Gallery

Menkop: Koperasi yang Baik Taat Bayar Pajak

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Koperasi dan UKM mengatakan koperasi yang baik adalah selain usaha nya berkembang dengan baik, koperasi tersebut juga taat membayar pajak sebagai kewajibannya.

“Pajak jangan dihindari, pajak jangan dicurangi, tetapi disiasati dengan cara legal melalui pengelolaan tax management dan atau tax planning,” kata Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga dalam sambutan tertulis yang dibacakan Deputi Pengawasan Meliadi Sembiring pada HUT ke-10 Lembaga Pengelola Dana Bergulir, di Jakarta, Kamis (25/8/ 2016).

Acara HUT tersebut dimeriahkan dengan Turnamen Tenis Meja LPDB Cup dengan tema Melalui Olah Raga Terbangun Jiwa yang Sehat dan Kita Satukan Semangat dalam Membangun Koperasi dan UMKM. Turnamen tersebut diikuti oleh sekitar 200 pemain terbaik insan tenis meja dari seluruh Indonesia.

Dengan demikian, kata menkop, biaya- biaya pajak dapat direncanakan dan dikendalikan dengan baik pembayarannya, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dalam pembayaran pajak.

Menurut dia, pemerintah kini sedang mendorong masuknya biaya pembangunan melalui sektor pajak.

“Untuk itu saya ingatkan koperasi merupakan badan usaha, setiap badan usaha, setiap badan usaha wajib membayar pajak,” katanya.

Menurut dia, jika ada koperasi yang takut atau menghindar membayar pajak, dijamin koperasi tersebut juga takut untuk menjadi besar dan berkembang.

“Koperasi tersebut berarti dikelola oleh manajemen yang tidak transparan, akuntabilitas diragukan alias koperasi jadi-jadian atau siluman atau koperasi milik perorangan,” ujarnya.

Koperasi seperti ini, sepatutnya dibina, apabila tidak ingin dibina sebaiknya ditutup saja oleh pemerintah, sebab dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat.

Menurut dia, koperasi yang dapat mengelola dengan baik tax management dan atau tax planning-nya, maka koperasi tersebut berarti dapat meningkatkan efisiensi nya, sehingga berdampak pada peningkatan sisa hasil usahanya, dan dampak lebih jauh, berarti koperasi tersebut akan memiliki daya saing yang lebih baik lagi.

Direktur Utama LPDB Kemas Danial mengatakan sampai saat ini lembaga itu telah menyalurkan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir kepada 4.198 koperasi dan UKM sebesar Rp 7,4 triliun yang dimanfaatkan oleh 888.505 UMKM.

“Pinjaman tersebut dengan tingkat Non performing loan (NPL) masih di bawah 1% serta mampu menyerap 1.618.975 tenaga kerja,” kata Kemas Danial. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s