Refokusing Pembangunan Peternakan untuk Wujudkan Swasembada Protein Hewani dan Pengentasan Kemiskinan

Refokusing Pembangunan Peternakan untuk Wujudkan Swasembada Protein Hewani dan Pengentasan Kemiskinan

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah pembangunan peternakan dan kesehatan hewan saat ini fokus untuk mewujudkan swasembada protein hewani dan pengentasan kemiskinan untuk masyarakat di pedesaan. Hal tersebut disampaikan saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakonteknas) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan hari ini Senin tanggal 16 April 2018 di IPB Internasional Convention Center Bogor.

“Untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan pertanian, termasuk dalam hal ini mewujudkan cita-cita Indonesia swasembada protein hewani harus dibuat program prioritas dan fokus dalam pelaksanaanya," kata Mentan Amran.

Terkait dengan capaian swasembada protein hewani, Menteri Amran Sulaiman menyebutkan, Indonesia saat ini sudah swasembada untuk komoditas unggas, bahkan ekspor.

"Kita telah melakukan terobosan peningkatan ekspor beberapa negara untuk ekspor unggas, diantaranya ke negara Myanmar, PNG, Jepang,” ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ekspor Unggas tahun 2017 , yaitu daging ayam olahan sebanyak 312 ton dan telur 386 ton).

Data ekspor Obat Hewan tahun 2017 juga telah menembus 50 Negara yang tersebar di 4 Benua, sebesar 482.897 ton dengan nilai Rp. 27,674 triliun. “Pertumbuhan volume dan nilai ekspor peternakan tiap tahun naik, pada tahun 2012-2017 mengalami peningkatan masing-masing sekitar 2,76% dan 3,2%,” ucapnya.

Dalam waktu dekat Mentan juga akan melakukan launching ekspor daging ayam olahan, DOC dan pakan ternak ke Timor Leste. Selain itu, Kementan akan memanfaatkan adanya peluang ekspor ke negara ASEAN dan Timur Tengah khususnya komoditi kambing dan domba yang mana dalam waktu dekat ini akan dilakukan ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor.

“Saya ingin ekspor tersebut terus meningkat, selain dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan menambah devisa, dengan ekspor juga akan mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan daging sapi, saat ini Kementan sedang berupaya untuk meningkatkan populasi sapi/kerbau di Indonesia, baik melalui Upsus Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting) juga dilakukan melalui penambahan sapi indukan impor dan pengembangan sapi ras baru “Belgian Blue”.

Sebagai tahun pertama pelaksanaan program, capaian kinerja program UPSUS SIWAB Tahun 2017 menurut saya sangat fantastis, hal ini terlihat dari : (i) Pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari bulan Januari 2017 sampai dengan 13 April 2018 telahterealisasi sebanyak 5.143.398 ekor; (ii) Kebuntingan 2.334.794 ekor; dengan kelahiran sebanyak 1.136.454 ekor atau setara Rp. 7,9 triliun dengan asumsi harga 1 pedet lepas sapih Rp. 7 juta/ekor. Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program UPSUS Siwab pada tahun 2017 sebesar Rp 1,1 triliun.

"Saya bangga dengan peternakan karena Upsus Siwabnya berhasil, jika ini terus ditingkatkan akan tercapai swasembada protein hewani," ungkap Mentan Amran.

Untuk pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia Kementan menargetkan pada tahun 2019 akan ada kelahiran 1.000 ekor. Pada tanggal 12 April 2018 kemarin telah lahir kembali sapi Belgian Blue hasil embrio transfer.

Sebagai upaya mewujudkan swasembada protein hewani dan Lumbung Pangan Dunia tahun 2045, selain upaya-upaya tersebut di atas juga akan ditempuh dengan penambahan indukan impor. Pengadaan indukan impor tahun 2018 direncanakan dialokasikan sebesar 15.000 ekor yang akan didistribusikan pada daerah-daerah yang mempunyai komitken kuat dalam hal keberlanjutan pengembangan ternaknya.

Selain program untuk peningkatan produksi komoditas strategis, mulai tahun 2018 s.d tahun 2020, Pemerintah juga akan melakukan berbagai program dan kegiatan dalam rangka Pengentasan Kemiskinan. Implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian akan melaksanakan kegiatan padat karya dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin yang dimulai dengan 100 Kabupaten/Kota pada 1.000 desa. Untuk sub sektor peternakan akan difasilitasi melalui kegiatan bantuan pemerintah berupa unggas sebanyak 10 juta ekor. "Satu rumah tangga miskin masing-masing 50 ekor," ungkapnya

“Kita telah membuat langkah dalam upaya pengentasan kemiskinan di desa berbasis pertanian melalui program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera),” kata Mentan Amran. “Untuk pelaksanaannya, tahun ini dan tahun depan fokus pada pemberian bantuan berupa komoditas unggas (ayam dan itik), kambing/domba dan kelinci,” tambahnya.

Bedah kemiskinan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui bantuan – bantuan yang diberikan. "Kita tidak akan biarkan petani miskin," kata Mentan.

"Yang bisa menyelesaikan pengentasan kemiskinan untuk 16 juta petani ini adalah dengan kegiatan usaha peternakan," unkap Mentan. Untuk bedah kemiskinan ini, Mentan menunjuk Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi leading sektor.

“Pelaksanaan bedah kemiskinan ini akan saya mulai minggu depan pada 23 April 2018 di desa Cikencana Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan akan berlanjut di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung dan Sumatera Selatan,” ungkap Mentan Amran. (Agus)

Advertisements

Kemenkop dan UKM Dorong Koperasi Masuk Pasar Modal

Kemenkop dan UKM Dorong Koperasi Masuk Pasar Modal

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Rapat Koordinasi dengan stakeholders terkait guna mendorong koperasi masuk pasar modal. Rakor yang berlangsung di Bogor, Jabar (16/4/2018) itu melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mandiri Sekuritas, serta pemerhati koperasi dan UKM.

Asdep Keanggotaan Koperasi, Kemenkop dan UKM Untung Tri Basuki mengungkapkan dalam Rakor dibahas mengenai regulasi yang berhubungan dengan akses koperasi di pasar modal melalui instrumen obligasi atau surat utang jangka panjang.

“Sekaligus bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai instrumen obligasi koperasi,“ kata Untung.

Koperasi dalam masuk ke pasar modal diakui mengalami kendala, antara lain obligasi belum familier bagi kalangan pengurus koperasi, alternatif pendanaan yang ada selama ini dipandang relatif lebih mudah diakses, maupun beberapa regulasi terkait yang masih perlu diselaraskan.

Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dalam rangka harmonisasi/sinkronisasi peraturan terkait mengenai penerbitan obligasi koperasi, dan melakukan sosialisasi bersama antara Kemenkop dan UKM dengan pihak OJK.

“Hal yang perlu diperhatikan untuk kesiapan koperasi akses menerbitkan obligasi antara lain adalah perlunya penerapan GCG (Good Corporate Governance) yang mencakup tata kelola koperasi yang baik,” ujar Untung. (Agus)

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Kabupaten Asmat

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Kabupaten Asmat

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memprogramkan pembangunan infrastruktur baik jangka pendek maupun jangka menengah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Penyediaan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas karena Kabupaten Asmat merupakan daerah rawa yang sulit air bersih.

“Tim dari Kementerian PUPR saat ini masih berada di Asmat untuk membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan. Di sini adalah daerah rawa sehingga air perlu diolah agar layak dikonsumsi. Selain itu untuk meningkatkan ketersediaan air baku juga akan ditambah jumlah embung dan sumur bor,” kata Menteri Basuki baru-baru ini.

Di Distrik Agats yang merupakan ibukota Kabupaten Asmat, akan dibangun 3 buah reservoir penampung air hujan dengan kapasitas masing-masing 1.000 m3. Dari tampungan akan disalurkan ke hidran umum yang dekat dengan permukiman warga. Salah satu reservoir akan dibangun di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats.

Satu sumur bor yang sudah ada di Agats akan diperbaiki dan ditambah 3 sumur bor baru dengan kedalaman sekitar 150 – 200 meter. Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 10 liter/detik yang sudah ada juga diperbaiki dan ditambah dengan dibangun satu IPA baru berkapasitas yang sama sehingga dapat melayani sekitar 2.000 sambungan rumah. Jaringan pipa air baku sepanjang 6 km juga diperbaiki dan ditambah sepanjang 28 km jaringan pipa baru.

Di Distrik Fayit dibangun satu reservoir tampungan air hujan dan Distrik Atsj dilakukan rehabilitasi jaringan pipa air baku sepanjang 500 meter dan pembangunan jaringan baru sepanjang 5,6 km.

Untuk sanitasi, Kementerian PUPR akan menyediakan MCK komunal dan tanki septik komunal yang lengkap dengan penyediaan air sistem penampung air hujan. Fasilitas tersebut akan diletakkan pada lokasi-lokasi fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti sekolah dan puskesmas. MCK komunal akan disebar masing-masing sebanyak 8 unit di lima distrik, yakni di Distrik Agats, Atsj, Pantai Kasuari, Awyu, dan Fayit. Sedangkan untuk Tanki Septik Komunal akan dibangun sebanyak 100 unit di Distrik Agats.

Untuk pengolahan sampah, Kementerian PUPR membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS-3R) berbasis masyarakat sebanyak 1 unit di Distrik Agats. Selain itu juga dihibahkan tiga motor pengangkut sampah yang diserahkan oleh Menteri Basuki kepada Ketua DPRD Kabupaten Asmat Yusak Bokowi sebagai bantuan untuk masyarakat agar lebih peduli mengelola sampah. Sebanyak 100 keranjang sampah kering dan sampah juga akan ditempatkan di sekitar permukiman penduduk di Distrik Agats. (***)

Ramli: Kemdikbud Peringati Hari Warisan Dunia untuk Sadarkan Masyarakat akan Pentingnya Warisan Budaya

Ramli: Kemdikbud Peringati Hari Warisan Dunia untuk Sadari Pentingnya Warisan Budaya

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamudin Ramli mengatakan Hari Warisan Dunia yang diperingati setiap 18 April dimaksudkan untuk mendorong umat manusia di seluruh dunia untuk menyadari pentingnya Warisan Budaya terhadap kehidupan, identitas dan komunitas mereka.

"Untuk meningkatkan kesadaran keragaman Warisan Budaya di muka bumi yang secara paralel juga menunjukkan keragaman masukkan dunia," kata Nadjamudin Ramli dalam taklimat media di Kemdikbud, Jakarta, Senin (16/4/2018). Turut hadir sebagai narasumber lainnya adalah Direktur Warisan Budaya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dohardo Pakpahan.

Menurut dia, Warisan Dunia yang ada di Indonesia adalah juga kebudayaan Nasional Indonesia yang merupakan keseluruhan proses dan hasil interaksi antar Kebudayaan yang hidup dan berkembang di Indonesia.

"Sebagai bagian dari langkah strategis Pemajuan Kebudayaan (UU RI No 5 Tahun 2017) sekaligus menyadari bahwa Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia, maka ikut merayakan Hari Warisan Dunia 2018 adalah kontribusi Indonesia untuk dunia," katanya.

Menurut Ramli, peringatan tahun ini dilakukan dengan menggelar pameran dan bincang Warisan Dunia bertema Berbagi Cerita Berbagi Pengetahuan, dilangsungkan dari tanggal 16-20 April 2018 di Gedung Kemdikbud, Senayan, Jakarta.

"Pada 2018 ini tema Hari Warisan Dunia adalah Warisan untuk Generasi (Heritage for Generations)," kata Ramli.

Dasar pemikirannya, katanya, adalah berbagi cerita dan transfer pengetahuan antar generasi merupakan langkah penting.

"Komunikasi antar generasi menghasilkan pertukaran yang memperkaya semua pihak. Dengan menggabungkan pengalaman generasi senior dengan energi dan dinamisme generasi yunior," tambahnya.

Menurut dia, di Indonesia Warisan Dunia dikelola oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud.

"Warisan Dunia di Indonesia selain memiliki fungsi seperti yang dikenal secara umum, juga difungsikan sebagai alat Diplomasi," tuturnya.

Ramli mengatakan mengingat bahwa media massa mempunyai kekuatan dalam menyebarkan informasi dan pesan yang dengan cepat dapat dipindahkan ke dalam ruang-ruang pribadi, maka nilai lebih yang dimiliki oleh pers/media massa ini tentunya berperan penting dan akan sangat membantu kesadaran masyarakat dalam proses pelestarian dan perlindungan terhadap Warisan Dunia.

"Sebagai penanda dari momen perayaan Hari Warisan Dunia tahun ini yang dibagikan melalui media sosial dipakai hashtag #heritage4generations," katanya. (Agus)

Kerja Sama Indonesia-Korea Kembangkan Teknologi UKM

Kerja Sama Indonesia-Korea Kembangkan Teknologi UKM

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan bahwa saat ini sektor industri sudah memasuki era industri 4.0, termasuk untuk para UKM di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM menjalin kerja sama dengan Korea Selatan dengan membentuk Pusat Pertukaran Teknologi atau The Indonesia-Korea The Indonesia-Korea Technology Exchange (IKTEC). "UKM kita akan menuju ke arah industri 4.0. Maka, peran teknologi UKM di Indonesia akan kita tingkatkan dengan mengaplikasikan teknologi dari Korea dalam mengembangkan usahanya", kata Meliadi pada acara peresmian kerjasama The Indonesia-Korea Technology Exchange Center, di Jakarta, Senin (16/4).

Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hasan Jauhari. Sementara dari pihak Korea Selatan dihadiri Park Dong Cheol (Direktur Umum, Kementerian UKM dan Startups Korea), Kim Chang Beom (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia), Yangtaek Moon, (Atase Komersial, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia), Kim Jungho (Asisten Manajer ASEIC), dan Sung Myung Ki (Chairman, INNOBIZ Korea).

Bagi Meliadi, kerjasama ini amat strategis dan akan menjadi prioritas bagi Kemenkop dan UKM, yang sejalan dengan arahan Presiden RI agar UKM Indonesia masuk ke era industri 4.0. "Terutama kita akan mengajak UKM muda kita termasuk bisnis start-up dan generasi milenial untuk memanfaatkan pertukaran teknologi dengan Korea ini. Saya yakin, kerjasama ini akan saling menguntungkan kedua negara dalam mengembangkan UKM", kata Meliadi.

Meliadi menambahkan, IKTEC merupakan kegiatan kerjasama dan kolaborasi pengembangan UKM yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia dengan Kementerian UKM dan Startups Korea Selatan. "Forum ini merupakan implementasi kesepakatan 1st Joint Committee on SME Cooperation antara Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Small and Medium Business Administration of (SMBA) the Republic of Korea, pada tanggal 2 Maret 2017, di Jakarta, Indonesia", papar Meliadi.

Di samping itu, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Kementerian UKM dan Startups Korea Selatan tentang kerjasama teknik bidang pengembangan koperasi dan UKM yang sudah ditandatangani pada 16 Juni 2016, di New York, Amerika Serikat. "Tujuan program ini Untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas UKM Indonesia melalui pertukaran teknologi antar perusahaan/UKM Indonesia dan Korea. Kedua, menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan bisnis baru yang didorong oleh kolaborasi UKM Indonesia dan Korea", imbuh Meliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Umum dari Kementerian UKM dan Startups Korea Park Dong Cheol mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya, ditambah dengan potensi pasar dari 260 juta jiwa penduduk Indonesia. "Kita akan terus meningkatkan kerjasama ini dengan visi dan misi bersama dalam membangun teknologi, produksi dan pemasaran produk kedua negara", tandas Park Dong Cheol.

Terlebih lagi, kata Park Dong Cheol, dunia saat ini sudah memasuki era ekonomi digital. "Kita akan terus meningkatkan kerjasama kedua negara dalam bidang teknologi untuk kemajuan UKM kedu negara", ujar dia seraya menyebutkan, akan dilakukan pertemuan bilateral antara kedua negara yang membahas mengenai proses IKTEC, pelatihan bisnis teknologi Korea bagi UKM kopi dan pembuatan roti, rencana promosi ekonomi digital Indonesia, diskusi joint cooperation untuk pengembangan start-up, dan lain-lain terkait pengembangan UKM di kedua negara.

Adapun kegiatan pertama program ini adalah pelatihan koordinator IKTEC yang berlangsung selama tiga hari (16 April-18 April 2018). Tugas dari koordinator adalah untuk menemukan permintaan teknologi dari UKM Indonesia dan menganalisis permintaan tersebut kemudian me-matching-kannya dengan UKM Korea yang memiliki teknologi sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di Kementerian Koperasi dan UKM dengan diikuti oleh sekitar 25 orang peserta dengan instruktur atau pelatih yang dihadirkan adalah Profesor Joo Jae Man (Duksung Women’s University), Choi Myunghwan (TTS Consulting Co.,Ltd), dan Seo Sung Kyu (Senior Manager, Overseas Cooperation Center, SBC).

Sedangkan dalam sambutannya, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Kim Chang Beom menyambut baik kerja sama kedua negara dalam bidang pertukaran teknologi. "Saya berharap kerjasama kedua negara ini bisa lebih intensif dengan berdirinya The Indonesia-Korea Technology Exchange Center di Jakarta. Pemerintah Korea akan lebih proaktif lagi dalam kerjasama ini", pungkas Kim Chang Beom. (Agus)

Mulai 16 April 2018, Paket Kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Janger mulai Dilakukan Uji Coba

Mulai 16 April 2018, Paket Kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Janger mulai Dilakukan Uji Coba

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Paket kebijakan yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang (Janger) mulai dilakukan uji coba penerapannya, Senin, 16 April 2018.

Paket kebijakan yang diuji coba di Ruas Jalan Tol Jagorawi dilakukan di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2, meliputi:

1. Penerapan skema ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 arah Jakarta, pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

2. Penerapan Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

3. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Legenda Wisata, Citra Grand, Cibubur Country, Metland Transyogi dan Cibubur Residence.

Sedangkan paket kebijakan yang diuji coba di Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang dilakukan di GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2, meliputi:

1. Penerapan skema ganjil-genap di GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 arah Jakarta pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional.

2. Penerapan LKAU dari Tangerang-Kebon Jeruk arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

3. Pembatasan angkutan barang (Kendaraan Golongan III-V) mulai dari Tol Cikupa-Tomang untuk 2 arah mulai pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

4. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Perumahan Citra Raya, Alam Sutra, Villa Melati, BSD City, dan Perumahan Banjar Raya.

Pelaksanaan paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Ruas Jalan Tol Janger merupakan wujud sinergi antarlembaga, yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BPTJ, BPJT, Korlantas Polri dan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol.

Implementasi uji coba perdana paket kebijakan di GT Kunciran 2, dihadiri oleh Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa, serta para petugas gabungan dari Kemenhub, BPTJ, Polri, Dishub Tangerang, dan Jasa Marga.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan bahwa paket kebijakan yang diterapkan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Janger merupakan bentuk upaya Pemerintah dalam menanggulangi kepadatan yang kerap terjadi di jalan tol, terutama pada jam-jam sibuk. Lebih lanjut ia berharap, dengan diterapkannya paket kebijakan tersebut dapat menurunkan V/C Rasio dan meningkatkan rata-rata kecepatan kendaraan di jalan tol.

“Dengan adanya paket kebijakan ini, artinya Pemerintah hadir terhadap permasalahan transportasi. Kami berharap bahwa arus lalu lintas di jalan tol menjadi lebih terdistribusi, sehingga rata-rata kecepatan kendaraan di jalan tol dapat ditingkatkan,” jelasnya ketika melakukan pemantauan di GT Kunciran 2.

Pada tahap uji coba perdana paket kebijakan yang rencananya akan terus dilakukan hingga akhir bulan April 2018 sebelum diterapkan secara efektif pada awal bulan Mei 2018, situasi lalu lintas di GT Cibubur 2, GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 terpantau lancar dan kondusif. Hal tersebut dikarenakan seluruh _stakeholder_ yang terlibat telah mengerahkan personelnya untuk membantu dan memastikan proses uji coba paket kebijakan tersebut berjalan tanpa kendala.

Selain itu, guna memastikan penerapan uji coba paket kebijakan tersebut berjalan dengan lancar, Jasa Marga telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, berupa pembagian flyer di GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2, pemasangan spanduk pada titik-titik tertentu, serta menggunakan berbagai saluran media yang dimiliki oleh Perseroan.

Meski begitu, paket kebijakan tersebut tidak akan berjalan efektif tanpa adanya keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan tol untuk bersama-sama mendukung kesuksesan program ini. Pengguna jalan tol diharapkan mematuhi peraturan yang telah diterapkan, dan menggunakan bus Transjabodetabek Premium yang telah disediakan untuk mengurangi beban kendaraan pribadi di ruas-ruas yang diberlakukan paket kebijakan tersebut. (Agus)

Kemenkop dan UKM Ingatkan Pelaku UMKM Tertib Administrasi Pembukuan

Kemenkop dan UKM Ingatkan Pelaku UMKM Tertib Administrasi Pembukuan

YOGYAKARTA JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM mengingatkan para pelaku UMKM untuk tertib administrasi dan pembukuan agar semakin memiliki daya saing tinggi.

Asisten Deputi pada Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto di Jakarta, Senin, sampai saat ini masih banyak usaha mikro kecil yang belum melakukan pencatatan dan pembukuan secara tertib.

"Akibatnya, dengan kemajuan teknologi, mereka semakin tertinggal bila tidak melakukannya, karena sekarang ini sudah banyak aplikasi laporan keuangan dan akuntansi," kata Luhur.

Menurut dia, kalau UMKM ingin naik kelas tidak hanya skala usahanya yang meningkat, maka harus juga didukung dengan tertib administrasinya.

"Bagaimana UMKM mengetahui naik kelas kalau tidak pernah menghitung keuntungan dan mengetahui posisi keuangannya," kata Luhur.

Ia menambahkan, pencatatan pembukuan secara manual akan memudahkan bagi pelaku UMKM menghitung modalnya.

Dengan dasar pembukuan sederhana secara manual, kata dia, akan lebih memudahkan bagi UMKM bila ingin menerapkan pembukuan secara komputerisasi mengingat sekarang sudah memasuki era teknologi canggih.

Luhur juga menekankan kepada tenaga pendamping dan KKMB agar tidak hanya mengupayakan permodalan, tetapi hendaknya juga mendampingi UMKM untuk tertib pada pembukuan.

Selanjutnya mereka harus mengawal pemanfaatan permodalan UMKM hingga pemasarannya termasuk bersama pelaku usaha mikro kecil yang didampingi melakukan inovasi produk.

"Dengan demikian UMKM bisa lebih berdayaguna dan pada akhirnya akan tangguh dan mandiri," katanya.

Ia berpendapat, banyak nilai positif apabila UMKM sudah terbiasa dengan teknologi, misalnya pemasaran produk dapat melalui e-commerce, mendisain produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

Kemenkop-UKM sendiri menyatakan tetap konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Koperasi dan UMKM.

Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis kepada Wirausaha Pemula, KKMB dan Pendamping Pembiayaan belum lama ini di Yogyakarta.

Luhur menyampaikan UMKM telah memberikan kontribusi yang nyata dalam menyumbang PDB Nasional.

"Oleh karena itu, peningkatan keterampilan dan wawasan bisnis kepada UMKM terus dilakukan baik melalui pelatihan maupun Bimbingan Teknis (BIMTEK)," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Tri Saktiana, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DI Yogyakarta menyampaikan bahwa UMKM jangan hanya mengandalkan sumber daya alam lokal, tetapi bagaimana agar bisa mengembangkan ekonomi kreatif, antara lain melalui kerajinan, kuliner, animasi dan lain-lain.

"Dengan berkembangnya ekonomi kreatif, diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan UMKM," kata Tri.