Gallery

Kementerian PUPR Perkuat Peran Penilik Jalan untuk Antisipasi Terjadinya Longsor di Jalan Nasional

SUMEDANG, JURNAL IBUKOTA. COM: Peristiwa jalan dan jembatan yang terputus akibat longsor dan banjir terjadi di beberapa wilayah belakangan ini, pada umumnya disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi serta kondisi tanah lunak di lokasi tersebut.

Sebagai langkah antisipatif dan preventif, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memperkuat fungsi penilik jalan atau sebelumnya dikenal mandor jalan, untuk mengamati dan mencatat titik mana saja yang rusak, juga melihat tanda-tanda akan terjadinya longsor sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto telah menginstruksikan kepada Balai Jalan di daerah untuk meningkatkan peran penilik jalan dalam rangka mencegah longsor.

“Kejadian longsor bukanlah terjadi tiba-tiba, para penilik jalan bisa melihat tanda-tanda awal dengan mengamati lingkungan jalan sekitar, seperti pohon yang miring dan lainnya sehingga bisa kita antisipasi,” jelas Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto saat meninjau jalur Bandung – Cirebon yang terputus akibat jalan ambles yang terjadi pada Senin 6 Maret 2017 lalu tepatnya di Kampung Cireki, Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang. Arie didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Atyanto Busono, Sabtu, (11/3/2017).

Ruas jalan tersebut kini sudah dapat difungsikan kembali kedua lajurnya. Penanganan darurat dilakukan dengan penimbunan kembali badan jalan menggunakan timbunan agregat agar lalu lintas tidak terputus.

Selain itu juga dilakukan pekerjaan pemasangan bronjong di bagian hilir longsoran untuk meminimalkan risiko longsoran susulan. Setelah penanganan darurat selesai, akan segera dilanjutkan dengan penanganan permanen, mengingat dalam waktu dekat akan terjadi peningkatan akumulasi kendaraan pada saat mudik Lebaran.

“Kami menargetkan penanganan permanen akan rampung dalam 3,5 bulan ke depan dengan besaran alokasi dana senilai Rp 9,5 miliar,” terang Kepala BBPJN VI Atyanto Busono.

Kunjungan kerja dilanjutkan dengan peninjauan lokasi rencana pembangunan jalan lingkar Jatigede di Sumedang yang akan mulai dibangun tahun 2017. Jalan tersebut penting untuk diselesaikan guna mengoptimalkan tampungan air pada Waduk Jatigede, di mana jalan penghubung Sumedang-Wado saat ini juga akan digenangi.

Terkait pembangunan Jalan Lingkar Jatigede, Detail Engineering Desain (DED) sudah ada dan pembebasan lahannya juga sudah dilakukan. Konstruksi jalan sepanjang 22 Km tersebut akan membutuhkan dana sebesar Rp 350 miliar. (***)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s