Gallery

Dirjen PKH Apresiasi Kabupaten Bone Gelar Kontes Ternak sebagai Ajang Seleksi Sapi Milik Peternak

BONE, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Drh. I Ketut Diarmita, MP memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone yang begitu menghargai dan memperhatikan peternaknya yang telah bekerja keras dan berprestasi dalam mengembangkan ternaknya.

Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita saat menghadiri penyelenggaraan rangkaian acara Karnaval dan Kontes Ternak Sapi Tahun 2017 di Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan Karnaval dan Kontes Ternak Sapi ini merupakan gagasan dari Pemkab Bone sebagai ajang penghargaan kepada peternak atau kelompok peternak berprestasi yang selama ini telah bekerja keras dalam mengelola dan mengembangkan ternaknya, sehingga patut diberikan apresiasi terhadap hasil karya mereka.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, atas gagasannya dalam menyelenggarakan Karnaval dan Kontes Ternak Sapi. Kegiatan ini sungguh luar biasa karena merupakan ajang penghargaan kepada peternak/kelompok berprestasi,” ungkap Dirjen PKH.

I Ketut Diarmita berpendapat, event ini merupakan salah satu wujud nyata peran Pemerintah Daerah dalam melakukan upaya promosi khusus tentang peternakan dan produk ternaknya. Selain itu, pada acara ini juga dilaksanakan seleksi ternak yang selama ini dilakukan oleh para peternak.

“Dengan adanya kegiatan kontes ternak ini, serta adanya serangkaian penilaian terhadap ternak yang dilakukan oleh Tim Juri, nantinya diperoleh juara yang merupakan ternak terbaik dari jenis ternak sapi yang dilombakan. Hal ini tentunya sejalan dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 41 tahun 2014 yang merupakan penyempurnaan dari Undang-Undang No.18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Ternak, yang mengamanatkan bahwa ternak bibit yang beredar harus bersertifikat.

“Saya berharap dengan semakin banyak kontes ternak yang diselenggarakan oleh daerah, maka semakin banyak ternak lokal yang merupakan sumberdaya genetik Indonesia dan rumpun ternak lainnya yang dapat terseleksi dengan baik,” tambah Dirjen PKH.

Dirjen PKH menambahkan, saat ini di Sulawesi Selatan telah dikembangkan kegiatan pembibitan di kabupaten terpilih, yaitu kegiatan yang berlangsung secara multi years untuk menjadikan lokasi tersebut menjadi wilayah sumber bibit ternak dan selanjutnya akan dikembangkan menjadi lokasi kawasan peternakan.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu Provinsi yang istimewa di bidang peternakan karena tingkat konsumsi pangan asal ternak tergolong tinggi di Provinsi ini. Menu harian masyarakat Sulawesi Selatan tidak akan lengkap tanpa adanya masakan yang menggunakan bahan dasar daging, telur dan susu. Populasi ternak potong (sapi dan kerbau) di Sulawesi Selatan sekitar 1,48 juta ekor, sedangkan Kabupaten Bone merupakan kabupaten dengan populasi terbanyak di Sulsel tahun 2016, yakni sebesar 395.308 ekor.

“Saya begitu yakin Kabupaten Bone dapat menjadi contoh terwujudnya pengembangan peternakan sapi, berkat keseriusan pemerintah daerah dan jajarannya, pelaku usaha peternakan dan dukungan semua pihak untuk mengoptimalkan pembangunan peternakan”, kata Dirjen PKH. “Apalagi di Sulawesi Selatan ini juga terdapat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, yaitu Balai Besar Veteriner Maros. UPT tersebut tentunya selalu siap mendukung pengembangan peternakan dan kesehatan hewan pada wilayah kerjanya, terutama di Sulawesi Selatan dan wilayah timur Indonesia,” ujar I Ketut Diarmita.

Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan, kegiatan karnaval dan kontes ternak ini dilaksanakan bersamaan dengan hari jadi Bone 687 tahun. Kegiatan ini tidak saja melibatkan unsur birokrasi dalam hal ini Pemda lingkup Kabupaten Bone tetapi juga masyarakat, sehingga citra peternakan diharapkan semakin cepat terbangun dan akrab untuk semua kalangan. Sebanyak 324 ekor ternak sapi diikutkan dalam acara Karnaval dan Kontes Ternak Sapi, sehingga Pemkab Bone selaku panitia acara meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia – Indonesia (MURI) sebagai peserta Karnaval Sapi Terbanyak.

“Diraihnya penghargaan MURI ini merupakan hal luar biasa,” ungkap Bupati Bone. Andi menegaskan bahwa Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah ternak terbesar di Indonesia Timur.

“Jika sebelumnya karnaval diikuti manusia, kali ini kita buat karnaval yang diikuti Sapi. Ini mempertegas Kabupaten Bone sebagai penghasil ternak terbesar di Indonesia Timur,” ungkap Bupati Bone. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s