Gallery

Sarwono: Bangsa Indonesia Harus Waspadai Perubahan Iklim yang Kian Ekstrem

17rafa-sarwono-250x188

Ketua Dewan Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja mengatakan bangsa Indonesia harus mewaspadai perubahan iklim, karena perubahannya sangat ekstrem.

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Ketua Dewan Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja mengatakan bangsa Indonesia harus mewaspadai perubahan iklim, karena perubahannya sangat ekstrem.

“Pada zaman dulu BMKG bisa meramalkan dengan tepat cuaca sehari atau sepekan ke depan,” kata Ketua Dewan Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja ketika meninjau upaya penanganan perubahan iklim di SMKN 6 Malang, Sabtu (17/12/2016).

Menurut Sarwono, pada waktu istilah ramalan cuaca yang dipakai, BMKG dapat meramalkan cuaca dengan tepat. Namun kini tingkat ketepatan ramalan itu kian berkurang dan istilah ramalan cuaca diganti dengan perkiraan cuaca.

Namun semakin ke mari tingkat ketepatan ramalan cuaca tersebut semakin mengecil, dan istilahnya pun diganti menjadi prakiraan cuaca.

“Hal ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca terjadi dengan ekstrem, sehingga lembaga cuaca tersebut sulit meramalkan, meskipun peralatan peramalan cuaca yang dimiliki oleh BMKG termasuk sudah canggih,” katanya.

Menurut dia, karena perilaku manusia yang mencemari lingkungan dengan ulahnya, maka es di kutub utara mencair, sementara di daerah pertengahan (antara kutub dan khatulistiwa) terjadi winter.

“Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim di Bumi ini sudah demikian ekstreem sehingga harus ditangani oleh semua orang yang ada di bumi ini,” katanya.

Menurut Sarwono, langkah para siswa yang membentuk bank sampah dan mereka bisa membayar SPP dengan Tabungan Sampah tersebut, merupakan langkah positif yang patut ditularkan ke sekolah- sekolah lainnya.

Dalam pertemuan tersebut tampil juga sebagai pembicara Rafa Jafar, seorang siswa SMPN Lab School berusia 13 tahun yang mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan sampah elektronik dari gadget dan sebagainya melalui EWasteRJ.

“Saya terinspirasi untuk membuat EWasteRJ Dropzone di tempat-tempat umum seperti di mall dan sebagainya,” kata Rafa.

Menurut dia, limbah elektronik tersebut ditampung oleh sebuah perusahaan elektronik yang memisahkan komponen limbah elektronik tersebut dan meleburnya kembali.

“Dengan kegiatan saya melalui EwasteRJ, saya mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara dalam COP ke-22 di Marrakesh, Maroko beberapa pekan lalu,” kata Rafa. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s