Gallery

Yusid: Sertifikasi untuk Lindungi Tenaga Kerja Konstruksi Hadapi Liberalisasi Perdagangan

15bikon-yusid-250x188

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib mengatakan pelaksanaan Sertifikasi yang diadakan Kementerian itu adalah untuk melindungi Tenaga kerja Konstruksi Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan Asean 2015 dan Asia Pasifik 2020.

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib mengatakan pelaksanaan Sertifikasi yang diadakan Kementerian itu adalah untuk melindungi Tenaga kerja Konstruksi Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan Asean 2015 dan Asia Pasifik 2020.

“Dengan Sertifikasi maka tenaga kerja konstruksi Indonesia akan diakui, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib ketika membuka Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil dan Bimbingan Teknis Tenaga Ahli pada Proyek-proyek Swasta dan BUMN Karya dengan anggaran Non APBN di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Yusid Toyib mengatakan pihaknya mendorong kesadaran Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) dan tenaga kerja konstruksi akan pentingnya Sertifikasi.

Dia mengatakan target pembangunan Kementerian tersebut pada 2015-2019 membutuhkan jumlah tenaga kerja konstruksi dalam jumlah sangat besar.

“Sehingga penyiapan tenaga kerja konstruksi yang terlatih, terampil, profesional dan besertifikat adalah mutlak diperlukan,” kata Yusid.

Menurut dia, target utama Kementerian PUPR pada 2015-2019 antara lain pembangunan 65 waduk, 1 juta ha jaringan irigasi baru, rehabilitasi 3 juta ha jaringan irigasi, pembangunan 1.000 km jalan tol, 2.650 km jalan arteri baru untuk konektivitas wilayah, penyediaan infrastruktur permukiman dan lainnya.

“Tantangan pembinaan jasa konstruksi ke depan masih besar, seperti meningkatkan harmonisasi antar pelaku jasa konstruksi, meningkatkan daya saing kontraktor, meningkatkan mutu konstruksi, menyebarluaskan informasi konstruksi, meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja dan meningkatkan jumlah tenaga kerja konstruksi yang besertifikat,” katanya.

Menurut Yusid, untuk menjawab tantangan tersebut perlu peran aktif stakeholder jasa konstruksi. Bahkan dalam hal tenaga kerja konstruksi, Indonesia masih kekurangan jumlah insinyur yang cukup besar hingga lima tahun mendatang.

“Jumlah tenaga kerja konstruksi yang sudah besertifikat pun baru 10% dari total 7,3 juta pekerja konstruksi,” ujarnya.

Menurut Yusid, upaya yang dilakukan hari ini memberi optimisme bagi kita semua bahwa Indonesia bisa dan sanggup menyiapkan dan mempercepat proses sertifikasi tenaga kerja konstruksi seperti yang dilakukan selama tiga hari secara on the job training.

“Sertifikasi on the job training tersebut dilakukan pada 15 proyek strategis swasta dan enam proyek strategis BUMN karya, serta melibatkan sekitar 2.250 orang tenaga kerja konstruksi dalam satu kali penyelenggaraan,” tuturnya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Riky Aditya Nazir mengatakan Uji Sertifikasi tersebut diikuti 2.290 orang peserta, terdiri dari 2.190 peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil (STKT) meliputi tukang, mandor, drafter, surveyor, operator pelaksana dan pengawas.

“Sedangkan 100 orang peserta Bimtek Tenaga Ahli meliputi Bimtek SMK3, manajemen konstruksi dan pengadaan barang jasa,” katanya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s