Kemenkop dan UKM Ajak Semua Pihak Berantas Radikalisme dengan Pemberdayaan Ekonomi

Kemenkop dan UKM Ajak Semua Pihak Berantas Radikalisme dengan Pemberdayaan Ekonomi

GARUT, JURNAL IBUKOTA: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Dr. Ir. Rully Indrawan mengajak semua pihak untuk memberantas gerakan radikalisme dan menekan praktik terorisme dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk melalui koperasi.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Dr. Ir. Rully Indrawan setelah meninjau Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) mengatakan perlu upaya bersama untuk mendukung para mantan napi terorisme dan aktivis gerakan radikal bangkit secara ekonomi.

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi melalui koperasi tergolong langkah yang efektif untuk memberantas gerakan radikalisme dan menekan praktik terorisme karena salah satu akar persoalan radikalisme dan terorisme adalah tekanan ekonomi.

Rully berdialog dan berkomunikasi dengan para mantan napi terorisme yang tergabung dalam Koperasi Kontantragis kemudian menampung keluhan dan kendala mereka dalam berkoperasi.

“Perlu upaya bersama untuk mensupport para aktivis di Kontantragis karena ini bukan persoalan ekonomi semata tapi kebangsaan, mereka harus mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus setelah memutuskan untuk memilih kembali ke NKRI,” katanya.

Bentuk dukungan yang diharapkan, kata Rully, bisa datang dari pemerintah kabupaten/kota, mitra bisnis dengan win win solutions, perbankan, hingga masyarakat yang terbuka untuk mau menerima produk mereka.

“Jangan sampai juga masyarakat menolak produk mereka karena pada saat mereka kembali ke jalan awal yang repot kita semua. Saya harap ini menjadi agenda besar kita sebagai sebuah bangsa,” katanya.

Ia menekankan siap membuka akses permodalan bagi koperasi itu baik melalui LPDB KUMKM atau KUR sekaligus pelatihan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi hak paten serta hak cipta untuk produk koperasi.

“Kami siap bersinergi dalam berbagai program Kementerian Koperasi dan UKM dari sisi perkuatan permodalan, pelatihan, dan berbagai program lainnya,” kata Rully.

Sebagian dari anggota koperasi tersebut mengeluhkan keterbatasan modal dalam pengembangan usaha mereka. Selain itu, mereka juga membutuhkan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dari sisi SDM.
(Agus)

Advertisements

Tarif Tol Bakauheni – Terbanggi Besar 140,9 Km Akan Segera Diberlakukan

Tarif Tol Bakauheni – Terbanggi Besar 140,9 Km Akan Segera Diberlakukan

LAMPUNG, JURNAL IBUKOTA: Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 Km telah beroperasi sejak 8 Maret 2019 lalu setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Usai diresmikan, ruas tol tersebut belum dikenakan tarif sebagai bagian sosialisasi keberadaan tol kepada masyarakat.

Pada tanggal 17 Mei 2019, tarif Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar akan diberlakukan dengan besaran tarif jarak terjauh dari Pelabuhan Bakauheni hingga Terbanggi Besar dikenakan tarif sebesar Rp112.500 untuk kendaraan golongan I, Rp168.500 untuk golongan II & golongan III, dan Rp224.500 untuk golongan IV & golongan V. Pengenaan tarif sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 305/KTS/M/2019.

Ruas yang menjadi bagian Tol Trans Sumatera ini berperan untuk memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Konektivitas dari dan menuju Pelabuhan Bakauheni sebagai pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pada mudik Lebaran 2019, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah operasional akan tersambung dengan ruas Terbanggi Besar hingga ke Palembang yang dibuka fungsional.

Untuk kelancaran bersama pada saat mudik, Menteri Basuki berpesan kepada para pengguna jalan untuk dapat menjaga perilaku dalam berkendara dengan menaati semua peraturan dan rambu lalu lintas, sehingga mudik Lebaran 2019 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. Selain itu pengguna jalan tol menyiapkan kartu tol elektronik dengan saldo yang cukup.

Selama dioperasikan lebih dari 2 bulan tanpa tarif, jalan tol tersebut telah memberikan dampak yang signifikan mengurangi waktu tempuh kendaraan sehingga berdampak terhadap peningkatan intensitas pergerakan orang dan logistik.

Paeng Harahap (40) yang berprofesi sebagai Supir Truk mengatakan, kehadiran jalan tol tersebut sangat membantu dirinya untuk meningkatkan kecepatan waktu pengiriman barang dari Jakarta yang melewati Pelabuhan Bakauheni untuk selanjutnya menuju wilayah di Sumatera Selatan.

"Saya biasa bawa barang dari Jakarta hingga daerah Palembang atau Jambi. Biasanya lewat jalan biasa itu sekitar 5 jam. Dengan menggunakan jalan tol menjadi 2,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke Terbanggi Besar. Keamanannya juga lebih terjamin, kalau lewat jalan biasa agak rawan banyak pungutan liar," ujar Paeng.

Supir truk lainnya, Roni (24) mengatakan sebelum ada jalan tol, para supir truk harus melewati jalan lintas Sumatera yang jika dalam kondisi macet bisa terjebak hingga satu hari di jalan.

"Kalau lewat jalan tol 2 jam sudah tembus dari pelabuhan. Alhamdulillah cepat. Dalam seminggu bisa 3 kali pulang pergi Jakarta, tadinya hanya 1 kali," tutur Roni.

Sementara itu Omik (26) yang bekerja sebagai supir rental menyatakan lewat tol lebih cepat dan lebih hemat bahan bakar. "Dengan kondisi jalan yang bagus, konsumsi bahan bakar lebih hemat sehingga memangkas biaya," ujarnya.

Nilai investasi sebesar Rp 16,7 miliar dengan porsi modal atau ekuitas sebesar 51,9 % dan 48,1 % dipenuhi melalui skema pinjaman investasi dari tujuh bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar tersambung dengan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 Km. Kedua ruas tol tersebut merupakan penugasan Pemerintah kepada BUMN PT. Hutama Karya. (*)

Perlancar Mudik 2019, Tarif Tol Pandaan-Malang Belum Diberlakukan Hingga Lebaran

Perlancar Mudik 2019, Tarif Tol Pandaan-Malang Belum Diberlakukan Hingga Lebaran

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Jalan Tol Pandaan-Malang diresmikan oleh Presiden Joko pada Senin (13/5), di Gerbang Tol (GT) Singosari, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Peresmian ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti yang oleh Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Sutiaji, Plt Bupati Malang HM. Sanusi, Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf dan Direktur PT. Jasamarga Desi Arryani.

Tol Pandaan-Malang yang diresmikan beroperasi adalah Seksi 1-3 dari Pandaan hingga Singosari sepanjang 30,6 Km. Sementara Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,7 Km sudah selesai 90% dan akan dibuka fungsional untuk mendukung Mudik 2019. Untuk Seksi 5 dari Pakis hingga Malang sepanjang 3,1 Km masih dalam tahap konstruksi.

“Tol Surabaya Malang sudah lama ditunggu masyarakat. Sebelumnya waktu tempuh 3-3,5 jam, setelah tol jadi diperkirakan menjadi 1 jam. Memang masih kurang 7,8 Km, saya sudah minta agar bisa diselesaikan maksimal akhir tahun 2019, syukur bisa maju,” kata Presiden Jokowi.

Untuk tarif tol, Presiden Jokowi mengatakan belum akan diberlakukan hingga Lebaran untuk mendukung kelancaran arus mudik 2019. “Semoga bisa mempercepat mobilitas orang, barang dan jasa sehingga kita harapkan Malang betul-betul menjadi kawasan wisata yang terkoneksi dengan tol dan kita harapkan ekonomi bisa semakin baik dan meningkat,” ujar Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berpesan kepada para pengguna jalan tol Pandaan-Malang untuk dapat menjaga perilaku dalam berkendara dengan menaati semua peraturan dan rambu lalu lintas, sehingga pada saat mudik Lebaran 2019 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. "Transportasi itu tujuannya adalah agar safer, faster dan cheaper. Semua ini bisa dicapai paling tidak dengan tiga kondisi yaitu perbaikan kondisi prasarananya, manajemen lalu lintas dan perilaku penggunaan jalan," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan kepadatan lalu lintas Surabaya-Malang bisa mencapai puncaknya dengan 65.000 kendaraan roda empat dalam sehari dalam keadaan normal melewati titik-titik rawan kemacetan seperti di Lawang dan Singosari.

“Kehadiran tol ini diharapkan bisa mengurai kepadatan hingga 70%. Kira-kira 45 ribu akan terurai karena melewati tol ini. Oleh karena itu manfaatnya sangat besar bagi percepatan mobilitas masyarakat Jawa Timur,” kata Khofifah.

Jalan tol Pandaan-Malang juga akan mengakselerasi pertumbuhan kawasan Segitiga Malang Raya yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Batu menjadi sentra ekonomi yang luar biasa. “Kami memperkirakan 7,2 juta wisatawan akan berkunjung ke Batu,” sebut Khofifah.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. (*)

Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Pandaan-Malang

Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Pandaan-Malang

MALANG, JURNAL IBUKOTA: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Pandaan-Malang pada Senin (13/5), di Gerbang Tol (GT) Singosari, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Peresmian untuk tiga seksi Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 30,625 Km ini ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran muspida, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani, serta jajaran Direksi Jasa Marga.

Presiden Joko Widodo dalam amanatnya mengungkapkan bahwa Jalan Tol Pandaan-Malang akan beroperasi tanpa tarif untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat hingga libur Lebaran.

“Saya sudah bisik-bisik ke Menteri BUMN, jangan sampai bayar dulu sampai Lebaran. Gratisin dulu sampai Lebaran untuk dicoba masyarakat sekitar dan sudah dijawab bisa oleh Menteri BUMN,” ujar Joko Widodo.

Menteri BUMN, Rini M.Soemarno mengatakan, keberadaan Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan bagian dari peran BUMN sebagai agen pembangunan dalam mendorong peningkatan konektivitas darat dan pemerataan ekonomi.

“Terima kasih kepada Jasa Marga dan PT PP sebagai kontraktor, saya dorong terus supaya bisa selesai semua. Pak Presiden juga sudah memberikan arahan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jadi jalan tol ini kita gratiskan hingga libur lebaran," ungkap Menteri Rini.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa berharap Jalan Tol Pandaan-Malang dapat memperlancar transportasi dan mobilitas orang serta barang dari Pandaan ke Malang yang terkoneksi langsung ke Surabaya dan sebaliknya.

“Jalan tol ini juga berperan signifikan sebagai penghubung daerah Malang dan Surabaya yang senantiasa dipadati oleh kendaraan, terutama saat akhir pekan atau hari libur, karena banyaknya warga yang ingin mengunjungi kawasan wisata di Malang Raya,” jelas Khofifah.

Meski bukan termasuk bagian Tol Trans Jawa, Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan dengan beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang ini, waktu tempuh antara Surabaya dan Malang yang sebelumnya 4-5 jam menjadi 1-1,5 jam.

“Dengan demikian, arus mobilisasi barang dan jasa menjadi lebih efisien sehingga industri dan pariwisata di wilayah sekitar dapat terus tumbuh,” jelas Desi.

Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang jalan 38,488 Km, dimana tiga seksi yang diresmikan oleh Presiden mencakup Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 Km, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,50 Km dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,51 Km. Sedangkan untuk seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 Km beroperasi fungsional saat arus mudik balik Lebaran 2019 dan seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 Km masih dalam tahap konstruksi.

Ruas Tol Pandaan-Malang ini dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang sahamnya dimiliki Jasa Marga sebesar 60%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 35% dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 5%.

Sementara itu, Agus Purnomo selaku Direktur Utama PT JPM memaparkan bahwa Jalan Tol Pandaan-Malang yang telah diresmikan oleh Presiden ini akan mulai dioperasikan tanpa tarif mulai tanggal 14 Mei 2019 pukul 07.00 WIB.

"Jalan Tol Pandaan-Malang akan dioperasikan tanpa tarif untuk memberikan sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat, sambil menunggu Keputusan Menteri PUPR tentang tarif tol," tuturnya.
(Agus)