Pembangunan Jaringan Irigasi di Kabupaten Garut Tingkatkan Produksi Pangan

Pembangunan Jaringan Irigasi di Kabupaten Garut Tingkatkan Produksi Pangan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Garut, Tanah Pasundan yang menjadi destinasi impian para pengelana. Kali ini kami mengajak anda melihat lebih dekat pembangunan yang dilakukan Kementerian PUPR dalam pengendalian banjir dan jaringan irigasi di Garut.

Untuk mendukung produksi pangan di Garut, Kementerian PUPR membangun Bendung Copong untuk menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk sehingga bisa dialirkan ke saluran irigasi hingga musim kemarau. Selain itu juga pembangunan jaringan irigasi primer sepanjang 13 Km dan merehabilitasi 3 Km jaringan irigasi primer yang ada.

Pembangunan bendung dan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Leuwigoong ini akan mengairi areal sawah di 11 kecamatan di Garut seluas 5.313 Ha. Dengan adanya jaringan irigasi yang handal dapat meningkatkan indeks pertanaman petani Garut dari 176% sekarang, menjadi 250%. Artinya bisa tanam padi 2 kali dan 1 kali palawija

Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut pada 2016 lalu, Kementerian PUPR telah melakukan normalisasi Sungai Cimanuk dan anak Sungai Cimanuk sepanjang 5km. Kementerian PUPR juga mendirikan tugu peringatan banjir bandang Sungai Cimanuk untuk mengenang dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga daerah aliran sungai. Dengan begitu pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Cimanuk lebih aman dari ancaman banjir bandang.

Saksikan cerita perjalanan di Garut, Jawa Barat selengkapnya di Journey – Metro TV pada Minggu, 26 Mei 2019 pukul 15.30 WIB. (*)

Menteri Basuki Pastikan Kesiapan Kondisi Jalur Mudik Alternatif Bagi Pengguna Kendaraan Roda Dua

Menteri Basuki Pastikan Kesiapan Kondisi Jalur Mudik Alternatif Bagi Pengguna Kendaraan Roda Dua

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memanfaatkan waktu libur hari Minggu, 26 Mei 2019 untuk meninjau kesiapan jalan tol dan jalan non tol yang akan digunakan pada arus mudik Lebaran 2019, khususnya oleh para pengguna kendaraan roda dua. Peninjauan dimulai dari Cawang Jakarta Timur, menyusuri Jalan Inspeksi Saluran Tarum Barat atau dikenal Jalan Kalimalang melintasi Kota Bekasi, lalu ke arah Teluk Jambe dan Cilamaya Kabupaten Karawang, hingga ke jalan nasional, tepatnya segmen Cikampek – Pamanukan, Kabupaten Subang.

Menteri Basuki mengatakan jalur alternatif tersebut akan dominan dilalui pemudik yang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda dua. "Saya kira jalan nasional dan jalan tol kita sudah relatif siap untuk melayani arus Mudik dan Balik pada Lebaran 2019 ini. Untuk itu, kami juga berkewajiban untuk memperhatikan secara serius kondisi jalan alternatif agar tidak membahayakan pengguna kendaraan roda dua, walaupun sudah ada imbauan Kementerian Perhubungan untuk meminimalkan penggunaan sepeda motor untuk mudik," kata Menteri Basuki.

Untuk meningkatkan kualitas Jalan Inspeksi Kalimalang, dari total 61,7 Km telah ditangani penuh sepanjang 46,1 Km oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, sedangkan sisanya ditangani oleh Pemerintah Daerah terkait, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Perbaikan dilakukan sejak Sabtu (18/5/2019) hingga Minggu (26/5/2019) dengan memobilisasi truk pengangkut material batu dan pasir serta sejumlah alat berat seperti grader untuk mengerjakan penambalan lubang dan pengaspalan jalan.

Tiga titik lokasi perbaikan yakni Jalan Kalimalang di ruas Cawang – Kota Bekasi sepanjang 16,5 Km, yang berada di Kabupaten Bekasi 27,9 Km dan di Karawang sepanjang 1,7 Km. Pekerjaan penambalan dan pengaspalan dilanjutkan pada ruas jalan Palumbonsari Karawang Barat – Mekarsari dengan bekerja sama bersama Pemda Kabupaten Karawang. Jalur ini juga sebagai jalur alternatif pemudik sepeda motor dari Karawang Barat menuju jalan nasional pada segmen Pamanukan – Cikampek.

Pada ruas jalan nasional dari Jakarta menuju wilayah utara pulau Jawa (Pantura) juga telah disiapkan Kementerian PUPR. Jalan nasional Pantura akan dipadati kendaraan dari arah timur, apabila diberlakukannya sistem _one way_ di jalan tol dari Cikarang hingga Brebes Barat.

Kondisi jalan nasional lintas utara Jawa sepanjang 1.341 Km dalam kondisi mantap 93 persen, Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 Km dalam kondisi mantap 93 persen, sedangkan Lintas Selatan sepanjang 888 Km mantap 98 persen dan Pantai Selatan Jawa sudah terhubung 1.267 Km dari total 1.647 Km dengan kondisi mantap 83 persen.

Rombongan selanjutnya meninjau Posko Mudik Ruas Tol Cikopo – Palimanan dan melanjutkan perjalanan ke Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama KM 70. GT Cikampek Utama di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 67 merupakan pengganti GT Cikarang Utama KM 29 yang kini sudah tidak difungsikan.

Dengan tidak adanya transaksi di GT Cikarang Utama, maka transaksi akan terpecah di GT Cikampek Utama untuk pengguna tol dari atau menuju timur (Jalan Tol Cikopo-Palimanan), dan untuk pengguna tol dari atau menuju selatan (jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi) akan bertransaksi di GT. Kalihurip Utama. Pasca pemindahan gardu tersebut, arus lalu lintas pada Minggu sore (26/5) dari Cikampek ke Jakarta dan arah sebaliknya terpantau ramai lancar.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Atyanto Busono, Kepala BBPJN VI Jakarta Hari Suko Setiono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Mulai Hari Ini, Pekerjaan Proyek di Jalan Tol Dihentikan Sementara Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

Mulai Hari Ini, Pekerjaan Proyek di Jalan Tol Dihentikan Sementara Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Mulai hari ini, sejak 26 Mei 2019 pukul 00.00 WIB hingga 15 Juni 2019 pukul 24.00 WIB, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menghentikan sementara pekerjaan proyek di seluruh jalan tol yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas terutama menjelang periode Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019.

Hal ini terungkap dalam kunjungan Kepala Korlantas RI Refdi Andri, didampingi oleh Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman dan GM Jasa Marga Cabang Purbaleunyi AJ. Dwi Winarsa.

Dalam kunjungannya yang dilaksanakan untuk memantau pelaksanaan pemberhentian proyek di Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta kesiapan pengaturan lalulintas, Refdi Andri mengungkapkan pekerjaan proyek di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti per hari ini guna memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019.

“Saya hari ini melihat bahwa proyek-proyek pembangunan yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti, hal ini tentunya akan bermanfaat untuk pengguna jalan yang mau mudik dan balik,” ujar Refdi.

Selaras dengan Refdi, menurut Subakti, pekerjaan proyek di jalan tol yang dihentikan akan berdampak positif menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2018 karena kapasitas lajur jalan tol dapat bertambah.

“Salah satu contohnya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, dimana area yang sebelumnya digunakan sebagai area kerja kini dengan menggeser pagar-pagar pembatas proyek, area tersebut dapat digunakan sebagai lajur bagi pengguna jalan, sehingga akan lebih lancar,” jelas Subakti.

Penghentian sementara seluruh proyek jalan tol tersebut merupakan tindak lanjut Jasa Marga atas surat Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) No. BM.08-P/219 tanggal 22 Mei 2019 tentang Penghentian Sementara Pekerjaan Konstruksi di Jalan Tol dalam Rangka Menghadapi Arus Mudik/Balik Lebaran Tahun 2019/1440 H.

Diharapkan dengan adanya pemberhentian proyek di jalan tol dimaksud dapat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019 agar pengguna jalan yang bepergian melalui jalan tol bertambah aman dan nyaman.

Selain penghentian proyek dan optimalisasi kapasitas lajur, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha Jasa Marga juga melakukan upaya-upaya lainnya untuk penyiapan lalulintas Mudik dan Balik Lebaran diantaranya:
1. Perbaikan jalan yg rusak pada lokasi _widening_ sebagai upaya optimalisasi lajur untuk memperlancar lalu lintas
2. Menyiapkan crane dibeberapa titik untuk membantu evakuasi kendaraan besar (jika diperlukan)
3. Menyiagakan Patroli JJC dan patroli proyek untuk percepatan penanganan gangguan lalu lintas
4. Mengurangi atau menutup area proyek untuk menghindari kendaraan-kendaraan yang memaksa berhenti diarea proyek demi keamanan dan kenyamanan pengghna jalan
5. Pengecatan ulang marka jalan dan penambahan rambu himbauan, termasuk pemenuhan lampu dipagar proyek

Pada kesempatan yang sama Refdi juga menjelaskan tentang rencana pengaturan lalulintas _Contra Flow_ maupun _One Way_ yang akan diberlakukan mulai tanggal 30-31 Mei 2019 dan 1-2 Juni 2019 untuk Arus Mudik dan 8-10 Juni 2019 untuk Arus Balik, dengan rencana operasi sebagai berikut :
– _Contra Flow_ akan diberlakukan mulai dari Km 29 sampai dengan Km 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pada pukul 06.00 – 21.00 WIB
– _One Way_ diberlakukan mulai dari Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang, pada pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Pemberlakuan skema _contra flow_ dan _one way_ ini juga dengan pertimbangan untuk mengakomodir lalulintas jarak pendek serta lalulintas yang dari dan menuju Bandung. Jalur _one way_ hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar atau bis serta pengguna jalan dengan jarak pendek agar menggunakan jalur normal. Sementara untuk pengguna jalan dengan tujuan jarak jauh seperti Cirebon, Semarang dan seterusnya dapat menggunakan jalur _one way_ sebagai jalur alternatif. Adapun guna mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, kecepatan kendaraan yang diizinkan di jalur _one way_ adalah maksimum 80 km/jam.

Refdi juga mengingatkan kembali bahwa masyarakat agar menggunakan fasilitas diskon 15% tarif Lebaran yang diberikan oleh para pengusaha Jalan Tol mulai tanggal 27-29 Mei 2019 untuk arus Mudik dan 10-12 Juni 2019 untuk arus Balik, sehingga volume lalulintas dapat terdistribusi dan kepadatan tidak terjadi.

Hal yang tidak kalah penting adalah Refdi juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanannya dengan lebih matang. Pastikan kendaraan dan pengendaranya prima, isi penuh bahan bakar kendaraan dan *pastikan kecukupan saldo uang elektronik/etoll*. (Agus)

Peringati Nuzulul Quran, Kementerian PUPR Selenggarakan Santunan Anak Yatim

Peringati Nuzulul Quran, Kementerian PUPR Selenggarakan Santunan Anak Yatim

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan santunan kepada 189 anak yatim di Masjid As Salam Kampus PUPR, Jakarta. Santunan ini hasil infaq dari pegawai Kementerian PUPR dan jamaah Masjid As Salam yang diberikan secara simbolik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada perwakilan anak yatim.

Seratus delapan puluh sembilan anak yatim yang mendapat santunan tersebut berdomisili di Komplek Perumahan PUPR yang tersebar di Jabodetabek. Santunan yang diberikan berupa peralatan salat dan juga uang tunai.

Pemberian santunan ini dalam rangka peringatan Nuzulul Quran atau yang rutin diadakan setiap tahun di Kementerian PUPR. Dalam sambutannya, Menteri Basuki mengatakan ada dua kejadian yang berkaitan dengan Al Quran di bulan Ramadan.

“Pertama, turunnya surat pertama Al Quran di malam ke-17 Ramadan yang kita peringati sore ini di Masjid As Salam. Lalu kejadian kedua adalah turunnya Alquran pada malam Lailatul Qadar,” ucap Menteri Basuki.

Selain itu, Menteri Basuki juga mengingatkan bahwa ada dua pegangan hidup bagi umat muslim di Indonesia yakni Al Quran dan Pancasila. “Sebagai orang Indonesia pegangan hidup kita selain Al Quran adalah Pancasila. Tidak hanya dibaca, tetapi Al Quran harus jadi pedoman kita sebagai khalifah di bumi Allah SWT,” tambahnya.

Selain pemberian santunan, terdapat berbagai acara dalam peringatan Nuzulul Quran 1440 Hijriah ini di antaranya adalah tadarus Al Quran dari juz 1 hingga juz 30, tausiyah yang disampaikan Kyai Haji Syahrul Syah, buka puasa bersama, dan juga salat tarawih berjamaah. Turut hadir dalam acara ini Pejabat Tinggi Madya Kementerian PUPR serta perwakilan karyawan Kementerian PUPR.(*)

Urai Kepadatan Pada Jam Sibuk, Jasa Marga Relokasi GT Karang Tengah Barat 1

Urai Kepadatan Pada Jam Sibuk, Jasa Marga Relokasi GT Karang Tengah Barat 1

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. merelokasi Gerbang Tol (GT) Karang Tengah Barat sejak hari ini, Minggu (26/5) pukul 00.00 WIB. Relokasi GT yang terletak di Jalan Tol Jakarta-Tangerang ini bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar GT tersebut.

Sebelum direlokasi, GT Karang Tengah Barat I terletak di KM 10+600 A. Setelah direlokasi, GT Karang Tengah Barat 1 yang baru berlokasi di KM 9+600 A.

Tak sekadar merelokasi, Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Tangerang juga meningkatkan kapasitas transaksi dengan menambah jumlah gardu operasi.

Semula, GT Karang Tengah Barat 1
memiliki tiga gardu operasi yang terdiri dari satu unit Gardu Tol Otomatis (GTO) Multi-Golongan, satu unit Gardu Semi Otomatis Multi-Golongan, dan satu Gardu Tandem.

Kini, jumlah gardu operasi di GT Karang Tengah Barat 1 bertambah menjadi enam unit. Perinciannya adalah empat unit Gardu Tol Multi Golongan dan dua GTO Khusus Golongan 1 Non-Bus.

Sebagai sosialisasi, Jasa Marga telah memasang spanduk di GT Karang Tengah Barat 1 dan GT Karang Tengah Barat 2 sejak tanggal 22 Mei 2019.

Meski begitu, untuk mengantisipasi pengguna jalan yang belum tersosialisasi, sesaat setelah transaksi resmi dipindahkan di GT yang baru, GT lama tetap dioperasikan satu gardu tol (Gardu 1) hingga pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

Beroperasinya GT Karang Tengah Barat 1 baru diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan pada jam sibuk yang kerap terjadi.

Jasa Marga memohon maaf kepada pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh relokasi GT dimaksud. (Agus)