Gallery

APL Gandeng Wika Gedung Kembangkan Apartemen Terjangkau PGV Cimanggis

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Berbagai kebijakan ekonomi pemerintah, mulai berdampak terhadap menggeliatnya bisnis properti. Kebijakan tax amnesty, stabilnya rupiah dan dikeluarkannya berbagai kebijakan pemerintah terkait properti membuat dunia properti kembali bergairah.
Optimisme kondisi makro ini berimbas kepada proyek-proyek PT Agung Podomoro Land Tbk (“APLN”) salah satunya Podomoro Golf View (PGV). PGV mengembangkan kawasan hunian terpadu seluas 60 hektar di Cimanggis Depok. Istimewanya, PGV menggandeng salah satu anak perusahaan BUMN terbaik, PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk., yaitu: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung).
“APL dan WIKA mempunyai visi yang hampir sama dalam mewujudkan perumahan yang berkualitas dan terjangkau. PGV merupakan proyek unggulan APL mendukung program pemerintah membangun Satu Juta Rumah. Sedangkan WIKA adalah BUMN terbesar dan pertama di bidang kontraktor,” ujar Indra W. Antono, Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk saat Signing Ceremony Kontrak Kerjasama APLN dan WIKA Gedung, Rabu (31/8).

Wakil Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Novel Arsyad mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan suatu kebanggaan dan tanggung jawab bagi perusahaan dalam memberikan yang terbaik sekaligus nilai lebih bagi PGV dan masyarakat.
“Kami bangga dapat berkolaborasi membangun Podomoro Golf View (PGV). Melalui rekam jejak WIKA Gedung yang telah teruji dalam bidang konstruksi bangunan tinggi selama ini, kami yakin WIKA Gedung akan memberikan yang terbaik untuk APL sesuai tagline kami – Best Value for Client,” ujar Novel Arsyad, Wakil Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung optimistis.

Proyek PGV yang dikembangkan anak perusahaan APL, yaitu PT Graha Tunas Selaras (GTS), rencananya akan membangun 24 tower dengan total 37.000 unit. Proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi backlog atau angka kekurangan rumah yang diperkirakan sekitar 11 – 14 juta unit. Dengan konsep hunian yang terintegrasi, PGV bahkan mendapatkan penghargaan pertengahan Agustus dari Indonesia Property & Bank Award (IPBA) 2016 untuk kategori perumahan, township dan superblok sebagai Affordable Mixed Use Project Near LRT Facility.

Sementara itu, Paul Christian Direktur PT Agung Podomoro Land menambahkan bahwa progres pembangunan PGV sampai akhir Agustus ini sudah banyak kemajuan. “Progres pemancangan sudah mencapai angka 76% yang meliputi Tower Balsa, Tower Cordia dan Tower Bahama. Target kami berdasarkan MoU dengan WIKA Gedung, tiga tower tersebut akan selesai akhir tahun 2016,” ujar Paul pada acara penandatangan MoU antara PT Graha Tunas Selaras dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung.

AVP Marketing Strategic Residential APL, Agung Wirajaya menambahkan bahwa masalah backlog properti adalah masalah berkepanjangan yang perlu dicarikan solusinya tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga pemangku kepentingan khususnya pengembang dan masyarakat sendiri.

“Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Bagi PGV tantangannya selain menyediakan tempat yang berkualitas dan terintegrasi dengan transportasi modern, juga bagaimana mengedukasi keluarga muda agar mengutamakan masalah papan ini sebagai basic needs. Jangan tergoda oleh kebutuhan lainnya yang bersifat konsumtif seperti gadget atau kendaraan,” tambah Agung Wirajaya.

Menurut data BPS tentang persentase rumah tangga menurut provinsi dan status kepemilikan rumah-kontrak sewa 2012-2015, DKI Jakarta persentasenya paling tinggi untuk status kepemilikan rumah-kontrak sewa yaitu 34,13% tahun 2015. Angka ini tentunya akan semakin meningkat jika tanpa solusi dari stakeholders, karena harga lahan di Jakarta semakin mahal dan harga rumah yang semakin sulit dijangkau.

Bagi APL, proyek PGV Cimanggis ini merupakan satu solusi pemenuhan kebutuhan dasar papan.
Tidaklah mengherankan jika dalam waktu 6 bulan ini, PGV menyedot perhatian masyarakat, khususnya keluarga muda Jabodetabek yang mengidamkan perumahan yang letaknya strategis, udara segar, fasilitas lengkap dengan sarana transportasi yang mudah menjangkau Jakarta atau dikenal dengan Transit Oriented Development (TOD).

Pola TOD ini yang populer di Hongkong sejalan dengan PGV yang lokasinya 19 km dari Cawang terintegrasi dengan stasiun Light Rapid Transit (LRT), serta pintu tol Jagorawi – Cimanggis Exit. Lingkungan PGV juga berudara segar dan dikelilingi 3 (tiga) lapangan golf yaitu Emeralda Golf, Jagorawi Golf dan Riverside Golf. Selain lokasi prestisius tersebut, PGV kaya akan fasilitas internal maupun eksternal, selain harganya terjangkau sekitar Rp 4 juta-an cicilan per bulannya.

“Kami membangun PGV dengan sungguh-sungguh melalui riset tentang hunian yang berkualitas, lengkap dengan fasilitas namun harga terjangkau mengikuti kebijakan pemerintah. Konsep kami, PGV akan menjadi hunian seperti San Antonio, Amerika Serikat, dan Clarke Quay, Singapura. Kami yakin 5.000 unit pertama akan habis tahun ini,” tambah Agung. Ia berharap kesuksesan Kalibata City yang juga dibangun APL, akan kembali terulang di PGV.
Keuntungan proyek PGV nantinya tidak hanya akan dirasakan oleh penghuni maupun pengembang, tetapi juga oleh masyarakat.

“Proyek PGV seperti proyek properti lainnya akan berdampak multiflier effect, yang menggerakkan perekonomian karena melibatkan tenaga kerja, suplier bangunan, semen, dst. Bagi pemerintah sendiri ada potensi pemasukan pajak,” tutup Agung Wirajaya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s