Presiden Jokowi Meninjau Padat Karya Tunai Kotaku di Kota Sorong

Presiden Jokowi Meninjau Padat Karya Tunai Kotaku di Kota Sorong

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilakukan dari Sabang sampai Merauke. PKT meliputi perbaikan dan pembuatan saluran irigasi kecil, pemeliharaan jalan, pembangunan rumah khusus dan rumah swadaya, serta pembangunan jalan produksi, jalan lingkungan dan drainase. Melalui program tersebut diharapkan menambah penghasilan masyarakat dan meningkatkan perputaran uang di daerah.

Salah satu lokasi yang ditinjau Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah PKT jalan lingkungan yang merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat (13/4/18). Turut mendamping Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

"Saya bersama Bapak Menteri PUPR baru melihat padat karya tunai yang dilakukan di Provinsi Papua Barat. Kemudian saya juga pesan ke Bapak Gubernur kalau bisa yang dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota itu juga bisa dilakukan untuk program padat karya untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya," kata Presiden Jokowi.

PKT Kotaku yang ditinjau berupa pembangunan jalan akses sepanjang 75 meter dan pembangunan saluran drainase sepanjang 150 meter yang dilakukan sendiri oleh warga Kampung Kokoda sebagai Suku asli di Kota Sorong .

“Jumlah masyarakat setempat yang menjadi pekerja 28 – 30 orang. Upah tukang sebesar Rp 150 ribu/hari dan pembantu tukang sebesar Rp 100 ribu/hari selama 50 hari dengan anggaran Rp 133 juta,” kata Menteri Basuki.

Untuk PKT Kotaku di Papua Barat dilaksanakan di Kabupaten Sorong sebanyak 7 lokasi dan Manokwari dengan 3 titik lokasi dengan anggaran Rp 5 miliar. Masing-masing lokasi dikerjakan selama 90 hari.

Selain itu juga terdapat PKT irigasi kecil di 3 Kabupaten yakni Manokwari, Manokwari Selatan dan Sorong yang berada di 50 lokasi dengan anggaran Rp. 25 Milyar dikerjakan selama 50 hari.

Kemudian PKT rumah khusus yang dikerjakan di Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Manokwari, Fak-fak dan Kaimana dengan total 250 rumah. Biaya pembangunan sebesar Rp 56,9 miliar dimana dana padat karya didalamnya sebesar Rp 5,2 miliar. Jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 750 orang.

Pemeliharaan jalan nasional berupa pembersihan drainase dan pembersihan bahu jalan juga dilakukan secara padat karya. PKT pemeliharaan jalan dilakukan di ruas jalan Kabupaten Monokwari, Sorong, Maybrat, Bintuni, Fakfak yang memiliki panjang 575 km.(***)

Advertisements

Pembangunan Jalan di Papua Membuka Keterisolasian dan Mengurangi Biaya Kemahalan

Pembangunan Jalan di Papua Membuka Keterisolasian dan Mengurangi Biaya Kemahalan

PAPUA BARAT, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Papua. Pada tahun 2017, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang
1.070,62 km telah tersambung di mana 58,97% sudah beraspal dan sisanya jalan tanah. Pembangunan jalan di Papua bertujuan membuka keterisolasian daerah terpencil, mengurangi biaya kemahalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penyelesaian Jalan Trans di Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua. “Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan akhir tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Saat bertemu Menteri Basuki, Gubernur Papua Barat D. Mandacan mengajak untuk mencoba jalan Segmen II dari Manokwari-Wasior hingga perbatasan dengan Provinsi Papua dan menginap di Wasior sesudah Lebaran mendatang.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat, Yohanis Tulak Todingrara saat ditemui di Sorong, mengatakan Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.

Ruas jalan ini juga terhubung dengan Pelabuhan Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kondisinya hingga akhir 2017 adalah 81,6 persen sudah beraspal, perkerasan tanah sepanjang 109,24 km dan diperlukan perbaikan geometrik jalan sepanjang 13,5 km.

Sementara segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua telah berhasil tembus pada Desember 2017. Dari panjang 475,81 km, kondisi beraspal sepanjang 145,41 km, perkerasan tanah 330,41 km dan perlu perbaikan geometrik jalan sepanjang 38,24 km.

Tantangan dalam pembangunan jalan Trans baik di Papua dan Papua Barat adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan dan cuaca. Di samping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas di Papua, namun pihaknya tetap berupaya keras mengutamakan pemanfaatan material yang tersedia di Pulau Papua.

Tahun 2018, anggaran jalan di Papua Barat sebesar Rp 1,6 triliun. Dana tersebut untuk perbaikan geometri jalan dan pembangunan 125 jembatan. Ditargetkan akhir tahun 2018, 60,14% jalan trans Papua Barat sudah beraspal dan terus meningkat menjadi 64,56% jalan beraspal pada akhir tahun 2019. (***)

Kemenkop dan UKM Gandeng Grab Dorong Jutaan UKM Indonesia Go Online

Kemenkop dan UKM Gandeng Grab Dorong Jutaan UKM Indonesia Go Online

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng perusahaan
tranportasi berplatform online Grab Indonesia untuk mendorong jutaan
UKM Indonesia go online termasuk untuk bermitra mengembangkan Kios
Dagang Untuk Online (KUDO).

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I
Wayan Dipta di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya telah melakukan
pembahasan untuk mendorong agar semakin banyak UKM di Indonesia untuk
go online dan memanfaatkan platform berbasis internet untuk memasarkan
produk-produk terbaiknya.

"Kami sudah bertemu dengan Pimpinan Grab membahas hal ini. Grab
memiliki berbagai program selain usaha transportasi di antaranya
menjalin kemitraan dengan UKM di Indonesia yang bergerak di berbagai
bidang termasuk makanan, minuman, dan toko ritel," katanya.

Saat ini sudah sekitar 2 juta UKM di Tanah Air menjadi mitra Grab dan
ditargetkan angka itu akan melonjak menjadi 8 juta UKM sampai 2019.

Untuk kepentingan itu, Wayan mengatakan, pihaknya akan bersama Grab
Indonesia melakukan roadshow mensosialisasikan kepada UKM untuk
memanfaatkan platform online dalam memasarkan produk mereka.

"Untuk UKM ritel, misalnya, Grab sudah berjanji akan mempromosikan
produk UKM secara online bahkan termasuk dalam hal pendukungan
fasilitas pembayaran berupa e-payment yang mempermudah baik produsen
maupun konsumen," katanya.

UKM sendiri juga diberikan peluang untuk bermitra dalam program KUDO
yakni sebuah perusahaan teknologi yang menciptakan sebuah platform
yang memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia untuk memiliki
peluang usaha dengan menjadi penjual produk dari berbagai usahawan
ternama.

"Itu juga memungkinkan masyarakat untuk membuka bisnis pembayaran,
pembelian tiket secara online. Itu yang akan kita garap bersama,"
katanya.

Pihaknya sendiri sekaligus akan menyiapkan dan memberikan rekomendasi
UKM-UKM binaan yang paling siap untuk bermitra dengan Grab atas
rekomendasi dari dinas-dinas yang membawahi koperasi dan UKM di
daerah-daerah.

"Dengan cara ini, kami yakin ke depan akan semakin banyak UKM di
Indonesia yang go online apalagi Grab juga sudah menargetkan ke depan
bisa bermitra dengan 100 juta UKM di ASEAN pada 2025," katanya. (Agus)

Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Berboncengan Naik Motor Listrik di Asmat

Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Berboncengan Naik Motor Listrik di Asmat

ASMAT, JURNAL IBUKOTA : Ketika melakukan kunjungan kerja ke suatu daerah, berganti moda transportasi sebenarnya merupakan hal yang biasa bagi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Termasuk saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua.

Presiden dan Ibu Iriana menumpangi Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Jayapura menuju Kabupaten Mimika. Kemudian Presiden berganti helikopter Super Puma untuk menuju Kabupaten Asmat pada Kamis, 12 Maret 2018.

Biasanya setelah tiba di tempat tujuan, rangkaian kendaraan roda empat disusun untuk digunakan Presiden dan rombongan. Tapi siang tadi, ada yang menarik di mana rangkaian motor listrik digunakan Presiden dan Ibu Iriana selama mengunjungi Kabupaten Asmat.

Presiden pun memboncengi Ibu Iriana dengan motor listrik berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer.

Di sepanjang jalan, banyak warga yang menyambut kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut. Presiden dan Ibu Iriana yang keduanya mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang berwarna gelap serta menggunakan helm berwarna putih, sesekali melambaikan tangan membalas sapaan warga.

Tiba di aula, Presiden dan Ibu Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu. Selain itu keduanya juga berdialog dengan para ibu. Bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak.

Dari aula tersebut, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh. Di sini tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat, di antaranya jembatan gantung.

Saat menuju proyek ini, Presiden harus mengendarai motor listrik itu melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari 3 meter. Ketika tengah menuju proyek infrastruktur, Presiden dan Ibu Iriana disambut tari-tarian oleh warga.

Usai meninjau Kampung Kayeh, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp.19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit dengan menggunakan speed boat.

Tahun ini kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit).

Salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antar kampung yang terpisahkan sungai. Oleh karenanya akan dibangun 4 jembatan gantung dengan anggaran Rp. 46 miliar dengan lokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), Kampung Sawaerma (96 meter).

Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

“Untuk infrastruktur jembatan gantung menerobos ke arah pemukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan kita ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya,” ujar Kepala Negara.

Saat akan kembali ke Kampung Kayeh, Presiden bertemu dengan Jokowi, seorang anak berusia 3 tahun. Presiden pun sempat menggendong Jokowi. “Jokowi ini lahir saat saya dilantik jadi Presiden,” ucap Presiden. “20 Oktober 2014 berarti ya Pak,” ucap wartawan.

Ketika Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke helipad untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor listrik, hujan turun dengan lebatnya. Presiden tetap memacu motor listriknya sejauh 3,5 kilometer.

Pukul 15.03 WIT, dengan menumpangi helikopter Super Puma Presiden meninggalkan Kabupaten Asmat menuju Timika, Kabupaten Mimika untuk berganti Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Sorong, Papua Barat. (***)

Kementerian Perhubungan Terapkan Paket Kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang Guna Kelancaran Arus Lalu Lintas

Kementerian Perhubungan Terapkan Paket Kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang Guna Kelancaran Arus Lalu Lintas

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menyusul paket kebijakan yang diterapkan Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kembali menginisiasi Paket Kebijakan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Jakarta-Tangerang guna menjamin kelancaran arus lalu lintas di kedua ruas jalan tol tersebut.

Evaluasi terhadap penerapan paket kebijakan yang telah diterapkan selama 4 minggu (12 Maret 2018 hingga 6 April 2018) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah berhasil menurunkan V/C Rasio sebesar 46%. Sementara itu, peningkatan rata-rata kecepatan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek meningkat sebesar 10-20% pada jam pemberlakuan kebijakan

Atas evaluasi tersebut, maka paket kebijakan pun diterapkan di Ruas Jalan Tol Jagorawi. Prioritas paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi adalah sebagai berikut:
1. Penerapan skema ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 arah Jakarta, pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.
2. Penerapan Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.
3. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Legenda Wisata, Citra Grand, Cibubur Country, Metland Transyogi dan Cibubur Residence.

Sementara itu, paket kebijakan yang akan diterapkan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang meliputi:
1. Penerapan skema ganjil-genap di GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 arah Jakarta pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional.
2. Penerapan LKAU dari Tangerang-Kebon Jeruk arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.
3. Pembatasan angkutan barang (Kendaraan Golongan III-V) mulai dari Tol Cikupa-Tomang untuk 2 arah mulai pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.
4. Pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Perumahan Citra Raya, Alam Sutra, Villa Melati, BSD City, dan Perumahan Banjar Raya.

_AVP Corporate Communication_
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Heru Dwimawan mengatakan kebijakan yang diterapkan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang akan dilakukan ujicoba mulai tanggal 16 April 2018, dan akan diterapkan pada awal bulan Mei 2018.

Nantinya, pada saat paket kebijakan tersebut telah diterapkan, akan ditempatkan petugas yang beroperasi di akses GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2. Selanjutnya, pada akhir bulan Mei 2018 akan diterapkan penegakan hukum oleh Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Metro Jaya bagi pelangar di gerbang tol yang telah diberlakukan paket kebijakan tersebut.

Selain itu, sebagai kesiapan sebelum diterapkannya paket kebijakan tersebut, telah dipasang rambu perintah dan marka LKAU (Bogor-Pasar Rebo dan Tangerang-Kebon Jeruk), rambu perintah ganjil-genap di akses tol prioritas (GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2), serta menyiapkan armada bus Transjabodetabek di sekitar akses gerbang tol yang dikenai paket kebijakan.

Untuk memastikan penerapan paket kebijakan di dua ruas jalan tol tersebut berjalan dengan lancar, berbagai stakeholder yang terlibat seperti Korlantas Polri, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Ditjen Bina Marga, Ditlantas Polda Metro Jaya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ), Polres Metro Jaya Jakarta Timur, Dishub DKI Jakarta, Polres Kota Tangerang, Dishub Kota Tangerang, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah bersinergi dalam menyiapkan segala sesuatunya.

Sebelumnya, sosialisasi dilakukan dengan membagikan flyer di GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2, pemasangan spanduk pada akses GT Cibubur 2.

Oleh karena itu, untuk memastikan kelancaran paket kebijakan di kedua ruas jalan tol tersebut, pengguna jalan tol diharapkan dapat turut berpartisipasi dengan memastikan kendaraannya sesuai dengan skema ganjil-genap yang berlaku serta memprioritaskan untuk menggunakan kendaraan umum khusus yang telah disediakan. (Agus)