Gallery

Pendidikan Vokasi Jawab Tantangan Dunia Pendidikan dan Industri  

MALANG, JURNAL IBUKOTA. COM: Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud menggelar Dialog Pendidikan dengan tema “Pendidikan Vokasi Menjawab Tantangan Dunia Usaha dan Dunia Industri” pada Senin (17/4) di P4TK Otomotif dan Elektronika Malang untuk menjembatani dunia pendidikan dan industri.
Dialog tersebut menghadirkan para narasumber antara Lain: H.M. Ridwan Hisjam (Anggota Komisi X DPR RI), Mustaghfirin Amin (Direktur Pembinaan Sekolah Kejuruan Kemendikbud), Hudiono (Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur). dan Luthfi Kurniawan (Astra Internasional Tbk, Malang).
Mustaghfirin Amin, Direktur SMK Kemendikbud, menyampaikan dalam dialog yang diikuti oleh kepala sekolah SMK se-Malang, para guru SMK se-Malang, pemerhati pendidikan dan dari dunia industri, itu bahwa berdasarkan Inpres No 9 tahun 2016, pengembangan pendidikan di Indonesia salah satunya yaitu pendidikan vokasi.
Ia mengatakan bahwa berdasar UU 23 tahun 2014 pengelolaan SMK di bawah provinsi.

“Kami sudah mengajak 150 industri untuk membina SMK-SMK. Minimal satu industri membina 3-5 SMK selain itu peran orang tua, industri dan masyarakat sangat mendukung demi kemajuan SMK ini,” katanya.

Mustaghfirin menjelaskan bahwa akan diadakan lomba keterampilan siswa di Solo pada Mei untuk 50 bidang ketrampilan dari seluruh Indonesia.
Para juara yang mendapatkan nilai 95 ke atas akan mendapatkan emas sedangkan dengan nilai 90-94 akan mendapat perak. Pemenang yang mendapat emas akan dikirim ke ajang Internasional di Abu Dhabi.
Sementara itu dalam sambutan dialog yang dibacakan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Ari Santosa mengatakan pada berbagai kesempatan Presiden sering menyampaikan bahwa kompetisi antar negara semakin sengit dan semakin berat.
Namun dalam menghadapi persaingan sesungguhnya Indonesia memiliki kekuatan yang besar yaitu 60 persen dari penduduk adalah anak muda. Dan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 195 juta penduduk usia produktif pada tahun 2040.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Presiden juga memaparkan, pada tahun 2010 tingkat pengangguran usia 15-19 tahun berada di level 23,23 persen, dan angka ini meningkat menjadi 31,12 persen pada akhir 2015.
Bila ditinjau dari latar belakang pendidikan, proporsi pengangguran terbesar adalah lulusan SMK, yakni 9,84 persen. Angka ini lebih tinggi dari pengangguran lulusan SMA 6,95 persen, SMP 5,76 persen, dan SD 3,44 persen. Dari 7,56 juta total pengangguran terbuka , 20,76 persen berpendidikan SMK, ujar Kepala Biro KLM.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam mengatakan lomba di Solo merupakan terobosan yang baik sekali untuk mengukur kualitas SMK, karena tidak boleh ada perbedaan kualitas SMK di seluruh Indonesia.
Sarana dan prasarana SMK serta laboratoriumnya harus diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya walaupun membutuhkan anggaran yang besar agar tidak tertinggal.

Menurut Ridwan, anggaran pendidikan untuk SMK hanya menerima 10 persen yang terbagi dengan 16 kementrian yang lain yang menyelenggarakan pendidikan.

Hudiono, Kabid SMK, Dinas Pendidikan Provisi Jawa Timur, mengatakan kebijakan Gubernur tahun 2014 nomor 9 sudah memuat kebijakan yang sangat strategis dengan membuka jurusan-jurusan yang produktif mengingat lulusan SMK adalah tenaga terampil yang banyak dibutuhkan.
DIa menambahkan bahwa pelatihan di SMK harus sinkron dengan dunia industri sehingga nantinya kurikulum SMK harus mendapat persetujuan industri.

Narasumber lain Lutfi dari Astra Internasional Tbk. Malang menilai pendidikan vokasi di Indonesia ini sangat penting. Dia mengaku pihaknya membutuhkan tenaga teknisi-teknisi lulusan dari SMK. Produk-produk otomotif dari SMK semakin meningkat sehingga dibutuhkan tenaga SMK yang terkoneksi dengan dunia industri.
Lutfi menjelaskan untuk jangka panjang tenaga –tenaga SMK ini harus dipersiapkan dari awal sehingga akan terbentuk pola dasar yang siap menjawab tantangan zaman.

“Dan kami menghargai yang berprestasi di bidangnya akan diberi pelatihan dari dasar sampai mahir sehingga bisa memberikan semangat kepada juniornya,” katanya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s