Keindahan Flyover Simpang Laluan Madani Batam pada Waktu Malam

Keindahan Flyover Simpang Laluan Madani Batam pada Waktu Malam

BATAM, JURNAL IBUKOTA: Pembangunan Jembatan Bentang Panjang di berbagai daerah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tidak hanya memperhatikan aspek fungsi dan keamanan saja namun juga keindahan struktur dan penataan kawasan sekitar. Salah satunya pada proyek pembangunan Flyover (FO) Laluan Madani yang berada di Simpang Jam, Kota Batam, Kepulauan Riau yang telah diresmikan pada Desember 2017.

“Kehadiran infrastruktur jembatan disamping memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggan masyarakatnya dan menambah estetika kota,” jelas Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Pembangunan FO Laluan Madani dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan parah di Simpang Jam yang dilalui arus lalu lintas dari Bandara Hang Nadim yang menuju pusat Kota Batam. Pada saat jam sibuk setiap harinya melintas sekitar 272 ribu kendaraan di kawasan Simpang Jam. FO Laluan Madani memiliki panjang 460 meter dengan 3 lajur disetiap arahnya. Pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan biaya Rp 180 miliar.

Mengenai unsur artistik yang ada di FO Laluan Madani ini, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan IV, Ditjen Bina Marga Junaidi mengatakan unsur tersebut berupa ornamen melayu yang dapat dilihat pada dinding dan pilar FO serta adanya lampu atraktif yang berganti warna sehingga sangat indah pada malam hari. “Dalam membuat desain orname, BPJN IV juga melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dimana setiap ornamen memiliki filosofi,” jelas Junaidi.

Misalnya saja pada dinding FO yang terdapat ornamen pucuk rebung memiliki filosofi harapan baik karena bambu merupakan pohon yang tidak mudah tumbang oleh tiupan angin. Ornamen Lebah Bergayut mencerminkan tentang rumah lebah madu yang dulu banyak terdapat di bumi Melayu Riau. Kemudian pada pilar jembatan terdapat ornamen besar berbentuk Bunga Tudung yang melambangkan perlindungan atau pengayoman.

Kementerian PUPR terus meningkatkan kelancaran konektivitas dimana setelah FO Laluan Madani, akan dilanjutkan dengan pembangunan FO di Simpang Kabil yang berjarak sekitar 3 km dari FO Laluan Madani. Direncanakan pembangunan akan dilakukan pada tahun 2019.

Sebelumnya pembangunan FO di Simpang Kabil sepanjang 400 meter akan dilakukan bersamaan dengan FO Laluan Madani, namun ditunda karena alokasi dana yang ada diprioritaskan untuk menyelesaikan pembangunan FO Laluan Madani. (***)

Advertisements

Menteri Basuki : PODSI Fokus Hadapi Asian Games XVIII

Menteri Basuki : PODSI Fokus Hadapi Asian Games XVIII

BATAM, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang juga Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) mengatakan terus mempersiapkan para atletnya yang akan bertanding pada Asian Games XVIII yang akan dibuka ‪pada 18 Agustus 2018‬. Dalam pesta olahraga Asia tersebut, untuk Cabang Olahraga Dayung akan dipertandingkan rowing, kano/kayak dan perahu naga.

“Dengan segala tantangan dan kesulitan yang dihadapi, kita tetap laksanakan latihan untuk meraih medali emas pada Asian Games XVIII mendatang. Para pengurus PODSI harus solid dan iklas bekerja, apapun akan kita bisa lalui bersama. Kita bersyukur usulan yang kita sampaikan kepada Inasgoc dan OCA disetujui untuk mempertandingkan perahu naga. Harus kita siapkan agar mendapatkan hasil sesuai target,” kata Menteri Basuki dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional PODSI dengan tema “Dengan Soliditas Organisasi Raih Sukses Asian Games 2018 Menuju Olympiade 2020 yang berlangsung di Kota Batam, ‪2-4 Maret 2018‬.

Pembukaan Rakernas dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga yang diwakili oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan dihadiri oleh para Pengurus Provinsi Podsi dari seluruh Indonesia. Turut hadir dalam pembukaan Rakerna yakni Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Ketua KONI yang diwakili Wakil II Bidang Pembinaan Organisasi Riyanto, Ketua KOI diwakili Plt. Sekjen KOI Hellen Sarita Delima.

Empat Wakil Ketua Umum PODSI juga hadir dalam Rakernas yakni Aan Kurnia, Hari Sidharta, Budiman Setiawan dan Imam Santoso yang juga menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso serta Sekjen PODSI Edy Suyono.

Waduk Jatiluhur dan Situ Cileunca, Pengalengan menjadi lokasi latihan para atlet dayung dan direncanakan tiga bulan menjelang Asian Games XVIII juga akan berlatih di Eropa untuk rowing dan kano. Untuk perahu naga, Menteri Basuki menyampaikan akan digelar Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden sebelum penyelenggaraan Asian Games.

Dalam mendukung Asian Games XVIII, Kementerian PUPR telah menyelesaikan berbagai pembangunan venue olahraga baik di Jakarta maupun Palembang salah satunya venue dayung di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang.

Menteri Basuki mengatakan venue dayung yang dibangun merupakan salah satu venue dayung terbaik di Asia. Venue dayung memiliki panjang 2200 meter dengan lebar 200 meter yang dilengkapi dengan tribun penonton dan menara start-finish. Kawasan sekitar venue juga dilakukan penataan sehingga menjadi rapi dan hijau sekaligus menjadi ruang terbuka hijau di Kota Palembang.

Sebelum pelaksanaan Rakernas, Menteri Basuki melakukan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Kepulauan Riau masa bakti 2017-2021 dengan Ketua Awang Herman. Menteri Basuki kepada para pengurus menyampaikan untuk dilakukan pembinaan atlet daerah Kepri yang berkesinambungan sehingga bisa menghasilkan atlet-atlet dayung berprestasi terlebih Kepri merupakan provinsi kepulauan.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi, Kepala BWS Sumatera IV Ismail Widadi dan Kepala BPJN IV Junaidi. (***)

Kementerian PUPR Dukung Industri Pariwisata Batam Melalui Pembangunan Rusun Mahasiswa

Kementerian PUPR Dukung Industri Pariwisata Batam Melalui Pembangunan Rusun Mahasiswa

BATAM, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau Rumah Susun (Rusun) Mahasiswa Batam Tourism Polytechnic (BTP) di Jl. Gajah Mada, Kota Batam yang telah selesai pembangunannya. Pembangunan Rusun Mahasiswa BTP dimulai pada 5 Mei 2017 yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Menteri Basuki dan selesai pada Desember 2017.

Pembangunan Rusun mahasiswa ini menelan biaya sebesar Rp. 10,8 miliar dan merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah. Dalam peninjauan Menteri Basuki didampingi Direktur BTP M. Nur Nasution melihat kondisi bangunan, kamar dan fasilitas rusun seperti ketersediaan air, listrik, dan meubelair.

Menteri Basuki mengatakan pembangunan Rusun dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata di Batam. Selain membangun Rusun Mahasiswa, Kementerian PUPR juga membangun untuk santri di pondok Rusun pesantren, aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan di kawasan Industri di berbagai daerah lain. Tahun 2018, Kementerian PUPR telah memprogramkan pembangunan 200 tower Rusun dimana 5 diantaranya berada di Kepri.

Mengenai besaran uang sewa yang akan dibayarkan mahasiswa, Menteri Basuki meminta kepada pengelola agar terjangkau dan diperuntukan untuk menutup biaya pemeliharaan dan pengelolaan Rusun saja, tidak bersifat mencari keuntungan. Para penghuni diprioritaskan adalah mahasiswa yang berasal dari luar Batam.

Rusun satu tower dengan tiga lantai ini memiliki 37 kamar tipe 24 yang mampu menampung 74 mahasiswa. Setiap kamar dihuni dua orang yang telah dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, meja, kursi, dan lemari pakaian. Rusun juga telah dilengkapi jaringan listrik, air bersih, dan kamar mandi umum di setiap lantai.

Pada lantai 1 terdapat 9 unit standar dan 2 unit difabel. Ruang serbaguna dan ruang pengelola juga berada dilantai ini. Sementara untuk lantai 2 dan 3 terdapat 13 unit standar. "Saya berharap pembangunan Rumah Susun ini bisa menambah semangat serta memberikan ketenangan dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses menimba ilmu," kata Menteri Basuki.

Turut hadir mendampingi kunjungan Menteri Basuki yakni Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Hari Suprayogi, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Erizal, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Kepulauan Riau Ismail Widadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IV Junaidi. (***)

Pasok Air Baku Kota Batam, Pembangunan Bendungan Sei Gong Rampung Akhir Tahun 2018

Pasok Air Baku Kota Batam, Pembangunan Bendungan Sei Gong Rampung Akhir Tahun 2018

BATAM, JURNAL IBUKOTA: Ketersediaan air baku vital bagi perkembangan Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sei Gong di Pulau Galang yang dimaksudkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air baku yang mendesak, baik untuk domestik maupun industri. Bendungan Sei Gong ditargetkan rampung pada akhir Desember 2018.

“Dalam beberapa tahun kedepan, Kota Batam diperkirakan akan mengalami defisit air. Oleh karena itu penting untuk mengoptimalkan potensi air yang tersedia, salah satunya dengan menampung aliran Sungai Gong. Pastinya Kota Batam dan sekitarnya akan menikmati manfaatnya,” kata Menteri Basuki saat meninjau pembangunan Bendungan Sei Gong, Jumat, (2/3/2018). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.

Bendungan dengan kapasitas 11,8 juta m3 direncanakan untuk mensuplai air baku sebesar 400 liter per detik yang akan diolah di instalasi pengolahan air di Kota Batam. Sementara untuk pembangunan saluran air akan menggunakan dana BP Batam dan Pemerintah Daerah. Namun Menteri Basuki mengatakan jika tidak mencukupi, APBN di Kementerian PUPR siap dialokasikan untuk mendukung pembangunan saluran.

Bendungan Sei Gong merupakan salah satu dari program pembangunan 49 bendungan baru yang tengah dibangun Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk kedaulatan pangan dan ketahanan air nasional.

Bendungan senilai Rp 238,44 miliar, dibangun sejak Desember 2015 dan ditargetkan tubuh bendungan rampung pada Agustus 2018 dan selesai seluruhnya pada akhir 2018. Saat ini progres fisik bendungan telah mencapai 77,53%. Pengadaan tanahnya dilakukan oleh Badan Pengelola (BP) Batam.

Menteri Basuki mengatakan saat ini pekerjaan yang dilakukan adalah penyelesaian konstruksi tubuh bendungan yang telah berada di level 6 meter dari yang ditargetkan 12 meter. “Masih ada beberapa persil tanah yang belum dibebaskan meskipun ini tanah negara tetapi ada masyarakat yang melakukan budidaya sehingga perlu diberikan uang kerohiman, bukan ganti rugi sesuai Perpres 56 Tahun 2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Proyek Strategis Nasional. Akhir Maret 2018 ini sudah akan dibayarkan,” jelas Menteri Basuki.

Salah seorang wanita paruh baya penerima uang kerohiman bernama Patricia sempat ditemui oleh Menteri Basuki di lokasi kunjungan. Ibu Patricia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan mendukung pembangunan Bendungan Sei Gong yang akan menjadi sumber air baku warga sekitar. Tidak lupa Patricia menitipkan salam kepada Menteri Basuki untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi kunjungan Menteri Basuki yakni Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Hari Suprayogi, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Kepulauan Riau Ismail Widadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IV Junaidi. (***)