Gallery

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Ngadiluwih Kediri

Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Jembatan Ngadiluwih, Kediri

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung melakukan _groundbreaking_ dimulainya pembangunan Jembatan Ngadiluwih di Desa Kambi Bendo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Senin (15/3). Jembatan tersebut akan menghubungkan Kecamatan Ngadiluwih yang berada di timur sungai dengan Kecamatan Mojo yang berada di sisi barat Sungai Brantas.

KEDIRI, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung melakukan _groundbreaking_ dimulainya pembangunan Jembatan Ngadiluwih di Desa Kambi Bendo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Senin (15/3). Jembatan tersebut akan menghubungkan Kecamatan Ngadiluwih yang berada di timur sungai dengan Kecamatan Mojo yang berada di sisi barat Sungai Brantas.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Staf Khusus Menteri PUPR Firdaus Ali, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Fauzi Idris dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Menteri Basuki berharap Jembatan Ngadiluwih akan memberi manfaat untuk peningkatan akses transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngadiluwih dan perbatasan Kediri-Tulungagung menuju jalan strategis nasional Selingkar Wilis yang akan dibangun.

“Dengan terbangunnya jembatan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di bagian timur dan barat Sungai Brantas,” ujar Menteri Basuki. Konstruksi jembatan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017 dan masa pemeliharaan oleh kontraktor hingga 2019.

Untuk itu Menteri Basuki sangat berharap penyelesaian pembangunan jembatan ini dapat tepat waktu agar manfaatnya dapat segara dirasakan masyarakat. Kontraktor tidak bisa bekerja menggunakan langgam normal untuk menyelesaikan tepat waktu, tetapi harus dengan langgam rock and roll yakni bekerja 7 hari seminggu dengan pembagian 3 shift non-stop hingga selesai.

Pelaksanaannya dilakukan oleh kontraktor lokal PT. Dwi Mulyo Lestari dengan total nilai kontrak sebesar Rp 32,7 miliar. Anggaran tersebut untuk mendanai pembangunan abutment dan jalan pendekat jembatan, sementara untuk rangka jembatannya senilai Rp 20 milyar akan disediakan Kementerian PUPR.

“Kepada penyedia jasa kontraktor dan konsultan pengawas untuk bekerja sesuai desain dan spesifikasi yang direncanakan, sehingga jembatan ini dapat berfungsi dengan baik untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Menteri Basuki.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo mengungkapkan pembangunan jembatan ini sangat penting karena dapat menurunkan biaya transportasi untuk menjual hasil perkebunan dan pertanian. “Saya yakin dapat menurunkan harga produk-produk pertanian di barat Sungai Brantas. Selain itu jembatan ini juga mempermudah akses bagi warga untuk beraktivitas,”

Sementara itu Kepala BBPJN VIII I Ketut Darmawahana mengatakan jembatan ini akan memangkas jarak tempuh sekitar 17 km dimana selama ini warga harus memutar melalui Kota Kediri.

Pembangunan Jembatan dengan total panjang bentang 182,84 meter tersebut disertai dengan pelebaran jalan dari arah jembatan menuju akses eksisting Jalan Nasional Kediri-Tulungagung. Pembebasan lahannya saat ini sudah selesai.

Secara teknis, jembatan ini akan memiliki lebar jalan 11 meter, dengan rincian 4 meter bahu jalan di kanan dan kiri, serta lebar jalan utama 7 meter. Sementara panjang jalan pendekat jembatan dari Sisi Mojo sepanjang 60 meter dan 80 meter dari Sisi Ngadiluwih.

*Pembangunan Jalan Selingkar Wilis*

Untuk semakin membuka konektivitas Kabupaten dan Kota Kediri dengan Kabupaten/Kota sekitarnya, selain membangun Jembatan Ngadiluwih, Kementerian PUPR juga akan membangun dan meningkatkan jalan Selingkar Wilis. Jalan ini menghubungkan enam kabupaten yang berada di kaki Gunung Wilis sepanjang 240 km, yang dikenal dengan singkatan Tunggal Rogo Mandiri yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri. Rencana induk (masterplan) keterpaduan pembangunan infrastruktur tersebut telah disiapkan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR.

Pembangunannya diharapkan mendorong potensi pariwisata yang ada di lingkar Wilis yang nanti akan terkoneksi dengan bandar udara di Kediri yang kini dalam tahap perencanaan pembangunan.

Rencana tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah dengan membentuk forum komunikasi Tunggal Rogo Mandiri dan telah ditandatangani nota kesepakatan kerjasama Selingkar Wilis pada 11 Juni 2014 lalu oleh enam kepala daerah terkait.

Kawasan Gunung Wilis sendiri menyimpan banyak potensi wisata di antaranya wisata air terjun yang sebagian telah dikelola dan masih banyak potensi lain yang dapat dikembangkan. (***)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s