Gallery

MARKET ANALISIS: Fokus Pada Data Penjualan Ritel Indonesia

Oleh Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Berbagai indikator domestik Indonesia terus tampak semakin stabil dan meredakan kekhawatiran tentang perlambatan momentum ekonomi. Prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan pun masih tetap menjanjikan.

Walaupun berembus wacana bahwa amnesti pajak Indonesia mungkin tak berhasil mencapai target, saat ini masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan dan diperlukan lebih banyak waktu untuk menimbang keefektifan program ini. Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dengan reshuffle kabinet dan investasi asing ke negara ini setelah Brexit sudah melampaui $1,9 miliar. Perhatian pasar akan terarah pada laporan penjualan ritel hari Jumat yang dapat memberi secercah kejelasan mengenai kinerja Indonesia di saat ketidakpastian global seperti ini.

Apabila penjualan ritel kali ini masih terus positif seperti data bulan Juni dan melampaui ekspektasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi semakin menguat.

Rupiah cukup menguat terhadap Dolar AS karena menipisnya harapan peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Dari sudut pandang teknikal, USDIDR bearish secara teknikal pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 13100 maka akan terbuka jalan menuju 13000.

ECB tidak mengubah suku bunga

EUR mengalami volatilitas sangat tinggi pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Keputusan ini sesungguhnya tidak mengejutkan karena ketidakpastian di pasar global masih terus memaksa bank-bank sentral di dunia untuk berhati-hati mengambil langkah. Zona Euro saat ini berjuang keras untuk mengatasi statisnya pertumbuhan sehingga ECB mengalami tekanan tersendiri untuk membuat kebijakan. Inflasi masih tetap di bawah target 2% dan perkembangan eksternal mengekspos Eropa terhadap beragam risiko negatif yang serius. Sentimen terhadap EUR tetap bearish dan dapat semakin memburukseiring dengan meningkatnya spekulasi tentang pelonggaran kebijakan moneter ECB lebih lanjut di masa mendatang demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

GBP masih mencari arah

GBP merosot pada hari Rabu setelah Gubernur Bank of England Mark Carney mengatakan bahwa beliau “merasa nyaman” Bank of England mengambil tindakan yang tepat dengan memangkas suku bunga Inggris setelah Brexit. Carney “sepenuhnya tidak menyesal” telah memberi peringatan tentang implikasi Brexit terhadap ekonomi Inggris sebelum referendum dan bahkan mengatakan bahwa langkah BoE berhasil menghalangi dampak Brexit. Walaupun data domestik terkini menampilkan bahwa ekonomi Inggris cukup kuat pasca Brexit, saat ini masih terlalu dini untuk mengukur pengaruh Brexit. Selain itu, hubungan Inggris dengan mitra perdagangan terbesarnya di masa mendatang pun masih mengkhawatirkan.

Pertanggungjawaban laporan inflasi BoE berakhir dengan netral sehingga investor akan kembali meninjau data Inggris untuk memprediksi apakah BoE akan mengeluarkan stimulus tambahan di masa mendatang. Kinerja indikator domestik terkini bervariasi dan kekhawatiran Brexit pun muncul kembali sehingga GBP masih berpotensi melemah. Jika data Inggris terus mengecewakan, maka spekulasi peluncuran stimulus tambahan dari BoE dapat meningkat dan GBP dapat semakin melemah.

Harga minyak WTI terbantu oleh melemahnya USD

Harga minyak mentah WTI menguat pekan ini dan alasannya sama sekali bukan karena membaiknya sentimen terhadap minyak, namun karena USD melemah disebabkan semakin turunnya ekspektasi peningkatan suku bunga AS. Walaupun ada pembicaraan antara Rusia dan Arab Saudi tentang upaya penstabilan harga minyak yang menimbulkan peningkatan spekulatif harga minyak, komoditas ini masih tetap bearish secara fundamental. Masalah oversuplai masih terus mengganggu ketertarikan investor dan kekhawatiran tentang penurunan permintaan membuat harga tetap tertekan. Perhatian pasar akan tertuju pada rapat informal OPEC di bulan September yang dapat memicu aksi jual apabila harapan investor tidak terpenuhi. Relief rally harga minyak saat ini dapat mengundang para investor jual untuk menyerang dan membuat harga melemah menuju $44.

Sorotan komoditas – Emas

Emas memantul luar biasa pekan ini menuju level tertinggi baru dalam tiga pekan di harga $1352.42 setelah sejumlah data ekonomi AS terkini tidak menggembirakan dan mengikis harapan ekspektasi peningkatan suku bunga Fed di bulan September. Logam mulia ini tetap sangat sensitif terhadap spekulasi peningkatan suku bunga AS dan dapat semakin menguat apabila pasar semakin pesimistis bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga AS dalam waktu dekat. Karena USD berpotensi tetap melemah, investor bullish mendapat dasar yang kuat untuk mengadakan aksi beli berulang kali. Apabila data domestik AS terus mengecewakan, komoditas ini berpeluang untuk melaju menuju $1375. (*/Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s