Gallery

LPDB KUMKM Turunkan Suku Bunga Pinjaman Untuk Tingkatkan Pertumbuhan UKM di Daerah

PALEMBANG, JURNAL IBUKOTA.COM: Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM, menurunkan suku bunga pinjaman kepada koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam yang semula 8% per tahun menjadi 7% per tahun (sliding), dan efektif dilaksanakan pada tahun 2017. Hal tersebut sebagai upaya LPDB dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian melalui UKM di daerah, dalam hal ini Sumatera Selatan (Sumsel).

Dengan demikian, LPDB memberlakukan dua tarif layanan, di antaranya skim sektor ril bunga 4,5% per tahun (sliding) dengan jangka waktu 5-10 tahun dan skim simpan pinjam bunga 7% per tahun dengan jangka waktu 3-5 tahun.

“Palembang ini penyerapannya sangat kecil, hanya Rp 211 miliar. Maka kami datangi dengan harapan Sumsel dapat meningkatkan pertumbuhan UKM di daerahnya, mengingat pertumbuhan ekonomi di Sumsel ini cukup positif,” papar Direktur Utama LPDB Kemas Danial dalam acara Bimbingan Teknis Walk In Assessment LPDB KUMKM Provinsi Sumatera Selatan di Palembang Sumatera Selatan, Kamis (18/5/2017).

Bimbingan teknis tersebut diikuti oleh pelaku Koperasi dan UKM, serta turut hadir dalam acara tersebut Walikota Palembang Harnojoyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Dharma Budhy, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Ogan Ilir Faisal Muchtar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Rizali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang Hardayani, Direktur Pemasaran PT BPD Sumsel Babel Antonius, Direktur Utama PT lamkrida Sumsel Lili Kartika, dan Kepala Dinas Koperasi dari 17 Kota di provinsi Sumatera Selatan.

Kemas juga menjelaskan, bahwa total dana pinjaman yang disiapkan Pemerintah mencapai Rp 1,5 triliun. Dengan jumlah plafon pinjaman untuk koperasi minimal Rp 150 juta, dan untuk UKM minimal Rp 250 juta.

“Ini merupakan yang ke enam kali LPDB menyelenggarakan Assessment, dan rencananya Pak Presiden akan memberikan dana bergulir ini lebih besar lagi, hampir Rp 3 triliun akan ditambahkan. Tentu kami dari LPDB ini, ingin penyerapan dana bergulir ini harus betul-betul merata. Karena selama ini penyerapan paling besar di Jawa,” jelas Kemas.

Oleh karena itu, lanjut Kemas, wakil-wakil rakyat, terutama DPR Komisi VI RI menginginkan agar penyerapan ini ada pemeratan, terutama di luar Jawa harus diprioritaskan. Maka kami fokus assessment di luar Jawa, dan salah satunya Palembang. Karena Palembang ini memiliki potensi yang cukup baik.

“Kebangkitan UKM di Sumsel ini harus kita disupport. Untuk itu LPDB datang untuk mengajarkan tata cara membuat proposal, dan itu sangat penting. Karena UKM ini adalah pahlawan dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” terangnya
Untuk itu Kemas mengharapkan, agar LPDB ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh Kadis di daerah, mengingat bunga pinjaman yang ditawarkan LPDB sangat rendah.

“Oleh karena itu saya berharap provinsi Sumsel ini cepat memanfaatkan dana bergulir ini untuk meningkatkan pertumbuhan UKM di Sumsel,” tandasnya.
Adapun yang menjadi kriteria dari pengajuan pinjaman dana bergulir juga disebutkan Kemas yang di antaranya, besar lapangan kerja yang bisa diciptakan, merupakan usaha yang produktif, minimal usaha dua tahun, sudah berbadan hukum, dan menguntungkan atau bukan untuk membiayai usaha yang sedang mengalami kerugian.

Ia juga mengatakan bahwa tata cara peminjaman modal di LPDB memiliki standar internasional. Yang pertama yaitu pengajuan proposal dengan standar yang diajarkan dalam bimbingan teknis tersebut, kedua adalah peninjauan atau survei yang akan dilakukan langsung oleh LPDB, ketiga kelengkapan dokumen yang dibutuhkan, dan kemudian pencairan modal. Dalam pengajuan pinjaman modal tersebut, pelaku koperasi dan UKM juga tidak akan dikenakan biaya apapun.

“Sumber dana pinjaman kita ini dari APBN. Maka jangan disalahgunakan uangnya, karena ini uang rakyat. Kalau di tengah jalan tidak mampu dengan angka cicilan yang sudah disepakati pada awal, buat surat ke LPDB, nanti akan kami analisa dan kami bisa perkecil jumlah cicilannya. Tetapi jangan tidak dikembalikan. Karena kami juga bekerjasama dengan kejaksaan,” imbaunya.
Kemas mengarahkan, agar proposal dikirimkan langsung ke LPDB pusat di Jakarta ataupun ke Dinas Koperasi dan UKM untuk kemudian disalurkan ke LPDB.

Melalui acara bimbingan teknis yang sekaligus mensosialisasi penurunan suku bunga pinjaman di provinsi Sumsel tersebut, LPDB mengharapkan agar provinsi Sumsel dapat merespon dengan cepat, mengingat Sumsel akan menghadapi event besar internasional.

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo juga menyambut baik kedatangan LPDB untuk memberikan bimbingan teknis terkait pengajuan permohonan pinjaman usaha.

“Bunga yang ditawarkan LPDB ini sebetulnya sangat kecil, 6% setahun. Tetapi UKM di Palembang ini masih sedikit. Seharusnya ini dimanfaatkan dan dikelola, pasti bisa untung. Marilah kita mnfaatkan apa yang menjadi tujuan dari tujuan teknis yang digelar oleh LPDB ini,” tutur Harnojoyo dalam kesempatan yang sama.

Untuk itu dia berharap, agar pelaku koperasi dan UKM di daerahnya tidak melewatkan peluang yang ditawarkan LPDB untuk mengembangkan usaha dan turut serta dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Kita berharap Usaha Kecil Menengah dan pengusaha yang ada di kota Palembang ini mari berkoordinasi dengan masing-masing dinas, dan Kepala dinas untuk proaktif. Jangan sampai nanti UKM atau pengusaha di Palembang menyampaikan mau usaha tidak ada dana. Kami sangat konsentrasi untuk Usaha Kecil Menengah ini,” katanya.

Saat ini tercatat total penyerapan dana bergulir di Provinsi Sumsel mencapai lebih dari Rp 211 miliar dari 4078 UKM dan dengan jumlah mitra sebanyak 38. (Agus)

Caption

Direktur Utama LPDB Kemenkop Kemas Danial di hadapan ratusan pelaku UKM & Koperasi saat menyampaikan program Dana Bergulir pada acara Bimbingan Teknis LPDB di Hotel Horison Ultima, Palembang, Kamis [18/5]. Hadir pula dalam kesempatan itu Walikota Palembang H. Harnojoyo, Kadis KUKM Prov. Sumsel Ahmad Rizali serta Kadis KUKM Kota Palembang Hardayani. Acara tersebut diadakan sebagai sosialisasi program pinjaman Dana Bergulir guna mendorong potensi ekonomi Prov. Sumatera Selatan.

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s