Gallery

Dadang Sunendar Buka Seminar Nasional Pengembangan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Dadang Sunendar Buka Seminar Nasional Pengembangan Kemahiran Berbahasa Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kepala Badan Bahasa Prof Dadang Sunendar mengatakan dengan menerapkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pihaknya berniat menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

“Kami sudah mempunyai UKB di Singapura dan Paris, sehingga nantinya orang asing yang masuk ke Indonesia baik sebagai mahasiswa atau tenaga kerja harus mempunyai level bahasa Indonesia yang sesuai,” kata Kepala Badan Bahasa Prof Dadang Sunendar ketika membuka Ceramah Ilmiah dan Seminar Nasional Pengembangan Kemahiran Berbahasa Indonesia di Badan Bahasa, Jakarta, Selasa (1/8/ 2017).

Tampil sebagai narasumber Dr Hurip Danu Ismadi (Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan), Prof Ir Nizam, MSc, DIC, PhD (Kepala Pusat Penilaian Pendidikan), Yahya Umar, PhD (Dewan Penasihat Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia), dan Dr Dora Amalia (Kepala Bidang Pengembangan Badan Bahasa).

Menurut Dadang, UKBI merupakan tes standar yang dikembangkan oleh Badan Bahasa untuk mengukur kemajiran berbahasa Indonesia penutur bahasa Indonesia, baik penutur sejati maupun asing.

“Kegiatan ini melibatkan 400 pemangku kepentingan di bidang kebahasaan yang terdiri atas peneliti, penerjemah, penyuluh, dosen, guru besar, guru, mahasiswa, para pejabat, wartawan dan penulis,” katanya.

Menurut dia, Badan Bahasa sebagai lembaga yang memiliki visi mewujudkan insan berkarakter dan jati diri bangsa melalui bahasa dan sastra Indonesia memegang peran penting dalam memperkukuh kedudukan bahasa Indonesia di tingkat nasional, mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia di tingkat regional, dan memartabatkan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Dadang menambahkan bahwa secara hukum peran itu dikuatkan dengan Undang-undang No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Menurut dia, salah satu usaha memperkukuh kedudukan bahasa Indonesia di tingkat nasional, regional dan internasional yang dilakukan oleh Badan Bahasa adalah dengan mengembangkan alat uji kemahiran berbahasa Indonesia yang disebut dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

“Sebelum undang-undang tentang kebahasaan lahir, gagasan UKBI telah dihadirkan sebagai wujud komitmen para ahli bahasa, ahli pengajaran bahasa, dan praktisi berbagai bidang dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada 1988,” ujarnya.

Menurut Dadang,situasi kebahasaan di Indonesia yang memiliki karakteristik multilingual menuntut pengambil kebijakan bahasa untuk secara aktif, kreatif, dan bijaksana dalam mengukuhkan kedudukan bahasa Indonesia agar menjadi pilihan utama dalam berkomunikasi di ruang publik, di ruang birokrasi, dan di ruh pendidikan.

“Bahasa Indonesia berada di antara 646 bahasa daerah terkodifikasi dan di antara belasan bahasa asing yang aktif digunakan dalam berkomunikasi di Indonesia,” tuturnya.

Terkait dengan pengutamaan bahasa Indonesia, katanya, penutur jati yang memiliki kualifikasi sebagai pekerja dalam bidang kebahasaan, komunikasi, pendidikan dan pelatihan serta penutur jati yang akan menyelesaikan jenjang pendidikan di perguruan tinggi diharapkan memiliki kesadaran utih untuk meningkatkan kemahiran berbahasanya.

“Hal itu dapat diawali dengan keikutsertaannya dalam UKBI,” ujarnya.

Setelah mengetahui pada peringkat dan predikat dalam UKBI, katanya, penutur jati dapat menyesuaikan diri dalam usaha peningkatan atau pemertahanan kemahirannya dalam berbahasa Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s