Gallery

Mendikbud Muhadjir Effendy Jadi Presiden SEAMEO

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ditetapkan menjadi President Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) berdasarkan rotasi menggantikan Menteri Pendidikan Thailand dalam sidang ke-49 organisasi itu di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

“Selama kepemimpinan Indonesia dalam SEAMEO Council diharapkan dapat memperoleh capaian kinerja yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Asia Tenggara,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam konferensi pers setelah penetapannya sebagai Presiden SEAMEO di Jakarta, Selasa (25/7/ 2017). Sidang SEAMEC ke-49 dilaksanakan 24-27 Juli 2017 di Jakarta.

Menurut dia, pengembangan pendidikan tersebut melalui berbagai program unggulan pendidikan bagi kawasan sekaligus memberikan peluang peningkatan kerjasama pendidikan bagi Indonesia.

“Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan adalah kemajuan implementasi tujuh prioritas SEAMEO bidang pendidikan tahun 2015- 2035 (SEAMEO 7 Priority Areas on Education 2015- 2035),” katanya.

Ketujuh prioritas tersebut, katanya, adalah mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini, mengatasi hambatan pendidikan inklusi, ketahanan dalam menghadapi keadaan darurat, mempromosikan pendidikan keahlian dan kejuruan, serta pelatihan, revitalisasi pendidikan guru, harmonisasi pendidikan tinggi dan penelitian serta adopsi kurikulum abad ke-21.

Direktur Sekretariat SEAMEO Gatot Hari Priowirjanto mengatakan SEAMEO terdiri atas 11 negara anggota (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam). SEAMEO juga mempunyai 8 negara asosiasi (Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Spanyol dan Inggris). Empat anggota afiliasi SEAMEO adalah British Council, China Education Association for International Exchange/CEAIE, The International Council for Open and Distance Education dan Tsukuba University.
Menurut Gatot, dalam menjalankan misi SEAMEO saat ini terdapat 21 regional centres di kawasan Asia Tenggara yang dimiliki SEAMEO yang jumlahnya akan bertambah menjadi 24 centres pada 2017.

“Indonesia menjadi tuan rumah enam SEAMEO Regional Centres yaitu 1) SEAMEO Biotrop di Bogor, Jabar, 2) SEAMEO Recfon di Salemba, Jakarta, 3) SEAMEO SEAMOLEC di Tansel, 4) SEAMEO Qitep ini Language di Jakarta, 5) SEAMEO Qitep ini Mathematic di Yogyakarta, 6) SEAMEO Qitep ini Science di Bandung, Jabar.

“Untuk mendukung program nasional dan melaksanakan implementasI prioritas 1 SEAMEO Seven priority areas, Indonesia akan mendirikan Regional Centre ketujuh yaitu SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) di Lembang, Jabar.

“Rencana pendirian SEAMEO CECCEP ini telah disahkan pada 49th SEAMEC melalui penandatanganan memorandum of agreement (MoA),” katanya.

Menurut Gatot, dalam rangkaian 49th SEAMEC Conference dilaksanakan pula dialog menteri pendidikan Asia Tenggara Ketiga (3rd SEAMEO Strategic Dialogue for Education Ministers /3rd SDEM).

“Tema SDEM kali Ini adalah Progress on the Implementation of the SEAMEO Education Agenda: Towards the Achivement of Sustainable Development Goal No. 4, “Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all.” katanya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s