Gallery

Muhadjir: Pemerintah Berkomitmen Revolusi Karakter Bangsa

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah berkomitmen merevolusi karakter bangsa melalui kebijakan restrukturisasi kurikulum pendidikan nasional untuk menjamin kualifikasi dan kesejahteraan guru.

“Pemerintah Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menyusun sembilan Agenda Strategis bernama Nawa Cita,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ketika meluncurkan Laporan Pemantauan Pendidikan Global Unesco 2016 di Jakarta, Selasa (6/8/2016).

Hadir dalam peluncuran itu Asisten Direktur Jenderal untuk Pendidikan Unesco Dr Qian Tang, Direktur dan Perwakilan Unesco Jakarta Dr Shahbaz Khan, Sekretaris Departemen Pendidikan Filipina Dr Leonor Briones dan Analis Kebijakan Senio Laporan GEM Dr Manos Antoninis.

Pakar pendidikan dari Indonesia adalah Sekjen Kemdikbud Dr Didik Suhardi, Staf Ahli Kemdikbud Dr Ananto Kusuma Seta dan Ketua Umum Harian KNIU Prof. Dr Arief Rachman.

Menurut Muhadjir, Jakarta mendapat kehormatan menjadi salah satu dari empat kota di dunia sebagai tuan rumah bersama London (Inggris), Kigali (Rwanda) dan Medellin (Kolumbia) bagi peluncuran resmi laporan Pemantauan Pendidikan Global atau Global Education Monitoring (GEM) Unesco 2016,” katanya.

Laporan GEM, Pendidikan bagi Manusia dan Bumi: Menciptakan Masa Depan Berkelanjutan untuk Semua, publikasi pertama dari rangkaian 15 tahun, menyoroti kebutuhan mendesak peningkatan layanan pendidikan. Tren saat ini menunjukkan pendidikan dasar universal dunia hanya akan dicapai pad 2042. Sementara pendidikan menengah dasar (SMP) dicapai tahun 2059 dan pendidikan menengah atas (SMA) tahun 2084.

“Ini artinya dunia terlambat setengah abad dari tenggat waktu pencapaian SDG 2030,” kata Muhadjir.

Laporan menunjukkan pendidikan perlu menekankan perhatian lebih besar akan masalah lingkungan. Setengah negara di dunia tidak memiliki kurikulum yang secara eksplisit membahas perubahan iklim.
Di negara-negara OECD hampir 40% siswa berusia 15 tahun memiliki pengetahuan terbatas akan isu-isu lingkungan.

Asisten Direktur Jenderal untuk Pendidikan Unesco Dr Qian Tang dalam kesempatan yang sama mengatakan laporan GEM edisi pertama ini harus menjadi alarm pengingat.

“Pencapaian komitmen pendidikan global memerlukan upaya lebih untuk lepas dari tren sebelumnya. Kini pendidikan harus bertindak sebagai agen perubahan agar dapat mencapai Agenda 2030,” katanya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s