Gallery

PLBN Skouw Siap Diresmikan Presiden Jokowi

JAYAPURA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau persiapan peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang terletak di Distrik Muaratami, Kota Jayapura pada Senin (8/5).

Menteri Basuki memeriksa secara langsung kesiapan sarana dan prasarana penunjang PLBN di Perbatasan RI dan Papua Nugini (PNG) yang menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (9/5/2017).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki disambut oleh Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai.

Turut mendampingi Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Dirjen Penyediaan Perumahan Syarief Burhanudin, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Ahmad Ghani Gazali, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Adjar Prajudi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XVIII Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai Happy Mulia dan pejabat pratama Kementerian PUPR lainnya.

Beberapa bangunan yang dicek kesiapannya, seperti klinik, gedung imigrasi, pos keamanan, balai karantina, termasuk gerbang pembatas antar kedua negara.

“Ini PLBN Terpadu kelima yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dari tujuh PLBN yang sudah dibangun dan selesai Tahap I tahun 2016 lalu. Kita tidak hanya membangun gedung PLBN pada Zona Inti saja, tetapi kawasan pendukung dan Sub Zona Inti sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perbatasan,” kata Menteri Basuki yang menempuh perjalanan sekitar 90 menit dari Kota Jayapura ke lokasi. Kondisi jalan nasional sepanjang 69 Km yang dilalui dalam kondisi mantap.

Ketujuh PLBN tersebut adalah tiga PLBN di Provinsi Kalimantan Barat (Entikong, Badau, dan Aruk), tiga PLBN di Provinsi NTT (Motaain, Motamasin, dan Wini) serta satu PLBN di Provinsi Papua (Skouw).

Untuk PLBN Skouw, Kementerian PUPR tahun ini sudah memulai pembangunan perbatasan Tahap II yang di antaranya akan dibangun adalah pasar dan area komersial untuk 400 kios, Wisma Indonesia, mess pegawai dan pos pengamanan perbatasan serta infrastruktur permukiman, terutama air bersih dengan kapasitas 50 liter per detik.

Desain PLBN Terpadu Skouw mengusung budaya lokal Papua. Desainnya mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building).

Menurut Menteri Basuki, Rumah Tangfa merupakan rumah pesisir di daerah Skouw, yang memiliki atap dengan bentukan perisai dan dua ruang panjang untuk masyarakat berkumpul.

Sementara itu Suzana Wanggai mewakili Provinsi Papua menyampaikan apresiasinya atas pembangunan kawasan perbatasan Skouw. “Sebelumnya Skouw merupakan daerah tertutup, namun dengan dibangunnya PLBN Skouw, kini telah banyak masyarakat yang datang tidak hanya dari Kota Jayapura tetapi dari berbagai daerah untuk foto-foto dan wisata, terutama pada hari libur,” jelasnya.

Kawasan PLBN Terpadu Skouw memiliki luas 10,7 Ha, dibangun sejak Desember 2015 hingga November 2016 oleh kontraktor PT. Nindya Karya (Persero) dengan anggaran Rp 165,9 miliar.

Pembangunannya sesuai mandat dari Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan tujuh PLBN Terpadu dan sarana-prasarana penunjang di Kawasan Perbatasan. (***)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s