Konvensi Nasional GK Jokowi Usung Joko Widodo Jadi Presiden RI Dua Periode

Konvensi Nasional GK Jokowi Usung Joko Widodo Jadi Presiden RI Dua Periode

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Konvensi Nasional GK JOKOWI di Hotel Puri Begawan Bogor dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Turut hadir pula para Menteri Cahyo Kumolo, Wiranto, dan Felix Irawan ketua umum GK center, Siti Nurbaya selaku pembina GK Center Salim Husen dan tamu undangan lainnya.

Hall Puri Begawan yang berkapasitas 10.000 orang tersebut penuh sesak oleh peserta GK dari daerah seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden Ir. H. Joko Widodo mengharapkan
Relawan GK harus mampu melalui semua rintangan – rintangan serta cobaan – cobaan yang sangat besar, kita harus tahan banting, dan optimistis harus maju ke depan sesuai harapan yang kita tuju dan tercapai dan menggapai harapan yang kita inginkan tetapi jangan lupa kita harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Irawan selaku ketua umum GK Center menggelar Konvensi Nasional 2018 ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, menyatukan visi dan tekad GK di seluruh provinsi di Indonesia untuk mendukung keberlanjutan kepemimpinan Ir. H Joko Widodo periode kedua tahun 2019 – 2024 karena terbukti mampu membawa lompatan kemajuan. Sebagai contoh infrastruktur dan keberhasilan mengatasi kebakaran hutan serta masih banyak prestasi yang ditoreh kepemimpinannya.

Didi Budiono selaku ketua Panitia Konvensi Nasional dalam sambutannya menekankan GK di masing-masing provinsi telah melakukan serangkaian konsolidasi, serta penyerapan aspirasi yang rumusannya akan dibawa pada saat konvensi Nasional. Para delegasi GK akan membahas dan merumuskan 3 poin strategis Melakukan konsolidasi visi, strategi dan komitmen untuk pemenangan Ir. H. Joko Widodo dalam Pilpres 2019, Mensosialisasikan pencapaian dan kemajuan lndonesia selama masa Pemerintahan Jokowi.
Berperan serta membangun manusia Indonesia yang sejalan dengan visi pembangunan indonesia sebagaimana diharapkan oleh Presiden Jokowi. "Konvensl ini juga menjadi momentum transformasi GK Center Menjadi GK Jokowi serta perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas ulang tahun GK yang ke-6.

Sejak semula Galang Kemajuan sudah memilih untuk meletakkan harapan dan tekad mewujudkan harapan Kemajuan indonesia berdasarkan cita cita kemerdekaan kepada bapak lr. H. Joko Widodo. Dimulai sejak beliau menjabat sebagai Walikota Solo periode pertama, dilanjutkan periode kedua, hingga saat beliau mencalonkan diri dan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Galang Kemajuan setia mendampingi dan memperjuangkan cita-cita Pak iokowi. Begitupun dalam masa Pemilihan Presiden Rl tahun 2014, Galang Kemajuan mengambil posisi jelas dan tegas, memperjuangkan kemenangan Jokowi menjadi Presiden RI.

(Laporan: Monty203)

Advertisements

Pola kemitraan

Pola kemitraan

Pesan Melestarikan Alam untuk Air dari Bukit Cinta Rawa Pening

Pesan Melestarikan Alam untuk Air dari Bukit Cinta Rawa Pening

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Puncak peringatan Hari Air Dunia (HAD) tahun 2018 di Bukit Cinta, Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/4/2018) meneguhkan kembali pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian alam untuk air.

Meski peringatan HAD dilakukan setiap tanggal 22 Maret, namun momentum ini dimanfaatkan untuk terus mengkampanyekan kepedulian perlindungan tampungan air seperti Sungai, Danau, Embung dan Waduk. Masyarakat diingatkan kembali bahwa air tidak bisa tergantikan, air adalah sumber kehidupan.

"Kelestarian SDEW harus dijaga bersama. Penanganan danau dilakukan dengan serius, karena memberikan manfaat yang sangat besar. Biaya yang dibutuhkan jauh lebih kecil dibandingkan membangun bendungan. Danau dan waduk bila tidak dipelihara akan mati karena proses alami seperti adanya sedimentasi. Apa yang kita lakukan untuk memperpanjang umurnya,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono juga mengatakan peringatan HAD tidak hanya seremoni semata, namun berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dilakukan di seluruh Indonesia. HAD tahun 2018 mengusung tema “Nature for Water” yang kemudian diadaptasi menjadi “Lestarikan Alam Untuk Air” untuk Indonesia.

Kementerian PUPR melalui balai besar dan balai wilayah sungai di berbagai daerah menyelenggarakan kampanye peduli air melalui kegiatan bersih sungai bersama komunitas, tanam pohon di bantaran SDEW, seminar, sosialisasi panen air hujan, pembuatan lubang biopori, lomba daur ulang sampah, lomba karya ilmiah dan lomba menggambar bertemakan HAD.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan dipilihnya Danau Rawa Pening sebagai lokasi puncak HAD 2018 merupakan bagian dari kampanye kepada publik bahwa danau yang memberi banyak manfaat ini perlu dijaga bersama kelestariannya.

Dalam acara tersebut juga diisi oleh pembacaan Deklarasi Rawa Pening yang berisi ajakan memperkuat kerjasama dan melibatkan masyarakat dalam kelestarian SDEW. Selain itu juga dilakukan kegiatan tabur sebanyak 26 ribu benih ikan.

*Rawa Pening menjadi Rawa Bening*

Danau Rawa Pening merupakan danau alam di Kabupaten Semarang. Lokasinya berjarak sekitar 40 km ke arah selatan dari Kota Semarang ibukota Provinsi Jawa Tengah.

Keberadaan danau memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai sumber air baku, sumber air irigasi lahan pertanian di Daerah Irigasi Tuntang, Glapan, Playaran Buyaran seluas total 20.067 Ha serta menjadi tempat budidaya ikan air tawar warga. Air Danau Rawa Pening juga menjadi sumber pembangkit listrik PLTA Timo sebesar 12 MW dan PLTA Jelok sebesar 20 MW.

Namun meningkatnya jumlah dan luasan eceng gondok mengakibatkan menurunnya fungsi danau dan memberikan tambahan tekanan sedimentasi dan pencemaran. Bahkan pada tahun 2015 menutup hampir 47% dari luasan danau. Pencemaran danau juga disumbang dari limbah deterjen, limbah ternak, dan limbah budidaya ikan yang berasal dari 600 unit keramba ikan.

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melakukan pembersihan eceng gondok menggunakan alat seperti berky, truxor, dredger dan tenaga manual. “Saat ini dioperasikan 6 alat berat dengan kemampuan memanen 1 Ha/hari. Tahun ini akan ditambah 2 alat lagi sehingga bisa 1,5 Ha/hari. Progresnya sudah 40% dan ditargetkan tahun ini sudah dapat dibersihkan. Kita harapkan kondisi Danau Rawa Pening menjadi rawa bening,” jelas Imam Santoso.

Danau Rawa Pening yang bersih nantinya juga bisa digunakan sebagai lintasan dayung. Sekarang sudah dilakukan uji coba namun masih terganggu adanya eceng gondok. Sementara untuk mengurangi sedimentasi, dibangun cek dam penahan sedimentasi di daerah hulu sungai.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga akan melakukan penataan kawasan Bukit Cinta sebagai salah satu lokasi tujuan wisata. “Tahun ini akan dimulai pekerjaannya dan ditargetkan bisa selesai tahun 2019,” kata Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo. Penataan yang dilakukan diantaranya perbaikan dermaga, penbangunan promenade dan amphitheatre, area kuliner, fasilitas dayung, jogging track dan perluasan parkir.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi, Bupati Semarang Mundjirin, Budayawan Slamet Rahardjo, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Staf Ahli Menteri PUPR Adang Saf Ahmad, para pegawai Kementerian PUPR, perwakilan komunitas peduli sungai dari seluruh Indonesia, para pelajar dan masyarakat. (***)

PT JBS Hampir Rampungkan Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

PT JBS Hampir Rampungkan Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

*BALIKPAPAN, JURNAL IBUKOTA : Ditargetkan untuk rampung pada akhir tahun 2018, proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda hampir membebaskan seluruh kebutuhan lahan proyek. Hingga awal bulan April 2018, progres pembebasan lahan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (PT JBS) telah mencapai 95,39% dari total keseluruhan lahan.

Sedangkan dari sisi pembangunan konstruksi fisik, anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola proyek jalan tol dengan total panjang 99,35 Km ini telah merealisasikan progres sebesar 54,3%.

Direktur Utama PT JBS S.T.H. Saragi mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan percepatan baik dalam aspek pembebasan lahan dan pembangunan fisik. Dalam melakukan pembebasan lahan, Saragi menyatakan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi PT JBS adalah Tahura (Taman Hutan Raya).

Namun demikian, akhirnya pembebasan lahan pada Tahura dapat diselesaikan dengan cara melakukan sejumlah negosiasi dan meyakinkan berbagai pihak bahwa berbagai proyek yang diinisasi oleh Jasa Marga dan anak usahanya, termasuk PT JBS, selalu sesuai dengan regulasi yang berlaku yakni Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin lingkungan, termasuk proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

“Setelah hampir satu tahun lamanya, akhirnya Tahura dapat diselesaikan sehingga progres konstruksi dapat segera dilaksanakan di lahan tersebut. Kami (PT JBS) selalu melakukan langkah percepatan, sehingga pada awal tahun 2019 jalan tol ini dapat beroperasi sesuai target,” papar Saragi.

Jika sudah dioperasikan, nantinya proyek yang dibagi menjadi lima seksi ini akan memangkas waktu perjalanan dari kota Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya. Dengan demikian biaya logistik akan terpangkas cukup signifikan karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat.

Pengguna jalan dapat memangkas total perjalanan hingga 34 Km dari waktu tempuh semula yang menghabiskan waktu hingga 3 jam, nantinya waktu tempuh dapat dipersingkat menjadi 1 jam. (Agus)

Pola Kemitraan Diyakini Bisa Perkuat UMKM Hadapi Pasar Bebas

Pola Kemitraan Diyakini Bisa Perkuat UMKM Hadapi Pasar Bebas

PANGKALPINANG, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pelaku usaha mikro dan kecil membangun, serta mengembangkan kemitraan dengan usaha menengah dan besar guna memperkuat UMKM dalam menghadapi pasar bebas maupun masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

“Menghadapi pasar bebas dan MEA, tidak mungkin jalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, menjalin kemitraan merupakan salah satu strategi untuk memajukan usaha mikro-kecil,” kata Asdep Permodalan, pada Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto dalam acara diklat kewirausahaan di Pangkalpinang, Selasa (3/4/2018).

Luhur mengatakan melalui pola kemitraan, permasalahan internal usaha mikro-kecil seperti permodalan, keterbatasan teknologi, akses pasar yang terbatas dapat diminimalisir. Dengan begitu, UMKM bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat, serta memiliki daya saing.

“Memilih mitra yang tepat bisa sebagai salah satu instrumen aset. Dengan mitra yang tepat, maka usaha mikro-kecil diharapkan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat,” ujar Luhur.

Membangun pola kemitraan ini sudah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2013, yang di dalamnya ditegaskan bahwa pemerintah pusat dan pemda sesuai kewenangannya menyelenggarakan pemberdayaan koperasi dan UKM yang salah satunya adalah melalui kemitraan.

Pada acara tersebut, Budiman Ginting, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menekankan bahwa pembangunan koperasi dan UMKM harus dilaksanakan lebih fokus. Selain itu juga dilaksanakan dengan pendekatan lintas sektoral, lintas wilayah dan lintas Lembaga.

“Hal itu dilakukan guna terwujudnya ketahanan ekonomi rakyat Bangka Belitung yang maju dan kuat melalui gerbang emas KUMKM yang mandiri, tangguh, berdaya saing dan berbasis potensi daerah,” papar Budiman.

Menurut Budiman, misi pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni mengembangkan ekonomi berbasis potensi daerah dengan strategi utama pengembangan UMKM dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen masyarakat. (Agus)

Peringatan Hari Air Dunia : 34 Komunitas Peduli Sungai Berbagi Pengalaman di Semarang

Peringatan Hari Air Dunia : 34 Komunitas Peduli Sungai Berbagi Pengalaman di Semarang

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sebanyak 34 Komunitas Peduli Sungai (KPS) dari berbagai daerah berkumpul dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai. Selain KPS, kelompok peduli sampah juga tampil menyampaikan pengalamannya mengelola Tempat Pengolahan Sampah dengan cara reduce, reuse dan recycle atau TPS-3R.

Kegiatan tersebut merupakan bagian acara _focus group discussion_ (FGD) kemitraan dalam upaya pelestarian dan perlindungan sumber daya air di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. FGD bertujuan berbagi pengetahuan dan pengalaman dari kalangan pemerintah, akademisi, budayawan, dan kelompok masyarakat dalam rangka peringatan Hari Air Dunia (HAD) ke-26 yang diperingati pada tanggal 22 Maret 2018.

HAD tahun 2018 mengusung tema “Nature for Water” yang kemudian diadaptasi menjadi “Lestarikan Alam Untuk Air” untuk Indonesia. “Peringatan HAD tidak hanya seremoni semata. Kepedulian kita semua untuk melestarikan alam sebagai solusi mengatasi berbagai permasalahan terkait air yang tengah kita hadapi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Sementara itu Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso menyampaikan peran masyarakat menjaga kelestarian tampungan air seperti sungai, danau, embung dan waduk menjadi kunci keberhasilan. “Peringatan HAD menjadi momentum bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia untuk bekerjasama memelihara alam untuk keberlanjutan sumber daya air,” jelas Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso.

Kegiatan yang dilakukan Komunitas Peduli Sungai beragam, seperti kegiatan susur sungai untuk mengetahui kondisi sungai, aksi bersih sungai rutin, penghijauan sempadan sungai dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah dan kotoran ke sungai.

Kementerian PUPR memberikan pembinaan kepada komunitas tersebut dengan menyelenggarakan Sekolah Sungai dan Penataan Lingkungan bekerjasama dengan perguruan tinggi yang diikuti anggota komunitas. Selain itu juga dilakukan pemilihan Komunitas Peduli Sungai Terbaik Nasional setiap tahunnya sebagai apresiasi dan memotivasi masyarakat dalam menjaga sungai dan lingkungannya.

“Masyarakat harus mengetahui sumber daya air kita terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu kita bersama harus menjaga sumber-sumber air yang ada demi anak cucu kita. Hari ini kita berdiskusi dan berbagai pengalaman menjaga kelestarian sungai dari berbagai daerah. Sabtu (7/3) merupakan puncak peringatan HAD 2018 yang dipusatkan di Danau Rawa Pening. Danau ini termasuk danau kritis yang tengah dilakukan revitalisasi oleh Kementerian PUPR,” kata Imam.

Dari 15 danau kritis di Indonesia, 7 danau menjadi prioritas untuk ditangani yakni Danau Tempe di Sulsel, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Batur di Bali, Danau Tondano di Manado, Danau Toba di Sumut, Danau Sentani di Papua dan Danau Rawa Pening di Jawa Tengah dimana progresnya sudah 40-50 persen.

Selain komunitas, FGD juga menghadirkan narasumber M.R. Karliansyah Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kemen LHK, Prof. Sudharto P. Hadi dan Prof. Windu Nuryanti dari Undip dan Slamet Rahardjo, Budayawan. (***)