Gallery

Meski Anggaran Turun, Kemenkop dan UKM Tetap Upayakan Pencapaian Target

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Kemenkop dan UKM akan tetap berupaya maksimal mencapai target-target 2017. Alokasi anggaran Kemenkop dan UKM pada 2017 turun menjadi Rp 917,2 miliar dibandingkan dengan 2016 yang Rp 1,018 triliun.

“Kami akan berupaya maksimal melalui koordinasi dengan Kemenkeu dan Bappenas serta tentunya dukungan komisi VI DPR untuk mencapai target yang ditetapkan,” ujar Menkop dan UKM Puspayoga, dalam raker dengan Komisi VI DPR yang dipimpin ketua sidang Teguh Juwarno, di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Menkop menjelaskan pengurangan anggaran itu memang mempengaruhi target-target prioritas kegiatan Kemenkop yang telah disusun dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017 dan RPJMN 2015-2019.

Contohnya, dalam RKP 2017 pembangunan pasar tradisional sebanyak 255 unit, namun hanya teralokasi sebesar 51 unit.

Lalu pembukaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang targetnya pada 2017 sebanyak 50 unit hanya teralokasi 2 unit. Selanjutnya, fasilitasi akta notaris dari target RKP 2017 sebanyak 5.000 akta namun teralokasi hanya 1.000 akta.

Terkait alokasi anggaran 2017 yang Rp 971,2 miliar itu di mana di dalamnya termasuk anggaran Dekopin sebesar Rp 17,7 miliar, Menkop menjelaskan, Kemenkop dan UKM akan menfokuskan dana itu untuk kegiatan/program strategis kementerian di antaranya penataan data melalui sertifikasi Nomor Induk Koperasi (NIK), fasilitas pembuatan akta notaris bagi usaha mikro, start up capital untuk wirausaha.

Selanjutnya, pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR), revitalisasi pasar tradisional, fasilitasi sertifikasi dan standardisasi produk KUMKM, fasilitas Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan pelatihan kewirausahaan.

Penyerapan 2016 94,05 persen

Terkait penggunaan anggaran 2016, Menkop menjelaskan dari anggaran sebesar Rp 1,065 triliun itu ada anggaran yang tak daoat direalisir karena self blocking /penghematan sampai akhir tahun anggaran sebesar Rp 47,23 miliar, sehingga anggaran yang dapat direalisasikan sebesar Rp 1,018 triliun.

“Dari jumlah itu terpakai Rp 957, 6 miliar atau setara 94,05 persen,” kata Menkop.

Dengan serapan anggaran sebesar itu maka sisa anggaran lebih (SAL) Kemenkop dan UKM 2016 sebesar Rp 60, 55 miliar atau 5,95 persen, yang terdiri dari efisiensi pelaksanaan kegiatan, penghematan langganan daya dan jasa serta alokasi kelebihan anggaran belanja pegawai. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s