Gallery

Lana: Kementerian PUPR Dapat Tawaran US$ 450 Juta untuk Percepat Program Sejuta Rumah

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA.COM: Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan Sejuta Rumah pihaknya mendapat tawaran bantuan dari Bank Dunia senilai US$450 juta.

“Kami sedang mengkaji tawaran bantuan dari Bank Dunia yang berupa National Affordable Housing Program (NHAP) ini,” kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Lana Winayanti, bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) senilai US$ 215 juta, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai US$ 215 juta dan Bantuan teknis Reformasi Kebijakan Perumahan US$ 20 juta.

“Rencana target sasaran Program BP2BT adalah sasaran yang belum tersentuh. Mereka adalah warga yang berpenghasilan tidak tetap/informal dan berpenghasilan rendah dengan maksimal penghasilan rumah tangga Rp 6 juta, kecuali untuk wilayah Jabodetabek yaitu sebesar Rp 7,5 juta,” katanya.

Menurut Lana, properti yang kemungkinan mendapat pembiayaan itu terutama untuk properti yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan terjangkau sesuai dengan sasaran segmen penghasilan.

“Untuk rumah yang dibangun oleh developer terdiri dari low-rise verticals, rumah tapak dan pembangunan baru, bangun ulang, serta rumah bekas/second,” katanya.

Target 2018

Menurut Lana, target dan anggaran penyaluran bantuan pembiayaan perumahan TA 2018 sebesar Rp 15,4 triliun, terdiri dari penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 120.000 unit dengan anggaran Rp 11,5 triliun, penyaluran Subsidi Bunga Kredit Perumahan (Subsidi Selisih Bunga/SSB) untuk 225.000 unit sebesar Rp 2,529 triliun dan penyaluran Subsidi Bantuan Uang Muka untuk 344.500 unit senilai Rp 1,378 triliun.

Lana mengatakan Program Satu Juta Rumah untuk Rakyat dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada 29 April 2015 di Semarang.

“Program Satu Juta Rumah dilaksanakan selama periode 2015- 2019 dengan tujuan mewujudkan cita-cita agar kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat dipenuhi,” katanya.

Menurut dia, program Sejuta Rumah tersebut diharapkan 60-70% dapat dilaksanakan oleh pemerintah, non- pemerintah, pemda dan masyarakat. Sedangkan untuk rumah non MBR 30-40% dilaksanakan oleh pengembang dan masyarakat. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s