Gallery

Jembatan Darurat di Pangandaran Mulai Dipasang

PANGANDARAN JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan pembangunan jembatan darurat untuk menggantikan Jembatan Ciputra Pinggan yang ambles akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016) malam.

“Infrastruktur yang mengalami kerusakan akan dilakukan perbaikan,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Dia mentargetkan bila kondisi cuaca baik, jembatan darurat berupa Jembatan Bailey tersebut akan selesai dalam 2 minggu kedepan.

Sementara itu sejak Senin lalu, sudah dilakukan pengecekan kondisi tanah dan material juga sudah tiba dilokasi. “Rangka jembatan bailey sudah tiba, batu-batu untuk bronjong sudah juga dipasang, hasil pengujian pondasi juga sudah selesai dan sekarang sedang merakit untuk penyiapan pondasi bailey,” tutur Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Yudo Muktiarto di Pangandaran, Jumat (14/10).

Yudo mengatakan Jembatan Bailey ini untuk sementara, sambil dilakukan identifikasi untuk penanganan jembatan permanen.

“Maksimum tonase (kendaraan yang boleh lewat) adalah 20 ton karena di tengahnya akan ditopang dengan penyangga,” tambah Yudo. Untuk penanganan jembatan permanen, kata Yudo, akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 karena berada di jalur utama Pangandaran-Banjar, maka akan dibuat dengan jembatan rangka supaya pelaksanaannya cepat.

“Kita usulkan di situ, adalah penanganan jembatan rangka dengan bentang 55 meter. Kebetulan Ditjen Bina Marga sudah ada stoknya, sehingga ini akan mempercepat penyelesaian,” tambah Yudo.

Selain Jembatan Bailey dari Kementerian PUPR, saat ini juga sudah tiba jembatan Bailey dari Zeni TNI AD, kemarin dan langsung diturunkan menggunakan crane milik Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy. Sehingga akan ada dua jembatan Bailey untuk dua arah lalu lintas.

Sedangkan untuk penanganan jebolnya jalan yang berlokasi Jl. Raya Banjar (Banjar) Km. Bdg. 145+950, Yudo mengatakan akan langsung dilakukan penanganan jembatan permanen, mengingat masih terdapat jalur alternatif lainnya. Saat ini baru dilakukan pengamanan lokasi yaitu agar terhindar dari risiko longsor susulan.

“Baru pengamanan lokasi, pengamanan lokasi itu supaya tidak lagi terjadi longsor susulan. Kemudian dirapikan dengan excavator, longsoran kemarin itu kan tidak teratur, ini dirapikan supaya aman, kemudian persiapan untuk pengamanan permanennya sedang dalam proses,” tutur Yudo.

Nantinya, tutur Yudo, gorong-gorong akan langsung digantikan dengan jembatan sehingga saluran air dapat terhindar dari sumbatan sampah yang mengganggu konstruksi jalan.

“Kenapa dipilih jembatan, karena ini memberikan rasa keamanan, sehingga saluran yang membawa sampah-sampah akan lolos saja. Masalahnya kemarin gorong-gorong itu tersumbat oleh sampah. Dengan lebar enam meter akan lolos sehingga tidak ada hambatan lagi, penanganannya sendiri akan selesai dalam 2 bulan,” tutur Yudo.

Untuk konstruksi jembatan permanen, saat ini sedang diusulkan beberapa desain jembatan berdasarkan pertimbangan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR maupun dari Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga, di antaranya adalah dengan menggunakan struktur jembatan voided slab. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s