Gallery

Peringatan Hari Air Dunia XXV Tahun 2017 di Provinsi Jambi

JAMBI, JURNAL IBUKOTA. COM: Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, pada tahun 2017 mengambil tema “Air dan Air Limbah”. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak kita semua memperhatikan lebih seksama keterkaitan antara pemenuhan kebutuhan air dan manajemen air limbah dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, tidak sedikit tantangan dalam hal penyediaan air baku untuk air bersih, dan pengolahan air limbah. Dewasa ini cakupan pelayanan air minum yang aman baru ± 70 %. Dalam rangka mencapai 100% akses aman, diperlukan daya dukung air baku yang cukup besar.

Pelayanan air minum melalui jaringan perpipaan masih ± 20 % dimana sebagian besar berada di kawasan perkotaan. Kondisi ini disebabkan infrastruktur yang ada belum dimanfaatkan secara optimal dan kurang maksimalnya pemasangan pipa distribusi dan sambungan rumah oleh Pemda.

Kondisi ini diperparah adanya pencemaran air, pengelolaan daerah tangkapan air yang kurang baik, dan fenomena perubahan iklim. Perubahan iklim, terbukti mempengaruhi siklus air sehingga memperpanjang kemarau, meningkatkan intesitas hujan, dan menaikkan permukaan laut sehingga meningkatkan kerawanan banjir dan kekeringan.

Dari sisi suplai air baku, dihadapkan tantangan degradasi DAS di daerah hulu, menurunnya debit pada sumber-sumber air, dan tingginya laju sedimentasi pada tampungan-tampungan air, seperti bendungan, embung, danau, dan situ. Selain itu, kualitas air semakin rendah akibat tingginya tingkat pencemaran pada sungai dan sumber-sumber air lainnya.

Kementerian PUPR dalam peringatan Hari Air Dunia XXV Tahun 2017 melakukan berbagai kampanye kepedulian masyarakat pentingnya menjaga keberlangsungan ketersediaan air dan pengelolaan air limbah di seluruh provinsi di Indonesia. Melalui unit kerja Kementerian PUPR di daerah bersama Pemerintah Daerah, komunitas dan masyarakat umum menyelenggarakan kegiatan berupa aksi bersih sungai dan drainase, penanaman pohon di daerah resapan air seperti bendungan, embung dan situ, seminar dan lainnya.

Khusus untuk di Provinsi Jambi, Kegiatan peringatan Hari Air Dunia mengambil moto “Bersama Kita Selamatkan Air Untuk Kehidupan”, yang diisi beberapa kegiatan, diantaranya adalah penanaman pohon bersama, gotong royong membersihkan Sungai Tembuku, sosialisasi terkait pentingnya menjaga lingkungan dengan membagikan baju serta tempat sampah secara gratis, serta lomba fotografi yang bertemakan lingkungan sekitar Sungai Batang Hari.

Penanaman pohon bersama dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Kementerian PUPR M. Khalawi, Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Andi Sudirman, serta masyarakat. Penanaman pohon dilakukan untuk mengingatkan pentingnya penghijauan bagi lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Khalawi menyampaikan bahwa Kementerian PUPR, dengan anggaran yang ada secara konsisten melaksanakan langkah-langkah penyediaan air minum yang didukung infrastruktur penyediaan air baku yang handal dan infrastruktur sanitasi. Langkah-langkah tersebut adalah:

*Pertama.* Meningkatkan penyediaan air baku yang diiringi pengendalian dalam pemanfaatan air tanah untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah.

*Kedua.* Meningkatkan akses prasarana dan sarana air limbah.

*Ketiga.* Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha.

*Keempat.* Melengkapi perangkat peraturan perundangan terkait penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman.

*Kelima.* Memperkuat kelembagaan, fungsi regulator dan operator dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman, meliputi kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola air limbah permukiman, dan koordinasi antar lembaga.

*Banjir di Provinsi Jambi*

Sebelumnya terjadi banjir di Provinsi Jambi pada tanggal 11-19 Maret 2017 dengan ketinggian banjir rata-rata 20-60 cm. Banjir dikarenakan meluapnya Sungai Batang Hari yang menggenangi Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung, dan Kota Jambi. Di Kota Jambi, luapan terjadi pada Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur dan merupakan banjir tahunan.

Dalam kunjungannya ke lokasi banjir pada 21-22 Maret 2017, Khalawi menyampaikan banjir juga berdampak pada tergenangnya ruas jalan Lingkar Timur II – Sijenjang selama 3 hari. Akibatnya terjadi kerusakan cukup parah serta terganggunya arus lalu lintas dengan antrian cukup panjang (+/- 5 km) sehingga perlu dilakukan buka tutup pada kedua arah lalu lintas sejak banjir terjadi hingga 21 Maret 2017. Pada tanggal 22 Maret 2017 ruas jalan sudah dapat dibuka untuk kedua arah walaupun kendaraan masih harus menurunkan kecepatannya.

Penanganan darurat pada kerusakan ruas jalan sepanjang 1,00 km (Sta. 02 + 630 – 03 + 630) dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jambi dengan penanganan perbaikan permukaan badan jalan yang tergerus oleh banjir.

Tindak lanjut pasca bencana banjir, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IV merencanakan peninggian ruas jalan Lingkar Timur II – Sijenjang setinggi 1,25 m dengan konstruksi permukaan rigid pavement.

Sedangkan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI akan melakukan upaya-upaya pengendalian banjir dengan cara menormalisasi sungai, membangun penahan tebing, dan membangun rumah pompa, serta membangun pintu air. Selain itu, perlu dilakukan studi komprehensif terkait pemanfaatan lahan sekitar ruas jalan Lingkar Timur II – Sijenjang untuk mengendalikan air berdasarkan tata guna lahan Kota Jambi.(***)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s