Gallery

Atasi Ketimpangan Ekonomi, Kemenkop Perkuat Wirausaha

SALATIGA, JURNAL IBUKOTA.COM: Kementerian Koperasi dan UKM memperkuat wirausaha dengan mendorong pelaku usaha mikro dan kecil untuk berkoperasi. Dengan memperkuat wirausaha diharapkan dapat memperkecil angka ketimpangan ekonomi masyarakat.

“Makanya di sini peran koperasi sangat penting,” ujar Deputi bidang Pengembangan SDM, Kemenkop UKM Prakoso BS dalam acara pembekalan mahasiswa berwirausaha di kampus IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (27/4/2017).

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 menyebutkan, jumlah wirausaha Indonesia sudah berkembang melampaui angka 2 persen, yaitu, 3,1 persen dari jumlah penduduk 252 juta jiwa. Jumlah ini meningkat signifikan sejak 2013.

Prakoso mengatakan meningkatnya ratio wirausaha ini tak lepas dari peran pemerintah yang terus mendorong pelaku usaha dan kalangan mahasiswa atau kampus melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).

“Jadi dalam kurun waktu 4 tahun terjadi kenaikan yang signifikan. Kita tidak puas tetapi harus tetap berusaha agar ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini dapat dipersempit,” tandasnya.

Dalam rangkaian itu, Kemenkop UKM melalui Deputi Pengembangan SDM terus membekali mahasiswa berwirausaha melalui kegiatan pemasyarakatan kewirausahaan. Kali ini melibatkan lebih dari 500 mahasiswa IAIN Salatiga.

Prakoso menyampaikan bahwa wirausaha itu gampang asal ada kemauan dan langsung melaksanakan. Yang sulit adalah banyak ide, tetapi tidak berani memulai sehingga tidak akan terwujud.

“Di sisi lain adanya rasa gengsi dan malu akan menjadi hambatan selain kebanyakan orang tua tidak menyetujui kalau anaknya menjadi wirausaha, karena dianggapnya pekerjaan wirausaha kurang bergengsi,” kata Prakoso.

Menurut dia, pola pikir mahasiswa sekarang harus diubah, di saat persaingan yang ketat dan peluang untuk menjadi pegawai sangat terbatas, sementara kelulusan dari perguruan tinggi semakin bertambah, dan akan menambah pengangguran.

“Sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi, maka mau tidak mau harus menjadi wirausaha,” tukas dia.

Pada sehari sebelumnya, Deputi Pengembangan SDM menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi petani dan nelayan, pelatihan perkoperasian, magang bagi pemuda dan pemasyarakatan kewirausahaan di Semarang.

Pelatihan kewirausahaan bagi petani dan nelayan dilakukan dengan tujuan untuk mendorong peserta memiliki jiwa dan kemampuan untuk berwirausaha. Dalam hal ini yang diberdayakan adalah keluarga petani dan nelayan.

“Sehingga di saat petani menunggu hasil panen dan nelayan menunggu hasil tangkapannya maka kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan hasil dari berwirausaha,” kata Prakoso.

Sedangkan pelatihan perkoperasian difokuskan kepada pengurus dan pengelola koperasi mahasiswa, dengan harapan koperasi mahasiswa dapat dikelola dengan baik dan berfungsinya koperasi mahasiswa sebagai tempat pengkaderan bagi calon pengelola koperai yang mandiri dan berdaya saing.

Demikian juga untuk magang bagi pemuda ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi pemuda untuk dapat menjadi wirausaha. Magang yang dilakukan adalah magang pelaku usaha kecil dan menengah, bukan pelaku usaha besar. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s