Ngoc Ngan Bersyukur Berkat Kurash Bisa Kunjungi Smesco Indonesia

Ngoc Ngan Bersyukur Berkat Kurash Bisa Kunjungi Smesco Indonesia

Tuntaskan Penasaran Atlet Kurash Vietnam Kunjungi Smesco Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Nguyen Ngoc Ngan (21) atlet cabor Kurash – beladiri dari Uzbekistan- yang baru dipertandingkan di Asian Games 2018, Jumat (31/8/2018) datang berkunjung ke Smesco Indonesia, bersama sembilan rekannya dari cabor Kurash.

"Kami sudah finish (selesai-red) bertanding. Sambil menunggu jadwal pulang ke Vietnam, selain menjadi suporter bagi atlet Vietnam yang masih bertanding, kami ke sejumlah tempat di Jakarta, salah satunya di Smesco Indonesia ini," katanya.

Smesco Indonesia menjadi destinasi pertama yang dikunjungi rombongan atlet kurash Vietnam.

"Sejak berangkat dari wisma atlet Kemayoran, kami penasaran dengan Smesco Indonesia, karena beberapa cerita dari teman yang sudah berkunjung ke Smesco, yang menyatakan display produk seluruh provinsi di Indonesia ada di sini," ujarnya.

Dan benar juga, Ngoc Ngan yang dikalahkan atlet Indonesia di babak 32 besar kelas 52 kg ini, mendapati bahwa Smesco Indonesia adalah miniatur dari produk- produk seluruh provinsi di Indonesia.

"Mirip dengan di Vietnam, kami juga memiliki keragaman budaya, dan saya bersyukur berkat Kurash, saya bisa mengunjungi Smesco Indonesia ini," katanya.

Ngoc Ngan kelahiran Ho Chi Minh, 21 tahun lalu mengaku baru pertama kali berkunjung ke Indonesia. " Ini berkat cabor kurash, meski Vietnam belum beruntung mendapatkan medali di cabor ini, saya cukup senang bila berkeliling Jakarta khususnya ke Smesco ini," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan atlet Turkmenistan, Saparova Zarina (29) yang juga dari cabor Kurash. Ia datang bersama pelatihnya Ferruddin.

"Saya datang ke sini sebenarnya mencari perhiasan emas, namun rupanya tidak ada. It’s ok, karena saya lihat produk-produk yang dipajang sangat menarik dan menunjukkan keanekaragaman adat dan budaya Indonesia," kata Saparova.

Sama seperti Ngoc Ngan, Saparova juga gagal meraih medali di kelas 52 cabor kuras putri, karena dikalahkan atlet India di babak 16 besar.

"Kurash ini asalnya dari Uzbekistan, makanya wajar negara itu memborong cabor ini dengan enam emas. Sama seperti Indonesia yang memborong medali emas dari pencak silat," katanya.

Kurash merupakan seni beladiri tradisional Uzbekistan yang menyerupai gulat. Terdapat 3 sistem penilaian di kurash, yaitu Halal, Yambosh dan Chala.

Aturan dalam kurash melarang tindakan apa pun di lantai, gerakan yang diperbolehkan adalah dalam posisi berdiri.

Kurash menjadi olahraga yang sederhana, ramah, menarik, dinamis dan aman untuk berlatih. (Agus)

Advertisements

Bantu Masyarakat NTB, Menteri Basuki Pesan Insinyur Muda CPNS PUPR Harus Bisa Kerjasama

Bantu Masyarakat NTB, Menteri Basuki Pesan Insinyur Muda CPNS PUPR Harus Bisa Kerjasama

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memberangkatkan 400 insinyur muda untuk menjadi tenaga pendamping masyarakat dalam membangun rumah yang memenuhi kaidah rumah tahan gempa. Pembangunan kembali rumah yang rusak sangat penting dalam membantu percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di NTB.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan peran tenaga pendamping ini menjadi bagian penting tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengiriman 400 insinyur muda CPNS PUPR dilakukan bertahap. Kamis (30/8/2018) diberangkatkan 178 orang (Rilis sebelumnya tertulis 190 orang) dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung dan Jumat (31/8/2018) diberangkatkan lagi sebanyak 222 orang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

“Saudara sekalian akan berada di NTB untuk mendampingi masyarakat. Kita harus bisa membimbing mereka untuk membangun rumah yang lebih baik dan karena merupakan daerah rawan bencana gempa maka rumah yang dibangun mampu menahan guncangan gempa,” jelasnya.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akan dilakukan serentak secara gotong royong atau swakelola sehingga ditargetkan bisa selesai dalam waktu 6 bulan. Jumlah rumah rusak yang sudah teridentifikasi saat ini sebanyak 78.000 unit. Dengan jumlah sebesar itu, kebutuhan tenaga pendamping masyarakat diperkirakan sekitar dua ribuan orang. Oleh karena itu selain dari Kementerian PUPR, tenaga pendamping juga berasal dari mahasiswa dan masyarakat.

Kedatangan insinyur muda PUPR akan menambah jumlah tenaga pendamping yang sudah ada yakni sebanyak 110 relawan mahasiswa UGM, Univ. Brawijaya dan Univ. Mataram, tim Balitbang PUPR dan fasilitator relawan dari unsur masyarakat. Jumlah ini masih akan bertambah dengan akan datangnya relawan mahasiswa dari PTS/PTN pada bulan September dan Oktober 2018.

“Ini bukan wisata gempa bumi. Jaga kredibilitas Kementerian PUPR. Dalam mendampingi masyarakat harus menjaga sopan santun, kompak dan dapat bekerja sama dengan baik. Kalian bekerja tidak sendirian, disana ada institusi lain seperti TNI, Polri, BNPB, juga para penggiat masyarakat lainnya,“ kata Menteri Basuki..

Para CPNS PUPR bersama TNI, BNPB, mahasiswa dan relawan akan menjadi satu tim. Satu tim terdiri dari 9 orang yang akan bertugas mendampingi 100 rumah. Mereka akan disebar di 4 wilayah yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Sebelum diterjunkan ke masyarakat, 400 insinyur muda tersebut akan mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan dan perakitan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika) yang merupakan inovasi rumah tahan gempa Balitbang Kementerian PUPR.

Hasyim salah seorang insinyur muda yang berangkat ke NTB mengatakan, penugasan ke Lombok merupakan kesempatan emas yang tidak didapat semua orang. “Saya beruntung bisa ditugaskan untuk membantu masyarakat NTB,” ungkapnya. (*)

Bintang Puspayoga Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Ibu-ibu Pengungsi Gempa Lombok

Bintang Puspayoga Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Ibu-ibu Pengungsi Gempa Lombok

TANJUNG, JURNAL IBUKOTA: Bintang Puspayoga, Penasihat Dharma Wanita Kementerian Koperasi dan UKM kembali mengunjungi sekaligus memberi bantuan kepada pengungsi gempa di Lombok. Dalam kunjungan kedua kali ini, ia berharap para ibu-ibu pengungsi dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat selama di pengungsian.

Untuk itu, Bintang Puspayoga meminta kepada dinas koperasi dan UKM dan ketua posko melakukan pendataan terkait kegiatan ekonomi pengungsi khususnya ibu-ibu.

"Kita ingin mengetahui ibu-ibu ingin melakukan kegiatan ekonomi apa, disesuaikan dengan kegiatan ekonomi para ibu-ibu sebelumnya. Kegiatan itu mungkin bisa tetap dilaksanakan meski ada di pengungsian sehingga para ibu-ibu dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan bisa mendapatkan penghasilan," kata Bintang Puspayoga, Kamis (30/8).

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para deputi di Kemenkop dan UKM yang bisa memberikan bantuan untuk mendukung pemulihan ekonomi para ibu-ibu pengungsi.

"Dukungan itu bisa dalam bentuk pelatihan, bantuan alat agar ibu-ibu bisa bekerja tidak menunggu pagi ke malam tanpa kegiatan," kata Bintang.

Saat di posko Dusun Embar-embar, Desa Akar-akar, Lombok Utara, Bintang mendapat penjelasan para ibu-ibu sebelumnya bekerja sebagai petani singkong. Mereka menjual singkong hasil panen ke pasar tanpa diolah lebih lanjut.

Bintang mengatakan ini contoh pemberdayaan yang bisa dilakukan Kemenkop UKM. Dengan demikian kehidupan ekonomi keluarga tidak berhenti.

"Saya harap nanti ada pelatihan bagaimana mengolah yang bernilai ekonomi, bagaimana kemasan yang baik sehingga ibu-ibu tidak menjual singkong kiloan di pasar," kata Bintang.

Bintang Puspayoga yang merupakan isteri Menteri Koperasi dan UKM mengatakan pola seperti ini dilaksanakan saat terjadi pengungsian akibat erupsi Gunung Agung, Bali.

"Para ibu-ibu kita berdayakan dengan membuat kerajinan seperti anyaman. Hasil kerajinannya itu kemudian dibeli sehingga mereka mendapatkan penghasilan selama di pengungsian," jelas Bintang.

Bintang Puspayoga didampingi pengurus Dharma Wanita Kemenkop UKM Fransisca Kunto Darsono dan Nurjanah, mengunjungi posko pengungsi di Dusun Apitai, Desa Guntur Macan Lombok Barat; Dusun Cupek, Desa Sigarpenjalin; Lombok Utara; Dusun Embar-embar, Desa Akar-akar, Lombok Utara.

Bintang Puspayoga menyerahkan bantuan berupa makanan bayi, mie instan, pembalut wanita, biskuit, air mineral.

Gempa Lombok telah meluluhlantakkan bangunan koperasi terutama di Lombok Utara. Dari 112 koperasi di Lombok Utara, hanya satu bangunan koperasi yang masih berdiri tegak. (Agus)

Tiga Hari Lagi, Pameran Pembangunan dan Renovasi Gelora Bung Karno Dari Masa ke Masa Layak Dikunjungi

Tiga Hari Lagi, Pameran Pembangunan dan Renovasi Gelora Bung Karno Dari Masa ke Masa Layak Dikunjungi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta menjadi saksi sejarah semangat olahraga dari masa ke masa. Berbagai event olahraga besar seperti Asian Games tahun 1962, pesta olah raga negara-negara berkembang (GANEFO) tahun 1964, hingga legenda sepakbola Brazil, Pele dan petinju Muhammad Ali juga pernah bertanding disini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyajikan proses transformasi Kompleks GBK dari awal pembangunan hingga kini menjadi satu kawasan olahraga yang megah dan tertata rapi melalui dua pameran foto. Lokasi pertama berada di Stadion Utama GBK, tepatnya di Area Retail Zona 5 dan lokasi yang kedua berada di lantai 1 pusat perbelanjaan Fx Plaza di Jalan Pintu Satu Senayan tak jauh dari kompleks GBK.

Kedua pameran yang telah berlangsung selama satu minggu tersebut akan berakhir pada tanggal 2 September 2018 atau bersamaan dengan penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama GBK. Selama berlangsungnya pemeran, para pengunjung dapat menyaksikan dokumentasi foto-foto dan audio pembangunan dan renovasi kompleks GBK pada awal pembangunan dan terakhir pada tahun 2017-2018 dalam rangka menyambut Asian Games 2018.

Selain foto dan audio juga terdapat gambar-gambar berukuran besar yang digunakan pengunjung untuk swafoto. Pengunjung juga akan mendapatkan merchandise dari penyelenggara selama persediaan masih ada. Pameran yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman berharga terkait penyelenggaraan bangunan gedung dan penataan bangunan di Komplek GBK.

"Dari pameran ini saya melihat ada kemajuan khususnya di bidang olahraga, saya sebagai orang dari Kawasan Indonesia Timur kini menjadi paham tentang sejarah GBK yang merupakan salah satu kebanggan Indonesia," ujar Yakoba pengunjung asal Jayapura Papua.

Dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun, total sebanyak 35 venue telah dibangun dan direnovasi oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan total alokasi biaya sekitar Rp. 3,7 Triliun dan melibatkan 9 arsitek prinsipal dari IAI dan tidak kurang dari 6000 pekerja.

Khusus di Kawasan Gelora Bung Karno, dari 16 venue yang dibangun, 6 diantaranya merupakan Bangunan Gedung Cagar Budaya, sehingga dalam pelaksanaan renovasinya dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Penataan kawasan yang dilakukan di Kawasan Gelora Bung Karno pun tidak terlepas dari prinsip-prinsip pelestarian kawasan cagar budaya. Jadi selain mendukung atlet yang bertanding di venue-venue olahraganya, cari tahu juga bagaimana proses pembangunannya melaui pameran foto ini.(*)

Pengiriman Insinyur Muda Kementerian PUPR ke NTB dalam Empat Kloter

Pengiriman Insinyur Muda Kementerian PUPR ke NTB dalam Empat Kloter

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sebanyak 190 orang insinyur muda Kementerian PUPR telah tiba di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis 30 Agustus 2018. Keberangkatan dilakukan dalam dua kelompok terbang yakni pukul 08.00 WIB sebanyak 90 orang dan pukul 08.30 WIB sebanyak 100 orang menggunakan pesawat Hercules milik TNI dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Dua kloter lainnya sebanyak 281 orang akan diberangkatkan pada pada hari Jumat, 31 Agustus 2018, menggunakan pesawat Hercules dari Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta yang rencananya akan dilepas oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR menerjunkan para insinyur muda untuk memenuhi kebutuhan tenaga pedamping masyarakat membangun kembali rumahnya dengan kualitas rumah tahan gempa. Hal itu menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah lainnya yang juga terdampak di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah menargetkan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab dan rekon) pasca gempa, pembangunan dan perbaikan rumah sudah dimulai 1 September 2018 dan akan selesai dalam waktu enam bulan. Rehab rekon rumah yang rusak dilakukan sendiri oleh masyarakat secara gotong royong, dengan pendampingan dari tenaga fasilitator. Rumah harus dibangun dengan kualitas yang lebih baik, mampu menahan guncangan gempa karena potensi gempa terjadi di masa mendatang tetap ada.

“Ini adalah tugas mulia dapat membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi hunian mereka. Saya berharap betul-betul bisa melaksanakan tugas dengan baik,” kata Sekjen PUPR Anita Firmanti saat melepas keberangkatan kloter satu dan dua di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Setiba di Lapangan Udara Pangkalan TNI AU Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), para insinyur muda yang merupakan CPNS PUPR tahun 2017 mendapatkan pengarahan dari Ketua Harian Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana PUPR yang juga Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan A. Gani Gazali mengenai tugas, situasi dan kondisi lapangan. "Bentuk penugasannya adalah CPNS tidak membuatkan rumah, namun memberikan pendampingan bagi masyarakat. Kemudian masyarakat sendiri yang akan membangun rumahnya masing-masing," kata Gani.

Sebelum diterjunkan mendampingi masyarakat, akan diberikan pelatihan selama 2 hari mengenai pembuatan dan perakitan Rumah Instran Sederhana Sehat (Risha), program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Berbasis Komunitas (Rekompak) dan Socio Engineering.

Dalam penjelasannnya A. Gani Gazali menyampaikan konsep pembuatan Rumah Risha menggunakan beton modular dan mengaitkan satu bagian dengan bagian lain menggunakan baut, plat, dikunci dengan mur. Untuk dinding, masyarakat dapat menggunakan batu bata atau papan triplek sebagai dindingnya, kemudian atapnya menggunakan rumbia atau seng sebagai penutup. "Sisa bangunan yang ada di lapangan, apapun yang masih layak bisa mereka gunakan. Kunci utamanya adalah yakin dalam membangun struktur bangunannya," katanya.

Kementerian PUPR membentuk 21 tim CPNS yang akan disebar di 4 wilayah yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta rumah rusak sedang dan Rp 10 juta untuk memperbaiki rumah rusak ringan.

"Masyarakat bisa segera membangun, karena dananya itu sudah disiapkan oleh Pemerintah dan akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak, utamanya untuk yang rumah rusak berat," tambah Gani. (*)

Proyek Jalan Tol Semarang-Batang Terus Kejar Penyelesaian Pembangunan

Proyek Jalan Tol Semarang-Batang Terus Kejar Penyelesaian Pembangunan

SEMARANG, JURNAL IBUKOTA: PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), selaku kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., terus berupaya menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang. Sampai akhir Agustus 2018, pengerjaan konstruksi jalan tol tersebut mencapai 86,12 %, sedangkan pembebasan lahannya mencapai 88,46 %.

Hal ini terungkap saat Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani melakukan kunjungan kerja ke Jalan Tol Batang-Semarang bersama dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rabu (29/8). Ia pun mengapresiasi sejumlah langkah inovasi percepatan yang dilakukan oleh PT JSB.

“Untuk lahan, kita targetkan selesai awal September dan konstruksi awal November 2018,” kata Desi.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT JSB Arie Irianto mengungkapkan, pihaknya optimis dapat menyelesaikan proyek Jalan Tol Batang-Semarang hingga akhir tahun 2018 sehingga bisa dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019 mendatang.

Pihaknya juga mengaku masih ada beberapa detil pekerjaan yang belum tuntas, seperti pembebasan lahan di sekitar Jembatan Landak. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu validasi terkait lahan dari BPN. Selain itu, sejumlah fasilitas lain juga masih dalam proses penyelesaian, misalnya rest area, penerangan, marka jalan, dan saluran air _(drainase)_. Rencananya, _rest area-rest area_ di Jalan Tol Semarang-Batang akan dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga lainnya, yakni PT Jasamarga Properti.

“Kami akan _monitoring progress dan action plan_ Jalan Tol Semarang-Batang agar tercapai sesuai yang ditargetkan,” ujar Arie.

Sebagian besar Jalan Tol Semarang-Batang sudah terpantau dalam bentuk _rigid pavement_. Sebagian kecil lainnya masih berupa _lean concrete_ atau lantai kerja dengan ketebalan sekitar 10 cm. Sebelumnya, jalan tol ini telah berfungsi secara fungsional alias gratis saat arus mudik lalu.

Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 Km merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi lima seksi, yakni seksi 1 Batang-Batang Timur (3,20 Km), seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 Km), seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 Km), seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,50 Km), dan seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,10 Km). Nantinya, jalan tol ini menyambungkan tiga kota di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang. Keberadaan jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh satu jam lebih cepat bila dibandingkan dengan jalur yang telah ada sebelumnya.

Dari sisi biaya, proyek tol tersebut menelan dana hingga Rp11,04 triliun. Dari total tersebut, pendanaan sebesar 30% berasal dari equity dan sebesar 70% dari pinjaman. (Agus)

Kemenkop dan UKM Dorong Penyandang Disabilitas Menjadi Wirausaha

Kemenkop dan UKM Dorong Penyandang Disabilitas Menjadi Wirausaha

YOGYAKARTA, JURNAL IBUKOTA:
Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong upaya untuk meningkatkan jumlah wirausaha di tanah air. Upaya itu antara lain melalui berbagai program pelatihan untuk memberi pembekalan di bidang kewirausahaan bagi berbagai kelompok masyarakat termasuk bagi masyarakat berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

Demikian disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto, SE. MSi pada acara Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Gunung Kidul, provinsi DI Yogyakarta, Kamis ( 30/8 2018).

"Masyarakat berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas ini mempunyai hak yang sama dengan anggota masyarakat lain untuk disentuh program program Pemerintah," tegas Rulli.

Apalagi tambah Rulli, dari info yang diperoleh ada cukup banyak penyandang disabilitas ini yang memiliki potensi untuk menjadi wirausaha.

Rulli menambahkan, untuk di kabupaten Gunung Kidul ini potensi yang dimiliki mereka adalah di bidang pembatikan, menjahit dan kuliner atau boga.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Kidul Widagdo, S.Sos, M.Si dan Ketua Yayasan Tunas Krida Harapan Bangsa Drs. Sumedi dan para pendamping dari para penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan yang sama Widagdo mengatakan bahwa jumlah penyandang disabilitas di kabupaten Gunung Kidul berjumlah sekitar 7.770 orang. "Pelatihan semacam ini tentu perlu dalam upaya membantu kemandirian mereka dan berharap dapat terus dilanjutkan," tambahnya. (Agus)

Rakor Kemenkop dan UKM Dorong KUMKM “Bermain” di Ranah Global

Rakor Kemenkop dan UKM Dorong KUMKM “Bermain” di Ranah Global

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2018. Rakor ini sejalan dengan upaya pemerintah bersama stakeholders terkait dalam membangun semangat entrepreneurship dan memajukan koperasi dan UMKM yang berdaya saing, serta mampu bermain di ranah global.

“Tentu ini memiliki relevansi ditengah upaya pemerintah menjalin kokaborasi bersama-sama dengan stakeholders terkait untuk memajukan koperasi dan UMKM kita,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring saat membuka rakor di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Rakor ini dihadiri para pejabat eselon II Sekretariat Kemenkop dan UKM, para Sekretaris Deputi dan Direktur BLU Kemenkop dan UKM, Dewan Koperasi Indonesia, Para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Tingkat Provinsi, pengurus Internasional Council For Small Business (ICSB), serta para pelaku KUMKM.

Tema yang diangkat, yakni “Peranan Internasional Council For Small Business (ICSB) Dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia”.

Kemenkop dan UKM diberi tugas dalam merumuskan kebijakan, koordinasi, dan sinkronisasi pelaksanan kebijakan, serta program pembangunan KUMKM. Namun demikian kementerian memandang perlu sinergi dengan pemda, asosiasi UMKM, dan organisasi nirlaba seperti ICSB Indonesia dalam hal memperkuat dan meningkatkan peran strategis UMKM.

“Keberadaan ICSB Indonesia diharapkan dapat memicu dan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan internasionalisasi UKM, sehingga dapat meningkatkan peran UKM di Indonesia dan juga dunia,” papar Meliadi.

Dengan peran strategis yang dimiliki ICSB Indonesia, maka Kemenkop dan UKM siap mendung pengembangannya di Indonesia. Untuk itu, Meliadi mengatakan perlu ada upaya yang terkoordinir untuk mempercepat pembentukan pengurus wilayah ICSB Indonesia di seluruh provinsi.

“Kiranya dinas yang membidangi KUMKM provinsi dapat mengkoordinasikan pembentukan kepengurusan koordinator wilayah ICSB Indonesia di setiap provinsi nantinya dengan empat pilar pendukungnya, yakni akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis,” katanya.

ICSB adalah organisasi nirlaba yang bermarkas di Washington DC, dengan anggota lebih dari 5 ribu orang dari 80 negara di dunia dan memiliki afiliasi regional di 16 negara termasuk Indonesia. Keterlibatan Indonesia ini ditandai dengan diterimanya penghargaan oleh Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga di Markas PBB, New York Amerika pada April 2018.

ICSB berfungsi sebagai organisasi payung yang mengintegrasikan kegiatan beragam organisasi dan profesional yang berhubungan langsung dengan bisnis kecil. Organisasi ini juga menciptakan dan mendistribusikan informasi baru tentang manajemen bisnis kecil dan pengembangan kewirausahaan melalui pengetahuan global yang diambil dari pemerintah, pendidikan dan perdagangan. (Agus)

Cerita Putra Pariwisata Saat Jadi Juru Penerjemah Delegasi Asian Games di Smesco

Cerita Putra Pariwisata Saat Jadi Juru Penerjemah Delegasi Asian Games di Smesco

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Asian Games 2018 menjadi pengalaman yang berharga bagi Surianto, Putra Pariwisata Nusantara Generasi Pesona Indonesia 2018. Bagaimana tidak, dalam ajang kompetisi olahraga tingkat Asia ini Surianto mendapat tugas dari Yayasan El John Pageants (tempatnya bernaung) sebagai salah satu juru penerjemah bagi para delegasi.

Dalam kesehariannya Surianto bertugas di Gedung Smesco Indonesia. Setiap delegasi yang datang, Surianto lah yang menjadi juru penerjemah, sekaligus perantara saat mereka berbelanja di rumah UMKM tersebut. Sejak Asian Games dibuka, Smesco Indonesia rutin dikunjungi para delegasi. Mereka datang untuk berburu produk UKM khas nunsatara.

“Senang sekali saya di sini membantu teman-teman dari Smesco Indonesia sebagai penerjemah,” ungkap Surianto saat ditemui di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Rutinitas itu dilakukan dari waktu pagi hari hingga menjelang malam. Meski terkadang seorang diri, Surianto mengaku senang bisa melakoni pekerjaan ini. Sebab hanya dengan pekerjaan ini, ia bisa berkesempatan bertatap muka, bahkan berdialog langsung dengan para atlet dan official dari berbagai negara di Asia.

“Saya dipilih oleh El John untuk membantu sebagai penerjemah, karena saya menyadari banyak sekali teman-teman dari atlet maupun official dari berbagai negara Asian melakukan kunjungan ke Smesco,” ujar Surianto.

Sementara itu, bagi Galih Mandala Putra, penyandang gelar Putra Pariwisata Nusantara 2018 lainnya, turut serta menyukseskan Asian Games 2018, merupakan kebanggaan tersendiri. Menurut penyuka skateboarding itu, siapapun termasuk anak muda di Tanah Air harus mau menjadi bagian dari suksesnya Asian Games 2018 agar nama Indonesia semakin tercitrakan baik di dunia internasional.

Oleh karena itulah, pemuda asal Bandung Jawa Barat itu bergabung dalam tim yang ambil bagian dalam Asian Games 2018 sebagai juru penerjemah yang melayani para atlet dan official saat berwisata belanja. Sama seperti Surianto, Galih juga bertugas sehari penuh melayani para atlet dan official yang akan berwisata belanja di Smesco Indonesia.

"Saya memang kebetulan menyukai bahasa, jadi saya di sini bertugas sebagai translator untuk bahasa Inggris. Saya memperkenalkan pada tamu-tamu yang hadir tentang produk khas Indonesia yang ada di sini yang merupakan produk unggulan terbaik dari setiap provinsi," katanya.

Selain karena ingin menjadi bagian dari suksesnya Asian Games 2018 di Indonesia, Galih sekaligus bangga bisa menjelaskan tentang beragam kekayaan produk khas nusantara kepada tamu asing yang berkunjung ke Smesco Indonesia dalam rangkaian acara Asian Games 2018.

"Banyak hal yang bisa kita ceritakan kepada para tamu yang hadir dan saya sangat bersemangat melakukannya. Apalagi masing-masing produk khas Indonesia ada sejarahnya jadi banyak yang bisa kita bagikan ceritanya kepada kontingen Asian Games," tutur dia.

Galih yang menempuh pendidikan di Universitas Telkom Bandung itu sudah melayani kontingen dan delegasi dari Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Uzbekistan, Mongolia, dan Pakistan. Ia bertugas sampai periode Asian Games 2018 selesai secara bergantian dengan rekan-rekannya.

Meski senang, ada saja hal yang menjadi tantangan baginya saat bertugas. Misalnya saja ketika ada tamu yang didampinginya sangat fanatik untuk mencari barang atau produk tertentu.

"Ini tantangan tersendiri kalau ada tamu yang minta dicarikan misalnya batik yang sama persis seperti yang dia cari dari foto. Saya harus tahu jenisnya apa, dari daerah mana. Kadang tamu juga tidak mau saat kita coba tawarkan corak yang lain. Contohnya saja ada delegasi dari Mongolia yang mencari batik bonise dari Babel," katanya.

Padahal di Smesco Indonesia tersedia beragam pilihan dan jenis batik yang berbeda-beda dari seluruh nusantara. Hal itu pulalah yang membuat Galih menyadari betapa Indonesia memiliki kekayaan produk dan budaya yang begitu banyak.

Galih kerap bertanya kepada para tamu yang dilayaninya tentang kesan selama tinggal di Indonesia dimana sebagian besar dari mereka memiliki jawaban yang positif.

"Mereka mengaku pengalaman berwisata belanja di Indonesia khususnya di Smesco ini merupakan hal yang sangat berharga. Sebagian besar dari mereka ingin kembali ke sini lagi, mereka ingin mengenal lebih banyak tentang Indonesia," katanya.

Galih tidak sendiri, putra dan putri Indonesia termasuk Abang None Jakarta pun bertugas melayani para tamu Asian Games dengan beragam penugasan yang mereka sandang. Semua berharap mereka bisa memberikan kesan yang baik kepada delegasi dan kontingen Asian Games 2018 sehingga bisa menjadi citra yang bagi Indonesia.

Smesco Indonesia sebagai salah satu official store Asian Games 2018. Sementara bagi UKM di Tanah Air, semakin banyak tamu asing datang, semakin pula banyak produk UKM laku terjual. Begitu juga semakin banyak tamu asing yang mengenal produk mereka menjadi peluang besar untuk membuka pasar yang lebih luas.
(Agus)

Kemendikbud Apresiasi Kerja Bersama Selamatkan Benda Cagar Budaya

Kemendikbud Apresiasi Kerja Bersama Selamatkan Benda Cagar Budaya

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pemerintah Republik Indonesia menerima kembali benda cagar budaya yang berhasil diselamatkan oleh Pemerintah Australia dari praktik penyelundupan dan perdagangan ilegal. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) kepada Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Turut hadir Duta Besar RI di Australia, Duta Besar Australia di Indonesia, dan Kepala Divisi Hubungan Internasional, Kepolisian RI.

"Dengan telah disahkannya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, maka Kemendikbud memiliki payung hukum yang kuat dan semakin jelas apa-apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dan memelihara berbagai artefak ataupun nilai-nilai budaya, baik yang benda maupun takbenda," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Mendikbud mengapresiasi pemerintah Australia yang cepat merespon keinginan pemerintah Indonesia agar menyita dan mengembalikan tengkorak Asmat yang ditawarkan di sebuah situs di internet pada tahun 2014. Australian Federal Police segera melakukan penyitaan dan mendapatkan tiga tengkorak lainnya. Tengkorak tersebut kemudian diteliti oleh University of New England dan dinyatakan asli dan berasal dari Suku Asmat dan Dayak. Kemudian, Department of Communication and the Arts Australia menyampaikan secara resmi keinginan untuk mengembalikan kepada pemerintah Republik Indonesia. Apresiasi juga diberikan kepada Kemenlu yang yang telah berupaya keras menyelamatkan berbagai benda cagar budaya yang banyak diselundupkan dan diperdagangkan di luar negeri.

Penyerahan kembali benda cagar budaya ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk melindungi benda cagar budaya yang tidak ternilai harganya. “Penyerahan ini merupakan bukti nyata dari kerja sama penegakan hukum. Buah dari diplomasi dan kerja bersama antara Indonesia dan Australia. Diplomasi bekerja, _diplomacy delivers,”_ tutur Menlu Retno Marsudi.

Ditambahkan Retno, hal ini dapat dilakukan atas kerja sama yang baik antara Kemenlu RI, Kemendikbud RI, Kepolisian RI, Australian Federal Police, Department of Communication and the Arts Australia, Department of Foreign Affairs and Trade Australia, Department of Home Affairs and Border Protection Australia, Kedutaan Besar RI di Canberra, dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Benda cagar budaya tersebut terdiri atas tiga tengkorak Suku Asmat dan dua tengkorak Suku Dayak. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, tengkorak dimaksud tergolong sebagai benda cagar budaya. Dan oleh karena itu, dilarang untuk dibawa ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan penelitian, promosi kebudayaan, atau pameran, dengan izin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Penyerahan tengkorak kali ini merupakan pengembalian benda cagar budaya Indonesia yang kedua kalinya dilakukan oleh pemerintah Australia kepada Indonesia melalui KBRI Canberra. Penyerahan yang pertama terjadi pada tahun 2006 berupa 1 (satu) buah tengkorak suku Asmat, dan selama ini disimpan di KBRI Canberra. Tengkorak yang diterima hari ini, sementara waktu akan disimpan dalam ruang konservasi yang dikelola oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum (Dit. PCBM) Kemendikbud.

Lebih lanjut, Dirjenbud menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya meratifikasi konvensi UNESCO tahun 1970 (Convention the Means of Prohibiting and Oreventing the Illicit Import, Export and Transfer of Ownership of Cultural Property). "Kemdikbud telah menyusun naskah akademiknya, namun perlu dilakukan sinergi dengan kementerian lain terutama Kementerian Luar Negeri untuk merealisasikan ratifikasi konvensi tersebut," kata Hilmar. (Agus)