Gallery

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Mangrove Internasional di Bali 18-21 April 2017

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE Antung Deddy Radiansyah mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama ITTO dan ISME akan menyelenggarakan Konferensi Mangrove Internasional (KMI) tentang Sustainable Mangrove Ecosystem (Ekosistem Mangrove Berkelanjutan) di Bali, 18-21 April 2017.

14antung kmi 250x145“KMI merupakan tindak lanjut dari World Forest Congress tahun 2015 di Durban, Afrika Selatan,” kata Direktur Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE Antung Deddy Radiansyah yang juga Ketua Panitia Konferensi Mangrove Internasional (KMI).

Menurut dia, tujuan konferensi ini adalah untuk mempromosikan pengelolaan hutan mangrove dengan membangun pembelajaran dari banyak inisiatif dan proyek – proyek yang telah dilakukan untuk perlindungan, restorasi, pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove dan jasa ekosistem serta mengidentifikasi cara-cara meningkatkan mata pencarian masyarakat sekitar hutan mangrove.

“Pertemuan ini juga akan membahas kebijakan dan praktik terbaik, pengalaman, peluang dan tantangan yang berkaitan dengan perlindungan, pemulihan dan pengelolaan hutan mangrove dan jasa ekosistem untuk mencapai pengelolaan hutan lestari,” katanya.

Pertemuan tersebut juga membahas target 2030 Agenda Pembangunan Berkelanjutan khususnya SDGs artikel 14 Hidup di Bawah Air, dan Artikel 15 Kehidupan di tanah serta Pasal 5.2 Perjanjian Paris: mendorong pelaksanaan dan dukungan REDD+, dan pendekatan bersama aksi mitigasi dan adaptasi.

Menurut dia, peserta yang akan ambil bagian pada KMI berjumlah sekitar 150 peserta dari berbagai pemangku kepentingan seperti pembuat kebijakan, peneliti, dan akademisi, masyarakat sipil, sektor swasta, organisasi regional, dan internasional yang terlibat dalam perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan hutan mangrove dan ekosistem serta pemulihan hutan mangrove terdegradasi, perwakilan dari Asia Pasifik, Afrika dan Amerika Latin.
Menurut dia, sedikitnya peserta dari 21 negara akan menghadiri pertemuan tersebut dengan menampilkan tujuh pembicara dan 30 panelis dan narasumber dalam Konferensi Mangrove Internasional tersebut.

Antung mengatakan Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati yang paling tinggi.

“Dengan panjang garis pantai sebesar 95,181 km2, Indonesia mempunyai luas mangrove sebesar 3.489.140,68 Ha (tahun 2015). Jumlah ini setara dengan 23% ekosistem mangrove dunia yaitu dari total luas 16.530.000 Ha,” katanya.

Menurut dia, dari luas mangrove di Indonesia, diketahui seluas 1.671.140,75 Ha dalam kondisi baik, sedangkan areal sisanya seluas 1.817.999,93 Ha sisanya dalam kondisi rusak. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s