugas di lapangan dapat mencegah praktik ilegal yang dilakukan oleh koperasi.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto mengatakan tindakan pencegahan melalui pelatihan sangat perlu, sebab para pembina dan pendamping adalah pihak yang langsung berhubungan dengan pelaku koperasi.

“Pelatihan ini sebagai tindakan preventif untuk memberi edukasi terkait pengelolaan koperasi yang benar. Jika pembina dan pendamping sudah paham, dapat membagikan ilmu yang diterimanya kepada koperasi di wilayah kerjanya,” kata Rulli saat membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Aparatur Pembina, Pendamping dan Pekerja Film di Denpasar, Bali.

Pemahaman yang baik terhadap perkoperasian dengan sendirinya memberi tanggung jawab bagi pengurus untuk mengelola koperasi secara benar dan sehat. Koperasi juga akan lebih hati-hati menjalankan usaha yang tidak sesuai dengan aturan koperasi. Di samping itu, ketika koperasi yang bertindak di luar aturan masyarakat dapat memproteksi diirnya.

“Misalnya ada penawaran investasi dengan imbal hasil yang tinggi, menawarkan pinjaman demgan syarat yang mudah meski tidak menjadi anggota, masyarakat tidak mudah tergiur,” kata Rulli.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra mengatakan kasus koperasi bodong di Bali yang sempat marak tahun lalu merupakan pelajaran untuk memperkuat pengetahuan akan perkoperasian. Kasus tersebut cukup merugikan citra koperasi di Bali dan masyarakat yang jadi korban. Diketahui terungkapnya kasus itu menggunakan modus penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi oleh lembaga yang tidak berbadan hukum koperasi, namun menggunakan nama koperasi.

“Pelatihan ini akan mendorong pembina dan pendamping cepat merespon jika terjadi ada masalah, ” kata Indra.

Ia mengharapkan hasil pelatihan ini akan memberi dampak nyata selain sebagai edukasi juga terjadi peningkatan kinerja koperasi.

Bali disebutnya sebagai provinsi yang perkembangan koperasinya cukup baik. Jumlah koperasi sebanyak 4992 dengan keanggotaan lebih dari 1 juta orang. Dia mengatakan lebih dari 50 persen penduduk dewasa Bali merupakan anggota koperasi. Dengan jumlah koperasi itu, volume usaha sebesar Rp 13,5 triliun. Volume usaha tersebut harus ditingkatkan dengan partisipasi anggota yang tinggi dan inovasi usaha. (Agus)

Prediksi Puncak Arus Mudik Meningkat 181% Dari Normal, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Siapkan Sejumlah Strategi

Prediksi Puncak Arus Mudik Meningkat 181% Dari Normal, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Siapkan Sejumlah Strategi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek memprediksi puncak arus mudik jatuh pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dengan jumlah 77 ribu kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama. Angka ini naik sebesar 181% dibandingkan dengan lalu lintas harian (LHR) normal (27 ribu kendaraan). Namun dengan adanya kebijakan one way yang terjadwal dan diinformasikan kepada masyarakat, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek memprediksi lalin puncak mudik dapat meningkat hingga mencapai 90 ribu kendaraan.

Melihat pengguna jalan yang antusias untuk melakukan perjalanan mudik via jalan darat, maka Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiapkan sejumlah strategi untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

General Manager Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman mengungkapkan, dua hal utama yang harus diantisipasi oleh pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah relokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama (Km 70) dan GT Kalihurip Utama (Km 67) yang berdampak pada perubahan sistem transaksi dan pentarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta penerapan rekayasa lalu lintas _one way_ dan _contraflow_ secara terjadwal.

Raddy R. Lukman mengungkapkan alasan utama relokasi GT Cikarang Utama harus dilakukan sebelum arus mudik dan balik Lebaran 2019 adalah faktor internal dimana tidak memadainya lagi kapasitas transaksi di GT Cikarang Utama akibat adanya pembangunan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated di GT Cikarang Utama yang berdampak pada berkurangnya kapasitas transaksi (menutup enam gardu operasi).

“Di samping itu, tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa yang menyebabkan arus lalu lintas pada periode mudik dan balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek diprediksi meningkat hingga 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. sehingga kapasitas GT Cikarang Utama tidak dapat menampung volume kendaraan tersebut,” jelas Raddy.

Konsekuensi dari dilakukannya relokasi GT Cikarang Utama yang merupakan GT Barrier adalah:
1. Perubahan sistem pengumpulan tol dari sistem transaksi terbuka dengan pentarifan merata Jakarta IC – Pondok Gede Barat/Timur, Jakarta IC – Cikarang Barat dan sistem transaksi tertutup dengan pentarifan proporsional Cikarang Barat – Cikampek menjadi sistem transaksi terbuka pada Jakarta IC – Cikampek.
2. Perubahan Sistem Pentarifan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan pembagian 4 (empat) wilayah pentarifan merata yaitu Jakarta IC – Ramp Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur, Jakarta IC – Cikarang Barat, Jakarta IC – Karawang Timur, dan Jakarta IC – Cikampek

Saat ini proses pembongkaran GT Cikarang Utama masih berlangsung yang terbagi atas dua tahap. Tahap pertama adalah membongkar dua belas gardu di GT Cikarut 1, GT Cikarut 4 dan GT Cikarut 6 dan akan dilewati selama masa pelayanan mudik dan balik Lebaran 2019.

Sedangkan untuk tahap II akan dilaksanakan setelah pelayanan mudik dan balik Lebaran 2019 selesai, yaitu dengan membongkar delapan gardu untuk menjaga konsistensi jumlah lajur dan _re-alignment_ agar menjadi lurus _(smoothing)._

Peningkatan pun dilakukan di sisi pelayanan lalu lintas dengan diskresi Kepolisian untuk memberlakukan rekayasa _contraflow_ maupun _one way_ yang terjadwal untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019. Secara teknis, _one way_ akan diberlakukan dengan menerapkan _contraflow_ terlebih dahulu dengan jadwal sebagai berikut:
• Untuk arus mudik akan berlaku pada tanggal 30 Mei s.d 2 Juni 2019 dengan skema: Rekayasa lalu lintas _contraflow_ akan diberlakukan pada Km 29 s.d Km 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk selanjutnya rekayasa lalu lintas _one way_ diterapkan mulai KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek s.d KM 263 Brebes Barat pada pukul 09.00 — 21.00 WIB.
• Untuk arus balik akan berlaku pada tanggal 8 Juni s.d 10 Juni 2019 dengan skema: Rekayasa lalu lintas _contraflow_ akan diberlakukan pada Km 61 s.d Km 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk selanjutnya rekayasa lalu lintas _one way_ diterapkan mulai KM 263 Brebes s.d KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 14.00 — 22.00 WIB.

Raddy juga menjelaskan peningkatan pelayanan di Simpang Susun Cikunir yang masih menjadi perhatian pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2019. Hal ini karena Simpang Susun Cikunir merupakan titik pertemuan tiga arus pergerakan, yaitu dari arah Jatiasih, arah Rorotan dan dari arah Cawang yang menuju arah Cikampek. Selain itu, seperti yang diketahui tiga proyek bersamaan juga melewati Simpang Susun Cikunir seperti proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Light Rail Transit (LRT), yang menyebabkan berkurangnya kapasitas lajur.

“Sejak awal Mei 2019 PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek selaku operator Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated membuka loop baru yang melayani pergerakan lalu lintas ke arah Cikampek dari arah Jatiasih maupun dari arah Rorotan. Dengan adanya bukaan loop baru ini, maka kapasitas lajur ke arah Cikampek semakin bertambah karena yang sebelumnya harus berbagi dengan lalu lintas arah Jakarta,” jelas Raddy.

Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek juga meningkatkan fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/Tempat Istirahat (TI) atau rest area. Total rest area di Jalan Tol Jakarta Cikampek adalah 21 Rest Area yang terbagi sebanyak 11 lokasi di arah meninggalkan Jakarta dan 10 lokasi di arah menuju Jakarta. 21 Rest Area tersebut terdiri dari 6 TIP, 5 TI dan 10 Parking Bay. Tambah lagi, Jasa Marga juga menerapkan sistem zoning dan penyampaian informasi melalui Rest Area Monitoring System (RAMS) guna mengurai potensi kepadatan di sejumlah TIP/TI.

Tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo Timur sepanjang 977 Km pada mudik Lebaran 2019 kali ini membuat masyarakat antusias untuk melakukan perjalanan mudik via darat. Terlebih, para pemudik dapat menikmati diskon sebesar 15% untuk seluruh ruas tol di Indonesia pada tanggal 27–29 Mei 2019 dan 10–12 Juni 2019.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2019, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta selalu memastikan kecukupan saldo dengan melakukan top up uang elektronik sebelum memasuki tol. Saat ini, uang elektronik dapat diisi ulang dengan maksimum nilai saldo hingga dua juta rupiah sehingga pengguna jalan dapat mengantisipasi kecukupan saldo hingga tujuan perjalanan.

Untuk kenyamanan, Jasa Marga juga mengimbau agar pengendara memastikan kecukupan BBM, menyiapkan perbekalan makanan yang cukup untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan di rest area, dan menggunakan rest area dengan waktu seefisien mungkin. (Agus)

Persiapan Matang, Jasa Marga Pastikan Pelayanan Mudik Lebaran 2019 Berjalan Maksimal

Persiapan Matang, Jasa Marga Pastikan Pelayanan Mudik Lebaran 2019 Berjalan Maksimal

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Jelang Lebaran 2019/1440 H, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah mematangkan berbagai strategi dan persiapan guna mengawal pelaksanaan arus mudik dan balik. Semua upaya yang dilakukan oleh Jasa Marga pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini adalah demi perjalanan mudik yang makin aman dan nyaman.

Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik jatuh pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dan puncak arus balik pada tanggal 9 Juni 2019 (H+3). Selain itu, Jasa Marga juga memprediksi 1.383.830 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode arus mudik yang dihitung sejak tanggal 29 Mei 2019 (H-7) hingga 4 Juni 2019 (H-1). Angka ini naik sebesar 7,58% dibandingkan tahun 2018.

Dari sekitar 1,3 juta kendaraan mudik yang meninggalkan Jakarta tersebut, Jasa Marga memperkirakan distribusi lalu lintas mudik sebesar 58,68% menuju ke arah Timur (arah Jawa Tengah) melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek, 26,68% menuju ke arah Barat (Merak) melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang, 14,64% menuju ke arah Selatan (Puncak) melalui Jalan Tol Jagorawi.

Ada tiga kondisi baru yang harus diantisipasi oleh Jasa Marga maupun pengguna jalan dalam pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini, yaitu tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa, penerapan rekayasa lalu lintas _one way_ dan _contraflow_ secara terjadwal serta relokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama (Km 70) dan GT Kalihurip Utama (Km 67) yang berdampak pada perubahan sistem transaksi dan pentarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Salah satu strategi yang disiapkan oleh Jasa Marga adalah dari sisi pelayanan transaksi. Khusus untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun 2019, misalnya, Jasa Marga telah mengantisipasi kepadatan di sejumlah GT. Beberapa GT yang menjadi perhatian antara lain GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Waru Gunung, dan GT Kejapanan Utama.

Peningkatan pun dilakukan di sisi pelayanan lalu lintas dengan diskresi Kepolisian untuk memberlakukan rekayasa _contraflow_ maupun _one way_ yang terjadwal untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019. Secara teknis, _one way_ akan diberlakukan dengan menerapkan _contraflow_ terlebih dahulu dengan jadwal sebagai berikut:
• Untuk arus mudik akan berlaku pada tanggal 30 Mei s.d 2 Juni 2019 dengan skema: Rekayasa lalu lintas _contraflow_ akan diberlakukan pada Km 29 s.d Km 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 06.00 – 21.00 WIB untuk selanjutnya rekayasa lalu lintas _one way_ diterapkan mulai KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek s.d KM 263 Brebes Barat pada pukul 09.00 — 21.00 WIB.
• Untuk arus balik akan berlaku pada tanggal 8 Juni s.d 10 Juni 2019 dengan skema: Rekayasa lalu lintas _contraflow_ akan diberlakukan pada Km 61 s.d Km 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk selanjutnya rekayasa lalu lintas one way diterapkan mulai KM 263 Brebes s.d KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 14.00 — 22.00 WIB.

Untuk meminimalisir gangguan lalu lintas, Jasa Marga menghentikan pekerjaan proyek mulai dari 26 Mei 2019 pukul 00.00 WIB hingga 15 Juni 2019 pukul 24.00. Selain itu, diberlakukan pula pengaturan waktu operasi angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan pada periode arus mudik (30 Mei 2019 pukul 00.00 WIB s.d 2 Juni 2019 pukul 24.00 WIB) dan periode arus balik (8 Juni 2019 pukul 00.00 s.d 10 Juni 2019 pukul 24.00 WIB). Jasa Marga juga memastikan percepatan penanganan gangguan lalu lintas dengan menempatkan petugas di titik-titik rawan kepadatan dan menambah sejumlah kendaraan layanan lalu lintas (layanan Jalan Tol, patroli roda dua, PJR, ambulans, derek, _rescue,_ dan _crane)_

Jasa Marga juga memperhatikan kenyamanan para pengguna jalan tol dengan meningkatkan pelayanan melalui ketersediaan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/Tempat Istirahat (TI) atau rest area. Untuk pelaksanaan mudik tahun ini, Jasa Marga telah menyiapkan total 66 Rest Area yang tersebar di Jalan Tol Trans Jawa, diantaranya adalah 39 TIP, 11 TI, 6 Parking Bay, 9 TIP/TI Fungsional serta 1 TI Sementara di Kantor Cabang Palikanci. Jasa Marga juga menyiapkan kurang lebih 30 toilet khusus bagi penyandang disabilitas di 14 TIP sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Tambah lagi, Jasa Marga juga menerapkan sistem zoning dan penyampaian informasi melalui Rest Area Monitoring System (RAMS) guna mengurai potensi kepadatan di sejumlah TIP/TI.

Jasa Marga juga menyediakan tambahan area rest area berupa TI Sementara di area Kantor Cabang Palikanci Km 204 Jalan Tol Palikanci. Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan, untuk mengakses TI Sementara ini, pengguna jalan keluar melalui GT Ciperna Timur Km 204 Jalan Tol Palikanci, lokasi Kantor Cabang Palikanci berjarak sekitar 400 meter dari GT. TI Sementara ini dapat digunakan pada periode arus mudik maupun arus balik.

“Nantinya pengguna jalan juga dapat melanjutkan kembali perjalanan dengan mengakses gerbang tol yang sama, GT Ciperna Timur. Fasilitas yang disediakan sangat memadai, contohnya seperti masjid, toilet, SPBU serta rumah makan yang lokasinya sangat dekat dengan Kantor Cabang,” ujar Subakti dalam Konferensi Pers Kesiapan Operasional Lebaran 2019 Jasa Marga yang berlangsung hari ini (27/05/2019).

Adapun peningkatan pelayanan bagi para pengguna jalan tol dari sisi distribusi informasi, Jasa Marga telah menyiapkan 1.290 unit CCTV, 187 unit Variable Message Sign (VMS), 8 mobile VMS di jalur serta akses masuk jalan tol serta 23 unit Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS). Keberadaan berbagai sarana dan prasarana distribusi informasi tersebut didukung oleh media sosial resmi Jasa Marga serta dua aplikasi Jasa Marga, yakni Aplikasi JM Care dan yang terbaru adalah Aplikasi Travoy.

Turut memperkenalkan aplikasi Travoy di kesempatan yang sama, Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Alex Denni menjelaskan latar belakang diluncurkannya aplikasi Travoy pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2019.

“Dari _research_ yang kita lakukan bertahun-tahun ini sebetulnya _pain customer_ saat mudik itu cuma tiga saja. Pertama, terjadi kemacetan di gerbang. Kedua, kepadatan di jalur tol dan ketiga adalah di _rest area_,” ujar Alex.

Untuk mengatasi _pain_ ini, lanjut Alex, salah satunya adalah dengan meluncurkan sebuah aplikasi bernama “Travoy” yang dirancang oleh Milenial Jasa Marga. “Travoy” memiliki beberapa fitur untuk merencanakan mudik, sehingga orang bisa merencanakan jauh-jauh hari perjalanan mudiknya.

Fitur unggulan yang hadir seperti Mudik Plan, Informasi Gerbang Tol serta Rest Area dikemas dengan fitur menarik lainnya, salah satunya pengguna jalan dapat memesan makanan dan minuman di rest area dengan menggunakan fitur Eat N’ Go. Pengguna jalan juga dapat saling berinteraksi dengan memberikan update melalui Live Chat dan Live Post sekaligus mengumpulkan Travpoint yang dapat ditukar dengan hadiah menarik. Aplikasi Travoy dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo Timur sepanjang 977 Km pada mudik Lebaran 2019 kali ini membuat masyarakat antusias untuk melakukan perjalanan mudik via darat. Terlebih, para pemudik dapat menikmati diskon sebesar 15% untuk seluruh ruas tol di Indonesia pada tanggal 27–29 Mei 2019 dan 10–12 Juni 2019.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2019, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta selalu memastikan kecukupan saldo dengan melakukan _top up_ uang elektronik sebelum memasuki tol. Saat ini, uang elektronik dapat diisi ulang dengan maksimum nilai saldo hingga dua juta rupiah sehingga pengguna jalan dapat mengantisipasi kecukupan saldo hingga tujuan perjalanan.

Untuk kenyamanan, Jasa Marga juga mengimbau agar pengendara memastikan kecukupan BBM, menyiapkan perbekalan makanan yang cukup untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan di rest area, dan menggunakan rest area dengan waktu seefisien mungkin.

Antisipasi perjalanan melalui informasi terkini yang dapat diakses melalui:
– Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080.
– Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @official_JSMR (untuk informasi umum lainnya).
– Instagram @official.jasamarga
– Aplikasi Mobile JMCARe yang dilengkapi fitur push notifications.
– Website http://www.jasamarga.com. (Agus)

Kemenkop dan UKM-Baznas Sepakat Berdayakan Usaha Mikro Melalui Zakat

Kemenkop dan UKM-Baznas Sepakat Berdayakan Usaha Mikro Melalui Zakat

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan, kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bertujuan untuk mewujudkan sinergi dalam memberdayakan usaha mikro dari kalangan Mustahik, serta mengoptimalkan fungsi maal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang selama ini belum dilaksanakan dengan baik oleh KSPPS/USPPS Koperasi. “Melalui kerjasama ini, KSPPS/USPPS koperasi diberikan kesempatan sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas”, kata Yuana pada acara penandatanganan MoU antara Kemenkop UKM dengan , di Jakarta, Senin (27/5).

Untuk itu, lanjut Yuana, melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, dan sedekah yang bersumber dari anggota koperasi dan masyarakat, kita mendorong peran KSPPS/USPPS Koperasi dalam pemberdayaan masyarakat miskin untuk menjalankan usaha produktif menjadi pelaku usaha wirausaha pemula.

Menurut Yuana, potensi zakat di Indonesia sangat besar diperkirakan mencapai Rp230 triliun, sedangkan yang baru tergaral saat ini baru mencapai Rp8,1 triliun atau hanya 3,5%. “Karena itu, upaya penghimpunan dana zakat perlu ditingkatkan melalui perluasan jaringan pengumpul zakat melalui pembentukan UPZ KSPPS/USPPS Koperasi di seluruh pelosok negeri agar potensi penghimpunan tersebut dapat lebih optimal tercapai serta program pendayagunaan dana zakat dapat diwujudkan”, jelas Yuana.

Yuana menambahkan, saat ini terdapat 20.852 unit koperasi yang bergerak pada usaha simpan pinjam. Dari jumlah itu, 4.648 unit diantaranya menjalankan unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang berbentuk KSPPS/USPPS Koperasi. “Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 11 Tahun 2017, KSPPS/USPPS Koperasi disamping menjalankan kegiatan bisnis (tanwil) juga menjalankan kegiatan sosial (maal) untuk pemberdayaan anggota dan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi”, ucap Yuana.

Sebelum MoU dengan Baznas, Yuana mengakui pihaknya sudah lebih dahulu bekerjasama dengan beberapa lembaga amil zakat nasional (Laznas), yaitu Dompet Dhuafa, Baitulmaal Muamalat, Lazis MU, Hidayatullah, PKPU, Rumah Zakat, dan Laznas BSM. “Dengan kerjasama itu, terdapat 214 unit KSPPS/USPPS Koperasi menjadi Mitra Pengelola Zakat Laznas”, tukas Yuana lagi.

Yuana menjabarkan, sebagai hasil dari upaya tersebut dari 214 MPZ Laznas yang ada telah terhimpun dana zakat sebesar Rp10 miliar pertahun yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan sosial melalui kegiatan pemberian sembako, beasiswa, dan bantuan kesehatan bagi Mustahik, serta pemberdayaan ekonomi Mustahik seperti yang dilaksanakan KSPPS Bringharjo Yogyakarta melalui Angkringan Mbah Harjo.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Prof Dr Muhammadiyah Amin menekankan bahwa peruntukkan zakat itu sangat jelas, yaitu untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, bukan untuk pembangunan infrastruktur. “Zakat itu artinya tambah, berkembang, dan subur. Sayangnya, yang terabaikan di Indonesia itu ya zakat. Bila seluruh rakyat membayar zakat, maka akan terkumpul sebesar Rp217 triliun. Tapi zakat yang terkumpul masih jauh di bawah itu”, ungkap Prof Muhammadiyah.

Oleh karena itu, Prof Muhammadiyah menyambut baik MoU ini karena diharapkan mampu mendulang potensi zakat lebih banyak lagi dari masyarakat. “Sebagai regulator saya berharap MoU ini mampu mewujudkan tujuan penyaluran zakat”, tandas dia.

Sementara Dirut Baznas Arifin Purwakananta melihat MoU tersebut sebagai penyatuan dari tiga gerakan, yaitu Gerakan Zakat, Gerakan Koperasi, dan Gerakan Baitul Maal Tanwil (BMT), yang memiliki visi yang sama dalam pemberdayaan ekonomi umat. “Hal ini juga bisa mendorong lebih banyak koperasi untuk menjadi UPZ Baznas. Kita bisa saling melengkapi”, pungkas Arifin. (Agus)