Gallery

Zabadi: Sistem Online Pemasaran Smesco Bakal Dikembangkan

SEMARANG, JURNAL IBUKOTA.COM: Pemasaran via sistem online yang selama ini dijalankan Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementerian Koperasi dan UKM di Galeri Indonesia WOW bakal dikembangkan. “Bila selama ini kita membidik hanya pasar lokal, ke depan website kita akan lebih diarahkan untuk menggaet buyer di luar negeri. Intinya, kita akan meluaskan pangsa pasar,” ungkap Dirut LLP Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi seusai mendampingi Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga bertemu dengan Wakil Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Semarang Irwan Malik dan eksportir UKM furnitur asal Jepara, Ponco Suhirno, di Semarang, Minggu (23/4/ 2017).

Menurut Zabadi, tujuan dari pertemuan itu untuk bertukar pikiran dengan eksportir yang sudah berpengalaman di bisnis online untuk menembus pasar global, khususnya Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Australia.

“Kita memiliki ribuan UKM dengan ratusan ribu item produk unggulan dan berkualitas. Di sistem online ini, bila ingin menembus pasar luar negeri, kita harus sedikit mengubah spesifikasi produknya. Di mana kategori per produknya harus jelas,” jelas Zabadi.

Zabadi mengakui, sebenarnya sistem pemasaran online yang selama ini dijalankan sudah mengarah ke sana. Hanya saja, masih sebatas menyasar pasar dalam negeri saja. “Nah, dengan bantuan dari teman-teman eksportir ini kita akan menyasar juga ke pasar luar. Kita akan minta masukan hal-hal apa saja yang musti diubah agar lebih bisa diterima buyer di pasar luar negeri, khususnya AS, Eropa, dan Australia”, tandas Zabadi.

Dalam kesempatan yang sama, Irwan Malik menjelaskan bahwa pasar tiga kawasan tersebut lebih berminat produk furnitur berupa kayu solid (jati dan mahoni) asal Indonesia, ketimbang furnitur berbahan kayu plywood asal China. “Bagi orang AS, Eropa, dan Australia, produk furnitur asal Indonesia itu menyangkut cita rasa tinggi. Bagi mereka, membeli furnitur asal Indonesia itu karena dianggap barang berharga, untuk investasi, sekaligus gaya hidup. Sedangkan produk dari China lebih banyak diserap pasar lokal”, kata Irwan.

Sedangkan Ponco Suhirno yang biasa mengekspor furnitur ke Prancis dan Inggris mengatakan bahwa saat ini sudah muncul pesaing baru di bisnis furnitur untuk pasar Eropa. Yaitu, dari negara-negara Eropa Timur seperti Rumania, Bulgaria, dan Polandia.

“Dengan harga lebih murah karena faktor kedekatan geografis, dengan bahan baku kayu pinus, ceri, dan sebagainya. Itulah pesaing kita saat ini di Eropa. Hanya saja, produk furnitur itu masih unggul karena unik dan mahal. Produk furnitur kita di Eropa masuk ke dalam kelas Masterpiece,” pungkas Ponco. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s