Gallery

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tingkatkan Daya Saing Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan percepatan dalam pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh dalam kecepatan peningkatan daya saing Indonesia.

“Untuk meningkatkan daya saing Indonesia, pemerintah berfokus mengejar ketertinggalan dalam penyediaan infrastruktur. Kita fokus dulu di infrastruktur, kita lihat hasilnya pada 2018 nanti baru mulai akan kelihatan daya saing kita. Infrastruktur kita kejar, saya minta kepada Menteri PUPR tidak lagi kerja satu shift tetapi kerja tiga shift karena Indonesia sudah tertinggal jauh,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka acara Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, Rabu (9/11/2016).

Jokowi optimistis daya saing Indonesia akan mampu meningkat melihat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat selama tiga triwulan terakhir pada tahun 2016. Dia mengharapkan pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun mencapai 5.1-5.2% antara lain karena dukungan sektor konstruksi melalui pembangunan infrastruktur.

Sementara berkaitan dengan kemudahan berusaha di Indonesia, Jokowi menyatakan pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat ke-106. Dia mentargetkan akan naik menjadi peringkat ke-91 pada tahun 2016. “Untuk mencapai itu, kuncinya pembangunan infrastruktur, pembenahan inefisiensi birokrasi (seperti pemborosan anggaran), serta pemberantasan korupsi termasuk pungli ,” ujarnya.

Untuk mengejar ketertinggalan infrastuktur Jokowi membuka peluang sebesar-besarnya kepada pihak swasta untuk turut serta membangun infrastruktur.

“APBN kita dalam 5 tahun ini tidak mungkin mencukupi untuk membangun seluruh infrastruktur yang kita butuhkan. Kemampuan APBN hanya berkisar 25% dari total kebutuhan pembangunan infrastruktur. Sehingga dibutuhkan dukungan dari investasi dunia usaha dari swasta,” ujarnya.

Jokowi meminta kepada BUMN yang mengelola aset infrastruktur seperti jalan tol untuk melepasnya ke swasta untuk memperoleh tambahan modal membangun infrastruktur yang baru.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR telah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur bidang PUPR seperti jalan tol, air minum, dan bendungan.

“Swasta diberi kesempatan, kalau swasta tidak tertarik, kita menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), bila masih tidak menarik, baru melalui penugasan kepada BUMN,” kata Basuki.

Salah satu proyek yang banyak melibatkan dana investasi badan usaha menurut Basuki saat ini adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda yang menggunakan investasi badan usaha dan dukungan pemerintah.

“Contoh yang baru minggu lalu baru saya lihat di tol Samarinda-Balikpapan, itu 60 km investasi dari swasta karena sebelumnya tidak jalan. APBN hanya di jembatan Manggar, APBD cuma 10 km, dikeroyok jadinya. Tapi yg lebih banyak investasinya, karena dari 99,2 km, 60 km lebih dari investasi,”ujarnya.

Menteri Basuki menyatakan sudah meminta Jasamarga dan Waskita Karya untuk segera mendata aset jalan tol mana saja yang siap dilepas ke swasta.

“Misalnya Jasa Marga, sudah punya rencana yang dia punya (sahamnya) tidak dominan itu akan dilepas. Waskita Karya juga, share yang tidak dominan juga akan dilepas. Itu sudah ada beberapa opsi yang akan dilepas, jadi tidak perlu untuk memiliki tapi dijual untuk mendapatkan modal untuk membangun yang jalan tol yang lain lagi, yang sudah beroperasi dilepas,” ujarnya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s