100 Kendaraan Terindikasi Melanggar Aturan Muatan di Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol

100 Kendaraan Terindikasi Melanggar Aturan Muatan di Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol

SURABAYA, JURNAL IBUKOTA: Dalam rangka penanganan kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih _(overload)_ dan ukuran berlebih _(over dimensi)_, Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo dan Unit Patrol Jalan Raya (PJR) melakukan operasi penertiban muatan untuk kendaraan angkutan barang, Rabu (25/4).

Pada operasi yang dilaksanakan di Rest Area Jalan Tol Surabaya-Gempol Km 25+200 arah Perak, pada pukul 08.00-10.45 WIB tersebut, terjaring sebanyak 140 kendaraan muatan barang. 100 kendaraan di antaranya terindikasi melakukan pelanggaran, dengan rincian 97 kendaraan dinyatakan _overload_, dan 3 kendaraan sisanya dinyatakan _overdimensi_ atau bermuatan tidak tertib.

Artinya, dari 71% kendaraan yang melakukan pelanggaran, 97% ditilang akibat _overload_ dan 3% ditilang akibat _overdimensi_. Hukuman tilang bagi pelanggar diproses di tempat oleh unit PJR Jalan Tol Surabaya-Gempol. Sedangkan 40 kendaraan atau 39% sisanya yang tidak melakukan pelanggaran, dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Traffic Service Manager Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol, Purwanto, mengatakan bahwa program penertiban terhadap kendaraan muatan barang dilakukan secara rutin. Purwanto mengatakan, pada tahun 2017 saja, operasi terhadap kendaraan muatan digelar sebanyak 3 kali. Namun pada tahun ini, penertiban kendaraan yang melanggar ketentuan muatan akan diperbanyak frekuensinya, yakni menjadi sebulan sekali.

Oleh karena itu, Jasa Marga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengurangi pelanggaran oleh kendaraan angkutan barang yang _overload_ atau overdimensi di ruas-ruas jalan tolnya demi keselamatan pengguna jalan tol dan kelancaran arus lalu lintas.

Dengan dilakukannya operasi terhadap kendaraan muatan barang yang terindikasi melanggar ketentuan secara rutin tersebut, membuktikan bahwa Jasa Marga selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan tol.

Hal tersebut dikarenakan, kendaraan muatan barang yang _overload_, overdimensi, dan _overcapacity_ dapat berdampak pada keselamatan pengguna jalan tol lainnya, kepadatan arus lalu lintas di dalam jalan tol, serta kerusakan pada lapisan aspal jalan tol.

Jasa Marga terus mengimbau kepada pemilik usaha agar tetap mematuhi aturan mengenai kendaraan bermuatan yang akan melintasi jalan tol, demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (Agus)

Advertisements

Kementerian PUPR Gelar Dialog Nasional Lestarikan Alam untuk Air

Kementerian PUPR Gelar Dialog Nasional Lestarikan Alam untuk Air

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Dialog Nasional dalam rangka Hari Air Dunia XXVI tahun 2018 dengan mengusung tema Lestarikan Alam untuk Air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, ada dua hal penting dengan dilakukannya diskusi ini. Pertama diskusi ini memang akan terus dilakukan Kementerian PUPR untuk mengupdate informasi dan teknologi dalam rangka pelestarian air. Kedua bagaimana mengimplementasikan hasil diskusi tersebut.

"Hari ini adalah penutupan hari air dunia. Itu untuk mengingatkan kita pentingnya kelestarian alam dan air. Selain itu sudah diberi contoh bagaimana kerja nyata untuk melestarikan sumber daya air, di Citarum," ujar Basuki saat menghadiri diskusi tersebut di auditorium Kementerian PUPR, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Ia menyampaikan bagaimana banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan dalam rangka melestarikan hulu Sungai Citarum tepatnya di Cisanti. Sebelum digerakkannya pelestarian di Citarum tersebut, semua orang merasa berhak tapi tidak ada satupun yang bertanggung jawab menangani memelihara Cisanti.

“Semua membutuhkan, tapi belum tentu semua orang merasa wajib untuk memeliharanya. Sekarang dengan adanya program Citarum Harum, perbaikan kondisi Sungai Citarum secara bertahap dan sistematis dilaksanakan,” jelasnya.

Basuki mengatakan, puncak peringatan HAD XXVI dilakukan di Danau Rawa Pening di Semarang sekaligus membangun kesadaran pentingnya tampungan air seperti sungai, danau, embung dan waduk (SDEW).

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melakukan pembersihan eceng gondok menggunakan alat seperti berky, truxor, dredger dan tenaga manual. “Saat ini dioperasikan 6 alat berat dengan kemampuan memanen 1 Ha/hari. Tahun ini akan ditambah 2 alat lagi sehingga bisa 1,5 Ha/hari. Progresnya sudah 40% dan ditargetkan tahun 2019 sudah dapat dibersihkan. Kita harapkan kondisi Danau Rawa Pening menjadi rawa bening,” jelas Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi yang hadir sebagai salah satu narasumber dialog nasional, berharap penataan Danau Rawa Pening hendaknya memperhatikan tiga hal yaitu, restorasi, preservasi, dan konservasi. Sudjadi juga mengapresiasi langkah dan rencana Kementerian PUPR dalam penataan Danau Rawa Pening.

"Intinya, Rawa Pening harus menjadi Rawa Bening, Rawa Pening menjadi Rawa Penting, dan Rawa Pening jadi _darling_," pungkasnya.

Sementara Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menambahkan sampah turut menjadi masalah di Sungai Citarum, baik yang berasal dari industri atau rumah tangga. Untuk mengurangi sampah di Sungai Citarum, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun anggaran 2015 – 2017 (multiyears) telah membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung dengan luas lahan keseluruhan 74,6 hektar berkapasitas 1.500 ton/ hari sampah dengan anggaran sebesar Rp 88 miliar.

Narasumber lain yang hadir dalam diskusi tersebut Dirjen Pengendalian Sungai dan Hutan Lindung Hargiono, Ketua Umum Green Building Council Siti Adiningsih, dan pengelola Wisdom Park UGM Guntoro.(***)

UKM Dapatkan KUR Untuk Kembangkan Usaha

UKM Dapatkan KUR Untuk Kembangkan Usaha

MAKASSAR, JURNAL IBUKOTA: Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya di Kota Makassar, benar-benar sudah merasakan manfaat dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Misalnya, Maimuddin (32 tahun) seorang pelaku UKM di bidang produksi makanan ringan khas Makassar dengan label Dua Phinisi. "Saya menjalankan usaha makanan ringan oleh-oleh khas Makassar Dua Phinisi ini sejak 2012. Semakin lama usaha saya semakin besar dan berkembang. Dan untuk lebih mengembangkan usaha ini saya mendapatkan KUR sebesar Rp400 juta dari Bank BNI", kata Maimuddin usai menerima KUR dari bank penyalur KUR, di sela-sela acara Pembekalan Tenaga Pendamping KUR di Kota Makassar, Selasa malam (24/4/2018).

Di depan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dan 133 orang tenaga pendamping KUR dari 10 provinsi (Yogyakarta, Kalimantan Utara, Sulut, Sulsel, Sulteng, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua), Maimuddin menjelaskan bahwa KUR yang diperolehnya akan dipergunakan untuk mengembangkan usahanya, baik dari sisi produksi hingga pemasarannya. "Akan saya pergunakan sebagai tambahan modal kerja", tandas Maimuddin.

Diantaranya, lanjut Maimuddin, akan dipergunakan untuk membeli kendaraan bermotor sebagai penunjang transportasi dan operasional sehari-hari, hingga memperluas sarana produksi di rumah. Hingga saat ini, Maimuddin sudah memiliki tenaga kerja produksi sebanyak lima orang, ditambah dua orang tenaga pemasaran, dan satu orang sopir. "Dengan adanya KUR ini diharapkan usaha saya semakin meningkat, dari sisi kapasitas produksi juga jaringan pemasarannya", imbuh Maimuddin lagi.

Selain Maimuddin, ada juga UKM lain bernama Hendrawan (32 tahun) yang mendapat KUR sebesar Rp500 juta dari Bank BRI. Dia menjelaskan, usahanya bergerak di bidang pengadaan dan penyalur beras dan telur dengan nama toko Hijrah. "Saya merintis usaha ini sudah 10 tahun. Dengan tambahan modal kerja dari KUR ini, saya akan lebih memperluas jaringan pasar beras dan telur saya. Dan juga untuk menopang pengadaan beras Bank BRI dalam program bantuan sosial di Sulawesi Selatan", kata Hendrawan.

Begitu juga dengan Fatmawati (35 tahun) seorang UKM asal Makassar yang mendapat KUR sebesar Rp200 juta dari Bank Mandiri. "Usaha saya bergerak di sektor industri roti, seperti Roti Kaya, Roti Abon, dan Roti Pisang, yang sudah saya rintis sejak 2012. Dengan KUR ini saya akan membeli alat mixer pembuat roti agar kapasitas produksi roti semakin besar lagi dan untuk membeli lebih banyak lagi bahan baku untuk membuat roti", kata Fatmawati.

Fatmawati yang sudah memiliki empat orang karyawan itu mengaku bahwa dirinya amat terbantu dengan adanya program KUR dalam mengembangkan usahanya. "Jujur saja, bunga KUR 7 persen sangat murah, sehingga saya berani untuk mengambilnya. Cara dan prosedur mendapatkan KUR juga sangat mudah dan tidak mengalami kendala apa pun", ungkap Fatmawati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi Sulawesi Selatan H Abdul Malik Faisal menjelaskan bahwa kinerja penyaluran KUR di Sulsel pada 2017 sebesar Rp5,07 triliun atau mencapai 98,8% dari rencana bisnis bank, dengan jumlah debitur 207.861 UMKM. Sulsel juga termasuk salah satu provinsi yang menyalurkan KUR terbesar di Indonesia. "Sementara dari program Pendampingan KUR di Sulsel telah tersalur kurang lebih sebesar Rp22,3 miliar dengan jumlah pendamping sebanyak 22 orang yang mendampingi 1.030 usaha mikro dan kecil", jelas Abdul Faisal.

Untuk 2018, lanjut Abdul Faisal, target KUR di Sulsel sebesar Rp5,3 triliun. Hingga Maret 2018, telah tersalur kurang lebih sebesar Rp1,6 triliun dengan jumlah debitur 69.364 orang dan NPL 0,03%. "Saya berharap, di tahun 2018 ini para Pendamping KUR harus lebih proaktif mencari nasabah usaha mikro dan kecil dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan UMK melalui KUR untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sulsel", papar Abdul Faisal.

Perlu Pendamping KUR

Sementara itu, dalam sambutannya, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menegaskan, acara pembekalan Tenaga Pendamping KUR di Kota Makassar ini merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama dilakukan di Bekasi, Jawa Barat. Kali ini, Kemenkop dan UKM memberikan pembekalan pada 133 orang tenaga pendamping KUR dan 14 orang koordinator dari 10 provinsi (Yogyakarta, Kalimantan Utara, Sulut, Sulsel, Sulteng, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua). "Dengan adanya program pendampingan, ditargetkan sebanyak 15 ribu usaha mikro pada tahun ini dapat mengakses pembiayaan KUR dengan mudah. Target tersebut lebih besar dari realisasi tahun sebelumnya dimana hanya 14 ribu usaha mikro yang mendapatkan fasilitas KUR", papar Yuana.

Menurut Yuana, pihaknya tidak hanya merekrut tetapi juga memberikan pembekalan kepada para pendamping untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang KUR, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik dan efektif. "Setelah itu, pendamping dilepas ke wilayah masing-masing dan mensosialisasikan KUR kepada masyarakat setempat", imbuh Yuana.

Yuana menilai, pendampingan ini sangat penting karena tidak sedikit pelaku usaha mikro yang masih takut berhubungan dengan perbankan dan masih terbatas kemampuannya menyiapkan hal-hal administratif yang dibutuhkan dalam pengajuan KUR. "Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi penyaluran KUR, yakni bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melakukan kegiatan pendampingan kepada UKM", kata Yuana lagi.

Pemerintah pada tahun ini menargetkan alokasi penyaluran KUR sebesar Rp120 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp110 triliun. Pemerintah mempunyai strategi untuk mempercepat penyerapan KUR, yakni dengan menurunkan suku bunga dari 9 persen menjadi 7 persen pertahun. Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan Bank Penyalur KUR, mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) sebagai penyalur KUR, dan mengikutsertakan koperasi sebagai penyalur KUR. "Dengan semakin banyaknya channel penyalur KUR diharapkan realisasi penyalurannya dapat lebih mudah dan cepat", tukas Yuana.

Untuk diketahui, total realisasi KUR tahun 2017 senilai Rp96,7 triliun kepada 4.086.971 debitur. Sedangkan realisasi penyaluran KUR tahun ini hingga akhir Maret 2018 sebesar Rp31 triliun kepada 1,2 juta debitur, dengan rincian KUR Mikro sebesar Rp19,9 triliun, KUR ritel sebesar Rp11 triliun dan KUR TKI sebesar Rp66 miliar. (Agus)

Jasa Marga Diganjar Tiga Penghargaan “Indonesia Green Award 2018” atas Komitmen Bina Lingkungan

Jasa Marga Diganjar Tiga Penghargaan “Indonesia Green Award 2018” atas Komitmen Bina Lingkungan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam menjalankan bisnisnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mengedepankan regulasi yang berlaku, yakni Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), termasuk dalam mengembangkan proyeknya. Atas komitmen tersebut, Jasa Marga diganjar penghargaan terkait lingkungan dalam gelaran “Indonesia Green Awards 2018 (IGA 2018)”, Rabu, 25 April 2018.

Dalam ajang penganugerahan yang diprakarsasi oleh The La Tofi School of CSR ini, Jasa Marga meraih penghargaan dalam kategori: mengembangkan keanekaragaman hayati, memelopori pencegahan polusi, dan mengembangkan pengelolaan sampah terpadu. Penghargaan bagi Jasa Marga diterima langsung oleh Direktur SDM dan Umum Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto.

Penghargaan yang diberikan kepada Jasa Marga mengacu pada upaya Perseroan dalam membina Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksacuci) yang melintas di bawah Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Melalui Banksacuci, Jasa Marga mengelola sungai secara terintegrasi, yaitu dengan memelopori penanaman pohon untuk mengurangi polusi, mengelola keberagaman hayati yang berada di bantaran Sungai Cisadane, dan mengelola sampah yang didapat dari Sungai Cisadane.

Banksasuci mendapat prestasi juara 1 tingkat Provinsi Banten dalam Pemilihan Komunitas Peduli Sungai dan akan mengikuti Kompetisi Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ditjen. Sumber Daya Air di Surabaya pada awal bulan Mei 2018 mendatang.

Selain itu, Jasa Marga juga konsisten menjaga lingkungan hidup melalui Sistem Manajemen Lingkungan (SML), efisiensi konsumsi energi, penghematan energi, pengendalian polusi emisi udara, mengatur penggunaan air, membangun konstruksi tambahan untuk menghindari kerusakan akibat cuaca ekstrem, serta penghutanan jalan tol dan konservasi lingkungan.

Pada ajang IGA 2018 yang digelar secara tahunan ini, kompetensi dan komitmen Jasa Marga beserta seluruh nominator dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari para ahli dalam bidang lingkungan, yakni Pemilik “The La Tofi School” La Tofi sebagai ketua tim penilai, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian RI Ngakan Timur Antara, Dirjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana, Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad dan Direktur Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jo Kumala Dewi.

IGA 2018 digelar untuk menguji pada level mana inisiatif lingkungan dalam CSR suatu perusahaan atau lembaga. Penilaian pada IGA 2018 diambil berdasarkan kesuksesan program yang diikutsertakan. Di samping itu, visi menjaga lingkungan yang terus dinyalakan oleh para eksekutif perusahaan pun menjadi unsur penilaian.

Dengan diganjarnya tiga penghargaan bergengsi dalam bidang lingkungan tersebut, maka semakin mengukuhkan komitmen Jasa Marga dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jasa Marga dalam menjaga lingkungan adalah dengan rutin menggelar sejumlah kegiatan pelestarian alam, di antaranya adalah menanam 4.031 pohon pada tahun 2015, menanam 11.400 pohon pada tahun 2016, menanam 22.016 pohon pada tahun 2017, dan sepanjang tahun 2018 ini Jasa Marga telah melakukan kegiatan menanam lebih dari 30.500 pohon.

Tiga penghargaan yang diraih oleh Jasa Marga dari Indonesia Green Award 2018 menambah deret penghargaan Perseroan sepanjang tahun 2018. Termutakhir, Jasa Marga diganjar penghargaan Platinum dari Indonesia Corporate Secretary Corporate Communication Award (ICCA) III 2018 dan penghargaan dari The Asset Triple A Regional Awards sebagai Best Local Currency Bond atas Komodo Bond di Hong Kong pada awal bulan Februari lalu. (Agus)

Koperasi Era Industri 4.0: Mengajak Generasi Milenial Memilih Berkoperasi

Koperasi Era Industri 4.0: Mengajak Generasi Milenial Memilih Berkoperasi

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Jumlah koperasi di Indonesia mencapai 150.000 dengan jumlah anggota mencapai 35 juta. Di era serba digital saat ini, seharusnya dapat mendorong koperasi berbasis teknologi. Ini sejalan dengan Gerakan Koperasi Nasional yang ‘tiada hari tanpa IT bagi gerakan koperasi’.

"Perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi tantangan bersama bagi gerakan koperasi di era milenium. Bagaimana agar anak-anak muda zaman sekarang lebih tertarik berkoperasi daripada menjadi pekerja kantoran atau pegawai negeri yang masuk ‘zaman angkatan bapak saya’," kata Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, dalam diskusi bertema ‘Koperasi Era Industri 4.0/Rebranding Koperasi’, di Bogor, Rabu (25/4).

Diskusi yang dipandu Kabag Koordinasi Penyusunan Peraturan Perundangan-undangan Hendra Saragih, ini menghadirkan Asisten Deputi Keanggotaan Koperasi Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Untung Tri Basuki, Ketua Umum Asosiasi Start Up Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono, dan beberapa koperasi yang sudah menerapkan aplikasi teknologi.

Zabadi menambahkan, Koperasi 4.0 memang lebih menyasar generasi milenial. Terlebih para start up (wirausaha pemula) lebih didominasi kalangan anak muda yang lebih melek teknologi. Karenanya, diharapkan para generasi Y ini juga mampu mengajak anak muda lainnya untuk ikut berkoperasi.

Untung Tri Basuki, mengatakan, sebenarnya menteri koperasi sejak menjabat sudah minta agar koperasi harus digitalisasi, mengikuti perkembangan teknologi. Karena dari segi regulasi perkoperasian pun tidak ada masalah.

Menurutnya, bagi pelaku usaha koperasi, penggunaan teknologi digital akan memberi keuntungan. Di antaranya, bisa sebagai sumber pendapatan layanan jasa yang diperoleh jika koperasi menyediakan layanan transaksi anggota seperti untuk mengisi pulsa seluler, pembayaran PAM, listrik, dan lain-lain.

"Termasuk untuk membayar simpanan pokok dan wajib yang bisa dilakukan anggota dengan mengetikkan ujung-ujung jari di atas keyboard laptop atau ponsel. Dengan cara ini, anggota tidak perlu repot-repot datang ke kantor koperasi yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal, terutama untuk koperasi yang berada di luar Jawa," katanya.

Usaha juga bisa dikendalikan dari rumah atau ruang pribadi asalkan tersedia jaringan internet yang bagus. Koperasi bisa mengambil peran dengan menyediakan market place untuk transaksi antaranggota.

Dia menambahkan, dalam Permenkop No. 2 tahun 2017 membolehkan digitalisasi koperasi. Karenanya, mindset kepengurusan koperasi juga harus diubah seiring perkembangan teknologi. Tidak lagi hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Kepengurusan seperti ini yang membuat koperasi menjadi kurang maksimal.

Karena itu, kata dia, sangat perlu dilakukan pemberdayaan terhadap seluruh anggota koperasi mulai dari peningkatan jiwa kewirausahaan, pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, sistem manajemen dan pengelolaan yang efektif, membangun jaringan bisnis, pengelolaan struktur organisasi serta pelatihan lainnya," ujarnya

"SDM yang berkualitas tentunya menjadi modal utama membangun kondisi internal yang baik serta mampu menjadikan koperasi lebih sehat, mandiri dan tentunya berkualitas," ujarnya.

Nantinya koperasi akan membuat jaringan networking koperasi modern dengan menerapkan sistem digitalisasi untuk mengembangkan jaringan e-commerce sehingga lebih efisien dan memudahkan masyarakat.

Menurutnya, proses adaptasi koperasi dengan perkembangan IT akan memperluas ruang gerak koperasi yang selama ini belum memiliki jaringan konektivitas seluas perbankan.

Sementara itu, Handito Joewono, mengatakan Revolusi Industri 4.0 atau Koperasi dan UKM 4.0 relevan di jaman sekarang ini. Dengan penerapan teknologi juga dapat menarik anak-anak muda untuk ikut berkoperasi. Jadi ada semacam gerakan Koperasi 4.0 yang sangat efektif mengembangkan koperasi menjadi lebih baik.

"Tidak perlu khawatir dengan penerapan Koperasi 4.0. Jika pada koperasi konvensional pertemuan harus secara fisik dan tanda tangan basah, maka pada koperasi jaman digital pertemuan bisa dilakukan secara online dengan tanda tangan digital. Kan sekarang sudah banyak juga yang melakukan cara seperti itu," ujarnya.

Dalam pandangannya, minat anak muda untuk menjadi pegawai kantoran mulai menurun. Sementara, keinginan masyarakat untuk berkoperasi meningkatkan. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagaimana menghidupkan koperasi di generasi milenial.

Revolusi Industri 4.0 atau Koperasi 4.0 yang dihadapi saat ini sudah masuk dalam era serba internet. Karena itu, semua pihak — pemerintah, pengusaha, koperasi, pekerja, harus siap dalam menghadapi perubahan yang sedang terjadi saat ini.(Agus)

Kartini Masa Kini Mesti Percaya Diri, Mandiri dan Kreatif

Kartini Masa Kini Mesti Percaya Diri, Mandiri dan Kreatif

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Untuk bisa survive/bertahan menghadapi perkembangan zaman , Kartini masa kini harus memiliki rasa percaya diri, mandiri dan kreatif.

"Saat ini tak ada yang tak mungkin bagi perempuan. Ini antara lain berkat kegigihan Ibu Kartini dalam memeperjuangkann hak dan gender bagi perempuan. Untuk bisa mengimplementasikan hal itu, perempuan harus memiliki rasa percaya diri dan mandiri serta kreatif," ujar Penasehat Dharma Wanita Pusat (DWP) Kemenkop dan UKM, Bintang Puspayoga, dalam acara Peringatan Hari Kartini di Lingkungan Kemenkop dan UKM, di Jakarta, Rabu (25/4).

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram, Staf Ahli Menkop dan UKM, Teguh Budiyatna, motivator yang juga founder The Power of Self Terapy (The Post) Deni Setiawan, serta segenap karyawati Kemenkop dan UKM.

Menurut Bintang Puspayoga, ketiga hal tersebut yaiitu percaya diri,mandiri dan kreatif, menjadi modal bagi perempuan dalam menghadapi tantangan hidup saat ini dimana situasi ekonomi yang tidak menentu maupun perubahan iklim.

" Saya mengajak karyawati Kemenkop dan UKM menghayati menyimak perjuangan Kartini untuk bisa diimplelmentasikan dalam kehidupan kita sehari-hari," kta Bintang.

Lebih lanjut Bintang Puspayoga yang juga Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas ini mengatakan, emansipasi perempuan sesungguhnya bukanlah hal baru dalam sejarah pergerakan Indonesia.

" Bila 139 tahun yang lalu perjuangan Kartini adalah untuk mendobrak keterkungkungan dan keterbelakangan, kini berkat perjuangan Kartini, masyarakat sudah makin paham bahwa derajat perempuan dan laki-laki adalah sama

Jika dulu peran perempuan hanya diijinkan pada ranah rumah tangga, kini akses perempuan untuk berperan ke ranah sosial, ekonomi bahkan politik, terbuka lebih luas.

" Hal ini merupakan perkembangan yang baik dan harus terus ditingkatkan, karena memang masih ada beberapa kendala baik eksternal maupun internal," pesan Bintang Puspayoga.

Sejumlah Kegiatan

Mewakili panitia penyelenggara, Sekretaris KORPRI Kemenkop dan UKM, E. Fundhiartiny mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara KORPRI dan DWP Kemenkop dan UKM dan sejumlah pihak.

" Puncak acara ini adalah seminar the power of self terapy, oleh bapak Deni Setiawan selaku motivator. Tujuannya bagaimana karyawati dan karyawan Kemenkop bisa memumbuhkan potensi dirinya seoptimal mungkin, dengan cara menghilangkan mental block, atau hambatan-hambatan yang menghalangi potensi diri, " jelasnya.

Dalam acara Peringatan Hari Kartini di Kemenkop dan UKM ini juga digelar bazar sembako murah, sepeti beras terigu, minyak daging dan gula.

Selain itu juga ada bazar kuliner, fashion dan accecories, yang diikuti 36 stand.

Acara juga dimeriahkan fashion show oleh karyawati Kemenkop dan UKM yang didukung oleh Batik Danar Hadi, Mustika Ratu dan Smesco Indonesia. (Agus)