Gallery

Imam Santoso: Pemenang Lelang Tiga Bendungan Agar Langsung Laksanakan Proyek

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso mengatakan para kontraktor yang memenangkan lelang tiga bendungan yang baru ditandatangani kontraknya, segera melaksanakan proyek tersebut.

“Langsung saja laksanakan proyek itu, tidak perlu upacara groundbreaking,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso seusai penandatanganan kontrak tiga bendungan di Kementerian PUPR, Rabu (23/11/2016).

Turut hadir dalam acara penandatangan kontrak tersebut Direktur Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air Tri Sasongko Widiarto, Direktur Bina PSDA Agus Suprapto Kusmulyono, Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi, Kepala Pusat (Kapus) Bendungan Kementerian PUPR, Ni Made Sumiasih , Kapus Air Tanah dan Air Baku Dwi Sugiyanto, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane T. Iskandar, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Mochamad Majid dan Kepala BBWS Citanduy Agung Djuhartono.

Tiga Bendungan yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat ditandangani kontraknya secara serentak pada hari ini. Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Kering (dry dam) Ciawi yang terletak di Kabupaten Bogor, Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang, dan Bendungan Leuwikeris yang berada di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Imam, bulan depan Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiasih akan berkeliling ke ketiga bendungan itu untuk melihat progres pelaksanaan proyek.

“Kepala Pusat Bendungan akan melaporkan kepada saya mengenai progres fisiknya, setelah melihat ketiga bendungan itu,” katanya.

Imam Santoso mengatakan penandatanganan kontrak tiga bendungan ini merupakan bagian dari target delapan bendungan baru yang akan dimulai pekerjaannya pada tahun 2016.

“Sebelumnya tiga bendungan sudah ditandatangani kontraknya yaitu Way Sekampung, Kuwil, dan Ladongi kemudian yang hari ini tiga bendungan, minggu depan rencananya Sukamahi dan Napung Gete. Sehingga kami berharap target 8 bendungan yang dibangun mulai tahun ini dapat tercapai,” ujarnya.

Imam meminta kepada pihak kontraktor untuk segera melaksanakan pembangunan fisik tanpa menunggu adanya seremonial ground breaking demi terwujudnya percepatan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Begitu menandatangani kontrak, saya mau langsung jalan pembangunannya tidak menunggu adanya groundbreaking. Kami akan mengecek sebulan kemudian, apakah sudah mulai, apakah sudah ada alat-alat berat di lapangan dan jalan akses apakah sudah dibangun,” tegasnya.

Imam juga meminta kepada pegawai di seluruh Balai yang terkait pembangunan Bendungan untuk terus melakukan pengawasan di lapangan sesuai instruksi Menteri PUPR.

“Teman-teman di balai saya minta untuk konsentrasi, mohon untuk melakukan percepatan di lapangan, karena ini proyek besar yang banyak ditunggu masyarakat,” ujarnya.

Perjanjian Paket Pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung), ditandatangani pihak SNVT PJSA Ciliwung Cisadane dan pihak Abipraya-Sacna KSO sebagai pihak kontraktor. Untuk nilai Paket pekerjaan konstruksi tersebut mencapai Rp 757,8 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years). Lama pengerjaan Paket tersebut diperkirakan mencapai 1080 hari kalender yang ditargetkan selesai pada tahun 2019.

Sementara untuk penandatanganan perjanjian Paket Supervisi Pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung), dilakukan oleh pihak SNVT PJSA Ciliwung Cisadane dan PT. Yodya Karya (Persero) KSO PT. Indra Karya (Persero) Wilayah II Semarang dan PT. Indah Karya (Persero). Nilai Paket pekerjaan supervisi tersebut mencapai Rp 25 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years). Lama pengerjaan Paket tersebut diperkirakan mencapai 1080 hari kalender yang ditargetkan selesai pada tahun 2019.

Bendungan Kering (dry dam) di Ciawi merupakan Bendungan Kering pertama yang dibangun di Indonesia dan merupakan bagian dari masterplan menanggulangi banjir di Jakarta. Bendungan ini tidak akan dialiri dengan air untuk keperluan irigasi atau air baku namun lebih berfungsi untuk mengejar kapasitas pengendalian banjir, karena saat hujan datang, bendungan akan menampung air dan memperlambat aliran air hujan ke Jakarta.

Sementara itu penanganan kontrak pembangunan Bendungan Cipanas yang utamanya diperuntukkan mengatasi permasalahan terkait kebutuhan air di wilayah Pantura dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Perjanjian Paket 1 Pembangunan Bendungan Cipanas ditandatangani oleh perwakilan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan dari WIKA-JAYA Konstruksi, KSO sebagai pihak kontraktor.

Untuk nilai Paket pekerjaan konstruksi Bendungan Cipanas Paket 1 tersebut mencapai Rp 925 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2020.

Sementara untuk Perjanjian Paket 2 Pembangunan Bendungan Cipanas ditandatangani oleh Pejabat perwakilan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan dari Abipraya-Sacna KSO sebagai pihak kontraktor. Untuk nilai Paket pekerjaan konstruksi Bendungan Cipanas Paket 2 tersebut mencapai Rp 448 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years) yang juga ditargetkan selesai pada Tahun 2020.

Selain untuk mengatasi kebutuhan air di wilayah Pantura, Bendungan Cipanas juga dibangun sebagai pengendali banjir untuk wilayah Pantura Kabupaten Indramayu, pendukung irigasi pertanian di wilayah Sumedang dan Indramayu, dengan luas sekitar 8.089 hektar dan juga penghasil listrik sebanyak 3 megawatt.

Bendungan Cipanas dibangun dengan tipe konstruksi Urugan Batu dengan inti tegak dengan tinggi bendungan dari galian mencapai 74 meter serta panjang puncak mencapai 326 meter dan lebar puncak mencapai 12 meter. Volume Bendungan Cipanas diproyeksikan mencapai 3,081 juta meter kubik.

Selanjutnya pembangunan Bendungan Leuwikeris yang utamanya untuk penyediaan air irigasi untuk areal sawah di Lakbok Utara seluas 6.600 hektar dan Manganti seluas 4.616 hektar. Perjanjian kontrak Bendungan Leuwikeris dibagi menjadi tiga paket.

Perjanjian Paket 1 Bendungan Leuwikeris ditandatangani oleh pihak SNVT PJSA Citanduy dan dari PT. PP-PT. Bahagia Bangunnusa KSO sebagai pihak kontraktor dengan nilai paket pekerjaan konstruksi sebesar Rp 867 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years). Pekerjaan Paket 1 mencakup pembangunan Bendungan Utama dan Bangunan Fasilitas Bendungan Leuwikeris.

Sementara untuk Paket 2 Pembangunan Bendungan Leuwikeris ditandatangani oleh perwakilan SNVT PJSA Citanduy dan dari PT. Waskita Karya-PT.Adhi Karya KSO sebagai pihak kontraktor dengan nilai paket pekerjaan konstruksi sebesar Rp 642 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years). Pekerjaan Paket 2 mencakup pembangunan Bangunan Pelimpah, Hidromekanikal dan Electrical Work.

Terakhir untuk Paket 3 Pembangunan Bendungan Leuwikeris yang mencakup pembangunan Terowongan Pengelak dan Jalan Akses (Access Road) ditandatangani oleh pihak SNVT PJSA Citanduy dan dari PT. Hutama Karya sebagai pihak kontraktor dengan nilai paket pekerjaan konstruksi sebesar Rp 385 miliar dengan sistem kontrak tahun jamak (multi years).

Selain untuk keperluan irigasi, Bendungan Leuwikeris juga ditujukan untuk menyediakan air baku di Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis sebesar 845 liter per detik. Tidak hanya itu, manfaat lain bendungan ini adalah mereduksi banjir periode 25 tahunan sebanyak 11,7% dari 509,7 meter kubik per detik menjadi 450,02 meter kubik per detik. Bendungan tersebut juga dibangun untuk dapat menghasilkan listrik sebesar 20 megawatt. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s