Gallery

KLHK Rekomendasikan Relokasi Warga yang Terdampak Longsor di Ponorogo

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA.COM: Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK Hilman Nugroho mengatakan pihaknya memberi rekomendasi untuk merelokasi para warga yang terdampak longsor di Ponorogo ke daerah yang lebih aman.

“Para warga menempati areal penggunaan lain (APL) milik masyarakat seluas 15 ha dengan gradient lebih dari 40%, sedangkan hutannya hanya 0,25 ha,” kata Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Hilman Nugroho ketika membuka pertemuan Forum DAS Nasional di Jakarta, Rabu (19/4/ 2017) malam.

Menurut Hilman, di kawasan tersebut juga terdapat tanah yang dipotong untuk pembuatan rumah dan sebagainya, sehingga membuat tanah menjadi poreus dan mudah longsor.

“Satu-satunya jalan keluar yang kami rekomendasikan adalah merelokasi masyarakat yang berada di daerah rawan longsor untuk pindah ke daerah yang aman,” tambahnya.

Menurut dia, dalam membangun bendungan, kementerian terkait harus membangun tidak hanya daerah hilir sungainya saja, tapi juga harus memperhatikan daerah hulunya.

“Sebab kalau daerah hulunya tidak diperhatikan dan lahannya menjadi lahan kritis, maka bendungan itu menjadi kosong, sehingga berakibat retak atau pecah pada tubuh bendungan,” katanya.

Begitu juga, apabila daerah hulunya tidak baik, maka bisa saja terjadi sedimentasi di kolam waduk, sehingga umur rencana bendungan tersebut tidak tercapai.

“Sehingga masa operasi bendungan tersebut menjadi lebih singkat daripada rencana semula,” ujarnya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s