Gallery

Bambang: 14 Butir Telur Komodo Menetas di LK Taman Safari Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Dahono Adjie mengatakan sedikitnya 14 butir dari 26 butir telur komodo di Lembaga Konservasi (LK) Taman Safari Indonesia telah menetas.

“Kami bangga dengan kemampuan LK Taman Safari Indonesia (TSI) yang telah berhasil menetaskan telur-telur Komodo (varanus komodoensis),” kata Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Dahono Adjie dalam konferensi pers di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Selasa (7/3/ 2017).

Tampil sebagai pembicara lainnya Herry Subagiono (Sesditjen KSDAE), Tonny Sumampau (Direktur LK TSI), dan Karo Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi sebagai moderator.

Menurut Bambang, telur-telur yang menetas ini merupakan hasil perkawinan indukan satwa koleksi komodo di TSI yang bernama Rangga (jantan) dan Rinca (betina) yang bertelur pada 17 Agustus 2016 dan menghasilkan 26 butir telur.

“Pada 2 Maret 2017 sekitar pkl 14:00 telah menetas sebanyak 11 ekor anakan komodo dan pada 5 Maret 2017 sekitar pkl 11:00 kembali menetas 2 ekor dan baru saja saya dapat kabar satu ekor lagi menetas. Sehingga jumlah total yang menetas menjadi 14 ekor komodo di fasilitas pengelolaan satwa komodo di LK TSI,” kata Bambang.

Menurut dia, komodo merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa serta masuk ke dalam kategori Appendix I Cites dan Vulnerable pada The IUCN Red List of Threatened Species.

“Saat ini komodo juga masuk ke dalam satwa prioritas terancam punah yang akan ditingkan populasinya sebesar 10% selama 5 tahun 2015- 2019,” katanya.

Bambang mengatakan populasi komodo di habitat alaminya di Taman Nasional Komodo saat ini sebanyak 3.012 ekor yang tersebar di lima pulau di dalam kawasan taman nasional, sedangkan di luar habitat alaminya terdapat sebanyak 103 ekor yang tersebar di 10 lembaga konservasi di Indonesia.

“Pemerintah telah menetapkan strategi pengelolaan satwa dilindungi melalui upaya- upaya konservasi insitu dan konservasi ex-situ,” kata Bambang.

Menetasnya Komodo di LK TSI, katanya, merupakan keberhasilan usaha pelestarian satwa komodo di luar habitatnya.

“Keberhasilan penetasan satwa koleksi di LK TSI ini merupakan salah satu keberhasilan pengembangbiakan satwa di ex-situ,” ujarnya.

Dia mengharapkan dengan keberhasilan ini dapat mendukung populasi di alam melalui pelepasliaran satwa ke habitat alaminya, sehingga diharapkan populasi satwa di alam tetap lestari. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s