Gallery

Menteri Basuki Minta agar Jalan Tol Jakarta-Cikampek II dan KLBM Selesai pada 2019

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta agar pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang menelan investasi Rp 28 triliun dapat selesai pada 2019.

“Saya harapkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang melaksanakan kedua jalan bebas hambatan ini dapat langsung bekerja, begitu kontrak ditandatangani hari ini,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah menyaksikan penandatanganan kontrak kedua Jalan tol tersebut di Kementerian PUPR, Senin (5/12/2016).

BUJT Jakarta-Cikampek II (Elevated) adalah konsorsium
PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa. Sedangkan BUJT jalan tol KLBM adalah PT Waskita Bumi Wira (WBW) yang merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road (55 persen), PT Energi Bumi Mining (25 persen) dan PT Panca Wira Usaha (20 persen).

Menurut Basuki, jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sepanjang 36,4 km dan jalan tol KLBM sepanjang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah sekitarnya, terutama memperlancar distribusi yang dapat mengurangi biaya logistik secara ekonomis.

“Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pembangunan kedua jalan tol tersebut adalah metode kerja dan manajemen pengendalian konstruksi serta tetap memperhatikan estetika di lokasi pembangunan,” katanya.

Hal ini terutama saat pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated, katanya, mengingat jalan tol ini akan dibangun tepat pada median jalan tol Jakarta-Cikampek eksisting.

“Mengingat bahwa pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek dilakukan pada saat yang sama dengan pembangunan proyek-proyek infrastruktur lainnya seperti Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta- Bandung, maka dalam pembangunannya perseroan menggunakan jasa Project Management agar integrasi pelaksanaan konstruksi proyek dapat terkoordinasi dengan baik untuk meminimalkan gangguan lalu lintas yang terjadi selama masa konstruksi ,” katanya.

Kedua jalan tol ini merupakan proyek yang diprakarsai oleh pihak swasta di luar rencana pemerintah.

“Pengusahaan keduanya juga merupakan proyek-proyek prakarsa pertama jalan tol yang menggunakan mekanisme penjaminan,” katanya.

Dengan cara tersebut, katanya, diharapkan dapat menurunkan risiko investasi, meningkatkan bankability sehingga meningkatkan minat swasta dan perbankan untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.
Pembangunan jalan tol Jakarta- Cikampek II Elevated akan membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat bertujuan agar lalu lintas jarak jauh yang menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat mengakses koridor Jakarta- Cikampek dengan menggunakan jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sehingga waktu tempuh lebih pendek.

Pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated terdiri dari sembilan seksi yaitu Seksi Cikunir-Bekasi Barat (2,99 km), seksi Bekasi Barat -Bekasi Timur (3,63 km), seksi Bekasi Timur-Tambun (4,34 km), Seksi Tambun -Cibitung (3,30 km), seksi Cibitung-Cikarang Utama (4,46 km), seksi Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 km), seksi Cikarang Barat-Cibatu (3,16 km), seksi Cibatu-Cikarang Timur (2,45 km) dan seksi Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 km).

“Pembangunan jalan tol ini membantu meningkatkan pelayanan jalan tol Jakarta-Cikampek eksisting yang telah menjadi salah satu ruas utama distribusi barang dan jasa sejak pertama kali dioperasikan pada 1988,” kata Dirut PT Jasa Marga Dessy Arryani setelah acara penandatanganan tersebut.

Menurut dia, sejalan dengan kebutuhan lalu lintas, Jasa Marga telah melakukan pelabaran secara bertahap pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek yang semula hanya memiliki jumlah lajur 2×4.

“Saat ini volume lalu lintas telah melebihi kapasitas ruas jalan tersebut dengan V/C rasio tertinggi mencapai 1,51. Itu artinya volume lalu lintas telah melebihi 1,51 kali dari kapasitas jalan yang tersedia,” katanya.

Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek sudah tidak dapat dilakukan pelebaran kembali, sehingga konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang berupa jalan layang dibangun di atas jalan tol eksisting dengan jumlah lajur 2×2 dengan nilai investasi mencapai Rp 16 triliun.

“Untuk investasi pembangunan jalan tol tersebut, konsorsium Jasa Marga dan para Ranggi Sugiron Perkasa mendirikan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek dengan kepemilikan saham Jasa Marga adalah 80 persen dan PT Ranggi Sugiron Perkasa sebesar 20 persen,” katanya.

Proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated direncanakan akan dibangun mulai Triwulan II 2017 dan ditargetkan beroperasi pada 2019 dengan masa konsesi selama 45 tahun.

“Kontrak konstruksi pada pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated menggunakan contractor pre financing (CPF), di mana kontraktor akan mendanai proyek terlebih dahulu,” kata Dessy.

Sementara itu, jalan tol KLBM dengan panjang 38,29 km terbagi menjadi empat seksi yaitu Seksi I Krian-Kedamen (9,5 km) seksi II Kedamen- Boboh (9,1 km), Seksi III Boboh-Bunder. (10,57 km) dan Seksi IV Bunder-Manyar (9,12 km).

Konstruksi direncanakan dimulai pada Semester I 2017 dengan target LAHIR BATHIN pada 2019 sebesar 21.718 kendaraan dengan nilai investasi Rp 12,22 triliun. Jumlah lajur yang akan dibangun sebanyak 2×2 lajur untuk tahap I dan 2×3 untuk ultimate. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s