Calon Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera Segera Diusulkan Kepada Presiden

Calon Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera Segera Diusulkan Kepada Presiden

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan segera menetapkan calon komisioner dan calon deputi komisioner Badan Pengelola (BP) Tapera untuk diusulkan kepada Presiden Joko Widodo. Komite Tapera terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan Soni Loho dari unsur profesional.

Dalam UU No 4 tahun 2016 tentang Tapera menyatakan, BP Tapera sebagai pengelola Tapera dipimpin oleh satu komisioner dan paling banyak empat deputi komisioner. “Minggu depan akan saya ajukan kepada Komite Tapera untuk dapat ditetapkan untuk masing-masing jabatan sebanyak dua orang calon. (Nama-nama tersebut) selanjutnya akan diusulkan kepada Presiden untuk dipilih satu orang (setiap jabatan),” kata Menteri Basuki, di Jakarta, 18 Mei 2018.

BP Tapera terdiri dari satu komisioner dan empat deputi komisioner, yaitu deputi komisioner bidang pengerahan, bidang pemungutan, bidang pemupukan, dan bidang administrasi dan hukum.

Panitia Seleksi Calon Komisioner dan Calon Deputi Komisioner Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) periode 2018-2023 sebelumnya telah membuka penerimaan pendaftaran yang dimulai tanggal 29 Maret 2018 dan berakhir pada 15 April 2018. Pendaftaran tidak dilakukan dengan tatap muka langsung, namun melalui surat elektronik dan pos untuk menjaga kredibilitas Panitia Seleksi.

Pada 19 April 2018, Pansel telah mengumumkan hasil seleksi administrasi calon komisioner dan deputi komisioner di mana sebanyak 29 orang calon telah ditetapkan lolos. Keanggotaan Pansel lintas Kementerian yakni Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Akademisi, serta praktisi/profesional.

Mengenai keanggotaan pekerja swasta dalam BP Tapera, Menteri Basuki mengatakan akan mulai diwajibkan setelah 7 tahun sejak BP Tapera beroperasi yang akan dituangkan dalam peraturan pemerintah.

Tapera adalah penyimpanan periodik dalam jangka waktu tertentu yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan berikut hasil pemupukannya setelah kepesertaan berakhir. Tujuannya menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta.

Untuk tahap awal kepesertaan Tapera adalah aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya menjadi anggota Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) yang telah dibubarkan pada 24 Maret 2018 sesuai amanat UU Tapera. Peserta nantinya dapat menggunakan dana pemanfaatannya untuk pembiayaan pemilikan rumah, pembangunan rumah atau perbaikan rumah. (***)

Advertisements

Menteri Basuki: Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Menteri Basuki: Ramadhan Bulan Penuh Berkah

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: _Marhaban Ya Ramadhan_. Mengawali bulan Ramadhan 1439 Hijriah tahun 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa kepada seluruh Keluarga Besar Kementerian PUPR yang ada di seluruh Indonesia.

Menteri Basuki mengajak seluruh pegawai Kementerian PUPR membuat perencanaan yang baik dalam bulan Ramadhan sehingga pekerjaan dan ibadah yang dilakukan tahun ini bisa optimal. “Seperti halnya dalam melakukan pekerjaan kita harus melakukan perencanaan, begitu juga ketika akan menghadapi Ramadhan, agar kita tahu target ibadah yang akan dilakukan. Dengan ilmu kita bisa merencanakan kegiatan dalam 10 hari pertama, kedua dan ketiga di bulan Ramadhan. Semoga dalam melaksanakan tugas ke PUPR-an mendapatkan berkah dari Allah SWT,” pesan Menteri Basuki

Bagi Keluarga Besar Kementerian PUPR, bulan Ramadhan juga menjadi waktu untuk ber-muhasabah, melakukan introspeksi diri atas apa yang telah dilakukan untuk dilakukan perbaikan khususnya dalam menjalankan amanah rakyat membangun infrastruktur yang handal di Indonesia. Infrastruktur yang dibangun, bisa dirasakan manfaatnya dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. (***)

Dalam Waktu Dekat, Akan Diimplementasikan Satu Tarif Merata di Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C

Dalam Waktu Dekat, Akan Diimplementasikan Satu Tarif Merata di Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C

SEMARANG, JURNAL IBUKOTA : Berdasarkan instruksi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem pentarifan merata dengan tarif tunggal di Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C.

Jalan Tol Semarang A-B-C saat ini dioperasikan dengan sistem transaksi terbuka dengan 3 wilayah pentarifan:
a. Ruas Jatingaleh-Krapyak (Seksi A)
b. Ruas Jatingaleh-Srondol (Seksi B)
c. Ruas Jatingaleh-Kaligawe (Seksi C)

Adapun pemberlakuan pentarifan merata segera diimplementasikan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Saat ini, pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan lintas seksi harus melakukan 2 kali transaksi yaitu pembayaran pada saat akan memasuki jalan tol _(on ramp pay)_ dan pada saat akan keluar dari jalan tol _(off ramp pay)_. Dengan adanya perubahan sistem pentarifan tersebut, maka pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan lintas seksi cukup melakukan pembayaran tol pada saat akan memasuki jalan tol ( _on ramp pay_).

Dengan mengurangi titik transaksi yang semula dua kali transaksi menjadi satu kali transaksi, diharapkan dapat berdampak terhadap efisiensi waktu tempuh bagi pengguna jalan. (Agus)