Gallery

Menteri Basuki : Pembangunan Infrastruktur PUPR Mendorong Pemerataan Pembangunan

MALANG, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pada tahun 2017 ini Kementerian PUPR akan terus mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur akan dilakukan merata di seluruh Indonesia oleh Kementerian PUPR agar dampaknya bisa dirasakan secara langsung oleh masyakarat.

“Ya fokusnya di situ (pemerataan). Seperti yang disampaikan Pak Darmin (Menko Perekonomian) tadi, ” kata Basuki seusai Diskusi Kebijakan Pemerintah dengan Akademisi dan Kepala Daerah di Universitas Brawijaya, Kamis (5/1/2017) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara.

Fokus pemerataan pembangunan, tambahnya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Paripurna Kabinet pada awal 2017 di Istana Bogor pada Rabu (4/1).

Ia mengungkapkan rasio gini yang saat ini meningkat dari 0,41 menjadi 0,39 juga merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur dalam dua tahun terakhir.

“Ada empat sektor yang akan terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yakni sektor jasa, pertanian dan kehutanan, pertambangan dan infrastruktur, ” ujarnya.

Menteri Basuki mengungkapkan selain membangun infrastruktur berupa jalan dan perumahan, Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk mendukung sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Dukungan tersebut dinyatakan Basuki diwujudkan melalui peningkatan penyediaan kebutuhan air untuk lahan irigasi.

“Di Indonesia saat ini memiliki 230 bendungan yang menyuplai irigasi baru sekitar 11 persen dari 7,3 juta hektare lahan irigasi,” ujar

Untuk meningkatkan potensi lahan irigasi tersebut ia menyatakan Kementerian PUPR telah menargetkan pembangunan 65 bendungan sehingga lahan yang teraliri irigasi dengan sumber air dari bendungan bisa naik hingga 20 persen.

Menurutnya dengan tersedianya bendungan di lahan irigasi dapat meningkatkan kapasitas daya tanam di lahan tersebut, sehingga, indeks penanaman (IP) bisa 3 kali dalam setahun.

Basuki menuturkan untuk pembangunan serta rehabilitasi irigasi juga dilakukan pada tahun ini di area sawah yang masih tadah hujan. Rehabilitasi irigasi seluas 3 juta hektare ini akan dilakukan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Tahun ini, dikatakan Basuki akan ada 3 bendungan yang selesai dibangun yakni Bendungan Raknamo di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bendungan Teritip dan Bendungan Marangkayu di Provinsi Kalimantan Timur.

Pada tahun 2016 sebanyak 8 bendungan baru yang telah dimulai pembangunannya. Kedelapan bendungan tersebut yakni Bendungan Way Sekampung di Lampung, Bendungan Ciawi, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Cipanas, dan Bendungan Sukamahi di Jawa Barat, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara serta Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s