Gallery

KLHK Cabut Akasia di Areal Gambut Bekas Terbakar pada 2015

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan aksi pencabutan pohon akasia di areal konsesi HTI Sinar Mas Forestry /APP Group di Kabupaten OKI, Sumsel pada Kamis (09/2/2017).

Tim Monitoring dan Pengawasan KLHK yang dipimpin Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Prof. San Afri Awang dan didampingi oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani, melakukan aksi simbolis pencabutan akasia di dua titik lokasi pada areal konsesi HTI PT BAP. Kedua titik lokasi tersebut merupakan areal gambut bekas terbakar pada 2015.

“Konsesi PT BAP dengan luas areal 192.700 ha memperoleh izin pemanfaatan usaha HTI pada 2004,” kata Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Prof. San Afri Awang dalam konferensi pers di Kemenhut, Senin (13/2/ 2017).

Dalam konferensi pers tersebut San Afri didampingi oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani.
Menurut San Afri, pada saat terjadi kebakaran hutan dan lahan pada 2015 lalu, konsesi PT BAP merupakan areal konsesi HTI yang areal gambut terbakarnya luas, mencapai lebih dari 80 ribu ha. Di mana lebih dari 60% yang terbakar merupakan kubah gambut.

Peraturan perundangan kehutanan telah mengatur bahwa pemegang konsesi dilarang melakukan kegiatan pemanfaatan hutan di areal kerja bekas terbakar.

Menurut dia, aksi simbolis pencabutan akasia di dua titik lokasi pada konsesi HTI PT BAP tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah penegakan hukum yang diambil oleh KLHK, dua kali mengirimkan surat perintah Menteri LHK kepada PT BAP untuk melakukan pencabutan terhadap tanaman akasia yang ditanam di areal gambut bekas terbakar pada 2015 di konsesi PT BAP. Namun perintah pencabutan tersebut tidak dilaksanakan oleh PT BAP.

“Hasil monitoring dan pengawasan KLHK menunjukkan bahwa areal pencabutan akasia di dua titik lokasi itu merupakan areal gambut berdasarkan dokumen Rencana Kerja Usaha (RKU) PT BAP dan merupakan areal gambut bekas terbakar 2015,” katanya.

“Kedua lokasi pencabutan tersebut tepat sasaran, persis fakta lapangan yang membuktikan adanya pelanggaran oleh PT BAP,” tuturnya.

Dirut PT BAP dan perwakilan dari Sinar Mas Forestry/APP Group turut menyaksikan aksi simbolis pencabutan akasia tersebut.

Dirut PT BAP Sapto Nurlistyo mengakui bahwa kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari areal gambut bekas terbakar pada 2015 dan telah dilakukan aktivitas penanaman kembali akasia. Dalam dokumen RKU PT BAP, areal bekas terbakar tersebut disebutkan berupa areal gambut.

Dirjen Gakkum LHK Rasio Ridho Sani menegaskan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan sanksi administratif kepada PT BAP sebagai bentuk konsistensi penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan Surat Tugas dari Menteri LHK per tanggal 4 November 2016, selama periode November 2016 hingga Januari 2017 Tim KLHK telah melakukan monitoring di 9 konsesi HTI di Sumsel dan Riau, termasuk PT BAP, dengan luas total areal konsesi mencapai lebih dari 1,1 juta ha. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s