Gallery

Dukung Pariwisata Bali, Kementerian PUPR Akan Alokasikan Rp 600 Miliar Bagi Pemeliharaan 4 Danau di Bali

DENPASAR, JURNAL IBUKOTA. COM: Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 akan mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar bagi pemeliharaan 4 danau di Provinsi Bali yang juga menjadi destinasi pariwisata yaitu danau Batur, Beratan, Buyan dan Tamblingan. Hal tersebut dikatakan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Ketut Jayada saat ditemui di sela Konferensi Danau Dunia ke-16 di Bali, Kamis (10/11/2016).

“Jadi tahun depan kami usulkan di 4 danau tidak fokus di danau Batur saja walaupun danau Batur menjadi prioritas nasional, danau Buyan kondisinya agak memprihatinkan kondisinya jauh lebih buruk daripada danau Batur karena itu kami usulkan ke empat-empatnya untuk ditangani. Usulan kami sekitar Rp 600 miliar dimulai tahun depan, karena (nilainya) besar kami coba menjadi kontrak tahun jamak,” tutur Ketut.

Ketut mengatakan sebelumnya, dari tahun ke tahun pekerjaan yang dilakukan di empat danau tersebut berupa operasi dan pemeliharaan berupa pembersihan eceng gondok dan pengangkatan sedimentasi.

Baru pada 2016 dilaksanakan desainnya dan diharapkan di tahun 2017 dapat mulai dilaksanakan pembangunan fisik berupa tanggul, sandtrap dan saluran pengelak.

“Kegiatannya nanti berupa kegiatan pembuatan tanggul, sandtrap kemudian ada saluran pengelak dan lain lain tergantung kondisi danau masing-masing,” tambah Ketut.

Penanganan tersebut dianggap penting karena berdasarkan hasil studi yang dilakukan bahwa terjadi pendangkalan terjadi cukup besar di keempat danau tersebut yaitu sekitar 1.500 meter kubik per tahun sedimen yang masuk ke danau.

Lebih rinci, di danau Batur, Ketut mencontohkan hasil identifikasi bahwa pertama, penyebab pendangkalan adalah terdapatnya juga eksploitasi galian C, namun saat ini aktivitasnya sudah terhenti karena pemerintah daerah dan kepolisian sudah melarang aktivitas tersebut.

“Sebagai upaya fisik dari hasil studi kemarin kami sudah membuat perencanaan di mana aliran-aliran langsung dari daerah-daerah berpasir di hulu didesain supaya ada kantung lumpur atau sandtrap supaya aliran tidak langsung ke danau sehingga aliran yang masuk ke danau nyangkut di kantung-kantung tersebut yang dipelihara secara berkala,” tambah Ketut.

Permasalahan kedua, di Danau Batur mulai banyak permukiman di pinggiran danau, untuk itu Ketut menilai penting sekali untuk menetapkan garis sempadan dengan upaya fisik yang menandai batas antara danau dengan batas dengan tanah masyarakat sehingga tidak terjadi penyerobotan.

“Kita upayakan berupa tanggul yang di atasnya didesain menjadi walkway atau jogging track sehingga batas antara masyarakat dan danau menjadi permanen kalau itu tidak permanen masyarakat pada saat surut akan turun apalagi kalau ada pendangkalan muncul tanah baru,” tegas Ketut.

Permasalahan ketiga yaitu keramba jaring apung yang sangat mempengaruhi kualitas air yang berpengaruh terhadap danau tersebut, disebutkan beberapa tahun lalu terdapat ikan mati secara sporadis yang menunjukkan kualitas air sangat buruk.

“Kami sudah melakukan dialog dengan masyarakat di kawasan danau Batur bagaimana mengupayakan membentuk zonasi sehingga tidak seluruh kawasan danau menjadi daerah eksploitasi keramba jaring apung karena tentu ada potensi lain di danau Batur selain perikanan seperti pariwisata,” tambah Ketut.

Danau Batur merupakan salah satu dari 15 danau prioritas yang tercantum dalam RPJMN. Ketut mengatakan, salah satu alasan dipilihnya danau tersebut menjadi prioritas nasional karena keunikannya yang merupakan danau vulkanik dan terbesar di Bali. Selain kawasan Batur juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai geopark.

“Jadi memang sangat istimewa, kita tahu di dunia geopark hanya beberapa dan salah satunya di danau Batur ini,” tutup Ketut. (*/Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s