Gallery

Lingkungan Lestari, Kamtibmas Kondusif

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan alam dan lingkungan sosial. Perubahan kondisi alam dapat meruntuhkan kedaulatan negara Indonesia. Misalnya kondisi alam yang berubah akibat perubahan iklim akan menyebabkan sebagian mata pencarian hilang misalnya nelayan tak lagi bisa melaut, petani tak lagi bisa ke sawah, maka pengangguran bertambah dan kesenjangan antar wilayah semakin tinggi, akibatnya kriminalitas meningkat dan rawan konflik sosial.
Di sisi lain, seiring dengan semakin terbatasnya sumber pangan, air, dan energi maka setiap negara akan berlomba untuk mengupayakan ketahanan suplai baik melalui peningkatan kualitas pembangunan lingkungan hidup, akuisisi (pembelian) sumber daya dari negara lain maupun inovasi dan pengembangan teknologi. Negara-negara yang kaya akan sumber daya alam (pangan, energi dan air) akan menjadi target sasaran aktivititas akuisisi oleh negara-negara yang tidak memiliki sumber daya namun memiliki kebutuhan sumber daya yang tinggi untuk menjalankan roda perekonomiannya. Sebagai salah satu paru-paru dunia, Indonesia akan menjadi perhatian dunia terkait pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alamnya.
Dalam Seminar Nasional Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (SESPIMMA) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Angkatan 56 T.A. 2016 dengan tema “Sinergitas Polisional Yang Proaktif Guna Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas yang Kondusif” di Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa saat ini yang paling sensitif adalah persoalan iklim, pangan, energi dan air. Peran pemerintah adalah menjaga stabilitas dan keteraturan; memberikan akses terhadap material untuk kemakmuran; citizenship; dan mendukung demokrasi. “Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan akses kelola hutan kepada masyarakat seluas 12,7 juta Ha; Mengalokasikan Lahan Sumber daya Hutan seluas 4,1 juta Ha untuk mendukung ketahanan pangan; Menunda Izin dibukanya Perkebunan Sawit baru; serta Mendukung pengembangan proyek strategis nasional”, ucap Siti Nurbaya.
Pada butir-butir sambutan Kepala Kepolisian RI yang dibacakan Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Komjen Pol. Moechgiyarto, menyampaikan bahwa para peserta SESPIMMA perlu membuka paradigma hubungan antar komponen lingkungan hidup, adaptasi lingkungan dan/atau mempengaruhi lingkungan hidup serta sistem kendali planet bumi. Selanjutnya disampaikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait lingkungan, kelautan, pangan, energi dan upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Pesan Kapolri kepada seluruh peserta SESPIMMA agar polisi berfungsi sebagai penjaga peradaban dan lingkungan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, mengupayakan tindakan preventif, melatih dan mengembangkan konsep keilmuan dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup, terakhir upaya penegakan hukum terhadap perusakan lingkungan hidup.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif adalah tanggung jawab polisi, banyak masyarakat yang hilang tiap tahun bukan karena bencana tetapi karena melanggar keamanan dan ketertiban”, ungkap Komjen Pol. Moechgiyarto.
Ke depan, perhatian dunia terhadap pencegahan kerusakan lingkungan hidup dan sumber daya alam akan semakin besar. Sebagai salah satu paru-paru dunia, Indonesia akan menjadi perhatian dunia, khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup. Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya energi yang berlimpah, seperti hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan, serta sumber energi baru dan terbarukan, maupun yang tidak terbarukan berupa barang tambang dan bahan galian non-logam.
Kerusakan alam terutama disebabkan ulah manusia, pada akhir tahun 2000-an tercatat di berbagai penjuru bumi telah terjadi kerusakan yang telah menghilangkan 17% dari nilai ekonomis alam, dengan nominal Rp. 2 juta/orang serta menghilangkan 50% sumber pangan.
Di akhir sambutannya Siti Nurbaya sangat mengapresiasi kinerja kepolisian RI dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif kepada semua masyarakat terutama di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan.

“Polri telah berupaya keras dalam keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun 2016 ini, mulai dari pemadaman sampai penegakan hukum”. (*/Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s