Bila Ingin Menang, PDIP Harus Dukung Ridwan Kamil

Bila Ingin Menang, PDIP Harus Dukung Ridwan Kamil

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sampai saat ini elektabilitas Ridwan Kamil dari beberapa lembaga survei masih belum tertandingi oleh calon-calon lainnya di Pilgub Jawa Barat.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu mendukung ke Ridwan Kamil. Mengingat elektabilitasnya tinggi ketimbang calon lainnya.

"Selama ini kan Ridwan Kamil sebagai tokoh populer terutama di wilayah urban di Jawa Barat," ujar Airlangga saat dikonfirmasi, Jumat (29/12).

Menurutnya, elektabilitas Ridwan Kamil ini harus menjadi pertimbangan khusus dalam memberikan dukungan. Sebab, apabila partai berlogo kepala banteng ini tidak mendukung Ridwan Kamil. Maka, itu sama saja memberikan kemenangan ‎ke orang lain di Pilgub Jawa Barat.

"Iya saya pikir begitu (memberikan kemenangan ke calon lain), jadi itu saya pikir harus jadi satu pertimbangan bagi PDIP (dukung Ridwan Kamil)," katanya.

Dia menambahkan, apabila Ridwan Kamil dan PDIP resmi saling mendukung. Maka akan tercipta simbiosis mutualisme. Di mana, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tinggi, sedangkan PDIP punya 20 kursi di DPRD Jawa Barat.

"Sehingga wajar apabila PDIP menggandeng tokoh populer (Ridwan Kamil) di Jawa Barat," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan, PDIP pernah kalah di pilkada, termasuk Pilgub Jakarta. “Oleh karena itu PDIP harus mencari calon yang berpotensi menang,” ujarnya.

Apabila PDIP mendukung Ridwan Kamil maka kemungkinan menang, karena faktor elektabilitas tersebut. Sehingga, PDIP akan mendapatkan keuntungan juga di Pilpres 2019‎.

"Karena untuk politik 2019, PDIP ini akan memiliki porsi tawar politik yang‎ signifikan," katanya.

Jika PDIP tidak mendukung Ridwan Kamil maka akan ada kerugian yang didapatkan. PDIP sama saja kehilangan suara dalam pilpres di Jawa Barat.
"Jadi dengan mengusung Ridwan Kamil, PDIP akan mendapatkan political reward," pungkasnya. (***)

Advertisements

Uji Kompetensi Kementerian PUPR Mendapat Penghargaan Komisi Aparatur Sipil Negara

Uji Kompetensi Kementerian PUPR Mendapat Penghargaan Komisi Aparatur Sipil Negara

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk kategori Inovasi Penguatan Penerapan Sistem Merit Dalam Manajemen Aparatur Sipil Negara berupa inovasi pengembangan instrumen uji kompetensi teknis di bidang PUPR.

Piagam penghargaan diberikan oleh Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi kepada Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam acara malam penganugerahan penghargaan pejabat pimpinan tinggi madya teladan nasional dan anugerah KASN tahun 2017 di Jakarta, Kamis (29/12/2017).

Saat ditemui usai acara, Sekjen PUPR Anita Firmanti mengatakan Kementerian PUPR merupakan pionir penilaian kompetensi teknis yang belum banyak dilakukan di kementerian atau lembaga negara lainnya, sehingga KASN menilai hal ini merupakan suatu bentuk inovasi.

“Ini merupakan sebuah pengakuan dari Kementerian PAN RB dan KASN atas usaha kami dalam pengembangan sistem manajemen talenta dan seleksi yang lebih baik, khususnya untuk seleksi pejabat. Dengan inovasi sistem instrumen uji kompetensi telah menghasilkan seleksi yang lebih objektif. Kementerian PUPR juga sudah mengembangkan assessment center sebagai sarana uji kompetensi,” ujar Anita.

Penerapan manajemen ASN berbasis merit, merupakan pengelolaan dan penempatan ASN yang didasarkan pada aspek kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Hal ini merupakan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk mendapatkan profil aparatur yang mampu menjalankan fungsinya, maka dibutuhkan suatu penilaian yang objektif untuk menempatkan seorang pegawai dalam jabatan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian PUPR telah mengembangkan dan menerapkan model penilaian kompetensi pegawai yang terdiri dari penilaian potensi, penilaian kompetensi inti dan manajerial serta penilaian kompetensi teknis.

Khusus untuk penilaian kompetensi teknis, pegawai yang menjadi peserta uji kompetensi akan diberikan sejumlah pertanyaan tertulis berdasarkan bidang kompetensi teknis bidang PUPR yang berasal dari masing-masing tugas dan fungsinya, diantaranya bidang Sumber Daya Air (SDA), bidang Cipta Karya, bidang Bina Marga, bidang Penyediaan Perumahan, bidang Pembiayaan Perumahan, bidang Pembinaan Konstruksi dan bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Selain tes tertulis, pegawai yang diuji juga akan melalui wawancara berbasis kompetensi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat kepada para pemenang penerima penghargaan. Pada kesempatan tersebut ia mengatakan bahwa peran KASN dan sistem assessment akan semakin penting ke depannya, mengingat peningkatan peran ASN sebagai penyelenggara negara yang harus semakin profesional, berintegritas, dan berakhlakul karimah.

Sementara itu, Ketua KASN Sofian Effendi mengatakan, sistem merit dalam manajemen ASN bertujuan untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Sistem ini menurutnya juga lebih transparan dan objektif sehingga diharapkan dapat menghasilkan orang-orang terbaik untuk memimpin lembaga pemerintahan. (***)

Menko Puan Maharani Harap Tidak Ada Lagi Mismatch antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja

Menko Puan Maharani Harap Tidak Ada Lagi Mismatch antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong dunia industri agar membantu pendidikan maupun pelatihan vokasi di sekolah kejuruan dan Balai Latihan Kerja untuk mempercepat peningkatan kompetensi dari tenaga kerja Indonesia.
“Pada sejumlah SMK dan politeknik, industri harus selalu dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran, sehingga tidak ada lagi mismatch antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” ucap Menko Puan Maharani di Kantornya.
Menurut Puan, keterlibatan dunia usaha dalam membantu pemerintah akan membuat pendidikan dan pelatihan vokasi semakin masif dan fokus untuk meningkatkan kompetensi dan mengurangi angka pengangguran. "Saat ini, lembaga pendidikan vokasi di dalam negeri memang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dunia industri," kata Puan.
Oleh karena itu, kita perlu mendorong keterlibatan dunia usaha untuk bisa terus berkontribusi dalam mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja. Puan mengaku bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga kerja skill. Padahal sampai 2030 setidaknya Indonesia harus produksi 3,8 jutaan per tahun.
"Ini tantangan yang tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah jadi harus melibatkan dunia usaha dan melibatkan masyarakat lainnya," terang Puan.
Keinginan Puan dalam melibatkan dunia usaha ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tersebut, lima menteri kabinet kerja telah menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi.
Sebagai informasi, kelima menteri tersebut adalah Menteri Perindustrian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara. (***)

Menko Puan: Pemerintah Optimistis Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia

Menko Puan: Pemerintah Optimistis Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus berupaya untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Khususnya pada kemandirian penyediaan bahan pangan.
Menko Puan Maharani berharap Indonesia mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang ada dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perkembangan infrastruktur yang ada. “Sehingga dari hal tersebut, peningkatan daya saing perekonomian Indonesia bisa terwujud,” ucap Menko Puan Maharani di Kantornya.
Adapun sampai saat ini, kata Puan, pemerintah telah menetapkan target dan sasaran program ‘Nawa Cita’ yang terus digulirkan, termasuk semua program yang mengarah pada bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. “Demi terwujudnya Nawa Cita kita semua butuh kerja nyata, program prioritas bidang pembangunan manusia dan kebudayaan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia," kata Puan.
Sedangkan di sisi lain, Puan menjelaskan bahwa kapasitas hidup manusia Indonesia itu mencakup Revolusi Mental; Pemberdayaan masyarakat; dan peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi. Menko PMK menekankan bahwa revolusi mental merupakan gerakan partisipasi pemerintah dan masyarakat. “Untuk mencapai target sasaran pembangunan maka pemerintah harus terus mengoptimalkan kinerjanya,” terang Puan.
Saat ini pemerintah telah mencanangkan percepatan pembangunan yang fokus pada upaya untuk mengatasi kemiskinan, ketimpangan dan kesejahteraan sosial. Tiga langkah strategis tersebut ditujukan agar berhasil mengatasi semua masalah berkaitan percepatan pembangunan, dan infrastruktur, penyiapan kapasitas produktif dan sumberdaya manusia serta Deregulasi dan Debirokrasi.
Dalam hal ini Kemenko PMK telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kemendes, Kemenkes, dan Kemenpora.
Menghadapi tahun 2018 sampai berakhirnya Kabinet Kerja, Kemenko PMK akan terus meningkatkan pembangunan masyarakat dan produktivitasnya antara lain dengan upaya penurunan risiko bencana; kompetensi SMK berakreditasi; SMA/MA berakreditasi minimal B; prodi perguruan tinggi berakreditasi minimal B; meningkatnya jumlah sertifikasi tenaga ahli; meningkatkan jumlah lembaga pelatihan kerja berbasis kompetensi; dan meningkatnya jumlah tenaga kerja keahlian menengah yang kompeten. ”Kita berharap terjadi percepatan sumber daya manusia yang produktif," harap Menko PMK. (***)

Lestarikan Cagar Budaya, Kemenko PMK Anggap Potensi Besar Bagi Dunia Wisata

Lestarikan Cagar Budaya, Kemenko PMK Anggap Potensi Besar Bagi Dunia Wisata

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkomitmen untuk memajukan kebudayaan nasional agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Khususnya terkait cagar budaya Indonesia yang memiliki potensi besar bagi dunia pariwisata.

"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa hebat. Keragaman masyarakat, budaya dan situs-situs bersejarah merupakan modal besar untuk mendatangkan jutaan wisatawan untuk berkunjung," ucap Asisten Deputi (Asdep) Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari di Kantornya.

Banyak potensi cagar budaya yang ada di Indonesia, selama ini dirasakan belum berdampak positif bagi masyarakat. Seharusnya, kata Pamuji, cagar budaya di masing-masing daerah bisa menjadi tempat edukasi, wisata hingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Cagar budaya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan, dan kesejahteraan,” tegasnya lagi.
Pamuji mengambil contoh cagar budaya di Yogyakarta yang dirasakan mempunyai andil cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama bagi masyarakat/komunitas di sekitar kawasan daerah tujuan wisata.

“Di samping itu pariwisata dapat menjadi wahana bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air, menjaga kelestarian lingkungan, menjaga nilai-nilai tradisi dan sosial budaya, serta dapat dijadikan wahana untuk mengatasi pengangguran dan penanggulangan kemiskinan," katanya.

Lebih lanjut, Pamuji menjelaskan bahwa dalam mengembangkan cagar budaya memang banyak tantangannya. Contohnya, cagar budaya yang terkena langsung oleh hujan dan sinar matahari sangat rentan mengalami kerusakan dan pelapukan. Belum lagi kerusakan yang disebabkan oleh manusianya.
Karena itu, ia menganggap bahwa untuk menjaminkan keberlanjutan cagar budaya, maka ia harus dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan serta pembinaan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi kemakmuran rakyat.

"Kita memerlukan upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah," tambah Pamuji. Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah koordinasi dengan K/L terkait.
Bagi Pamuji, pelestarian cagar budaya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dan semuanya mempunyai peran yang sama.

“Untuk lebih mengoptimalkan upaya pelestarian cagar budaya, maka koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan. Seiring dengan itu, maka seluruh program kegiatan pelestarian cagar budaya harus direncanakan secara sistematis, terpadu, terintegrasi, dan berkesinambungan, serta berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” harap Pamuji lagi. (***)

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.
Menurut Sidqy, potensi kekayaan alam di desa sangat melimpah, tetapi belum digarap secara optimal. Lantaran kondisi tersebut, kesejahteraan masyarakat desa belum bisa tercapai secara menyeluruh.

"Desa-desa di Indonesia sangat subur dan jadi gudangnya potensi, salah satunya bidang pertanian," tutur Sidqy.
Bagi Sidqy, masyarakat perdesaan telah berabad-abad mengembangkan cara atau teknik bertani, sesuai jenis tanaman, karakter lokasi, tanah, dan iklim setempat, sehingga berkelanjutan menopang kesejahteraan masyarakatnya hingga saat ini.

"Jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak," tuturnya.
Sidqy melihat salah satu contoh potensi pertanian yang bisa menjadi nilai ekonomi yang cukup tinggi adalah kopi. Baginya kopi itu sudah ada dan berkembang di Indonesia sejak lama, dan sampai saat ini kopi digemari oleh semua masyarakat dunia. "Kopi yang dihasilkan dari Indonesia selalu menjadi unggulan di Internasional," terangnya.

Sidqy juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi penghasil kopi terbesar keempat setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2014 mencapai 685 ribu ton (80 persen jenis Robusta) atau sekitar 6 persen dari produksi dunia yang sebesar 8,6 juta ton. "Inilah mengapa saya katakan bahwa potensi ini harus bisa dioptimalkan dengan baik," katanya.
Perlu diketahui bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini dituangkan dalam poin ketiga Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (***)

Kemenko PMK: Bangsa Yang Maju Itu Disebabkan Pondasi Karakter Yang Kuat

Kemenko PMK: Bangsa Yang Maju Itu Disebabkan Pondasi Karakter Yang Kuat

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Agus Sartono menginginkan semua anak bangsa dapat membangun integritas melalui pendidikan karakter.
"Kita semua sepakat bahwa jika pondasi kita kokoh apapun di atasnya dibangun itu pasti kokoh juga," ucap Prof. Agus Sartono di Kantor Kemenko PMK.
Agus meyakini bahwa seseorang yang ilmunya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dipastikan ia memiliki karakter yang kuat. Karan itu, kata Agus, pendidikan karakter harus dijadikan motivasi bagi setiap orang. “Alangkah baiknya jika setiap individu mampu menjadi guru bagi diri sendiri dan sesamanya saat ia berada di lingkungannya,” ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa pendidikan itu harus diterapkan melalui lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini penting, agar pendidikan tidak dimaknai sekedar mata pelajaran tetapi untuk menumbuhkan nilai. "Orang yang berkarakter tidak mungkin melakukan korupsi bahkan ancaman korupsi akan bisa diatasi melalui pendidikan karakter," terang Agus. "Kita butuh orang yang cerdas dan berkarakter di masa mendatang," tambahnya.
Disisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga sepakat bahwa penguatan pendidikan karakter itu adalah amanah dari janji presiden dan wakil presiden yang tertuang di dalam program aksi Jokowi JK, kemudian diterjemahkan lebih lanjut sebagai bagian dari nawacita.
Menurut Muhadjir, pendidikan karakter itu harus diterapkan dari jenjang dasar SD dan SMP. Materi jenjang waktu yakni 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pengetahuan.
"Berarti sekolah SD dan SMP harus berubah. Harus ada restorasi pendidikan," katanya saat mengikuti kegiatan seminar pendidikan dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kamis (28/12/2017).
Lebih lanjut ia menjelaskan, bila di sekolah SD dan SMP masih padat dengan memberi pengetahun pada peserta didik, itu tidak zamannya lagi. Ia menilai di SD dan SMP harus berisi penguatan karakter pada siswa. Hal ini karena pendidikan karakter adalah pondasi dari pendidikan lebih lanjut.
Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya terkait dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara. Nantinya masing-masing K/L juga akan menyusun modul khusus Bela Negara yang disesuaikan dengan tugas dan fungsinya. (***)

86 Ribu Kendaraan Diprediksi Akan Meninggalkan Jakarta pada Arus Mudik Libur Panjang Tahun Baru

86 Ribu Kendaraan Diprediksi Akan Meninggalkan Jakarta pada Arus Mudik Libur Panjang Tahun Baru

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: AVP Corporate Communication
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.Dwimawan Heru mengatakan volume lalu lintas (lalin) arus mudik yang menuju arah Cikampek via Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama pada Jumat (29/12) diprediksi mencapai 86 ribu kendaraan atau meningkat 10% dari kondisi volume lalin normal sebesar 78 ribu kendaraan.

Menurut dia, untuk volume lalin H+3 Liburan Natal dan Tahun Baru atau Kamis, 28 Desember 2017 yang keluar dari Jakarta mencapai lebih dari 80 ribu atau meningkat 12.4% dari lalin harian normal sebesar 72 ribu kendaraan. Sedangkan untuk H+2 atau 27 Desember 2017, volume lalin meningkat 13,25% yaitu sebesar 80 ribu lebih dari lalin normal sebesar 71 ribu kendaraan. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat masih banyak yang melakukan perjalanan baik untuk tujuan liburan maupun silaturahmi.

Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanannya, mengingat hari ini dan besok tidak ada Pembatasan Operasional Mobil Barang pada Masa Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, serta selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan layak operasi. Untuk memastikan kelancaran perjalanan, Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo dan melakukan top up uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. (Agus)

2.341 Kejadian Bencana, 377 Tewas dan 3,5 Juta Jiwa A Mengungsi serta Menderita Akibat Bencana Tahun 2017

2.341 Kejadian Bencana, 377 Tewas dan 3,5 Juta Jiwa A Mengungsi serta Menderita Akibat Bencana Tahun 2017

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Tahun 2017 segera berakhir. Bencana selalu menyertai setiap waktu di tahun 2017. Data sementara, tercatat 2.341 kejadian bencana selama tahun 2017. Rincian kejadian bencana tersebut terdiri dari banjir (787), puting beliung (716), tanah longsor (614), kebakaran hutan dan lahan (96), banjir dan tanah longsor (76), kekeringan (19), gempabumi (20), gelombang pasang dan abrasi (11), dan letusan gunungapi (2). Sekitar 99 persen adalah bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipengaruhi oleh cuaca dan aliran permukaan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dampak yang ditimbulkan akibat bencana selama tahun 2017, tercatat 377 orang meninggal dan hilang, 1.005 orang luka-luka dan 3.494.319 orang mengungsi dan menderita. Kerusakan fisik akibat bencana meliputi 47.442 unit rumah rusak (10.457 rusak berat, 10.470 rusak sedang dan 26.515 rusak ringan), 365.194 unit rumah terendam banjir, dan 2.083 unit bangunan fasilitas umum rusak (1.272 unit fasilitas pendidikan, 698 unit fasilitas peribadatan dan 113 fasilitas kesehatan).

Bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Tercatat 156 orang tewas, 168 jiwa luka-luka, 52.930 jiwa mengungsi dan menderita, dan 7 ribu lebih rumah rusak akibat longsor selama 2017. Sejak tahun 2014 hingga 2017, bencana longsor adalah bencana yang paling mematikan. Paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal dunia. Seringkali longsornya kecil namun menyebabkan satu keluarga meninggal dunia. Hal ini disebabkan jutaan masyarakat tinggal di daerah-daerah rawan longsor sedang hingga tinggi dengan kemampuan mitigasi yang belum memadai. Implementasi penataan ruang harus benar-benar ditegakkan untuk mencegah daerah-daerah rawan longsor berkembang menjadi permukiman.

Menurut Sutopo, dampak banjir menyebabkan 135 orang tewas, 91 jiwa luka-luka, lebih dari 2,3 juta jiwa menderita dan mengungsi, dan ribuan rumah rusak. Puting beliung atau angin kencang juga terus mengalami peningkatan. Dari 716 kejadian putting beliung telah menyebab 30 jiwa tewas, 199 jiwa luka, 14.901 jiwa mengungsi dan menderita, sekitar 15 ribu rumah rusak.

Pengaruh siklon tropis Cempaka pada 27-29 November 2017 menyebabkan bencana di 28 kabupaten/kota di Jawa. Banjir, longsor dan puting beliung menyebabkan 41 orang tewas, 13 orang luka-luka dan 4.888 rumah rusak. Daerah yang paling terdampak adalah di Pacitan, Wonogiri, Kulon Progo dan Gunung Kidul karena berdekatan dengan posisi Siklon Tropis Cempaka.

Data BMKG selama tahun 2017 hingga 20/12/2017, telah terjadi 6.893 kali gempa, dimana gempa dengan kekuatan lebih dari 5 SR sebanyak 208 kali, gempa dirasakan 573 kali, dan gempa merusak sebanyak 19 kali. Artinya hampir setiap hari terjadi gempa dengan rata-rata 19 kali. Dampak gempa yang merusak adalah gempa 6,9 SR di Barat Daya Tasikmalaya yang menyebabkan lebih dari 5.200 rumah rusak.

Sedangkan dari 127 gunungapi di Indonesia, hanya ada 2 gunungapi yang status Awas yaitu Gunung Sinabung sejak 2/6/2015 hingga sekarang dan Gunung Agung sejak 27/11/2017 hingga sekarang. Suatu gunungapi jika statusnya Awas maka berpotensi tinggi terjadi erupsi. Erupsi pasti terjadi selama gunung tersebut berstatus Awas. Yang penting masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius berbahaya yang ditetapkan PVMBG. Di luar radius bahaya tersebut maka kondisinya aman dan normal. Sementara itu 18 gunungapi status Waspada. Lainnya status normal.

Upaya komprehensif dalam pencegahan dan pemadaman yang kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan hasil yang signifikan. Selama 2017, luas kebakaran hutan dan lahan hanya 150.457 hektare atau menurun 65,7 persen dibandingkan tahun 2016. Begitu juga jumlah titik panas berkurang 33 persen. Tidak ada bandara, sekolah dan aktivitas masyarakat yang terganggu oleh asap. Selama 2 tahun terakhir, asap kebakaran hutan dan lahan tidak ada yang sampai mengganggu negara tetangga.

Dari sebaran bencana, daerah paling banyak terjadi bencana adalah di Jawa Tengah (600 kejadian), Jawa Timur (419), Jawa Barat (316), Aceh (89), dan Kalimantan Selatan (57). Sedangkan untuk kabupaten/kota, daerah yang paling banyak terjadi bencana adalah Kabupaten Bogor (79), Cilacap (72), Ponorogo (50), Temanggung (46), dan Banyumas (45).

Kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana mencapai puluhan trilyun rupiah. Hingga saat ini masih dilakukan perhitungan dampak dari bencana. Kerugian ekonomi paling besar akibat bencana selama tahun 2017 adalah dampak dari peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi Gunung Agung di Bali. Penetapan status Awas pada September 2017 yang kemudian terjadi erupsi Gunung Agung pada 26-30 November 2017 telah menyebabkan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 11 trilyun. Kerugian ini sebagian besar berasal dari kredit macet masyarakat yang harus mengungsi dan dari sektor pariwisata. Menteri Pariwisata menyatakan kerugian di sektor pariwisata di Bali mencapai Rp 9 trilyun dari dampak erupsi Gunung Agung.

Beberapa kerusakan dan kerugian akibat bencana yang terjadi pada tahun 2017 antara lain adalah banjir dan tanah longsor pengaruh Siklon Tropis Cempaka sekitar Rp 1,13 trilyun, banjir Belitung Rp 338 milyar, banjir dan longsor di Lima Puluh Koto Rp 253 milyar, longsor Cianjur Rp 68 milyar dan lainnya.

Tentu saja bencana ini banyak berpengaruh pada masyarakat yang terdampak. Bencana memerosotkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat yang mengalami bencana berulang, seperti banjir di daerah Dayeuhkolot, Baleendah dan sekitar Sungai Citarum banjir melanda masyarakat sekitar 10-15 kali setahun. Begitu juga bagi masyarakat di sekitar Sungai Bengawan Solo, Sungai Kemuning di Madura dan lainnya yang terlanda banjir berulang. Lahan pertanian yang terendam banjir menyebabkan gagal panen. Petani menanam padi dengan modal hutang, yang akhirnya tidak mampu membayar hutang. Petani terpaksa hutang lagi untuk modal menanam padi berikutnya. Begitu juga masyarakat yang terkena bencana, harta miliknya hilang sehingga jatuh miskin dan memerlukan bantuan.

Kita memang tinggal di negara yang kaya bencana. Indonesia adalah laboratorium bencana. Bukan super market bencana. Untuk itulah sudah seharusnya kita harus siap menghadapi bencana. Bencana adalah keniscayaan. Besar kecilnya bencana sangat ditentukan oleh alam. Pengaruh manusia begitu dominan merusak alam, meningkatkan kerusakan hutan, degradasi lahan, kerusakan lingkungan, DAS kritis dan lainnya telah makin memicu terjadinya bencana. Untuk itulah, pengurangan risiko bencana harus menjadi mainstream dalam pembangunan di semua sektor. Pengurangan risiko bencana menjadi investasi pembangunan untuk kita dan generasi mendatang.

Selamat menyongsong Tahun Baru 2018. Semoga kita makin tangguh menghadapi bencana. (Agus)

Europalia Arts Festival, 104 Hari Indonesia Memukau Eropa

Europalia Arts Festival,
104 Hari Indonesia Memukau Eropa

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan Europalia Arts Festival Indonesia, perhelatan seni dan budaya multidisiplin bergengsi terbesar ini telah
berlangsung selama 80 hari di Belgia.

"Indonesia sebagai tamu kehormatan tahun ini sukses memukau Eropa dengan
beragam seni pertunjukan, tari, musik, pameran, instalasi, komik dan sastra di beberapa kota di Belgia, dan di enam
negara lain yakni di Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Polandia dan Austria," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam Taklimat Media di Jakarta, Kamis, (28/12/2017).

Menurut dia, Europalia Arts Festival Indonesia telah menyajikan berbagai kegiatan seperti pameran, musik, seni pertunjukan, sastra,
hingga film.

"Ajang ini melibatkan sebanyak 316 pekerja seni dalam pelaksanaan di 262 karya dan program kegiatan, 109 pertunjukan tari dan teater, 68 musik, 33 sastra, 35 film dan 14 pameran," katanya.

Hilmar mengatakan, Ancestors & Rituals, Power and Other Things serta Kingdom of the Sea adalah 3 pameran yang telah memukau warga Eropa dengan sajian budaya leluhur, artefak, dan keindahan seni nya. Pameran telah dibuka sejak Oktober 2017 dan masih akan berlangsung hingga 14 Januari untuk Ancestors & Rituals dan 21 Januari 2018 untuk yang lain.

Pameran ini mengundang minat besar warga Eropa yang berdatangan tidak hanya dari Belgia saja hingga berjumlah ratusan orang hampir tiap harinya bersama komunitas mereka, secara individual hingga kelompok anak-anak sekolah.

Power and other Things, pameran yang menyuguhkan Indonesia dan kesenian sejak 1835 hingga kini telah membawa
pengunjung BOZAR di Brussels dalam perjalanan melalui sejarah Indonesia yang bergolak, mulai dari kolonialisasi Belanda dan
masa kependudukan Jepang hingga saat ini. Melalui mata empat seniman abad ke-19 dan ke-20 kita melihat bagaimana seni berangsur-angsur berevolusi.

Dalam karya seniman kontemporer seperti Agung Kurniawan, Wendelien van Oldenborgh, Ana Torfs dan banyak lainnya, mengunggah bagaimana perdagangan, budaya, agama dan perang saling
terkait erat di Indonesia.

Salah satu karya kebudayaan maritim bertajuk Kingdom of the Sea yang menjadi pusat perhatian dunia di Pameran Archipel di museum La Boverie di kota Liège adalah perahu Padewakang yang dibuat di Tana Beru Bulukumba. Proses pembuatan dan penyelesaiannya yang cukup unik membuat terkesima banyak pengunjung. Untuk bagian-bagian lain seperti layar karoroq dan tali-tali tradisional telah dibuat di Mandar, Sulawesi Barat. Sedangkan layarnya ditenun oleh
wanita di Kampung Lanu Campalagian lalu dibuat oleh nelayan Pambusuang. Ada pula tali yang terbuat dari ijuk dan
sabut kelapa dipintal di Lambe, Karama. Proses awal pambuatan perahu ini dimulai sejak April 2017.

Perakitan perahu
sengaja tidak diselesaikan dikarenakan dibongkar ulang untuk memudahkan pengirimannya. Pada 20 September lalu
perahu ini tiba di Museum Nasional dan kemudian, dikirimkan ke Belgia menggunakan pesawat udara. Setidaknya ada kurang lebih 300 bagian perahu dengan total beratnya 3,8 ton. Perahu Padewakang memiliki ukuran 12 meter, lebarnya
tiga meter, dan tingginya lebih dua meter. Menariknya para pandai perahu ikut serta dalam menyelesaikan perahunya
langsung di Liège, Belgia. Tukang yang membuat perahu tersebut terdiri dari Muhammad Ali Jafar, Muhammad Usman
Jafar, Bahri, dan Harli.

Di Performance Klub dengan kurator Alia Swastika, Philippe Van Cauteren dan Ann Hoste yang sudah berlangsung sejak
20 Oktober 2017 lalu, sukses memukau Eropa dengan pertunjukan-pertunjukannya. Salah satu artis yang menggunakan
mural dalam performance nya adalah Setu Legi. Selain itu dalam Performance Klub beberapa seniman yang telah tampil
adalah Arahmaiani, Duto Hardono, Iwan Wijono, Melati Suryodarmo, Moelyono dan emerging artists atau seniman yang
tengah dibicarakan seperti: 69 Performance Club, Padjak dan Elisabeth Ida yang akan tampil pada 11 Januari 2018
mendatang. Performance Klub di kota Gent di Belgia diperpanjang hingga 18 Februari 2016
Tak kalah menarik perhatian warga Eropa, Seni pertunjukan dan Musik memiliki daya tarik tersendiri yang mampu membuat warga Eropa terpukau dan memberikan standing ovation. Adalah Peni Candra Rini vokalis sinden berkolaborasi dengan koreografer Ade Suharto yang membawakan ONTOSOROH dengan lantunan vokalnya yang kuat, alunan musik dari instrumen gamelan dan gitar yang dibuat khusus serta gerakan tarian khas Indonesia dibawakan dengan
apik hingga pandangan penonton terpaku satu jam lebih ke panggung.

Kesusasteraan

Dari beberapa seniman sastra puisi dan prosa yang berangkat ke Belgia dan Belanda, nama-nama penulis
yang berpartisipasi dalam memeriahkan ajang festival seni Europalia ini di antaranya adalah Margareta Asmatan, Iksaka
Banu, Norman Erikson Pasaribu, Ben Sohib, Zubaidah Djohar, Godi Sawarna, Tan Lioe IE, Intan Paramadhita, dan Ayu
Utami.

Terlihat minat masyarakat Belgia terhadap karya sastra Indonesia saat dilaksanakan dialog sastra di beberapa venues.
Komik Indonesia mendapatkan tempat di hati peminat seni komik Belgia. Antusiasme masyarakat Belgia sebagai negara
dimana boleh dikata komik-komik terkenal berasal seperti Tintin, Smurfs, Cubitus dan masih banyak lagi, sangatlah
tinggi.

Selain diskusi komik Indonesia oleh Seno Gumira Ajidarma dan Beng Rahadian, beberapa seniman komik mudaIndonesia seperti Prihatmoko Moki didapuk untuk membuat fresco di permukaan fasad kaca di Muntpunt dan Yudha
Sandy telah mendapatkan kesempatan untuk membuat mural seperti di Strombeek CC, bahkan Yudha Sandy melakukan
dialog dan workshop teknik komik paper-cutting nya dengan anak-anak sekolah di Brussels. Sejarah komik bertajuk Comics in Indonesia (1929 – 2017) di Bibliotheca Wittockiana menampilkan komik popular yang pernah terbit di
Indonesia karya dari beberapa seniman komik dari tahun 1930-an hingga kini termasuk seniman komik perempuan satu�satunya yang hadir yakni Sheila Roswita.

Adapun untuk seni instalasi yang juga telah mendapatkan perhatian besar adalah seni instalasi bambu Eko Prawoto
berjudul Bale Kambang di MAS Antwerpen, karya instalasi bambu ini walaupun telah mengalami penyesuaian dari
desain aslinya namun telah menuai sukses …. Seni instalasi lainnya yang dipamerkan di tempat yang terbilang di kota
kecil Hornu di Belgia, karya Jompet Kuswidananto berjudul On Paradise juga telah menuai decak kagum dan minat
pecinta seni untuk menghadirinya. Indonesia dengan seni kontemporer nya telah menawan public Eropa.
Film. Adapun untuk tema-tema film yang akan ditampilkan di ajang Europalia di Januari 2018 di Belgia adalah sosial,
urban youth, aanak-anak, arthouse, keagamaan, perempuan, sexuality, politik, action dan art cinema. Film yang
mengangkat tema sosial ada enam meliputi Puisi Tak Terkuburkan, Its’ Not Outside, Negeri Di Bawah Kabut (The Land
Beneath The Fog), Nokas, Sang Penari (The Dancer), dan Serpong. Ada dua film bertemakan urban youth diantaranya
Kuldesak dan A Copy of My Mind. Sedangkan yang bertemakan children ada 5, yaitu Laskar Pelangi (The Rainbow
Troops), Sang Pemimpi (The Dreamer), Jermal, Salawaku, dan Atambua. Untuk tema arthouse berjumlah dua film seperti
Opera Jawa (Requiem From Java) dan Postcards From The Zoo. Sementara tema religion berjumlah tujuh ialah 3 Doa 3
Cinta (Pesantren: 3 Wishes 3 Loves), Tanda Tanya (?), Lewat Sepertiga Malam (After A Third Of Night), Mencari Hilal
(Crescent Moon), Maryam, Generasi Baru, Bangkit dari Bayangan (Rising from the Shadows) . (Agus)