Gallery

Menteri​ Basuki: Gorontalo Outer Ring Road Selesai Tuntas pada 2019

GORONTALO, JURNAL IBUKOTA.COM: Seusai melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Semarang memanfaatkan libur panjang pada hari Sabtu (29/4), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkesempatan pula melaksanakan Kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, Minggu (30/4/2017). Kedatangannya ke salah satu Provinsi di Pulau Sulawesi itu untuk mengecek infrastruktur sekaligus untuk memantau progres pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Setibanya di Bandara Djalaludin, Menteri Basuki beserta rombongan langsung menuju GORR yang memiliki panjang 45 km tersebut. Fungsi dari jalan yang dibangun tersebut adalah untuk menghubungkan Bandara Djalaludin ke Kota Gorontalo serta bertujuan untuk meningkatkan konektivitas mendukung perekonomian pada tiga wilayah di provinsi penghasil jagung itu yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Hedy Rahadian, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Agung Djuhartono, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional XV Manado Riel Mantik, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Jeanne M. Wagey, Bupati Gorontalo Nelson Pomalinggo, serta Asisten I Setda Provinsi Gorontalo Anis Naki.

“Pembangunan GORR sudah dimulai sejak 2014 dan ketika Pak Presiden Joko Widodo ke sini pada tahun 2015 lalu, beliau memerintahkan agar ruas jalan ini segera dipercepat,” terang Menteri Basuki.

“Dana yang sudah tersalurkan untuk proyek GORR secara keseluruhan hingga 2017 sebesar Rp 748 miliar, ” tambahnya. Dikatakannya, proyek ini terbagi dalam 3 segmen. Untuk segmen 1 dan 2 bisa rampung dikerjakan tahun ini, dan terhubung dengan jalan Kabupaten.

Pembangunan segmen 1 dan 2 masih menghadapi beberapa kendala terutama pembebasan tanah. Ada 2 lokasi yang belum dibebaskan, satu karena tanah masyarakat dan satu lagi berstatus HTI (Hutan Tanaman Industri).

“Izin pemanfaatan HTI itu menjadi kewenangan Gubernur. Sedangkan lahan masyarakat karena merupakan tempat pembuatan batu bata. Warga menginginkan tidak hanya ganti rugi atas luas tanah tetapi juga volumenya,” terangnya.

Sementara untuk segmen 3 akan dimulai pembebasan lahannya pada 2018 dengan anggaran sebesar Rp 470 miliar, sehingga seluruh GORR bisa tersambung dan bisa digunakan pada 2019.

*Progres Fisik 2017*

Secara keseluruhan progres fisik pada 2017 GORR sudah tersambung sepanjang 30 kilometer dari total 45 Km. “Di mana 16 kilometer sudah diaspal, ” jelasnya.

Menteri Basuki memberi perhatian besar pada metode pengupasan tebing (cutting) agar dilakukan secara berhati-hati sesuai gambar teknis dan kaidah engineering. Hal ini dimaksudkan agar tebing tidak mudah runtuh seperti terjadi pada Segmen 1.

Untuk memastikan hal tersebut, Tim Balitbang akan turun membantu percepatan pelaksanaan pekerjaan GORR ini. “Kita terjunkan dan akan berkantor di sini,” perintah Menteri Basuki.

Dari sepanjang jalan GORR juga terdapat 2 proyek jembatan, yakni Paket Pembangunan Jembatan GORR I-I sepanjang 212 meter senilai Rp 62,45 miliar dengan kontraktor PT. Brantas Abipraya (Persero). Sedangkan Jembatan GORR I-2 sepanjang 253 meter senilai Rp 63,87 miliar tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT. Dwi Pongo Seto.(***)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s