Gallery

Prof Djoko Saryono: Ada Ribuan Karakter yang Pengaruhi Kehidupan Masyarakat

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Tim Penguatan Pendidikan Karakter Kemdikbud Prof. Djoko Saryono mengatakan dalam masyarakat terdapat ribuan karakter-karakter kecil yang mempengaruhi kehidupan kita.

“Tetapi kalau kita kristalisasi bisa menjadi beberapa karakter utama yang dikembangkan. Indonesia misalnya memilih lima karakter utama yang dikembangkan. Singapura tiga, Thailand empat karakter utama yang dikembangkan,” kata Tim Penguatan Pendidikan Karakter Kemdikbud Prof. Djoko Saryono dalam diskusi Pendidikan di Perpustakaan Kemdikbud, Jakarta, Selasa (1/8/ 2017).

Prof Djoko mengatakan hal tersebut dalam diskusi Pendidikan bertajuk “Penguatan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Membangun Karakter Cerdas”.

Tampil sebagai narasumber dalam diskusi tersebut : (1) Dr. Arie Budhiman, Staf Ahli Mendikbud Bidang Pendidikan Karakter, (2) Prof. Djoko Saryono, Tim Penguatan Pendidikan Karakter Kemdikbud, (3) Henny Supolo, Penggiat Pendidikan Karakter dari Yayasan Cahaya Guru.

Menurut Djoko, pilihan-pilihan tersebut berbeda dalam setiap negara.

“Kalau ditanya mana yang paling penting, pertanyaan itu menjadi tidak relevan karena tidak ada obat generik yang sama untuk setiap negara,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, dalam masyarakat Indonesia sekarang kelima hal yang menjadi pilihan untuk penguatan pendidikan karakter (PPK) itu yang dianggap paling penting.

“Hanya saja kualitasnya untuk di Jakarta, Depok, Bekasi, daerah pedalaman atau daerah kepulauan, pilihannya akan berbeda-beda,” ujarnya.

Menurut dia, kalau ditarik serat-seratnya akan berujung pada kelima karakter pilihan itu.

“Tapi jangan pernah memilih salah satunya menjadi paling penting,” tambahnya.

Menurut dia, wilayah Indonesia sangat luas dengan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda untuk PPK. Kelima hal tersebut perlu dikembangkan semua dengan PPK yang berbeda pula bergantung pada daerah masing-masing.

“Lokalitas tempat-tempat tertentu tersebut yang akan menentukan pola-pola PPK di daerah tersebut,” katanya.

Prof Djoko melihat nilai-nilai karakter tersebut terpisah-pisah. Hal itu yang menjadi alasan mengapa terdapat perbedaan karakter antara Papua, Jawa atau daerah lainnya. Masyarakat yang agraris karakternya akan pasti berbeda dengan karakter masyarakat yang nelayan.

“Seorang yang religius pasti punya integritas. Seorang yang punya sifat gotong royong pasti punya integritas. Sebaliknya orang yang berintegritas pasti amanah yang berkaitan dengan religius,” katanya.

Henny Supolo, Penggiat Pendidikan Karakter dari Yayasan Cahaya Guru mengatakan guru berperan penting dalam PPK, karena guru menjadi panutan siswa dalam sebagian waktunya di sekolah.

Dona, seorang peserta diskusi yang juga seorang guru Bimbingan dan Konseling (BK) menilai ada anggapan dari para siswa bahwa kalau seorang siswa dikirim ke guru BK, berarti siswa tersebut bermasalah.

“Banyak siswa yang beranggapan bahwa kalau dikirim ke guru BK, mereka seperti masuk bengkel,” katanya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s