Kinerja Unit Pengadaan Kementerian PUPR Terus Ditingkatkan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan peningkatan kinerja unit pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kualitas sumber daya manusia yang menjadi anggota unit pengadaan harus menjadi perhatian, di samping terus mengembangkan sistem pengadaan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mewujudkan pelelangan yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

“Unit pengadaan di Kementerian PUPR ke depan menjadi bagian dari jenjang karir struktural yang diisi oleh ahli pengadaan yang kompeten dan berintegritas, tidak boleh lagi menjadi pekerjaan paruh waktu karena menjadi ahli pengadaan tidak mudah,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti menyampaikan rencananya untuk mengembangkan Unit Kerja Pengadaan (UKP) menggantikan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Kementerian PUPR menjadi organisasi struktural setingkat eselon 2 sesuai rekomendasi dari LKPP. Dia mengatakan pembentukan UKP sangat dibutuhkan karena sekitar 80 persen kegiatan yang dilaksanakan Kementerian PUPR dijalankan melalui proses pelelangan.

“Kami harapkan dengan terbentuknya Unit Organisasi Pengadaan, pekerjaan pengadaan tidak lagi menjadi tugas sampingan namun menjadi tugas utama,” kata Anita saat menerima kunjungan beberapa orang perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Lembaga Wali Amanat Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) yang masing-masing diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM LKPP dan Sonny Sumarsono dari MCA di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan KLN Widiarto, Kepala Biro PBMN dan Layanan Pengadaan Sumito, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Anita ada empat hal yang harus dipersiapkan. Pertama, menyiapkan rencana struktur organisasi yang akan diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Anita menyatakan akan menggandeng LKPP dan MCA untuk memperoleh masukan terkait pembentukan struktur organisasi pengadaan barang dan jasa tersebut.

Selanjutnya, ia menyatakan akan mendata seluruh pegawai di Kementerian PUPR yang berpotensi dalam pengadaan barang dan jasa untuk melihat proyeksi jumlah pegawai yang kemungkinan akan ditempatkan dalam struktur organisasi baru tersebut, serta akan diikutsertakan dalam training yang diselenggarakan oleh LKPP.

“Kita baru memiliki 9 tenaga fungsional pejabat pengadaan, dari total 35 ULP yang ada di Kementerian PUPR. Sementara untuk pejabat pengadaan non tenaga fungsional kurang lebih sebanyak 6.300 orang, untuk itu kita harus lakukan langkah-langkah penyiapan SDM,” ujar Anita.

Ditambahkan Anita, langkah berikutnya adalah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menjalankan struktur organisasi baru, terutama penyiapan pembentukan Balai-Balai di daerah yang akan terikat ke UKP yang khusus menjalankan tugas pengadaan barang dan jasa.

Keberadaan lembaga pengadaan yang permanen, SDM yang penuh waktu dan jabatan fungsional di Kementerian/Lembaga, serta adanya advokasi kebijakan pengadaan menjadi target LKPP dapat terealisasi pada tahun 2018.

Terakhir menurut Anita yakni menyiapkan perencanaan dan penganggaran untuk dapat menjalankan tugas dan fungsi UKP. Ia berharap, langkah pembentukan UKP dalam rangka memenuhi target Kementerian/Lembaga, terutama Kementerian PUPR menjadi center of excellence dalam hal pengadaan perlu diangkat menjadi isu nasional yang diusulkan oleh LKPP kepada Kementerian dan Lembaga lainnya.

Saat ini ada 8 Kementerian/Lembaga dengan anggaran pengadaan yang besar yang berpotensi menjadi role model bagi Kementerian/Lembaga lain dan memberikan dampak bagi efektifitas dan efisiensi anggaran di Indonesia dan perbaikan kebijakan di bidang pengadaan.

“Kalau sudah menjadi semangat nasional untuk membentuk unit organisasi khusus pengadaan, maka akan lebih mudah pengajuannya terutama terkait penganggaran,” kata Anita.(*/Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s