Gallery

Kementerian PUPR Luncurkan Situs Layanan Konsultasi Investasi Infrastruktur

This gallery contains 1 photo.

Kementerian PUPR Luncurkan Situs Layanan Konsultasi Investasi Infrastruktur Jakarta — Dalam rangka mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing di era teknologi digital, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi meluncurkan layanan informasi investasi infrastruktur berbasis … Continue reading

Gallery

Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Jalan dan Pemenuhan Kebutuhan Air Baku di Banten

This gallery contains 1 photo.

Dukung Pengembangan Kawasan Strategis di Banten, Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Jalan dan Pemenuhan Kebutuhan Air Baku SERANG, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dukungan untuk pengembangan kawasan strategis di Banten, antara lain Kawasan Strategis Pariwisata Nasional … Continue reading

Gallery

Realisasi Keuangan Belanja Infrastruktur PUPR Hingga Akhir Agustus 2017 Lebih Tinggi 5,43 % daripada 2016

This gallery contains 1 photo.

Realisasi Keuangan Belanja Infrastruktur PUPR Hingga Akhir Agustus 2017 Lebih Tinggi 5,43 % daripada 2016 JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Progres realisasi keuangan dan fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per 29 Agustus 2017 pukul 12.00 WIB telah mencapai 46,8 … Continue reading

Kemenkop dan UKM Dorong Kader NU Jadi Wirausaha

Kemenkop dan UKM Dorong Kader NU Jadi Wirausaha

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam era ekonomi kreatif sekarang ini, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengajak seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU) menjadi wirausaha sejati bukan sekadar pedagang biasa.

“Misalnya, ada barang seharga Rp 100 ribu, dijual Rp 150 ribu, dan untung Rp 50 ribu. Itu namanya pedagang. Kalau enterpreneur, barang itu dimodali lagi Rp 50 ribu dengan tambahan desain agar menarik plus kemasan yang bagus, dia bisa menjual barang itu seharga Rp 500 ribu”, papar Agus pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bidang Ekonomi PB Nahdlatul Ulama (NU) bertema Skema Pembiayaan Koperasi dan UKM, di Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Dalam acara yang dihadiri Ketua Bidang Ekonomi PBNU Umar Syah, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI Catur Budi Harto, dan Direktur Keuangan LPDB KUMKM Fitri Rinaldi, Agus menegaskan bahwa di kancah ekonomi kreatif para wirausaha harus kreatif untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk yang dihasilkannya. “Apalagi, sekarang zaman serba digital, di mana pemasaran produk sudah melalui e-Commerce. Kita tidak perlu lagi sewa tempat sebagai toko, tidak lagi terbatas oleh ruang, waktu, dan jarak. Kita harus mampu memanfaatkan kemajuan zaman”, kata Agus.

Dalam kesempatan itu pula, Agus memaparkan program-program unggulan Kemenkop dan UKM. Di antaranya, database koperasi dengan memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK), izin usaha mikro dan kecil (IUMK) secara gratis, pengurusan hak paten atas produk (Haki), juga terkait pembiayaan seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan dana bergulir dari LPDB KUMKM. “Kita juga bisa memfasilitasi kalau ada yang mau pelatihan e-Commerce”, tandas Agus.

Sementara Ketua Bidang Ekonomi PBNU Umar Syah menginginkan koperasi ditambah fungsi dan misinya tidak sekadar sebagai pelaku usaha. Lebih dari itu, koperasi harus menjadi transformator dan agen perubahan bagi kehidupan masyarakat.

“Karena, bila kita bicara KUMKM, maka kita bicara ekonomi bangsa secara menyeluruh. Dan mayoritas masyarakat kita adalan pelaku koperasi dan UMKM”, tegas Umar.

Sedangkan Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI Catur Budi Harto mengungkapkan, ada fenomena menarik yang terjadi saat ini. Yaitu, di sisi lain, ada banyak UMKM yang membutuhkan kredit perbankan, tapi di sisi lain pihak bank juga sulit menyalurkan kredit khususnya ke pelaku UMKM. “Artinya, harus ada jembatan antara UMKM dan perbankan untuk memberikan informasi yang tepat”, jelas Catur.

Bahkan, lanjut Catur, pernah ada survei yang menyebutkan bahwa 52% UMKM tidak butuh kredit dari perbankan. “Khusus untuk usaha mikro dan kecil, sebenarnya bukan tidak butuh tapi perlu digali lebih dalam akan kebutuhan usahanya. Kalau kita tanya butuh kredit atau tidak, jawabnya ya tidak. Makanya, marketing bank harus pintar-pintar menggalinya, khususnya mengenai repayment capacity. Misalnya, tanya berapa dagang bakso laku sehari? Perlu perbaikan tempat tidak agar omzet meningkat? Lalu, bisa menabung dari keuntungan berdagang. Setelah digali dalam, pasti mau mengambil kredit”, jelas Catur.

Untuk mengembangkan wirausaha di Indonesia, kata Catur, Bank BNI memiliki produk kredit BNI Wirausaha dengan kredit maksimal Rp 1 miliar dengan suku bunga di bawah 10%. Bank BNI juga memiliki program Kampung BNI dengan tagline one village one product. “Dalam Kampung BNI bukan hanya mengenai pembiayaan, tapi juga klustering, kemitraan, juga pendampingan. Khusus untuk koperasi, Bank BNI sudah menyalurkan kepada 442 koperasi dengan nilai kredit Rp2 triliun”, pungkas Catur. (Agus)

SMESCO Perkuat Pemasaran lewat E-Commerce  

SMESCO Perkuat Pemasaran lewat E-Commerce

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Trend belanja online di Indonesia, kian pesat. Kenyataan ini tidak lepas dari pertumbuhan dan maraknya toko online maupun berbagai jenis bisnis secara online. Bahkan, para pengguna internet mayoritas memilih transaksi secara online ketimbang harus repot berbelanja ke pasar atau mal. Melihat potensi itu, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) akan lebih memperkuat pemasaran produk unggulan dari koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi mitra SMESCO Indonesia melalui jaringan online atau e-commerce.

Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi mengatakan, jualan dan belanja secara online harus diakui sangat berkembang. Karena itu, SMESCO Indonesia siap memasarkan produk-produk unggulan yang di-display di SMESCO untuk dipasarkan secara online.

’’Ya, memang kami juga melihat potensi pasar jualan online yang kian pesat. Makanya, kami tak ingin melewatkan peluang bisnis dari jaringan internet tersebut. Kami akan terus memperkuat pelayanan e-commerce,’’ ujar Emilia di sela-sela menghadiri Pelatihan Pemasaran Digital IWAPI dengan Facebook di Rumah Desain yang berlokasi di gedung SMESCO Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Trend yang sangat cepat tersebut harus dapat diikuti oleh para pelaku KUMKM dalam memasarkan produknya secara online. Karena itu, kata dia, saat ini SMESCO telah memiliki platform bisnis marketplace yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku KUMKM mendaftar menjadi merchant. ’’Produk yang telah menjadi member http://www.smescotrade.com akan kami perluas pasarnya melalui kerja sama yang kami lakukan dengan marketplace lainnya,’’ ujar Emilia.

Secara kelembagaan, ujar Emilia, Kementerian Koperasi dan UKM juga memiliki badan layanan umum atau lembaga teknis yang bertugas untuk mempromosikan dan memasarkan produk KUMKM dari seluruh Indonesia. Nah, SMESCO Indonesia difasilitasi secara permanen dengan ruang display produk yang terbagi menjadi tiga zona. Yaitu, Galeri Indonesia WOW, Rumah Desain, dan Paviliun Provinsi.

Menurut Emilia, di SMESCO, terdapat sekitar 2.000 pelaku KUMKM dengan 53.000 item produk yang telah menjadi mitra untuk dapat dilayani melalui tiga lingkup bisnis, yaitu penjualan ritel, online (e-commerce), dan pasar ekspor.

Melihat potensi ekonomi digital tersebut, kata Emilia, Kementerian Koperasi dan UKM serta SMESCO Indonesia terus mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung bisnis pelaku koperasi dan UMKM. ’’Saya berharap acara pelatihan bagi para pelaku UKM IWAPI yang bekerja sama dengan Facebook ini dapat mendorong tumbuhnya para pelaku KUKM digital di Tanah Air,’’ paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum IWAPI Nita Yudi menyatakan bahwa road show Digital Marketing Training Iwapi Facebook akan menjadi peran nyata IWAPI dalam mewujudkan pemerataan ekonomi digital sebagai upaya untuk mengejar target ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia pada 2020.

’’Sebarkan virus-virus kewirausahaan pada perempuan Indonesia agar mandiri secara ekonomi. Selama kita bisa kreatif, jangan takut hadapi perdagangan bebas,’’ tandasnya. (Agus)

Gallery

Kemenkop Gandeng Pesantren Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

This gallery contains 1 photo.

Kemenkop Gandeng Pesantren Kembangkan Ekonomi Kerakyatan SUKABUMI, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM melibatkan pesantren sebagai basis pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia KUMKM. Kegiatan pelatihan diadakan di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/8/2017). Deputi Bidang Pengembangan SDM, … Continue reading

By jurnalibukota Posted in Ekonomi